Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Bagaimana jadinya jika kamu menikahi wanita yang ternyata adalah anak kandung dari musuh besar keluargamu.
Alvin Zeandra Abimana. Seorang ketua geng motor tengil yang menikahi seorang gadis bernama Aliya pratiwi. Anak kandung dari tuan Smith dan nyonya Cyra yang hilang beberapa tahun yang lalu karna ulah dari keluarga Abimana.
Pernikahan mereka terjadi hanya karna sebuah kesalah pahaman yang terjadi.
Bagaimana jika suatu saat kebenaran terungkap tentang Aliya yang sebenarnya anak dari musuhnya?
Ikuti kelanjutannya di "Dinikahi Badboy Tengil"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duka Luka masa lalu!
Setelah sambungan telponnya terputus. Andre langsung kepikiran dengan pernikahan yang sudah Alvin lakukan beberapa hari yang lalu. Sebuah pernikahan yang sudah berhasil membuat Andre tidak tau lagi harus berkata apa. Tapi yang pasti Andre harus mendapatkan jawaban atas apa yang sudah Alvin perbuat saat ini.
Pasalnya ini sudah menyangkut acara sakral. Tidak mungkin jika Alvin hanya mempermainkan pernikahannya. Yang jadi pertanyaan yang selalu terbesit dalam benak Andre adalah. Apa yang menjadi alasan kenapa Alvin sampai harus menikah dengan wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya.
"Awas saja kalau aku sudah pulang ke indonesia. Alvin ada banyak hutang penjelasan padaku. Bisa-bisanya dia menikah melangkahi omnya sendiri" Ucap Andre dan langsung melanjutkan kembali pekerjaannya
DI TEMPAT LAIN
Di tempat lain. Tepatnya di sebuah mansion mewah dengan desain Amerika klasik. Dua orang paruh baya sedang duduk sambil memperhatikan sebuah foto anak kecil yang umurnya sekitar 5 tahun.
Mereka berdua memperhatikan foto itu dengan penuh kerinduan yang mendalam. terlihat dari kedua sorot matanya ada begitu banyak luka yang tergores di relung hatinya.
"Ayah. hari ini kan hari ulang tahunnya Namira, Ayah mau kan antar bunda ziarah ke makamnya Namira?" Tanya wanita paruh baya dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.
Setiap kali melihat foto anak perempuan mereka yang bernama Namira, Nyonya Cyra selalu bisa menjatuhkan air matanya dan langsung membuat tangisnya pecah saat itu juga.
Sudah 12 tahun putri satu-satunya dalam keluarga itu meninggalkan semua orang. Membawa sejuta kenangan indah yang tidak pernah bisa terlupakan oleh semua anggota keluarga.
Namira adalah satu-satunya anak perempuan dari pasangan Smith dan Cyra. kedua paruh baya itu memiliki 3 orang anak. 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Sosok Namira begitu mereka sayangi dan mereka manja. Namun, Semua itu seketika sirna setelah keluarga Abimana menculik Namira hanya karna sebuah alasan duka luka masa lalu.
Gara-gara luka masa lalu, Namira mereka harus merasakan kepahitan serta getah yang dilakukan oleh pamannya sendiri. Biarpun kejadian itu sudah terjadi belasan tahun silam, Namun keluarga Abimana masih terus menaruh dendam yang begitu mendalam terhadap keluarga besar ALEXANDER
12 tahun yang lalu, Cyra dan Smith kehilangan putri bungsu mereka saat sedang merayakan ulang tahun Namira yang ke-5 di sebuah hotel berbintang.
Kala itu mereka mengikuti sebuah mobil yang di nyatakan mobil penculik Namira, Namu saat sedang di tengah perjalanan, Smith dan Cyra seperti sangat sulit untuk bernafas saat menemukan mobil penculik itu mengalami kecelakaan tunggal dan mobilnya meledak tepat di tkp kecelakaan.
Melihat itu membuat Cyra sangat histeris. Hari yang seharusnya sangat membahagiakan untuk Namira malah menjadi sebuah goresan luka bagi semua anggota keluarga besar ALEXANDER.
Mereka menemukan seorang anak kecil yang usianya kisaran dengan Namira. Mereka semua sudah beranggapan dengan jika itu adalah putri mereka, Namira. biarpun wajahnya sudah tidak bisa di kenali karna luka bakar, Namun semua ciri-cirinya begitu mirip dengan putrinya.
Melihat jenazah anak kecil itu membuat Cyra seperti kehilangan dunianya.
"Iya bunda. Kita semua akan berziarah ke makamnya Namira. Hari ini anak kita ulang tahun yang ke 17 tahun" Ucap Smith sambil membawa Cyra dalam dekapannya.
Melihat wajah sendu sang bunda membuat kedua anak laki-laki Smith dan Cyra mengepalkan kuat kedua tangan mereka, Semua ini tidak akan pernah terjadi jika keluarga Abimana tidak membuat ulah.
"Akan aku pastikan mereka juga membayar atas apa yang sudah mereka lakukan di masa lalu" Ucap Jovan dingin tanpa ekspresi
Jovan adalah anak pertama Cyra dan Smith. Saat ini usianya sudah menginjak 29 tahun. Jovan memiliki watak keras seperti mendiang kakeknya. Tegas dan dingin. Namun memiliki sisi lain yang tak pernah orang lain tau.
Sedangkan anak kedua mereka bernama. Dion Alexander. berbeda dengan Jovan. Dion memiliki kepribadian yang penyayang dan humoris. Namun dia tidak akan memberikan toleransi bagi orang yang sudah mengusik keluarganya. Sama persis dengan watak sanga ayah.
"Sudah Jovan, Jangan lagi mengibarkan bendera peperangan pada keluarga Abimana. Disini bunda sadar, mereka tidak akan pernah melakukan hal itu jika paman kalian tidak lari dari tanggung jawab" Ucap Cyra pelan
"Tapi bunda. Nyawa harus di balas dengan nyawa!" Ucap Jovan lagi
"Mau sampai kapan jovan! Keluarga kita akan membalas dengan nyawa, Lalu setelah itu keluarga Abimana juga akan membalas dengan nyawa. Mau sampai keluarga kita habis tak tersisa!?" Ucap Cyra lagi
Mendengar itu membuat Jovan diam tak lagi bisa menjawab jawaban bundanya. Karna apa yang di katakan Cyra memang benar adanya. Mau sampai kapan pembalasan dendam ini akan berakhir!.
Cyra masih begitu menyadari apa yang menimpa putrinya itu karna luka masa lalu yang sudah di gores kan oleh adik iparnya sendiri yang bernama Genta Alexander.
Dia yang membuat awal mula semua ini menjadi kacau. Genta menghamili kekasihnya yang bernama Amelia Abimana dan tidak mau bertanggung jawab. Genta meninggalkan Amelia dan membuat wanita itu stres lalu bunuh diri.
Kedua keluarga yang awalnya memiliki ikatan baik, Seketika hancur karna ulah Genta yang tidak ada satu orang pun yang tau di mana keberadaannya saat ini. Genta menghilang seperti di telan bumi setelah kematian Amelia.
•
•
•
1 Jam kemudian
Motor Alvin sudah tiba di depan sebuah markas yang memiliki lambang black Lion di setiap tembok yang ada di sana. Alvin langsung turun dari motornya.
Tak lama kemudian, Beberapa anggota yang mendengar suara khas motor Alvin langsung keluar dan menyambut ketua mereka yang sudah 1 minggu ini tidak ikut hadir di sana.
"Akhirnya lo dateng juga pak ketua. Kita semua kangen sama lo Vin" Suara Jeremy yang paling pertama Alvin dengar.
"Kangen gue apa kangen duit gue?" Ucap Alvin sambil melangkahkan kakinya
"Dua-duanya sih. Eh" Jeremy yang baru menyadari ucapannya langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Astaga ini mulut, Lemes bener" Ucap Jeremy
Hal itu sudah berhasil mengundang gelak tawa buat semua orang yang ada di sana. Jeremy memang selalu bisa menciptakan suasana nyaman dan damai seperti saat ini.
"Hai bang Justin. Ketemu lagi kita" Ucap Alvin sambil berjalan ke arah
Kemudian pria itu berbisik tepat di telinga Justin. Melihat itu membuat semua anggota begitu penasaran. Tapi tidak dengan Agam si pria dingin dan irit bicara.
"Oke, Tenang saja" Jawab Justin setelah mendapat bisikan dari Alvin
Entah apa yang sudah Alvin bisikkan pada Justin?
"Woy. Kalau banyak orang tidak boleh bisik-bisik bang Justin, Alvin!" Teriak Jeremy
"Masalah buat lo" Ucap Alvin
Setelah itu Alvin mengeluarkan sebuah Black card dan meminta haikal untuk membeli makanan serta apa saja yang mereka inginkan. Alvin memang begitu Royal pada teman-temannya.
"Kal, Ini lo bawa black card gue. Lo beli makanan dan apapun yang kalian mau. Kecuali Jeremy gak dapat jatah!" Ucap Alvin sambil melirik ke arah Jeremy