NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Rain memutuskan menunggu dicafe selama Yasmin sekolah, lalu baru kembali lagi setelah dekat jam pulang sekolah, laporan waktunya telah dia pelajari dari Vick malam tadi. Selama waktu itu ia menghabiskan nya dengan melihat sekitar, bisa juga sesekali melihat hasil kerja Rksabi sambil menikmati pesanan nya.

Ia berdecak ketika seorang pelayan mengantar pesanan berikutnya karena kesal jika memikirkan ia akan menunggu seperti ini selama setengah tahun, namun si pelayan salah paham mengira melakukan kesalahan.

"Maaf Tuan, Apakah ada yang salah dari pesanan anda?" Pelayan itu bertanya takut-takut karena ekspresi kesal Rain tidak bisa ia tutupi, setelah menghela napas Rain menyuruhnya untuk pergi.

Sudah cukup ia berurusan dengan pertanyaan-pertanyaan tidak penting dari majikannya, jangan lagi ditambah dengan ucapan pelayan.

Tidak berselang lama setelah kepergian pelayan, Handphone Rain berbunyi, sebuah panggilan datang dari Vick. "Pengawal, guru Yasmin bilang Yasmin berkelahi dengan teman sekelas nya. Tolong urus kesana, saya lagi sibuk" lalu panggilan itu terputus, Rain memasukan kembali Handphone nya ke dalam saku, sembari menikmati pesanan nya dengan santai.

Setelah semuanya habis ia membayar, lalu baru setelahnya membawa kendaraan menuju gedung sekolah.

Tok...tok ...tok pintu ruang kepala sekolah di ketuk oleh Satpam sekolah yang mengantar Rain, pintu dibuka oleh seorang guru.

"Permisi...saya kemari mengantar wali nya Yasmin, Bu" ujar Satpam menunjuk ke belakang dengan jari jempol mengacung, Rain menggangguk tanpa senyum pada Guru yang lantas mempersilahkan Rain masuk.

Yasmin duduk berhadapan dengan seorang perempuan berseragam sekolah yang tampaknya lawannya berkelahi, itu terbukti dari penampilan keduanya yang acak-acakan.

"Wali nya Nak Yasmin, Pak" tutur guru itu.

Yasmin menoleh memacari tahu siapa yang datang kali itu, meskipun sudah dapat menebaknya kalau itu pasti sang pengawal.

"Silahkan duduk, Mas nya. Kita tunggu wali nya Naya dulu" ujar kepala sekolah.

Rain duduk disebelah Yasmin, ia kira waktu yang digunakan untun menghabiskan pesanan tadi dapat membantu menghindar, nyatanya masalah itu belum diselesaikan.

"Kalau boleh tahu, anda ini siapa nya Yasmin?" Tanya kepala sekolah pada Rain, sementara Yasmin disamping nya menatap wajah pria blasteran itu.

"Wali nya" sontak mendengar jawab itu Yasmin menahan tawa sampai bahu nya berguncang, sedangkan kedua guru yang ada dalam ruangan langsung tersenyum.

"Saya tahu. Maksudnya apakah Abang, pacar atau gimana?"

"Pengawal" kepala sekolah lantas menggangguk maklum, lalu suara ketukan pintu kembali terdengar.

"Buka Bu! Mungkin wali nya Naya" Bu guru yang tadi menuju pintu, disusul Naya yang ikut bangkit.

"Mana tuh anak tukang kawin? Biar Mama balas cakar mulut nya itu" mendengar bentakan kasar dari ambang pintu, kepala sekolah lantas berjalan menemui wali Naya.

Yasmin serta Rain pun ikut berdiri menunggu Mama Naya muncul dihadapan mereka, Yasmin siap dengan perlawanan, jika sewaktu-waktu perkelahian kedua terjadi.

"Berani nya kamu merebut kekasih anak saya, dasar anak tukang selingkuh. Ngga punya malu, jual diri-" ujar Mama Naya nyaring, kedua guru berusaha menahan gerakan nya, khawatir ada perkelahian berikutnya.

Yasmin berkacak pinggang, "Saya bukan pelakor, emang tuh laki yang kegatelan. Jadi jaga mulut Tante, jangan asal nyeplak." Ujar Yasmin ikut adu urat, Mama Naya yang sudah tiba didepan nya memaki ke kurang ajaran Yasmin dengan badan ditahan kuat oleh kedua guru.

"Begini hasil didikan Mami kamu? pantas saja Papi kamu cari anak lain dari wanita lain." Yasmin sudah melangkah, siap menjambak rambut Mama Naya yang mengatai Mami nya, namun tangannya dicekal oleh Rain.

"Lepaskan aku, biar aku kasih pelajaran mulut bau tanah itu" Yasmin berusaha menarik tangannya, Rain hanya tidak ingin terjadi perkelahian lagi, yang ada ia nanti lebih lama dalam ruangan itu.

"Saya yang akan kasih pelajaran buat mulut ngga punya adap kaya kamu" Mama Naya berhasil meloloskan diri hingga guru yang menahan terhuyung, nyaris terbentur tembok jika tidak ditahan cepat oleh kepala sekolah.

Saat tangan Mama Naya hendak mendarat di pipi Yasmin, dengan sigap Rain menarik Yasmin bersembunyi dibelakang tubuhnya dan menjadikan tubuh sendiri sebagai tameng, sembari menahan gerakan tangan Mama Naya. "Jangan buat saya lebih lama lagi disini! Daripada mengurus bocah di sudut itu lebih baik anda urus suami Nyonya, siapa tahu ucapan kasar Anda kembali pada Anda."ujar Rain.

Mendengar penuturan itu bertambah marah lah Mama Naya sampai wajahnya merah, dengan hidung kembang kempis.

"Saya lihat sendiri suami anda bermain gila dengan sekretaris nya, telepon saja untuk buktikan, jangan sampai menyesal di kemudian hari karena mungkin saja bercinta kali ini jadi anak" ujar Rain menambah minyak, melihat mata Mama Naya memancarkan keterkejutan, ia pikir wanita baya itu memulai memasukan ucapannya.

"Mama, Yasmin ambil pacar aku loh Mama. Yang bikin aku luka-luka juga kena cakar, Mama" Naya yang berdiri disudut dinding berteriak, menarik kembali ke fokosan wanita baya itu agar menghajar Yasmin.

"Bohong...! Saya ngga percaya" namun Mama Naya lebih tertarik dengan laporan Rain, ia merogoh saku celana ingat pernah memotret maling kancut, dan latar nya tertangkap suami wanita itu yang mengecup pipi seketaris. Bagaikan dua kejadian dalam satu momen gambar.

Mama Naya terbelalak menatap bukti nyata itu, perasaan nya hancur sulit dijelaskan. Tangan nya yang menggantung diudara sedari tadi, berusaha meraih Yasmin, kini terkulai disisi tubuhnya. Rasa sedih melemahkan jiwa nya, ada ketidak percayaan namun kenyataan sulit di tampikkan.

"Mama...!" Panggil anaknya kesal, Mama nya diam saja tapi takut juga mendekat karena Yasmin menatap tajam.

"Diam Naya...! Pak kepala sekolah saya serahkan urusan anak-anak pada anda, kalau bisa damai saja. Saya harus pergi ada urusan mendesak" ujarnya dengan nada pasrah, lalu berlaru keluar diantar para guru, dan di buntututi anaknya.

"Seharusnya kamu biarkan aku menjambak orang tua itu, Bisa-bisa nya dia keluar setelah mengatai Mami ku" cerocos Yasmin menatap sengit Rain, begitu kesal yang dirasakan karena tidak sempat membalas mulut Mama Naya, karena pria itu memblokir jalan nya walaupun harus menahan pukulan nya di punggung.

"Jika anda mau balas, jangan ada saya karena tugas saya menjaga Nona. Yang ada kalau saya biarkan nanti anda terluka, bisa-bisa tuan Vick marah besar. "ujar Rain, yang sebenarnya tidak mau berurusan lebih panjang, Yasmin menggeram lalu menggigit lengan Rain.

Ia terkesiap dan menjauhkan kepala itu sampai gigitan nya terlepas, lalu memasukan buku diatas meja ke dalam mulut Yasmin yang masih terbuka hendak menyerang lagi. Ia merasa muak pada perempuan dihadapan nya ini, Sampai-sampai ingin meleparnya dari jendela lantai tiga gedung ini.

Yasmin melepaskan buku dari mulutnya dan menggunakannya untuk memukul Rain, "Jangan melawan aku siksa, karena salah kamu bikin aku ngga bisa meluapkan amarah ke orang tua itu" ia menahan gerakan tangan Yasmin, sembari mendorong badan perempuan itu ke meja sampai terdesak. Ia ingin mencekik perempuan itu, jika saja pertanyaan tiba-tiba tidak menghentikan niat Rain tepat waktu.

"Kalian kenapa?" Ia melepaskan Yasmin dan menarik kursi,memilih duduk dibandingkan menjawab.

"Ngga apa-apa, Pak"

"Yaudah mari kita bahas masalah ini"

1
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
Anala.
pelit banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!