NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Ketos / Tamat
Popularitas:564k
Nilai: 5
Nama Author: ai laelasari

Nindy adalah siswi yang slalu bermasalah di sekolah dan Bryan adalah ketua OSIS yang tegas dari dari permasalahan yang selalu melibatkan keduanya di sekolah hingga perjodohan yang memaksa mereka bersama menumbuhkan benih cinta
tapi banyak masalah dan ujian yang harus mereka hadapi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ai laelasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 4

Setelah turun dari kamar karena takut Bryan Nindy duduk menonton televisi dengan cemilan di tangannya, ibunya pamit pergi ke rumah saudara yang sakit jadi di rumah hanya tinggal mereka berdua

Mungkin Desy memberi waktu agar Nindy dan Bryan dapat berduaan di rumah, bryan turun setelah ganti baju dia menghampiri Nindy dan mengambil cemilan di tangannya

" Iihh apaan sih ini punya gue" Nindy berebut bungkus cemilan dengan Bryan

Bryan hanya diam mengunyah makanan nya

terjadi tarik menarik antara Bryan dan Nindy sampai akhirnya Bryan melepaskan bungkusnya dan

bbrruukkkk

Nindy terjatuh dari sofa membuatnya meringis memegangi bokongnya, melihat Nindy jatuh Bryan bukan menolongnya tapi malah pergi meninggalkan Nindy keluar rumah

" Bryaaaaannn... sialaaaaaannnnn" umpat Nindy

" Awas ya gue bales nanti" gumamnya

Puas menjahili Nindy Bryan bersantai di depan rumah sambil memainkan handphone, banyak para ibu ibu dan gadis gadis yang lewat memperhatikan Bryan ada yang berbisik bisik sampai ada yang tersandung, kepentok tiang listrik saking tidak fokusnya berjalan karena melihat Bryan

Bryan yang di perhatikan biasa biasa saja

adzan Maghrib berkumandang Bryan masuk hendak ke mesjid untuk sholat berjamaah

setelah mengambil wudhu dia melihat Nindy berbaring masih memainkan ponselnya

" Nin udahan dulu maen handphonenya GK denger adzan apa?" ujar bryan

"Iya pak ustadz kalo mau ke mesjid ke mesjid aja entar gue sholat kok" jawab Nindy masih memainkan ponselnya

Bryan merampas handphonenya dan mengancam akan membantingnya jika Nindy masih membantah perkataan nya

"Oya bawel banget sih pake ngancem ngancem segala sok berkuasa iiiiihhhhh" umpat Nindy gemas

" Ngedumel sama suami dosa, lagian di suruh sholat aja susah" kata bryan

Setelah selesai sholat Bryan menyuruh Nindy masak sementara dirinya sibuk dengan laptopnya

masakan sudah siap Nindy memanggil Bryan untuk makan, Bryan tidak menyangka ternyata Nindy pintar memasak

Bryan pun duduk dan menuangkan nasi dan lauk pauk ke dalam piring saat sudah menyantapnya

wajah Bryan berubah menjadi merah padam dia memuntahkan makanan yang ada di mulutnya, saat sedang minum Bryan juga kembali memuntahkan airnya karena asin

Nindy tertawa mengunci pintu kamarnya

"Rasain" gumam Nindy

"Nindy buka GK kalo GK gue dobrak nih pintu" ujar bryan

"Dobrak aja Bray kalo bisa" ejek Nindy

Nindy pikir Bryan akan main main dengan ucapannya ternyata Nindy salah, Bryan benar benar mendobrak pintunya

Belum sempat pintu di buka paksa Nindy membuka kuncinya, Bryan yang sudah bersiap mendobrak pintu pun tidak bisa menahan tubuhnya dan jatuh menimpa Nindy

Nindy segera bangkit menjatuhkan tubuh Bryan kesamping, saat akan pergi Bryan menahannya dan mengunci pintu lalu kuncinya ia simpan di saku celana depannya

" Bray.. jangan macem macem deh" ucap Nindy dengan wajah panik

" GK macem macem sayang gue cuma pengen satu macem" ucap Bryan perlahan mendekati Nindy dengan wajah yang di buat mesum

" Cukup jangan mendekat gue GK main main" Nindy menahan dengan tangannya seraya berjalan mundur

" Main main sedikit bolehlah, kita udah sah Nin" ucap Bryan semakin mendekati Nindy yang sudah terpojok di dinding dan kini Bryan sudah mengungkung Nindy yang bersandar di tembok

Nindy semakin panik dia menangis ingatannya kembali mengingat saat dia di lecehkan pria tak di kenal

" Jangan Bryan gue mohon please lepasin gue " Nindy memohon mengatupkan kedua tangannya di dada

Bryan mengerutkan keningnya dia lupa jika Nindy punya kenangan pahit oleh pria, Bryan tetap memaksa mencium nindymeskipun Nindy berontak meronta ronta

Nindy semakin memohon badannya gemetaran

saat Bryan berhasil mencium pipinya Nindy berteriak teriak seperti kesurupan membuat Bryan panik

" Lepaass, lepasin gue aaaaaaaaa lepaaaaasssss" teriak Nindy membuat Bryan panik lalu mundur beberapa

Nindy masih berontak tapi Bryan memeluknya erat

Bryan meminta maaf terus menerus tapi Nindy seakan tidak mendengar dan terus berteriak

" Nin maafin gue Nin ini gue Bryan" Nindy masih tak bergeming tapi Bryan tidak melepaskan pelukannya sampai Nindy mulai tenang dengan tangis yang masih sesegukan

" Maaf Nin gue gak kontrol gue lupa kalo Lo punya trauma" ucap Bryan masih setia memeluk Nindy

" Kalian jahat Lo juga jahat" itu yang keluar dari mulut Nindy lalu tidak sadarkan diri

Pagi hari Nindy bangun tubuhnya terasa berat

Nindy mengucek matanya melihat apa yang ada di atas perutnya, betapa terkejutnya Nindy sebuah tangan melingkar di perutnya sontak Nindy berteriak membuat bryan terbangun

"Aaaaaaaaa pergi" teriak Nindy seraya menyingkirkan tangan Bryan

" Berisik banget sih ganggu orang tidur aja" ucap Bryan lalu kembali tidur membelakangi Nindy

Nindy yang kesal menendang Bryan sampai terjatuh dari ranjang

bbrruukkkkk

Bryan bangkit berlalu ke kamar mandi

tanpa bicara sepatah kata pun

" Apa dia marah ya, bodo amat ahh" gumam Nindy mengingat semalam Bryan mengerjainya

Sekarang Nindy memasak sarapan untuknya dan Bryan, setelah selesai Nindy menatanya di meja makan. Bryan turun dari tangga dengan tas dan jaket di tangannya

Saat makan mereka tidak ada yang bicara satupun hanya dentingan sendok yang terdengar, Nindy membereskan piring kotor sambil berpikir akan pergi sekolah dengan Bryan atau naik angkutan umum karena motornya belum selesai

" Motor Lo udah beres ada di depan" hanya itu yang keluar dari mulut bryan

"Bryan gue berangkat sama siapa" tanya Nindy canggung

"Lo bisa berangkat sendiri" jawab Bryan yang kembali mengecek buku di tasnya

"Gue ta.. takut Bryan" ucap Nindy tergagap

"Sama orang lain takut suami sendiri ditendang, kalo jago nendang ngapain takut" ucap Bryan kesal

" Maaf" ucapnya lirih

"Jadi Lo mau berangkat bareng gue?" tanya Bryan di jawab gelengan oleh Nindy

" Terus maunya gimana?" lanjut Bryan

"Lo mau gak ikutin gue dari belakang" jawab Nindy ragu

"Ya udah cepetan entar telat" ucap Bryan seraya pergi mendahului Nindy

Nindy berangkat dengan diikuti Bryan dari belakang, meskipun Bryan kesal karena di tendang pagi pagi tapi bryan tidak tega melihat nindy ketakutan

" Nindy" sapa Wina dan dara

"Pagi kak" sapa Nindy Wina dan dara yang bertemu dengan bryan di parkiran

"Ya pagi" singkat Bryan

Nindy dan sahabatnya berjalan hendak ke kelas

dijalan mereka bertemu Meira, Meira sengaja menabrak tubuh Nindy, karena tidak siap Nindy pun terhuyung jatuh

Bryan yamg berjalan di belakang Nindy ikut terjatuh tertimpa tubuh Nindy, sejenak mereka saling pandang sampai akhirnya Meira menarik tangan Nindy agar bangun

"Iihh my Hero kenapa kamu GK menghindar aku GK rela dia peluk peluk kamu" ucap Meira seraya menggandeng tangan Bryan dengan nada manja

"Apaan sih lebay banget" ucap Bryan menepis tangan Meira lalu pergi meninggalkan mereka

"Awwwww jleebbb" ucap Dara dengan gaya menusuk dada dengan kepalan tangannya di sambut tawa cekikikan dari Nindy dan Wina

"Awas loh" ucap Meira menunjuk mereka bertiga lalu pergi

Sesampainya di kelas Hendrico menghampiri Nindy, sekedar basa basi dia hanya memastikan kabar Nindy kini rasa suka Hendrico berubah menjadi dendam karena tak kunjung mendapat balasan dari nindy

"Hai nin apa kabar?" ucap Hendrico seraya memegang pundak nindy

Nindy segera menepisnya kasar terlihat raut wajah Nindy seperti ketakutan Hendrico terlihat senang lalu dia pergi begitu saja

Nindy selalu gemetaran saat seorang pria tiba-tiba menyentuhnya, Wina yang menyadari itu segera memeluk Nindy disusul Dara mereka berdua memeluk Nindy hingga Nindy merasa lebih baik

" Udah gak apa apa ada kita disini yang jagain Lo" ucap Wina

"Thanks guys"

Pelajaran di mulai semua murid fokus belajar

tapi berbeda dengan Bryan ada perasaan mengganjal di hatinya, dia memikirkan tentang Nindy

sebenarnya siapa orang orang yang berbuat tidak senonoh pada Nindy, apa mungkin orang itu kenal Nindy mengingat Nindy melihat orang itu ada di sekolah

Bel istirahat berbunyi banyak murid berhamburan ke kantin tapi Nindy dan sahabatnya masih di kelas, Nindy enggan ke kantin sahabatnya membujuk agar Nindy mau makan di kantin

" Nin ayo kita makan entar Lo sakit kalo GK makan" ucap Dara

''Iya... apa gue harus panggilin Bryan?" ucap Wina

'" Gak usah Win, Bryan mungkin lagi marah sama gue" ucap Nindy yang meletakkan kepalanya di meja di atas lipatan tangannya

" Siapa yang marah?" ucap Bryan tiba tiba muncul

" Bryan dia ambekan, dia ngerjain gue tapi di kerjain balik ngambek" ucap Nindy masih membelakangi Bryan, Wina dan Dara buru buru pergi karena sudah ada yang menjaga Nindy

Pleetaakk

Bryan menjitak kepala Nindy hingga sang empunya kepala meringis mengelus kepalanya, ketika Nindy mengangkat kepalanya betapa terkejutnya Nindy kini wajahnya dan wajah Bryan berjarak sangat dekat

"Eehh mau ngapain " Nindy memundurkan tubuhnya tapi kursi yang didudukinya malah terjengkang ke belakang

"Awwwww sakit" ucap Nindy meringis

Bryan menahan tawanya membantu membangunkan tubuh Nindy,tapi Bryan tidak bisa menahannya lagi dan tawanya pun pecah

Nindy yang kesal memukul mukul bahu Bryan,

Nindy mengejar Bryan dan di depan pintu Nindy kembali terjatuh menabrak seseorang

"Eehh sorry" ucap Nindy seraya bangkit tanpa melihat siapa yang dia tabrak

"Iya gak apa apa" ucap Hendrico berlalu pergi dia merasa kesal melihat Bryan yang dekat dengan Nindy

" Lo gak apa apa Nin?" ucap Bryan menghampiri Nindy

"Gara gara Deket Ama Lo sial deh gue" ucap Nindy

" Bukan gue yang bawa sial tapi Lo yang kualat sama sua.." bryan hendak menyebut suami tapi Nindy membekap mulutnya

" Gak usah sebut sebut suami entar ada yang denger" bisik Nindy

" Tangan Lo bau ikan asin" ucap Bryan setelah melepas tangan Nindy dari mulutnya lalu kabur menjauhi Nindy

" Bryaaaaannn sialan Lo bilang gue bau ikan asin" teriak Nindy yang kesal setelah dia juga mengendus tangannya

"Orang GK bau juga" gumamnya lalu menyusul Wina dan dara ke kantin

Sesampainya di kantin nindy mencari keberadaan mereka tapi saat itu Meira menghampirinya, menghadang Nindy seraya mendorong bahu Nindy

" Lo punya hubungan apa sama Bryan" ucap Meira

"Gak ada" ucap Nindy akan pergi tapi di tahan oleh Meira

" Jawab gue" teriak Meira membuat seisi kantin memperhatikan mereka

Wina dan Dara melihat itu bergegas menghampiri Nindy

" Kalo gak ada apa apa gue harus bilang apa" ucap Nindy

"Jangan coba coba dekati Bryan atau Lo bakal tau akibatnya" ancam Meira menunjuk wajah Nindy

" Dan Lo jangan terlalu berharap, gue kasihan entar Lo gila" ucap Nindy lalu pergi menyenggol bahu Meira

"Byeeee" ucap Wina dan Dara seraya melambaikan tangannya

Meira geram dengan Nindy yang sekarang semakin berani padanya, kini dia merencanakan sesuatu untuk membalas Nindy

Dikelas Wina dan Dara mengajak Nindy ke mall

tapi Nindy belum izin pada Bryan dan hp nya pun mati, sepulang sekolah Nindy berniat minta izin pada Bryan

" Tunggu dulu gue mau ke kamar mandi sekalian minta izin sama Bryan" ucap Nindy pada sahabatnya

" Iya jangan lama kalo Lo GK di izinin kasih tau biar kita gak nunggu" ucap Wina diangguki Nindy

Nindy masuk ke toilet tapi dari luar ada yang mengunci pintu dan menyiramnya dengan seember air, Nindy menggedor meminta tolong tapi tidak ada orang karena sebagian murid sudah pulang

Bryan mencari Nindy dan bertanya pada sahabatnya tapi sahabatnya bilang Nindy ke kamar mandi dan hendak meminta izin pada Bryan

Bryan menyuruh Wina dan Dara pergi berdua saja nanti dia akan menyusul dengan Nindy, Bryan mencari Nindy ke toilet benar saja saat Bryan masuk ada yang meminta tolong dari dalam toilet

" Nin apa Lo di dalem?" ucap Bryan

" Bryan.. iya gue di dalem tolong gue kedinginan" jawab Nindy

Bryan tidak melihat kunci di pintu akhirnya mendobrak pintu toilet

" Mundur nin gue dobrak" ucap Bryan

Bryan berhasil mendobrak pintu

betapa terkejutnya ia melihat Nindy menggigil dengan baju yang basah, Bryan melepaskan jaketnya lalu memakaikannya pada Nindy

Bryan berjalan di belakang Nindy

sampai di parkiran Bryan menghampiri satpam sekolah

"Pak apa kunci toilet ada sama bapak??" tanya Bryan

" Ohh iya den tadi non Meira yang ngasih katanya suruh Aden" jawab satpam sekolah

" Bener dugaan gue" gumam Bryan

"Makasih ya pak" ucap bryan

" Sama sama den"

Bryan kembali menghampiri Nindy di parkiran

Nindy tidak jadi ke mall karena bajunya basah kuyup, Nindy dan Bryan memutuskan untuk pulang

karena Bryan akan mengajaknya ke psikolog

untuk mengobati trauma Nindy

" Ibu belum pulang ya" ucap Nindy seraya membuka kunci

" Ibu pulang lusa katanya" jawab Bryan

" Kok ibu malah kasih tau kamu bukan sama aku" ucap Nindy kesal ibunya malah memberi tau bryan bukan dirinya

" Mungkin Lo udah GK di anggap anak" ucap Bryan seraya berjalan masuk membuat Nindy cemberut

Nindy dan Bryan sudah bersiap hendak pergi

tapi Nindy masih ragu, Bryan meyakinkan Nindy sampai akhirnya Nindy mau pergi

Di perjalanan Nindy melihat seseorang memakai sweater yang sama persis dengan yg di pakai orang yg melecehkannya

" Bryan liat itu salah seorang yang kemaren" ucap Nindy seraya menunduk

suara Nindy terdengar oleh orang itu dan orang tersebut menoleh sekilas lalu menjalankan motor dengan kencang, Bryan mengejarnya tapi di pertigaan dia kehilangan jejak karena terhalang truk besar

"Sial dia kabur" ucap Bryan

" Orang itu gak asing deh kayaknya" ucap Nindy

" Ya benar, tapi dia hanya melirik sekilas tidak begitu jelas wajahnya" ucap Bryan

lalu melanjutkan perjalanan mereka

1
Riri Lala
lagian dah di bilangin hindarin lawan jenis malah pada ejoy aja kalau ktmu SMA mereka aneh thor
Riri Lala
cerita Lo Lo rumit Thor ah
Andi Fitri
meira sepertinya g kapok2 jdi kambing hitam..
Andi Fitri
perusak rmh tangga orang dan jahat emang gtu Maria..
Andi Fitri
byk banget musuh mereka kasian mana Nindy hamil lgi..Maria obsesi nya sm Bryan mengerikan..
Andi Fitri
makanya Bryan jgn lgsg embat aja tanpa pengaman pula msh sekolah juga kan pusing sendiri..🤣
Nabila Lmpng
👍
Tiuli Ayu
Kecewa
imam zulkifli
kenapa ga tes DNA pada cia
Ai laelasari
Terimakasih sudah membaca cerita othor.. jangan lupa like, komen, vote dan bunganya ya
Kunjungi juga cerita othor yang lain 😍😍
imam zulkifli
mantan suami tak punya otak
imam zulkifli
orang hamil wajar ada lakinya
Ai laelasari
cek beranda Othor guys ada novel baru yang di jamin seru 🥰🥰
Salma Cheng
kasian Meira , ngapain juga masih betah itulah cinta mengalahkan segalanya meskipun di abaikan masih tetap berharap
Ai laelasari
Terimakasih sudah mau membaca karya receh aku 🤗
Nur Khasanah
ceritanya seru sampai saya tidak bisa berhenti membaca dari tadi siang.
Nur Khasanah
aku dah mampir.

seru ceritanya.

dan tak favorit juga.
Ai laelasari
aku siapin golok ya 😁
Yenni
pen gua bunuh tu maria😡😡
Vanessa MPC
moga aja Maria mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!