NovelToon NovelToon
Calon Istri Milyader

Calon Istri Milyader

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Wanita perkasa / Menyembunyikan Identitas / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Dijodohkan Orang Tua / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Herazhafira

Alika gadis mandiri yang tangguh dan pemberani. Dengan menyembunyikan identitasnya, Ia dapat menyelesaikan setiap masalahnya dengan kemampuan yang ia miliki.

Menjadi calon istri dari milyader cacat membuatnya harus menghadapi musuh, keluarga, dan kekasih Zein.

"Kenapa kamu tidak menolak perjodohan ini?" Tanya Zein.

"Kenapa bukan kamu saja yang menolaknya? Tanya Alika balik.

Sikap cuek dan dingin yang dimiliki Zein membuat mereka seperti Tom and Jerry yang tidak pernah akur.
Sama-sama menolak dijodohkan tapi tidak ada yang berani melawan keputusan Hutama.

Bagaimana dengan kisah cinta dengan kekasihnya yang belum usai?

Bagaimana jika disaat cinta mulai tumbuh, tiba-tiba Papa Alika memutuskan pertunangan mereka secara sepihak?

Mampukah Alika bertahan dan mewujudkan impian kakeknya?

Ataukah Alika harus menyerah dan kembali menjalani kehidupannya seperti sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herazhafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Terima

"Tidak ada yang perlu kita bicarakan, semuanya sudah jelas. Sebentar lagi aku akan menikah, jadi sebaiknya menjauh dariku." Tolak Zein.

"Zein, kenapa kamu se-tega itu pada Calista, dia hanya berusaha menunjukkan rasa cintanya padamu." Sela Feronica.

"Tapi dari awal caranya salah Mah, aku tidak suka dengan wanita yang mengejar laki-laki." Ungkap Zein.

"Aku tidak terima kamu menikah dengan wanita lain Zein." Lirih Calista.

"Aku tidak perduli." Ujar Zein dengan wajah datar.

"Kak Calis, dari pada kita disini, mendingan kita main piano yuk! sudah lama kita tidak main piano bareng." Sela Zazkia.

"Ia Calis, pergilah bersama Kia." Bujuk Feronica.

Calista berpikir sejenak. Ia melirik Alika dan berpikir untuk memberinya pelajaran karena telah merebut Zein darinya.

"Baiklah, Aku pergi dulu Zein, masalah kita belum selesai. Aku akan tetap memperjuangkan cintaku, meskipun ada Dia diantara kita." Ujar Calista lalu menatap Alika dengan tatapan penuh kebencian.

"Ayo kak." Ajak Zazkia menarik tangan Calista menuju ruang keluarga yang terdapat satu piano besar di sana.

Setelah kepergian Zaskia dan Calista, Prayoga dan Feronica juga kembali ke kamarnya.

Kini tinggal mereka bertiga yang ada di meja makan.

"Kenapa Lo nggak kenalin gw dengan Alika?" Bisik Richard.

"Kenalan aja sendiri. Gw mau masuk ke kamar gw." Ujar Zein.

Ricard langsung pindah ke kursi kosong yang berdampingan dengan Alika.

"Hai, namaku Richard, sahabat sekaligus dokter yang menangani penyakit Zein." Sapa Richard mengulurkan tangannya.

Alika tersenyum, setidaknya bertambah satu orang lagi yang bersikap baik padanya.

"Alika." Singkat Alika membalas uluran tangan Richard.

"Apa bener kamu calon istri Zein?" Tanya Richard.

"Ya begitulah." Jawab alika pasrah.

"Kok jawabannya kayak terpaksa?" Tanya Richard kembali.

"Emang terpaksa! selain aku, siapa lagi yang mau menikah dengannya?" Ujar Alika menunjuk Zein dengan dagunya.

"Ppmmhh.." Richard menahan tawanya, baru kali ini ada wanita yang terang-terangan menolak Zein, bahkan Alika sangat berani melawan Zein.

"Kamu tau? kesan yang aku liat dari dirimu?" Tanya Richard.

"Apa?" Alika balik bertanya.

"Menarik dan unik. Aku yakin kamu akan membuat si kaku itu jatuh cinta." Bisik Richard sambil melirik Zein.

Zein jadi kesal sendiri melihat kedekatan Alika dan Richard. "Dasar perempuan bar-bar, gampang sekali di deketin pria lain."

"Aku tidak mau dia jatuh cinta padaku, yang aku mau, dia menolak perjodohan ini. Aku mohon bantu aku membujuknya untuk membatalkan pernikahan kami." Melas Alika, ia memegang tangan Richard agar bersedia membantunya.

"Hah, Baiklah aku akan mencoba bicara dengannya." Bujuk Richard padahal dia sendiri tidak yakin akan melakukannya.

"Terimakasih. Aku masuk dulu ya? sampai jumpa." Ujar Alika lalu pergi meninggalkan Richard dan Zein. Ia melirik sekilas Zein lalu kembali melangkahkan kakinya.

"Kenapa kamu masih di sini? bukannya dari tadi mau masuk kamar." Tanya Richard heran.

"Jika kalian gw tinggal berdua, takutnya nanti ada yang ketiga." Ejek Zein.

"Maksud Lo setan? lah, berarti Lo dong setannya? Hahaha.." Tawa Richard pecah di ruang makan.

Zein mengambil tissue lalu memasukkan ke dalam mulut Richard yang terbuka lebar.

"Hahaha... rasain Lo!" Rutuk Zein.

Richard langsung diam dan membuang tissue yang masuk ke dalam mulutnya. "Brengsek Lo!" Umpat Richard setelah tissue dalam mulutnya habis.

"Gw mau masuk kamar, gw capek, Lo bantuin gw pindah ke tempat tidur." Zein menekan tombol kursi rodanya menuju lift naik ke lantai dua. Setelah sampai di dalam kamar, Richard membantunya pindah ke tempat tidur.

Tidak lama setelah Zein pindah, Ramon dan Lucas masuk ke dalam kamar Zein.

"Lo bisa ketuk pintu sebelum masuk nggak?" Kesal Zein.

"Ngapain kami ketuk pintu? kalian nggak ngelakuin hal yang enak-enak kan?" Tanya Lucas balik.

"Brengsek Lo!" Kesal Richard.

"Gimana keadaannya Rich?" Tanya Lucas.

"Sudah lebih baik, bahkan sepertinya sebentar lagi Zein sudah mampu bercocok tanam." Jelas Richard.

"Yang bener Zein? si Juni sudah bisa berdiri?" Tanya Lucas pada Zein.

"Iya." Singkat Zein.

"Wah, sebentar lagi kaki kamu juga ikut berdiri dan berjalan Zein. Kami senang mendengarnya. Kita bisa party di Club lagi dong!" Semangat Lucas.

"Dasar otak kotor Lo! pikiran lo nggak jauh-jauh dari perempuan dan minuman." Umpat Zein.

"Nggak usah muna'.. deh Lo! gw yakin Lo juga pasti kangen dengan suasana Club, apalagi bermain dengan cewek-cewek seksi. Si Juni juga perlu hiburan kali, sudah setahun loh dia tertidur. Apa lo tega ngebiarin dia karatan?" Ejek Lucas.

"Sebentar lagi si Juni nggak karatan, sarungnya sudah ada di kamar sebelah." Sela Richard.

" Lo sudah ketemu dengan calon kakak ipar? sepertinya gw ketinggalan nih!" Tanya Lucas.

Richard mengangguk sambil tersenyum membayangkan wajah Alika yang sangat cantik meski tanpa riasan dan make-up.

"Jangan ngebayangin calon istri orang." Ejek Ramon membuyarkan lamunan Richard.

"Nggak apa-apa, Zein juga nggak keberatan karena dia tidak menyukai Alika. Ia kan Zein?" Tanya Richard membuat Zein memalingkan wajahnya.

"Menurut gw Alika gadis yang baik dan asik diajak ngobrol." Richard mengutarakan pendapatnya tentang Alika.

"Lo nggak tau aja bagaimana bar-barnya gadis itu. Lo tau nggak dia berani menolak dan membuang surat perjanjian yang telah gw buat di tong sampah, dan itu dia lakukan depan mata gw." Kesal Zein.

"Hah, Dia seberani itu dengan Tuan Zein yang terhormat? bahkan pebisnis di kota ini takut padamu, sedangkan dia bertindak sesuka hatinya? mungkin dia tidak mengenal Lo dengan baik." Sela Ramon.

"Sepertinya Dia sengaja membuat gw marah agar membatalkan perjodohan ini. Dengan begitu dia akan kembali dengan mudah ke habitatnya. Tapi jangan sebut nama gw Zein kalo tidak bisa membuatnya bertekuk lutut. Dia telah berani masuk ke rumah ini, dan gw nggak akan membuatnya pergi begitu saja." Ujar Zein dengan seringai licik di wajahnya.

"Ah, sepertinya otak licikmu mulai kembali. Alika mengubah dirimu kembali seperti yang dulu hanya dalam sehari." Tebak Richard.

"Bener, gw jadi penasaran dengan Alika, panggil dia kesini dong?" Pinta Lucas.

"Besok aja melihatnya, Dia tidak suka di ganggu jika sedang istirahat." Ungkap Zein.

"Kenapa Lo nggak mau gw melihatnya? Kata Ramon penampilannya sangat.." Ucapan Lucas terpotong saat Ramon tiba-tiba menutup mulutnya dengan telapak tangan Ramon.

Jika Lucas melanjutkan ucapannya, Ramon bisa dapat masalah karena memperhatikan penampilan calon istri Zein.

Mata Zein melotot kearah Ramon seolah meminta penjelasan.

"Mampus gw! dasar Lucas nggak bisa di percaya, gw sudah bilang ini rahasia." Batin Ramon.

"Mmhh.." Lucas memukul tangan Ramon.

"Apaan sih Lo?" Kesal Lucas saat Ramon melepaskan tangannya.

"Apa kata Ramon tentang penampilan Alika? Jawab!" Bentak Zein.

Lucas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia baru sadar jika ucapannya bisa menjadi bomerang untuknya dan Ramon.

Sedangkan Ramon sudah lebih dulu push-up di lantai karena menyadari kesalahannya.

"Aduhh.. harus jawab apa nih gw?" Batin Lucas

.

.

.

Bersambung...

Sahabat Author yang baik ❤️

Jika kalian suka dengan cerita ini, Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏🙏

1
Qaisaa Nazarudin
Kamu sama Meriska aja..sayang di anggurin..Meriska cewek cantik pasti jadi incaran banyak cowok tuh..😄
Qaisaa Nazarudin
Dasar lelaki MURAHAN suka banget Ngobral tubuhnya ke wanita JALANG..
Qaisaa Nazarudin
Ciihhh bilang aja tanpa Alika kamu gak dapat banyak Tender..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Bagus Zein..Wkwkwwkk gimana Andrew..Nih om Hendrick sembarangan milih mantu,Oadahal dulu kalian yg maksa Alika sama Zein,Hanya dengan satu ke khilafan,itu juga sebenarnya keaalahan Alika sendiri yg terlalu keras kepala yang gak nurut sama Zein,Tapi kenapa Zein yg disalahkan??
Qaisaa Nazarudin
Dasar Playboy cap gayung.
Qaisaa Nazarudin
Halu mu terlalu tinggi nona..😂
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Aku suka Visualnya,gak mulu artis korea,Sampai aku bosan liat artis oplas..
Qaisaa Nazarudin
Air mata buaya..Mulaikan DRAMA nya setelah ketahuan..
Qaisaa Nazarudin
🤮🤮🤮 Bilang aja.kamu RINDU uang nya Zein..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Harusnya jangan ngomong hal itu saat ini, Takutnya yg ikut masuk ke Cafe tadi Sander,Ntar ketahuan deh..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Gak ada peluang kedua..ini yg terakhir nya..
Qaisaa Nazarudin
Cumanya tunangan kan, Belum Nikah juga,Hal besar tuh kalo Nikahan gak ngundang sahabat itu baru keterlaluan..
Qaisaa Nazarudin
Banget.. Sekarang aja Sander udah ngerencain buat nyulik kamu lho.. jadi jangan keras kepala Lika,Mending nurut aja..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkw Zein takut tuh Alika di gondol orang..
Qaisaa Nazarudin
SETELAH puas kau mengobok obok Monika,kamu akan mengembalikan dia ke Zein?? wkwkwkkwk kamu pikir Zein BODOH mau menerima BARANG BEKAS?? mimpi aja kamu sono.. Alika deketin kamu juga karena misi..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Pantesan setelah diputusin Alika,Dirga gak terima, karena dia takut gak dapat tender perusahaan..Makanya jangan jadi pria BODOH,sok soan selingkuh,tender aja masih mengharapkan belas iksan dari Alika..
Qaisaa Nazarudin
Ada yg kebakaran jenggot tuh tapi gengsian..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Langsung di rakam harusnya Alika,sebagai bukti,Sanderkan lagi mabok,mana dia tau kamu merakamnya..
Qaisaa Nazarudin
akhirnya kamu masuk perangkap Alika juga ya Sander...👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!