NovelToon NovelToon
Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat)

Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:458.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: ZmLing

Truth Or Dare?
Permainan yang sudah tidak asing lagi kita dengar.
Lalu bagaimana jika yang dipilih adalah tantangan dan isi tantangan nya adalah "Menaklukkan Hati Seorang Pembunuh"?

Itulah yang di alami oleh Barbara Alexio. Di malam acara perpisahan kampusnya, ia terjebak dalam permainan yang menguji adrenalin itu dan mendapatkan tantangan yang tidak masuk akal.

Ia diberi waktu tiga bulan oleh teman-teman nya.

Mampukah ia menyelesaikan tantangan tersebut?
Atau justru dirinya yang terjebak dalam permainan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZmLing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang.

"Bar, kamu yakin siang ini kalian mau pulang?" Kimberly bertanya sanksi.

Baru lewat tiga hari sejak hari pernikahan Felix dan Barbara, dan hari ini mereka memutuskan untuk kembali ke Las Vegas.

"Iya Ma." Barbara menjawab sambil mengangguk.

Mereka saat ini sedang berada di ruang makan sambil menikmati sarapan.

"Ya udah kalo emang itu keputusan kalian." Kimberly berucap pasrah.

Bagaimana pun putrinya kini sudah berkeluarga dan memiliki kehidupan yang baru.

Jadi ia juga tidak bisa egois untuk mengikat putri nya agar tetap tinggal bersama nya.

Barbara masih tidak berbicara dengan Ayahnya.

Fanco mengerti kekesalan putrinya pada nya.

"Bar, Papa minta maaf." Fanco bersuara.

Barbara tidak menghiraukan Ayahnya.

Sudah tiga hari, dia benar benar tidak bicara pada Ayahnya sekalipun.

"Kalo kemarin Papa nggak lapor polisi dan biarin kasus ini lewat begitu aja, Felix akan selalu dianggap sebagai seorang pembunuh. Begitupun nama baik keluarga kita." Fanco berusaha menyampaikan niat baik nya tiga hari lalu.

Barbara tetap tidak bergeming dan tetap sibuk menyantap sarapan nya.

"Bar, kalo Papa nggak manggil polisi datang, semuanya nggak akan selesai kayak gini. Semua tetap akan nganggap Felix itu pembunuh, ya walau kenyataannya dulu memang ia." Fanco masih berusaha membujuk putri tercintanya.

"Em." Barbara hanya menjawab singkat.

Fanco lega, setidaknya putri tercintanya sudah mau bersuara hari ini.

"Fel, Papa juga minta maaf kalo dirasa Papa udah nggak percaya sama kamu. Tapi niat Papa baik. Cuma mau bantu bersihin nama baik kamu. Kalo polisi yang berbicara kan mereka yang judge kamu juga nggak akan bisa ngapa-ngapain." Fanco juga meminta maaf pada menantu nya dan menjelaskan tujuan sebenarnya saat ia memutuskan untuk memanggil polisi.

"Aku ngerti kok Pa. Harusnya aku senang karena Papa udah mau bantu aku balikin nama baik ku, walaupun awalnya aku pikir Papa udah beneran ga percaya lagi sama aku." Felix berucap tulus dan tersenyum pada Fanco.

Fanco juga tersenyum pada menantu nya.

"Aku udah kenyang. Aku naik dulu." Barbara berucap sopan walaupun masih sedikit kesal pada Ayahnya.

Setelah menghabiskan minuman nya, ia pun melangkah menaiki anak tangga menuju ke kamar nya.

Ia merapikan segala barang-barang yang akan dibawa pulang ke Las Vegas.

"Akh.." Barbara memekik kaget saat tiba-tiba merasakan ada yang memeluk nya dari belakang.

"Aku belum apa-apa kok udah teriak duluan?" Felix bertanya dengan suara sensual di telinga Barbara.

"Apaan sih?" Barbara menepuk pelan tangan Felix yang melingkar sempurna di perutnya.

"Sayang." Felix memutar Barbara hingga kini mereka berhadapan.

"Yuk." Felix meminta jatah.

"Apaan sih? Nggak ah." Barbara menolak halus.

"Yuk. Aku punya permainan baru loh." Felix menggoda istrinya.

"Nggak Fel. Nanti aja kalo kita udah sampe di rumah kita." Barbara kembali menolak.

Felix terdiam tampak sedang berpikir.

"Iya deh. Tapi kalo udah dirumah kamu nggak boleh nolak setiap kali aku ngulang ya." Felix mengiyakan dengan syarat.

"Iya deh iya." Barbara menjawab pasrah.

"Istri yang baik." Felix mengecup gemas bibir istrinya.

Barbara hanya tersenyum malu-malu.

"Udah, lepas aku mau kemasin barang-barang kita nih." Barbara memberi perintah.

Felix pun menurut.

Sepertinya Felix akan selalu menurut dengan mudah pada Barbara.

"Sini aku bantu." Felix mulai membantu Barbara mengemas barang-barang mereka kedalam koper.

Sambil bekerja, mereka sambil mengobrol kecil.

"Sayang, aku nggak nyangka ternyata aku nikah juga." Felix berucap seolah terharu.

"Haha emang kamu nggak laku yah?" Barbara bertanya mengejek suaminya.

"Siapa bilang nggak laku? Aku jujur, udah sering aku yang begituan. Tapi giliran ketemu punya kamu, ternyata aku langsung lengket udah nggak pengen yang lain." Felix berucap menjurus ke hal mesum.

"Otak kamu bisa nggak sih dikondisiin dikit. Nggak usah isinya mesum mulu." Barbara protes pada suaminya.

"Kalo sama kamu nggak bisa aku sayang. Bawaannya pengen terus. Cuma liatin kamu aja aku bisa hidup." Felix malah semakin menjadi.

"Tau ah." Barbara menjawab ketus sedangkan Felix hanya terkekeh.

"Sayang, emang kamu nggak ada keraguan gitu udah milih aku? Secara aku ini killer, juga mantan player. Psikopat pula. Tapi dalam waktu sebulan aja kamu udah mau nikah sama aku." Felix bertanya kepastian dari istrinya.

"Harusnya sih aku ragu. Pertama aku udah kalah total dalam permainan tantangan ku. Yang kedua bodoh banget aku bisa mudah banget jatuh cinta sama kamu bahkan nggak bisa ngontrol diri aku buat nyerahin diri sama kamu." Barbara berucap seolah penuh sesal.

Felix menghentikan pergerakan nya.

Ia mendekati Barbara dan memeluk nya dari depan.

"Jangan pernah menyesal sayang. Aku beneran cinta sama kamu. Nggak ada yang aku mau lagi selain kamu. Dan mau kamu menyesal pun, aku bakal pastiin kamu nggak akan pernah bisa keluar dari lingkaran setan yang udah aku bangun buat ngikat kamu." Felix berucap dengan nada datar membuat Barbara bergidik.

"Iya iya. Aku tahu kok. Paling kecuali nanti aku udah mati baru bisa kan bebas dari kamu?" Barbara berucap asal.

"Nggak. Bahkan kamu mati pun aku nggak akan lepasin kamu. Aku bakal awetin mayat kamu terus aku taruh di atas ranjang kita. Habis itu aku pake tiap kali aku pengen." Felix berucap mengancam.

"Kelainan." Barbara berucap singkat.

"Semua hal bakal aku lakuin agar kamu tetap stay sama aku nggak peduli hidup dan mati." Felix kembali mengancam.

Barbara harus merasa terharu atau takut? Dicintai oleh pria psikopat yang tak kenal kata melepaskan.

Felix melepaskan pelukan nya.

"Sayang, emang sebelum aku, kamu nggak pernah pacaran?" Felix bertanya pada istrinya.

Barbara menggeleng.

"Berarti kamu masih ori banget dong waktu sama aku?" Felix bertanya iseng.

Barbara mengangguk malu-malu.

Felix tersenyum penuh kemenangan.

"Udah ah, kita beresin cepat. Takut ntar telat nyampe di bandara." Barbara memerintah.

"Makasih ya sayang, untuk semua yang kamu kasih ke aku." Felix berucap lalu mengecup singkat kening istrinya sebelum akhirnya mereka melanjutkan kegiatan mereka.

Tepat setelah mereka selesai berkemas, hari pun tampak sudah mulai siang.

Secepat mungkin mereka membersihkan diri merek, lalu mengenakan pakaian yang sudah rapi.

Segera mereka turun sambil menyeret koper mereka.

Ternyata Fanco dan Kimberly sudah menunggu mereka diruang keluarga.

"Udah siap?" Fanco bertanya saat melihat kedatangan sepasang pengantin baru itu.

Mereka berdua mengangguk bersama.

Fanco memerintahkan pada pelayan-pelayan nya untuk memasukkan koper-koper Barbara dan Felix ke dalam bagasi mobil.

Setelah itu mereka pun masuk satu persatu ke dalam mobil.

Sang sopir pun melajukan mobilnya menuju bandara.

Sepanjang perjalanan hening, dua pasang suami istri beda generasi itu hanya saling memeluk satu sama lain.

Tak lama mereka pun tiba di bandara.

Setelah sopir menurunkan koper-koper mereka, mereka pun menyeret nya dan berjalan masuk kedalam bandara.

"Fel, mulai sekarang Barbara adalah tanggung jawab kamu yah. Suka duka kalian harus hadapin sama-sama. Kalo misal mau minta saran atau pendapat, boleh hubungi mama sama papa. Jangan masalah dikit langsung ngomong pisah yah. Kalian itu membangun rumah tangga, bukan lagi cinta-cintaan." Fanco memberi nasehat sebelum menantu dan putri tercintanya akan berpisah dari nya.

Felix mengangguk patuh lalu memeluk Fanco dan Kimberly bergantian.

"Bar, ingat kamu itu sekarang seorang istri. Nggak boleh lagi keras kepala. Harus nurut sama suami, apalagi kalo itu hal positif. Harus dewasa. Kalo ada masalah jangan dua-duanya jadi api. Harus ada yang jadi air." Kini Kimberly yang menasehati putrinya.

Barbara mengangguk patuh lalu memeluk Fanco dan Kimberly bergantian.

"Udah, sana gih. Ntar malah keburu nggak bisa check in." Fanco melepaskan menantu dan putri tercintanya.

Mereka pun akhirnya berjalan perlahan meninggalkan kedua orang tua itu yang pasti akan merasakan kesepian setelah ini.

Perlahan bayangan Barbara dan Felix menghilang di balik keramaian, Fanco dan Kimberly pun memutuskan untuk kembali ke rumah.

...~ **To Be Continue ~...

******

Maafkan diriku, kalo part ini garing.

Lagi nggak konsen.

Like dan komentar jangan lupa yah. Makasih**.

1
Marisya
bagus baguss. cerita nya keluarga keluarga psyco semua ya 😆
Marisya
aq demen niih cerita komplex dan ga gampang ditebak kyk gini. nice thor
Marisya
felix psikopat dan possesive. lbh baik frans dikit kyaknya pling gak dia gak smpe ngebunuh janin tak berdosa
❄️ sin rui ❄️
begron luar, tapi kaga bahasa anak jakarta banget 😒😒😒😒
Nefertari
aaaarrrrgghhhh jijik banget tuh dgn jalang
Lisa Sasmiati
ngeri Thor 😮😰
Lisa Sasmiati
hadiah untuk mu Thor 💐
Lisa Sasmiati
ooh aku suka 😍😍🥰
Lisa Sasmiati
ternyata orang tua nya Barbara baik dan hangat 😍😊 macam anak kepada Felix hingga Felix merasa sangat nyaman dan bahagia 😮🥰
Lisa Sasmiati
seorang psikopat yang kalau udah jatuh cinta ke banyak kan bucin dan posesif ya 😰😮🤭
Lisa Sasmiati
kalo aku sih lebih pisah dan pulang ke Australia dari pada menderita karena cinta yg mengerikan 😰🤨
Lisa Sasmiati
kok aku jadi ngeri sendiri ya 😰😰kalo emang cinta kenapa harus nyakitin pasangannya 🤨😮
Lisa Sasmiati
jadi harus nebak ya Thor 😮😊 Felix jadi nikah Ama Barbara atau tidak itu sih pilihan yg sulit ya karena hanya authorlah yg tahu 😊🤭
Lisa Sasmiati
mulut mereka lebih tajam dari pada pisaunya Felix 🤨🤨 walaupun aku nggak setuju mereka di bunuh tapi apa daya tangan tak sampai 😎
Lisa Sasmiati
bunga untuk mu Thor 👍👌
Lisa Sasmiati
ceh 🤨😮 psikopat 😡😡
Lisa Sasmiati
pastinya feliix lagi mau mgebunuh orang tuh jgn jgn Jay ya 😰😮 astaga 😱😱
Lisa Sasmiati
semua pasti ada sebab dan akibatnya moga aja dgn adanya Barbara Felix bisa mendptkan kasih sayang dari Barbara 😮🤨😊 emang Barbara emaknya Felix 😊🤭
Lisa Sasmiati
yuk lanjut
Lisa Sasmiati
aneh aja hobby membunuh orang emaknya Felix tuh dulu ngidam apa ya 🤨🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!