NovelToon NovelToon
Semesta Cinta

Semesta Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Fanfic / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rniehamizan

cinta itu butuh pengorbanan..
ya, semua tahu itu..
tapi.. apa kita benar-benar harus menutup mata jika hati ini terus di khianati..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30

"pa..pah.." Elson mulai bisa mengucapkan kata papa. Anisa begitu senang, di usianya yang baru 1,5 tahun Elson sudah sangat lihai mengucapkan kata papa. meskipun lelaki yang di panggil papa oleh Elson bukanlah Erick.

"iya,, kemarilah." Alpin merentangkan tangannya sambil setengah jongkok. Elson berlari ke arahnya dengan riang.

hup..

alpin langsung mengangkat tubuh elson begitu sampai di pelukan nya.

"sayang, lihat itu.. Elson sangat menyukai Alpin."

"mmm..tapi.. tetap saja Bu. Alpin terlalu baik untuk ku."

Rahma dan Anisa memperhatikan Alpin dan Elson yang bermain di taman belakang rumah dengan begitu senang. mereka terlihat seperti ayah dan anak.

Anisa senang bisa melihat tawa Elson yang begitu terlihat polos dan bahagia. dia tak ingin tawa itu hilang di wajah elson.

____&&&&&&_______

Sasa berjalan dengan santai, raut wajahnya terlihat sangat baik. dia menghentikan langkahnya di depan cafe cempaka, cafe milik pamannya.

"paman..." sapanya begitu masuk. orang yang di panggil paman tersenyum lalu memeluk tubuh sasa.

"bagaimana kabarmu?"

"baik. paman dimana bibi?"

Sasa merasa ada yang kurang.biasanya bibi akan terus menempel pada pamannya tapi hari ini sosok itu tak ada.

"dia sedang ke salon. eoh..mau minum apa? kau duduklah di sebelah sana. hari ini cafe sangat ramai."

Sasa melihat meja yang masih kosong di pojok. hari ini cafe memang sangat ramai, mungkin karena hari libur jadi banyak yang kencan di cafe ini.

"aku mau jus jeruk.."

Sasa duduk dengan gusar. menunggu Alpin yang belom juga datang. jus jeruknya bahkan sudah habis sekarang. Sasa melihat ponsel nya, tak ada pesan sama sekali.

"apa dia hanya mempermainkan ku ya?" gumamnya.

"ehem..." suara deheman seorang lelaki membuat Sasa mendongakkan wajahnya.

"dilan.." pekiknya begitu melihat siapa yang berdeham disebelah nya.

"ah.. kau masih ingat aku. kau tambah cantik rupanya.."

"ah.. bisa saja." Sasa sedikit tersipu karena pujian dilan. "duduklah.."

"mm.. kau sendiri?" tanya dilan. Sasa hanya mengangguk.

"apa kau menunggu seseorang?" tanya dilan lagi. Sasa menghela napas.

"mm.. tapi dia tak akan datang seperti nya. sudah setengah jam aku disini."

"apa dia pacarmu?"

"dia.. Alpin..."

"Alpin?" dilan pura-pura terkejut. "bukankah kau sudah tak berhubungan dengannya lagi semenjak..kalian..putus..."

"ya, tapi hari ini kita janjian disini."

"eoh.. benar kah? apa kau bisa menghubungi nya. aku sudah lama tak bertemu dengannya."

"baiklah." Sasa mengambil ponselnya dari dalam tas. segera menghubungi Alpin.

"Alpin, aku sudah menunggu mu sejak tadi." Sasa langsung angkat bicara setelah panggilannya terjawab.

"ada dilan disini. aku tak sengaja bertemu dengannya. dia ingin bertemu denganmu."

dilan tersenyum tipis. rencananya berjalan lancar. setelah ini dia harus memancing Sasa untuk mengatakan semua fakta tentang mereka di SMP dulu. dengan begitu dilan akan mendapatkan ke untungan besar. dia tak sabar ingin segera melihat koper berisi lembaran kertas berwarna merah itu.

Sasa mendesah lalu menutup telponnya dengan kecewa.

"dia tak bisa. katanya masih banyak pasien yang harus dia tangani."

"eoh.. benarkah?"

"aku pulang saja." Sasa bangkit dari duduknya. tapi dilan dengan cepat mencegah nya.

"hei.. tunggu dulu. kita baru ketemu..kita ngobrol saja dulu. lagipula tak akan ada yang marah bukan?"

Sasa kembali duduk.

"sebenarnya aku masih bersama Erick."

"kau masih setia padanya?"

"tentu saja. dia adalah tambang emas bagi ku."

dilan merogoh ponselnya dalam saku diam-diam lalu menekan tombol rekam.

"good job" soraknya dalam hati.

"Ah.. aku ingat waktu itu kau mencampakkan Alpin demi dia. tak ku sangka kau akan bertahan sampai sekarang dengannya. benar-benar mengharukan. kau begitu mencintai nya?"

Sasa tertawa pelan mendengar semua kata-kata dilan.

"jangan bodoh. aku hanya tak ingin melepaskan nya begitu saja karena dia bodoh. aku hanya ingin menjalani hidupku dengan penuh perhatian dan juga uang. kau tahu itu bukan?"

dilan tersenyum puas. dia tahu itu dengan jelas, Sasa tipe gadis macam apa.

"ahh.. kau gadis licik rupanya."

"haha... kau tahu dengan jelas bukan. dan kurasa tak salah jika sekarang aku bermain dengan mantan dan juga pacarku? mereka mencintai ku, jadi aku akan dengan mudah membodohi mereka."

"Alpin masih mencintaimu. ku pikir dia membencimu karena kau waktu itu memutuskan nya dengan sepihak." dilan mengelus dagunya lalu kembali menatap Sasa. "kau menyukai Alpin? bukannya kau bilang dulu Alpin itu dingin dan kaku."

"ya.. itulah kenapa aku memutuskan nya. aku lebih memilih Erick karena dia sangat perhatian. dia selalu mengabulkan apapun yang ku inginkan. bahkan dia membantu mengerjakan soal-soal di sekolah. sementara Alpin dia selalu menceramahi ku, menyuruh ku bekerja keras untuk bisa mendapatkan apapun."

dilan semakin merasa ide nya berjalan lancar. Sasa sudah masuk kedalam jebakannya.

"oh.. iya, bagaimana kabar Anisa sekarang? kau sahabat nya bukan?"

"Anisa? sahabat ku bukan dia.. tapi alisya."

"alisya? tapi setahu kau dan Anisa yang selalu melakukan bullying pada teman-teman kita. kau yang mengatakan nya di depan Erick dan juga aku waktu itu."

"hahaha.... ternyata kau sama bodohnya dengan Erick."

dilan mengerutkan keningnya.

"maksudmu?"

"Anisa itu hanyalah kambing hitam. alisya lah yang suka membuly Erick.. bahkan anisa pun salah satu korbannya. tapi aku tak menyangka.. ternyata gosip yang aku sebarkan itu masih membuat anisa di cap sebagai si pelaku bullying."

dilan tersenyum puas. dengan bukti ini dia bisa segera mengambil bagiannya dan kembali bekerja sebagai wartawan berita. dilan merogoh kantong nya lalu menekan tombol save di layar ponselnya.

dia melihat jam tangannya.

"aku harus segera pulang. lain kali kita ngobrol lagi jika bertemu."

"baiklah. aku juga harus segera pulang."

dilan dan Sasa bersalaman. lalu berjalan keluar cafe bersamaan. dilan belok ke sebelah kanan lalu mengeluarkan ponselnya.

to.reza

misi selesai. malam ini ku kirim rekamannya padamu.

dilan melangkah kan kakinya.

_________________

Erick tersenyum puas pada lelaki di depannya.

"kau memang bisa di andalkan..ketua kelas.."

"tentu saja."

"hhaa... Reza, ku tunggu rekamannya. bilang pada temanmu aku akan transfer uangnya besok. berapa pun yang dia minta..."

"oke. apa kau butuh bantuan ku lagi?"

Erick menggeleng kan kepalanya. dia rasanya cukup sampai disini dulu.

"jika aku butuh..ku hubungi kembali."

"baiklah. aku pergi."

Reza keluar dari ruangan erick. kerja sama yang memuaskan.

1
Hera Edrina
cukup baca sampe disini

Anisa menjijikkan!!!
Hera Edrina
udah pada males komentar..karena tokoh utama wanitanya bucin...bodoh
oon tingkat tinggi
Hera Edrina
jadi males bacanya

istri bodoh..pantes disakiti
Hera Edrina
gw bukan jijik pada sasa

tapi pada Anisa...

ada ya istri yg oon begitu
Yane Kemal
Nanti Erick akan menyesal, salah sasaran
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
maacih tor
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
end jg
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
ceelbeka
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
haishh knp hrs kecelakaanya tor
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
good happy akhirnya
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
hareudang tor 😆
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
salah paham lg kah?
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
milea nya mn dilan
Sri Mulyawati
cinta itu gak hasus bodoohh kali yaaa hahaha
Suherni 123
sasa psikopat
Suherni 123
status nya anisa erick masih suami istri thor...kasian alvin thor
Shoey Ahmad
Suami sialan..
🦃fira yuniar wekwek🦃
pikiran q jdi traveling kmn2 thor😌😌
🦃fira yuniar wekwek🦃
q kog nyesek bngt y thor😭😭😭
🦃fira yuniar wekwek🦃
cinta dlm diam alphin membuat q seklain terkesan padamu alphin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!