Berawal dari sebuah kemalangan yang menimpa anak kecil berumur tujuh tahun yang harus hidup sendiri setelah kehilangan kedua orang tuanya.
Ketika sebuah keberuntungan membuatnya datang ke panti asuhan dan melanjutkan pendidikan.
Ketika Arjuna yang dari umur tujuh tahun sudah menerima kepedihan dan bukan Kasih sayang berlimpah membuatnya menjadi sosok yang dingin dan disegani terutama para wanita.
Semuanya dimulai dari masa remaja Arjuna hingga menginjak masa dewasa. Dan sosok lain yang membuatnya berubah dari Arjuna biasa menjadi Arjuna yang memiliki segalanya.
Hingga perjalannya terus berlanjut dengan pertemuan tak terduga dan tragedi dalam setiap langkahnya menunjukan jati dirinya di depan publik.
Arjuna harus melewati beberapa hal untuk membuktikan dirinya pantas atau tidaknya sebagai seorang pewaris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mereka
Juna tahu hal ini beresiko maka dari itu Juna harus melakukannya dengan cepat tentang pagi tadi Arya tiba-tiba meminta bicara berbisik dengannya empat mata yang Noe lihat.
Saat sampai di kantor Juna hanya diam dan bilang pada Noe untuk melindungi Omanya dua puluh empat jam. Noe hanya mengiyakannya.
Tentang beberapa hal yang Juna baru temukan pagi ini membuatnya berani datang keruangan Arya dan mengatakan kalo ia adalah Arjuna putra James Alexander dan pembuktiannya dapa pada darah mereka yang sama. Neneknya, Alika menyimpan beberapa hal yang bisa di gunakan untuk tes DNA sebelum James di makamkan dan Jangan tanya banmgaimana bisa itu rahasia Alika dan Marcelo.
Juna percaya itu saat Alika dan Marcelo mengatakannya. Tapi, arya ternyata tak mudah percaya tapi, dia tetap tak menyangka.
Ekspresi terkejutnya itulo yang buat Juna senang.
Saat melewati seseorang dengan luka di dahinya itu Juna merasa orang itu tak asing dan saat berbalik mereka saling melempar tatapan tajam.
Juna melihat pintu lift tertutup lalu melenggang pergi.
Saat sekarang baru saja duduk di dalam mobil seseorang menyuntikkan obat bius ke lehernya dan berhasil membuat Juna pingsan.
Juna di bawa dengan mobil van hitam dan di gedung apartemen tak terpakai dekat pantai. Kesana mereka semua membawa Juna.
Siraman air dari gelas kaca membuat Juna sadar dan samar melihat kedepan.
Juna menatap seseorang dengan wajah yang tetutupi tudung jaket hitam.
"Kau!" Seketika tatapan Juna menajam pada Gio dan Arya.
"Aay.. sadar juga kau, Bagaimana Dewa Arjuna alias putra James." Seketika Juna menatap tajam tangannya berusaha melepaskan diri dan itu sulit karena tali masih sangat kencang terikat.
"Sial." Juna mengumpat didepan mereka.
"Halah...gak berani aja lo Sok so an." Gio mencibirnya seketika tersenyum remeh.
Mereka semua orang yang mengincarnya. Oh.. main dengan bersama. Baiklah ramai-ramai dengan satu orang.
Juna tersenyum.
"Kalian.. Ck payah," ucapannya membuat tatapan ketiganya datar.
"Kau bisa bicara seperti itu sudah bosan hidup kau hah," ucao lelaki dengan badan besar dan jaket hitam.
"Katakan padaku, bagaimana caranya memiliki kekayaan sebesar milik keluarga Prawira lalu keluarga lainnya termasuk Alexsander. Kau tahu ibumu Gwen Isabelle adalah salah satu kerabat dekat dan yaa.. kau tahu Juna aku masih memiliki ikatan darah dengan ibumu termasuk kau, jika kau benar-benar putra Gwen dan... jika palsu, sama-sama akan aku kirim ketempat paling damai."
Orang dengan jaket hitam itu berjalan mendekat wajahnya setengah menggunakan masker.
Memainkan pisaunya yang besar lalu menyentuh dagu Juna dengan ujung runcing pisau besar itu.
"Tapi, Kau tak bisa mati sebelum kau memberikan kekayaan yang kau miliki, Sayangnya ini harus terjadi padamu, jika bukan, KARENA MEREKA SEMUA MEMBUAT GWEN DAN AYAHMU JAUH DATIKU, SEHINGGA AKU TAK BISA MENGENDALIKAN MEREKA!"
Tiba-tiba orang itu terdiam suasana juga sunyi. Juna bahkan memilih diam dari awal.
"Sekarang katakan... bagimana kau bisa mengakui kalau kau dalah putra mereka seharusnya kau sudah tiada sejak brlasan tahun lalu."
Juna menatap datar wajah lelaki itu.
"Jika aku tak mau aku tak akan melakukannya jika aku mau aku akan melakukannya, jaman sekarang yang asli bisa di buat palsu dan Palsu bisa jadi itulah yang paling Asli, Paham." Juna yang bicara sekarang membuat lawan di hadapannya yang bahkan menggunakan pisau langsung menghentikannya dan berdiri setelah berteriak melempar piasu di atas kepala anak buahnya dan tertancap di papan.
bingung deh ..
Gio di bab sebelumnya d critakan mati krn membantu pamannya mc dr tembak menembak.. ga bisa di tolong lagi krn banyak peluru di punggungnya…dan Arjuna meneeima flashdisk dr Gio lewat Brahma. disaat berbarengan di rumah sakit.
dan ep sebelum itu, ibunya gio udah mati juga atas suruhan Romano di apartemen Gio, dan di buat seolah2 itu adalah perbuatan Arjuna.
eeeee bab sebelum ini , Gio dan ibunya di selamatin Arjuna? setelah Arjuna menerima foto2 mrk bersamaan dg kotak berisi bangkai tikus..
thor..
apa Gio , ibunya dan bapaknya (Arya) hidup kembali??
eeee… bingung yg baca thor
😏😕😏