NovelToon NovelToon
KISAH TIO DAN BIBI LUNA

KISAH TIO DAN BIBI LUNA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: HF. Rajak

Tio Alberto Widodo seorang remaja 13 tahun, yang selamat dari tragedi pembunuhan keluarganya yang dilakukan genk pembunuh bayaran.
Sejak saat itu Tio harus disembunyikan oleh pihak kepolisian dari kejaran genk pembunuh bayaran.

Adalah Inspektur Dua Luna Ginaya Budianto seorang polisi wanita berparas cantik berusia 22 tahun yang ditugaskan untuk menjaga selama masa persembunyian Tio.

Dua tokoh ini akan mencoba untuk bertahan hidup dari kejaran genk pembunuh bayaran yang kejam. Banyak nyawa tak berdosa ikut menjadi sasaran kekejam genk tersebut selama mengejar Tio.

Lama bertemu dalam penderitaan perjuangan hidup menumbuhkan rasa cinta dihati kedua insan beda usia ini.

Selamat menikmati ketegangan dan romantisme dalam novel "KISAH TIO DAN BIBI LUNA"

HF. RAJAK

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HF. Rajak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 30

BLAM! BLAM! BLAM!

Ledakan-ledakan terdengar. Roket roket yang keluar dari basoka telah menghancurkan bagian depan rumah  utama.

Marco dan Bella tampak ikut membantu menyelamatkan pengawal dari reruntuhan tembok. Sementara pengawal yang lain berusaha memberikan tembakan perlindungan.

TUNG! TUNG! TUNG!

Lalu disusul ledakan dan ledakan. Penyerang menggunakan pelontar geranat.

“Tuan muda, mereka bukan pembunuh bayaran saja, sepertinya tentara bayaran juga ikutan tertarik dengan sayembara.” Kata Xi Liang setelah mengetahui persenjataan lawan mereka.

Dari Layar monitor tiba tiba menghadirkan gambar yang sedikit bertolak belakang. Lawan merubah arah tembakan menjadi kearah luar mansion.

“Polisi telah datang.” Teriak Tio. “Cepat hubungi Marco dan Bella untuk menyerang balik. Desak lawan.” Titah Tio lagi.

Xi Jiang segera berbicara dengan headsetnya. Memberitahu pada Marco dan Bella untuk menyerang balik.

Dari monitor terlihat jelas lawan bingung harus mendahulukan untuk menembak mana. Karena posisi mereka sekarang benar benar terkepung.

Setengah jam kemudian, keadaan telah terkendali. Polisi dibantu pengawal Tio berhasil meringkus penyerang yang masih hidup dan menyerah.

Hari sudah malam. Garis polisi masih telah terpasang disekeliling mansion. Beberapa orang polisi dari tim gegana sedang membereskan peralatannya, sementara polisi polisi yang berlalu lalang bersiap untuk pergi meninggalkan TKP.

Tio keluar kehalaman depan mansionnya. Dia lihat mansionnya. Lumayan parah, listrik sebagian mansion padam menambah kesan seram, batin Tio. Paman Maxi benar-benar keterlaluan. Gerutunya lagi dalam hati.

Tiba-tiba dua mobil masuk. Nyala lampunya yang terang membuat mata Tio tidak bisa mengenali mobil yang masuk. Tio mengambil dua pistol dan diam sambil siaga. Suasana yang suram karena kurang cahaya, membuat dia yakin, jika itu adalah pembunuh bayaran tentu sudah dari tadi menembaknya. Tapi dia memutuskan untuk tetap waspada. Pistol tetap digenggamnya, tidak lagi dimasukkan ketempatnya.

Mobil itu berhenti lalu keluarlah dua orang. Kaptn Haris dan Sekretaris Kelvin. Tio memasukkan dua pistolnya dibalik baju. Lalu datang menghampiri keduanya.

“Tio, syukurlah kalian semua selamat.” Ucap Kapten Haris menyadari kedatangan Tio.

“Syukurlah tuan muda, saya baru sampai dari Malaysia langsung balik begitu mendengar peristiwa penyergapan anda.” Seru Kelvin lalu memeluk tuannya dengan hangat.

“Iya paman, syukurlah. Tapi ada beberapa pengawal yang meninggal dan terluka.” Tio berkata lirih.

Kelvin mendorong pundak tuan mudanya sehingga bisa melihat jelas raut kesedihan di wajah pemuda itu.

“Paman, tolong berikan santunan yang layak bagi keluarga pengawal pengawalku yang meninggal juga berikan pekerjaan bagi jandanya agar punya penghasilan, dan bila mereka punya anak berikan beasiswa pendidikan hingga ke jenjang tertinggi.” Titah Tio kemudian.

Kelvin dan Haris yang mendengar menjadi terenyuh sekaligus bangga dan bahagia, melihat Tio telah tumbuh menjadi pribadi yang sangat baiik. Terlihat mata kedua lelaki itu sembab.

“Akan saya laksanakan sebaik mungkin tuan muda.” Jawab Kelvin sambil mengusap matanya.

“Mansion kamu sudah tak layak lagi untuk dihuni Tio.” Haris berkata setelah beberapa mereka semua terdiam dan

hanya memandang sisa-sisa pertempuran.

“Benar.” Jawab Tio. Kemudian dia menoleh pada Kelvin. “Griya tawang papa kan tidak ada yang menggunakan paman? Untuk sementara aku dan semua penghuni mansion akan tinggal disana. Paman Kelvin atur sekarang juga ya?”

Kelvin mengangguk. Kemudian berpamitan untuk mencari Alfredo.

“Paman Haris, kenapa masih belum bisa menangkap paman Maxi? Bukankah paman sudah memiliki bukti rekaman pengakuan?” Tanya Tio dengan serius dan bernada geram. Haris menghirup nafasnya dalam dalam.

“Benar. Pihak kepolisian sudah mendapatkan bukti rekaman, tetapi hakim yang ditunjuk untuk menangani ini belum memberikan ijin rekaman hasil sadapan itu bisa dijadikan sebagai alat bukti. Kami masih mengusahakan agar hakim yang menangani itu diganti. Kami curiga ada permainan disana. Kamu yang sabar ya.”

“Hmm berat sekali. Kuku kuku tajam paman Maxi masih kuat menancap pada birokrasi.” Keluh Tio.

Pemuda ini menyadari betapa pengaruh kuat uang dan koneksi seorang Maxi Widodo, bisa memperlambat kasus yang dihadapinya.

Beberapa saat kemudian beberapa mobil telah tiba. Tio dan seluruh penghuni mansion akan boyongan pindah tempat ke griya tawang malam itu juga.

Sudah dua hari Tio dan menempati griya tawang. Dia menempati lantai teratas bersama Rara. Dilantai atas terdapat tiga kamar.  Sementara untuk para asisten dan pengawalnya menempati lantai lainnya.  Tio berencana tinggal disana sampai dengan proses rehabilitasi mansionnya selesai.

Hari itu Luna datang dan bermaksud untuk tidur di griya tawang.

“Bi, sudah dua hari disini, Rara terkadang berteriak histeris. Padahal sebelum penyerangan dia sudah tidak lagi berteriak histeris.” Kata Tio pada Luna dengan nada penuh kekhawatiran.

“Hmm…” Luna bergumam. Ini cowok kelihatannya suka sama aku, tapi aku kesini ga nanyain kabarku gimana kek? Malah cerita cewek lain. Gerutu Luna dalam hati. Meski memang harus kuakui melihat kondisi Rara yang seperti itu aku juga ikut terenyuh, tapi hati ini kenapa merasa sakit ya, batin Luna lagi.

“Apa yang harus kulakukan bi?”

“Aku juga bingung Tio.” Jawab Luna sambil mengedikkan bahunya.

Alfredo yang bersiaga di lantai itu memasuk ruangan dan melaporkan Xi Liang ingin menghadap.Tio menyuruhnya masuk.

“Kita bahas nanti lagi ya bi, bibi menginap disini kan?”

Luna hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum lebar. Dia lalu melangkah menuju dapur dan membuat kopi. “Mau kubikinkan kopi Tio?”

“Iya bi.”

“Tuan muda, nona Luna biar saya yang buatkan kopinya.” Sergah Alfredo cepat, dia merasa itu adalah tugasnya dan tidak pantas bila tuan muda atau tamunya sampai harus repot berada di dapur.

“Ga usah paman, biar aku saja.” Tukas Luna sambil terus kearah dapur.

“Iya biarkan saja paman Alfredo, aku ingin dimanjain sama bibi.” Kata Tio sambil terkekeh. Luna yang samar mendengar itu hatinya berdesir. Awal dia datang hatinya serasa tertusuk cemburu, kini terlupakan.

“Tuan muda saya mau melaporkan hasil penelitian dari kalung anda.” Kata Xi Liang. Dia lalu meletakkan laptop di meja depan Tio. kemudian dia menyerahkan kalung itu pada Tio.

“Bagaimana hasilnya? Apa yang kamu temukan?”

“Ini tuan muda.” Katanya sambil menyalakan tayangan video pada layar laptopnya.

Tio mengamati video itu. Raut mukanya tampak sangat gembira. Dalam video itu tampak Joni Widodo memberikan penjelasan. Tio mendengarkan dengan seksama. Sesekali tangannya mencatat apa yang perlu.

“Bagus Xi, ini benar benar berguna.”

Luna kemudian datang dengan membawa kopi. Tio pun menyuruh Xi Liang untuk memutar kembali video itu untuk Luna. Wajah Luna seketika berbinar. Dia tak menyangka dalam video itu membeberkan bukti bukti bisnis jahat seorang Maxi Widodo.

“Ini harus aku laporkan pada paman Haris.” Seru Luna setelah melihat tayangan video itu. Kemudian dia minta copy video pada Xi Liang.

“Apakah kali ini kita bisa menangkap pamanku?” Tanya Tio.

“Kita akan bahas ini dengan paman Haris dan paman Kelvin juga pengacara Yeni. Aku berharap Maxi Widodo bisa ditangkap, dan semua harta dari bisnis haramnya ini disita Negara.” Kata Luna optimis.

 

Bersambung...

================

1
Nusa thotz
tapi biasa emang itu yg jadi masalah nya di nikah age gap untuk wanita yg lbh tua umurnya...tinggal ke dewasaan si pria aja
Nini Tipah
deg deg degan baca ny 🤭🤣🤣🤣
Nini Tipah
yaa Allah 😭😭😭😭
Nini Tipah
tidak segampang itu itu Ferguso 😭😭🤣🤣🤣
Nini Tipah
cerita ny mengingat kan q dg kisah q d nikah kan dg laki laki yg ga d kenal tp akhir ny pernikahan q berakhir dg perceraian 😭😭😭
Nini Tipah
😭😭😭😭😭
Nini Tipah
waduuhh bisa ada perang dunia k 3 neh 🤭🤣🤣🤣
Nini Tipah
masyaallah tabarakallah thor 😘😘😘
Nini Tipah
cieee cieee si luna 😁😁😁
Nini Tipah
lope you sekebun buat thor 😘😘😘
Nini Tipah
enggak pp thor bnyk typo ny krn enggak gampang nulis cerita novel 😘😘😘💪💪💪
Nini Tipah
kereeen bngt thor cerita ny 😘😘😘
Nini Tipah
uhhh 🤭😁😁
Nini Tipah
lanjut thor 😘😘😘
Ulifatun Nafirotin Nafirotin
Luar biasa
Yueh En Setiowati
keren
Qta Aini
semangat berkarya thor.... sehat... sehat dan sukses selalu
Qta Aini
keren thor....
Trisna Tris
lanjut Thor.... gk pakai lama.... semangat......
Mutmainah Cherbond
kereeeen..demen banget kalau ceritanya macam nonton film detektif..jadi ikut tegang bacanya..🧐🧐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!