NovelToon NovelToon
Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:331.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: lysta

Lika-liku perjalanan rumit antara Frisilia Calista dan Jeni Anggoro yang memiliki ikatan persahabatan sedari kecil yang melahirkan kisah cinta diantara mereka. Banyak konflik dan tragedi yang harus mereka hadapi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lysta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertahanlah Frisilia

Jenipun berlari tanpa mempedulikan bajunya yang telah basah kuyup oleh air hujan yang mengguyurnya saat menuju pintu utama Rumah Sakit itu.Yang terlintas dalam pikirannya adalah ingin segera melihat Frisilia.

"Selamat malam Pak ?"Sambut salah seorang lelaki berpakaian serba putih dibarengi beberapa dokter lainnya .Rumah Sakit itu salahsatu milik keluarga Jeni.Jelas kedatangannya akan mendapatkan sambutan layaknya sang penguasa.

"Bagaimana keadaan pasien kecelakaan yang tadi saya tanyakan ?"

"Para dokter terbaik sedang menanganinya di ruang operasi Pak ?"

"Apakah dia mengalami luka yang sangat parah ?"

"Setelah Kami periksa pasien mengalami cidera dibagian kepala kiri dan mengalami pendarahan di bagian otak mungkin akibat benturan keras yang mengenai kepalanya."

"Ya Tuhan...." Jenipun mengusap kasar wajahnya dengan tangan kanannya.

"Lantas siapakah pasien yang sedang kami tangani ?"

"Dia sekertaris pribadiku.Dimana pria yang menelponku tadi."

"Mari saya antar kan padanya.."

Jenipun berjalan mengikuti dokter yang menjadi pemimpin rumah sakitnya itu.Dengan langkah yang terburu diiringi beberapa dokter yang tadi menyambutnya.Suara sepatu mereka menghasilkan kegaduhan membuat pandangan orang yang mereka lewati tertuju pada segerombolannya itu.

"Maaf pak ini Pak Anggoro pemilik.." Ucap sang pemimpin Rumah sakit setelah mereka berhadapan dengan seorang lelaki yang berdiri di depan pintu ruangan operasi.

"Saya yang dihubungi bapak tadi.." Potongnya sambil menyodorkan tangan mengajaknya berjabatan tangan.

"Ah iya maaf ini ponsel nona...?" Lelaki paruh baya itu menyambut jabatan tangannya kemudian menyodorkan ponsel Frisilia.

"Frisilia..dia sekertarisku .." Terangnya sambil menerima HP yang disodorkan.

"Oh..iya.Kebetulan tadi saya berada di tempat kejadian.Dan melihat peristiwa kecelakaannya." Lanjutnya.

"Maaf pak saya datang terlambat." Farhan menghampirinya dengan napas yang memburu.Sepertinya diapun menuju ke rumah sakit dengan terburu-buru.

Jenipun mengangguk padanya.

"Tolong ceritakan kejadiannya !" Dengan nada lembut.

"Kebetulan tadi saya baru keluar dari minimarket.Saya melihat ada mobil sedan hitam yang melaju dengan kencang namun berada di jalur yang salah tepatnya dijalur lintasan yang seharusnya Nona Frisilia lalui.Mungkin beliau mencoba menghindar karena laju mobilnya dalam keadaan mengebut juga sepertinya tidak dapat mengendalikannya dan menabrak keras lampu yang berada di trotoar."

Jeni terperangah mendengarnya.Frisilia dalam keadaan marah saat meninggalkan rumahnya.Dan itu pemicu dia mengendarai mobilnya dengan cepat.

"Sayangnya saya tidak ingat plat mobil itu yang menjadi penyebab kecelakaan itu.Mobil itu sempat berhenti namun malah pergi kabur begitu saja."

Jeni mengerutkan keningnya.Jelas ada yang tidak beres.kecelakaan ini bukan murni kesalahan Frisilia tapi ada yang mencelakainya.

"Maaf tuan saya tidak sempat membawa barang-barangnya yang lain,Yang saya fikirkan nona ini cepat-cepat di bawa ke rumah sakit.Sangat mengerikan darahnya begitu banyak yang keluar.Tuan liat sendiri baju saya.Semoga Tuhan menyelamatkannya." Sambil memperlihatkan bajunya yang ternodai bercak darah.

"Terimakasih anda telah menolongnya.Saya sangat berterimakasih sekali.Sekertaris Farhan tolong urus Bapak ini dan berikan yang terbaik untuknya." Pintanya

"Baiklah Pak ."

Farhan pun mengajak lelaki itu untuk mengikutinya namun sebelum melangkah menjauh meninggalkan tempat itu Jeni menghentikannya.

"Tunggu Sekertaris Farhan ! Apakah kau telah menghubungi orang tuanya Frisilia."

"Tadi sebelum berangkat kesini saya sudah menghubungi mereka pak"

"Baiklah..terimakasih."

Mereka berduapun melanjutkan langkahnya meninggalkan Jeni.Kini tinggal beberapa dokter yang dari tadi berbaris kaku bersamanya.

"Berapa jam lagi diperkirakan operasinya beres ?''

"Sekitar 1 jam lagi mari pak kita tunggu diruangan saya !" Ajak lelaki tadi ramah.

"Tidak ! Terimakasih.aku akan menunggu disini."

Jenipun duduk dikursi tunggu sambil memandang lampu on tanda operasi sedang berjalan.

Ayolah Frisilia bertahanlah untukku

Aku tidak ingin kehilanganmu

Jadi berjuanglah untuk tetap hidup

Jenipun menunduk sambil menahan air matanya yang seakan ingin lepas dari cela matanya.Namun dia tidak bisa memperlihatkan kelemahannya.

Dalam benaknya kini terukir tanya penyebab kecelakaan ini.Apakah ini perbuatan dari ayahnya ? Apa Elena ?

***

Satu jam telah berlalu ..

Terlihat seorang dokter memakai baju serba hijau berjalan keluar dari ruangan operasi sambil membuka maskernya dengan terburu Jenipun langsung menghampirinya.

"Bagaimana keadaannya dokter ?"

"Kami sudah melakukan sebisa yang kami lakukan,Pak.Karena lukanya sangat parah sekarang pasien berada dimasa kritis.Kita tunggu sampai malam nanti semoga masa kritisnya bisa dilewati ." Terangnya.

Sekujur tubuhnya terasa melemas setelah mendengarnya.Rasa bersalah yang sangat besar melintas difikirannya.Andai saja dia menahannya tadi mungkin kecelakaan tragis ini tidak akan terjadi.

"Kau apakan lagi putriku brengsek ?"

Tiba-tiba seorang lelaki yang tak lain Pak Darma ayah Frisilia menarik baju Jeni kasar dan kuat terlihat istrinya berlari melerai dengan memegang lengan suaminya itu.

"Belum cukupkah kau membuatnya menderita hah.." Rancaunya kembali dengan nada keras dan membuat seisi ruangan itu menoleh ke arah mereka.

"Sudah pih ! Sudah !" cegah istrinya sambil tetap memegang tangan kuat suaminya yang yang semakin menggenggam erat baju pemuda itu.

"Maafkan saya om.." Gumamnya pelan dan pasrah.

Pak Darma melepas kasar pegangannya dengan napas yang memburu.Gemuruh napasnya naik turun karena emosi yang ia tahan.

"Bagaimana keadaan putri saya dokter ?"

Diapun kembali bertanya pada dokter yang berpakaian seraba hijau yang dari tadi terlihat kaget melihat perlakuannya pada Jeni.

"Maaf Pak.Putri bapak sekarang berada dimasa kritis.Mari kita doakan sama-sama mudah-mudahan dia bisa melewatinya."

Pak Darmapun Ambruk dengan kedua lutut menahan seluruh tubuhnya.

"Papih.."Jerit istrinya dan merangkul tubuh suaminya itu, begitupun sang dokter yang berada dihadapannya.Jenipun berkeinginan menggapainya.Namun ia tahu penolakan akan ia dapatkan.hingga tangannya dan langkah tubuhnya yang spontan ingin meraih tubuh lelaki itu ia tarik kembali.

Merekapun membopong lelaki itu duduk di kursi tunggu.Rasa sesal menambah pilu hati Jeni.Setelah melihat tangisan yang tumpah dari kedua orang yang telah ia anggap sebagai pengganti orang tuanya.

"Alangkah baiknya kalian lanjutkan tugas masing-masing..." Pintanya pada beberapa dokter yang dari tadi menemaninya.

"Baiklah pak.." Merekapun pergi meninggalkan Jeni.

Pintu ruangan operasi terbuka dan keluar sebuah kasur beroda dengan tergeletak sesosok tubuh lemah yang ditempeli beberapa alat medis ditubuhnya.Kemudian melaju didorong oleh beberapa perawat menuju ruang Gawat darurat khusus pasien yang urgent.

"Frisilia sayang ..."Jerit ibunya langsung berdiri hendak meraih tubuh putrinya itu. Namun dengan cepat dipeluk suaminya.Wanita itu menangis histeris dan Jenipun melihatnya tanpa bisa mendekatinya.Dia tahu dia akan mendapatkan penolakan keras dari ayahnya Frisilia dan akan membuat keributan yang mengganggu jalannya proses pengobatan Frisilia.

Jeni berjalan diikuti oleh Pak Darma yang berjalan sambil memeluk istrinya yang masih menangis.Mereka mengikuti kemana tubuh kaku itu dibawa hingga memasuki ruangan dan hanya tim medis saja yang boleh memasukinya.Terlihat beberapa perawat dan dokter mengecek dan memasang peralatan untuk menunjang kehidupan sang pasien.

Ruangan itu terbagi dua.Ruangan khusus pasien dan ruangan khusus penunggu pasien yang terhalang oleh kaca tebal bening.Ruangan itu sengaja mereka bikin untuk para keluarga agar bisa melihat dengan jelas keluarganya yang sakit.Karena keadaan yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk langsung berdekatan dengan sang pasien.

Tiba-tiba air mata mengalir dipipi lelaki itu melihatnya dibalik kaca bersih yang menghalangi mereka.Kini dia melihat dengan kedua bola matanya yang memerah.Tubuhnya tertidur kaku bak putri tidur larut dalam tidurnya.Wajah yang cantik itu kini terlihat pucat.Matanya yang indah sekarang terpejam dan entah kapan dia akan sudi membukanya untuk kembali melihat dunia.

"Frisilia putriku.." Terdengar suara lirih memanggilnya dari mulut ibunya terlihat jelas kesedihan yang membuyar sehingga suara tangisan pecah menyayat hati.Kedua suami istri itu saling berpelukan saling menguatkan dalam tangis.

Jenipun tak bisa menahan semua gejolak hatinya yang dari tadi bergemuruh menginginkan terpecahkan.Iapun berdiri didepan balik kaca menunduk dan tersedu menangis.Walaupun pantang bagi seorang lelaki untuk menangis.Namun lelaki manapun takan sanggup menahan kepedihan yang teramat menyakitkan.

Sunyi sepi melanda 2 ruangan itu.Hanya terdengar bunyi alat medis dan isakan.Tiba-tiba terdengar bunyi melengking panjang dari alat pendeteksi detak jantung.Menandakan adanya gangguan besar yang menyerang kondisi pasien.

Sang dokter dan beberapa perawat berlari kearahnya.Ayah dan ibunya terlihat panik menyaksikan putrinya seakan berada diujung kehidupan.Begitupun Jeni dengan jantung yang berdetak sangat keras dan tubuh yang seakan melayang jauh melihat dengan cemas .Terlihat dokter menangani dengan cepat pasien didepannya yang tak bergeming sedikitpun menggerakkan tubuhnya.Perawatpun dengan sigap melakukan instruksi sang dokter.Kejutan alat medis itu tertempel di dadanya gadis itu dan membuat tubuhnya naik seakan tersengat listrik.Jeni memejamkan matanya sambil mengepalkan tangannya.

Kumohon Frisilia bertahanlah !!

Berikan aku kesempatan kembali

untuk membuatmu bahagia

Jeni menyentuh kaca yang lurus searah wajah Frisilia yang kaku dengan mata yang memerah yang perlahan mengeluarkan perlahan butiran-butitan air ke pipinya

Jangan lupa like and votenya😍😍

1
Lysta
Selamat malam semuanya🤗 maaf mungkin untuk sementara Novel ini Hiatus dulu. Author memang menulis di sini selain mengisi waktu juga mengharapkan adanya kebijakan yang terbaik bagi author juga pihak MT. Author mengharapkan kakak semuanya mengerti dan memaklumi🙏Saya harap tidak ada yang berkomentar dengan sesuka hati🙏🤗Terimakasih untuk semua yang telah menyempatkan waktunya menyimak dan mengikuti alur cerita Novel ini🙏
Yani Richi
mana lanjutan nya thor
Eni Hartika
kok jeni udah ada tunangan 💔
ibah
setelah 10 thn lamanya Menunggu
Akhirnya bertemu kembali Semangat frisilia..
ibah
nyesek bangaaatt😭 😭😭
ibah
nyimak mudah2an ceritanya bagus..
frika
btw ini Novel bagus banget tapi kenapa yg like n baca kok masih dikit ya
Isah Tatto
mudah*an jeni selalu bersama frisilia
lanjuttttttt thor
Isah Tatto
nahlo kesel kan jeni akhirnya
Isah Tatto
Farhan super Hero
lanjutt thor
Isah Tatto
sedih banget nyawa
lanjut thor
Isah Tatto
nyesek sekali dadaku
ikutan nangis
Isah Tatto
jeni kenapa gak jujur azaa sech
Isah Tatto
waduh jeni ada saingan donk
Isah Tatto
keren Thor
lanjuttttt
Isah Tatto
haduuh Thor sedih banget
tapi ceritanya bagus banget
Isah Tatto
kok sedih nya
Lia
kirain jeni itu perempuan soal na nama jeni nama perempuan.😁
dealova
nunggu up
dealova
keren polll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!