NovelToon NovelToon
Lingsir Wengi

Lingsir Wengi

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Laila Al Hasany

Ana kidung rumeksa ing wengi
Teguh hayu, luputa ing lara
Luputa bilahi kabeh
Jim setan datan purun
Paneluhan tan ana wani
Niwah panggawe ala
Gunaning wong luput
Geni atemahan tirta
Maling adoh tan ana ngarah ing mami
Guna duduk pan sirno ....

Ya, itu!
Lingsir Wengi, Rumeksa ing Wengi. Tembang yang selalu disenandungkan simbah putri setiap menidurkanku. Ketika simbah Putri meninggalkanku di kamar sendirian, lamat-lamat kulihat sesosok wanita ayu yang duduk dan tersenyum. Aroma bunga Mawar, menyeruak memenuhi ruangan kamar tidurku.

Aroma itu akan selalu muncul ketika simbah putri mulai bersenandung. Tapi malam ini, siapa? Siapa yang bersenandung? Aku juga belum sempat bertanya kepada simbah putri, tentang siapa sebenarnya sosok wanita berkebaya dan berkerudung itu ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila Al Hasany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Aku memejamkan mataku lalu aku membuka mataku lagi, sosok itu telah hilang. Aku menggelengkan kepalaku, berusaha menegaskan pada diri sendiri, lagi, bahwa itu halusinasi, iya! Cuma halusinasi!

Kulihat mbok Minten masih berdiri di tempatnya, seperti sedang mengamatiku, bu Yanti sudah pergi. Aku cengengesan membalas tatapan mbok Minten yang penuh tanda tanya.

"Le, Nduk, ayo... ayo pulang! sudah mulai surup, mainnya besok lagi ya," suara mbok Minten mengingatkan anak-anak yang masih asik bermain di jalanan.

Mereka membubarkan diri dengan patuh. Aku pun beranjak masuk ke dalam rumah, kulihat mbok Minten pun sudah masuk lewat pintu belakang.

Aku merebahkan tubuhku di ranjang kamarku. Tak terasa hari semakin gelap, azan magrib pun berkumandang. Aku berniat mengambil air wudhu untuk menunaikan salat Magrib, tapi aku mendengar suara bersenandung mbok Minten di sela gemericik air dan bunyi kemlontang gerabah. Iramanya seperti kukenal!

Aku meneruskan langkahku ke belakang, untuk berwudhu dan kemudian melaksanakan salat magrib. Setelah berwirid sebentar, aku menyelesaikan dengan doa dan melepas mukenaku. Merebahkan kembali badanku dan meraih handphone-ku, mengecek kalau-kalau ada telepon atau pesan yang masuk.

Aku melihat layar handphone-ku, tertera di layar ada banyak panggilan masuk. Dari ibu! aku baru saja akan menghubungi balik nomer ibuku untuk membalas telepon, tetapi sesaat kemudian kudengar suara ketukan di pintu kamarku. Aku bangkit dan membuka pintu. Aku melihat mbok Minten tersenyum.

"Sudah selesai beberes nduk? Makan yuk! Pasti Genduk cah ayu, lapar kan? Nanti simbok temani makan ya? "

"Ok, siap Bos!" balasku sambil mengangkat tanganku dengan jempol dan telunjuk membentuk huruf O.

Mbok Minten tersenyum lebih lebar, menggeleng-gelengkan kepala. Berbalik dan berjalan menuju ruang makan. Aku mengikutinya. Beberapa menit kemudian, simbok sudah mulai sibuk mempersiapkan makan malam di meja makan.

Menu yang tersaji meskipun sederhana, tapi membangkitkan selera makanku, tempe goreng, sambel terasi beserta lalapan timun dan kubis, oseng kangkung dan kerupuk udang. Cacing-cacing di perutku sudah mulai berdisko ria, menimbulkan bunyi krucuk-krucuk .

Mbok minten tertawa kecil, aku pun ikut tertawa malu.

"Dasar perut gak sopan, malu-maluin aja!" kataku dalam hati.

"Ayuk Nduk, buruan makan, itu tadi lho udah kemruyuk perutnya. Simbok hari ini cuma masak ini Nduk, tadi mau beli ayam, kata pemilik warung sudah habis. Adanya besok, ndadak kulak lagi di pasar."

"Gak apa-apa Mbok, ini juga udah bikin ngiler," air liurku seperti sudah mau menetes saja.

Aku dan mbok Minten mulai makan, kami terdiam menikmati makanan kami. Sunyi seketika, hanya suara jangkrik di luar yang masih terdengar.

Aku menyudahi makanku dan mulai membereskan meja makan, tapi simbok mencegahku.

"Biar simbok aja Nduk. Genduk istirahat saja. "

"Ya sudah mbok, aku masak kamar dulu ya. "

Aku kembali ke kamarku, meraih handphone-ku, dan mulai memencet nomor ibu. Terdengar nada tersambung di seberang sana. Ibu mengangkat teleponku.

"Assalamualaikum ... Bu. "

"Walaikumsalam ... gimana sih, daritadi ibu telepon kenapa ndak diangkat? Ndak ada kabar, lagi apa? Sudah makan belum?"

Belum juga kujawab satu pertanyaan, ibu sudah memberondongku dengan berbagai pertanyaan.

"Pelan-pelan Bu, ah Ibu nanyanya kayak wartawan aja!" kataku dengan nada manja.

Terdengar suara tawa kecil ibu di sana.

"Ya habisnya, ditelpon ndak ngangkat, ndak sms, ndak ngabari juga, telepon simbok juga ndak bisa, apa HPnya mati? Kamu ini kebiasaan, bikin ibu sport jantung lho!"

"Tadi aku sibuk beberes bu, HP kumatikan nada deringnya, gak tau kalo HPnya mbok Min, nanti kutanyain ya bu, aku dah makan kok bu, baru saja selesai. "

"Ya sudah kalo gitu, ibu tutup teleponnya, kamu baik baik di situ, kalo ada apa apa, ibu dikabari! "

"Ya bu. "

"Assalamualaikum. "

"Waalaikumsalam. "

Aku meletakkan kembali handphone-ku di meja. Masih sunyi. Sesaat kemudian terdengar suara azan Isya. Seperti biasa, aku ke belakang untuk berwudhu. Ketika melewati ruang tengah, aku melihat sosok wanita berkerudung duduk membelakangiku. Ah, itu pasti mbok Min, lagi darusan, pikirku.

Betapa kagetnya aku, ketika melihat Mbok Min berjalan keluar dari dapur. Aku melongok ke ruang tengah. Tapi sosok itu sudah tidak ada lagi.

"Ada apa, Nduk? "

"Gak apa-apa, Mbok."

"Ya sudah, simbok mau ke kamar dulu, kalo butuh apa apa, Genduk bilang ke simbok. "

"Ya mbok. "

Mbok Minten berjalan menuju kamarnya dan aku menatapnya sampai simbok menghilang di balik pintu kamarnya. Seketika, aroma Wangi yang tadi sore tercium lagi.

Siapa dia ya?

Bersambung ....

1
Nur Bahagia
Ripin 🤣
Nur Bahagia
jangan2 Sada jadi jin pendamping nya Garvi 🤩
Nur Bahagia
kubah gaib warna perak🤔
Nur Bahagia
siapa nih? 🤔
Nur Bahagia
kannn bener murni sama Rian.. 🤩
Nur Bahagia
ai mbok ga diajak kah? 🤔🥺
Nur Bahagia
sama Rian aja.. yg ketua karang taruna itu 🤗
Nur Bahagia
bisaa aja thaliaa 🤣
Nur Bahagia
Alhamdulillah pak samijan yg terpilih jadi kades nya 🤩
Nur Bahagia
wahh Pin.. Aripiinn... awakmu di senengi wong kutho ki lhoo.. wehhh bejomu lee 😅
Nur Bahagia
🥰
Nur Bahagia
🤩
Nur Bahagia
😍
Nur Bahagia
Alhamdulillah si mbok baik2 aja.. diantara semua tokoh yg ada di novel ini, cuma si mbok idolaku 🔥🥰
Nur Bahagia
ehhh begini doang
Nur Bahagia
malah ngomongin mau nikah.. iki piyee thoo.. mikir selamat aja duluu.. si mbok gimana ini si mbookkk 😭
Nur Bahagia
heettt malah ngobrol.. buruan tuh tolongin mbok Minten 🤦‍♀️
Nur Bahagia
ini lagi si kenanga.. suruh jagain 24 jam, malah ngendon aja di dalam kotak.. duhh 🤦‍♀️
Nur Bahagia
ya elaaahhh Thor aku kecewaaa.. kenapa harus mbok Minten 😭
Nur Bahagia
yesss akhirnya terbongkar semua kebusukan mu Senen 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!