NovelToon NovelToon
Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Pena cantik

Hidup Anaya tidak pernah beruntung, sejak kecil ia selalu di jauhi teman-temannya, dirundung, di abaikan keluarganya. kekacauan hidup itu malah disempurnakan saat dia di jual kepada seorang CEO dingin dan dinyatakan hamil setelah melakukan malam panas bersama sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepengen jeruk

Hoek!

Jackson berlari meninggalkan meeting karna mual itu datang kembali. Sejak pagi ia diserang mual terus menerus sampai membuat tubuhnya melemah.

Mereka semua terperangah melihat kejadian itu.

Salah satu karyawan berbisik, "Pak Jack sudah seperti ibu hamil saja ya." Tutur nya.

"Iya, dari tadi juga aku perhatiin muka nya pucet banget." ungkap yang lainnya.

"Sut... Jangan asal bicara. Nanti kalau pak Jack tau kalian bisa kehilangan pekerjaan." bisik salah satunya menegur.

Mereka pun akhirnya diam.

Delon yang berdiri disana hanya mendengar saja. Namun kata 'hamil' seolah mengusik pikiran nya.

"Meeting hari ini cukup sampai disini saja. Presdir sedang tidak enak badan." ucap Delon setelah mendapat perintah dari Jackson.

Mereka semua mengangguk dan membereskan berkasnya masing-masing aku keluar dari ruangan meeting.

Jackson keluar dari kamar mandi dengan langkah tertatih, tangannya erat menggenggam perut yang terasa aneh dan tak nyaman.

Wajahnya pucat, garis lelah menghiasi setiap sudutnya.

"Bos, anda baik-baik saja?" tanya Delon sambil menyodorkan air minum."

Jackson hanya mengangguk saja.

Namun, tiba-tiba sebuah keinginan aneh melintas dalam pikirannya, sesuatu yang sangat bertentangan dengan ketakutannya sendiri.

"Carikan saya jeruk lemon yang ukurannya 5cm. Potong-potong jadi tujuh bagian. Ingat! Cuci bersih dan steril kan." Perintah itu meluncur keluar tanpa bisa ia cegah

. . Dalam benaknya bergolak pertanyaan yang sama: “Kenapa aku tiba-tiba ingin sesuatu yang selama ini membuatku takut? Bukankah aku fobia jeruk? Apa ini pertanda sesuatu yang berbeda

Delon melongo mendengar itu, dalam benaknya bergolak pertanyaan. "Kenapa bos tiba-tiba ingin sesuatu yang selama ini membuatnya takut? Bukankah bos fobia jeruk?"

Dengan penuh penasaran Delon bertanya. "Tuan anda serius? Bukankah anda fobia jeruk?" tanya Delon memastikan.

Jackson menggeleng lemah, ia sangat tahu bahwa dia fobia terhadap segala jenis jeruk. Tapi entah kenapa saat ini ia sangat menginginkan jeruk itu.

"Saya ngak tau. Cepat Carikan saja jangan banyak tanya."

Mendapat tatapan tajam itu Delon segera bergegas mencari jeruk yang di inginkan bos nya itu.

Delon melangkah pergi dengan rasa penasaran yang terus menghantui pikirannya.

Satu kata saja yang berputar tanpa henti: ibu hamil. Apakah ini ada hubungannya dengan kondisi bosnya?

Di balik ragu dan was-was, Delon segera meraih ponselnya, mencoba mencari jawaban yang mungkin bisa menjelaskan perubahan aneh dalam diri Jackson.

Delon terdiam membaca setiap poin mengenai ibu hamil disana. Mulai dari gejala ngidam yang mungkin bisa dirasakan oleh suami.

Delon teringat akan gadis yang dua bulan lalu di beli bos nya.

"Jangan-jangan... Gadis itu hamil? dan si bos yang melalui proses ngidam?"

Delon Menggelengkan kepalanya menepis pikiran itu. "Apa yang sudah ku pikirkan? Itu tidak mungkin." ia segera menutup ponselnya.

Setalah beberapa jam Delon berkeliling mencari buah jeruk yang berukuran 5 cm, akhirnya ia berhasil menemukan nya.

Siapa sangka pria itu membawa meteran untuk mengukur setiap buah di pasar. hilang sudah wibawanya sebagai cowok cool.

Mana banyak yang bertanya kalau dia lagi cari buah untuk istrinya yang ngidam. Boro-boro istri pacar saja dia tidak punya.

"Dia yang kepengen makan buah jeruk aku yang repot mencari nya. Mana harus pakai di ukur segala lagi."

Sepanjang perjalanan tak habis-habisnya dia mengutuk Jackson.

Delon menarik nafas dalam-dalam sebelum masuk keruangan bos nya. Setelah ia siap, ia pun mengetuk pintu.

Tok! Tok!

"Masuk, pintu tidak dikunci."

Delon masuk membawa sekantong plastik keresek.

"Bos, ini buahnya." Delon menyodorkan kantung plastik itu.

"Kenapa lama sekali?" ucapnya sambil melihat jeruk itu.

Bibirnya mengukir senyum saat melihat lima buah didalam plastik keresek itu.

"Saya keliling pasar mencari jeruk yang sesuai dengan yang anda minta. Sangat susah mencari jeruk yang ukurannya 5 cm." rasanya ingin sekali dia menendang bos nya itu.

"Hm...kau boleh pergi."

Delon menggerutu dalam hati, "Dasar bos aneh,"

"Kenapa masih diam? Pergi sana." Usir Jackson lagi.

"Iya bos," Delon keluar dari sana.

Tapi dia tidak benar-benar pergi, dia mengintip dari balik pintu.

Delon menutup mulutnya sangking syok nya. disana Jackson menyantap jeruk itu tanpa sisa.

Delon meringis, ia yakin jeruk itu masih masam rasanya.

"Astaga... itu jeruk pasti rasanya asem banget." Gumamnya sambil menelan slivarnya sendiri.

Melihat saja sudah membuat air liurnya banjir.

~

Setelah bergelut dengan drama hari ini. Jackson pulang kerumah, dan kedatangannya langsung di sambut mama vena. Wanita paruh baya yang selalu tampil cantik walaupun usianya sudah menginjak 50 tahu.

Mama vena tersenyum menghampirinya lalu memeluknya. "Kamu kemana aja boy? Kenapa seminggu ini kamu tidak pulang kerumah dan susah dihubungi?" omel mama vena.

Sudah empat hari ini Jackson tidak pulang kerumah karna Padatnya pekerjaan yang membuat nya penat dan membutuhkan istirahat yang cukup. Di tambah lagi saat pulang kerumah mama terus mendesaknya untuk segera menikah membuatnya enggan untuk pulang.

"Lagi banyak kerjaan ma. Mama kan tau Bagaimana padatnya jadwal pekerjaan ku." ucapnya sambil menciumi pipi sang mama.

"Ya sudah gapapa. Yang penting kamu tidak dekat-dekat dengan sembarang wanita."

Jackson menghela nafas pelan, selalu itu saja pembahasan mama nya jika bertemu dengan nya. Jika tidak menjodohkan nya maka memperingati nya agar tidak dekat dengan wanita sembarangan.

Mama vena selalu menjodohkan nya dengan anak-anak teman sosialitanya. Namun gadis-gadis cantik dan berpendidikan itu semua di tolak mentah-mentah oleh nya membuat mama vena khawatir jika putranya tidak menyukai perempuan.

Memikirkan itu saja membuat mama vena ketakutan, putra semata wayangnya tidak menyukai wanita.

Mama vena menghela nafas panjang, "Son, kapan sih kamu mau menikah? Mama ini sudah tua sudah tidak sabar pengen gendong cucu dari kamu." omel mama vena sambil mengekori nya dari belakang.

Jackson mendengus dingin, "Ma, sudah berapa kali aku bilang? Aku belum mau menikah." sahutnya malas.

"Tapi kamu itu sudah dewasa, usia kamu sudah hampir 30 tahun. Sudah matang untuk menikah."

"Belum ketemu yang tepat," Jawab Jackson datar.

Mama vena mengerucutkan bibirnya. Ia benar-benar kesal jika membahas mengenai pernikahan dengan putranya itu.

"Yang tepat menurut kamu itu seperti apa, Son? kamu punya kriteria calon istri? Biar mama bantu cari kan." ungkap mama vena mulai lelah.

Jackson duduk di sofa menatap sang mama, "Yang tidak cantik, sederhana dan tidak glamor dan tentunya tidak dari kalangan atas."

Mama vena melebarkan matanya, "Maksud kamu gadis jelek dan tidak memiliki status keluarga yang jelas gitu?" geram mama Vena.

Jackson menjawab dengan anggukan. Ia tahu jika Mama nya tidak akan setuju dengan kriteria yang dia pinta. Mama nya pasti memilih kan gadis-gadis yang setara dan tentunya terpandang.

"Harry Jackson Kario! kamu sadar apa yang kamu katakan? Kamu itu anak satu-satunya mama. Bagaimana bisa mama membiarkan kamu menikahi wanita seperti itu?" pekik mama vena.

Jantung nya terasa kembang kempis setiap kali menghadapi putra semata wayangnya itu.

Jackson sampai meniup telinga yang berdenging akibat teriakan mama nya.

"Ma udah ya, aku capek pengen istirahat. Ngomelnya sambung nanti aja."

ia meninggalkan mama vena yang masih belum selesai menceramahi nya.

Mama vena mengelus dada, "Ya Tuhan... Tolong berikan kesabaran seluas samudra kepadaku." bisik nya.

Ia kembali teringat perkataan orang kantor mengenai isu putranya.

"Apa putraku benar-benar tidak menyukai wanita seperti yang orang-orang katakan?"

Cepat-cepat mama vena menggeleng kan kepalanya, "Amit-amit deh."

1
Ma Em
Mungkin itu emang cicit ibu .
Ma Em
Angkasa anak baik dan berjanji akan melindungi ibu dan adiknya .
Ma Em
Semoga Farah selalu bahagia bersama sikembar dan usaha kue nya semakin sukses , Jackson sdh tiga tahun tdk bisa menemukan anak2 nya biar saja Jackson merasakan penyesalannya .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!