NovelToon NovelToon
Permata Hatiku

Permata Hatiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:100.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rie_yan . Nr

Kisah Kakak Beradik berbeda darah penuh dengan balas dendam serta menjadi yang terkuat dari yang lainnya.

bagaimana bisa kakak beradik saling berakrab dan menyayangi, berbeda dengan mereka.

mereka penuh siasat satu sama lain. karakter mereka sungguh bertolak belakang dengan kakak beradik. yang satu penuh kasih sayang, yang satu penuh kebencian.

Berlian sang kakak pertama selalu mendapat kebencian dari adik bungsunya Ruby.

entah apa yang membuatnya membenci Berlian sampai berkali-kali ingin mencelakakan dirinya.

Amey sang gadis penengah ini tak dapat melerai keadaan sehingga keretakan itu terus terjadi.


akankah mereka akan terus saling membenci sampai salah satu mereka tiada ?
atau mereka akan menemukan titik perdamaian dalam diri mereka ?

perjalanan terus berjalan, siasat terus berjalan. maka nikmatilah dunia ini penuh dengan duka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rie_yan . Nr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Kejam

" aku pastikan itu tidak akan terjadi " Diordan menatap tajam Rean.

Berlian mendelik ke arah Rean tak mengerti apa yang ia maksud.

" apa maksudmu ? " tanya Diordan dengan nada yang sedikit meninggi.

Rean tersenyum mengejek melihat reaksi Diordan. " aku hanya bergurau. "

Diordan yang tadinya penuh dengan emosi, kini sedikit menurunkan rasa kesalnya. tapi tidak dengan Berlian, dia masih menatap Rean mencari jawaban dimata Rean.

Rean menatap membalas tatapan Berlian dengan tersenyum penuh arti.

drrrtt

drrrtt

sebuah panggilan masuk di ponsel Diordan.

" sebentar. " ucap Diordan dengan mengelus rambut Berlian dan berlalu untuk mengangkat panggilan teleponnya itu.

merasa ada kesempatan saat Diordan pergi, Rean menautkan kedua tangannya untuk menyanggah kepalanya dengan terus tersenyum menatap Berlian.

" apa kau melupakan ku ? " tanya Rean dengan tersenyum menggoda.

Berlian tersenyum sinis dan menyandarkan tubuhnya di kursi yang ia duduki dengan melipat kedua tangannya di atas perutnya.

" menurutmu ? " Rean menelisik kedua mata Berlian.

" masih ada nama aku dihatimu " ucap Rean dengan rasa penuh percaya diri membuat Berlian merasa jengah akan rasa percaya dirinya Rean.

saat Berlian hendak ingin menjawab, Diordan datang dan duduk di sebelah Berlian.

" sayang, maafkan aku sepertinya aku lupa akan rapat hari ini. sejam lagi rapat akan segera dimulai " ucap Diordan

" baiklah kalau begitu kau pergilah " jawab Berlian

" akan aku antar pulang ok "

" aku bawa mobil. kau pergilah ! "

" aku akan tetap mengantarkanmu pulang " perintah Diordan yang tidak bisa ditolak.

" kau mau aku antar pulang juga ? " tawar Diordan dengan nada mengejek.

" kau fikir aku lupa jalan. aku kesini menggunakan motorku ok " jawab Rean dengan kesalnya.

Diordan terkekeh mendengar jawaban sahabatnya itu.

********

Di suatu tempat tepatnya Negara S

seorang pria tampan duduk di kursi kebesarannya dengan mengayunkan sebuah senjata tajam di tangannya.

raut wajah dinginnya membuat siapa saja yang melihat akan merasakan tubuhnya menggigil.

pria tampan dengan garis alis tebal, mata setajam pedang, bibir tebalnya. menampakkan Pria ini sangat tampan. akan tetapi saat mengusiknya, mereka akan melihat dia seperti malaikat pencabut nyawa yang tidak akan pernah memberikan rasa kepeduliannya.

seperti saat ini, seorang pria duduk berduduk bersujud memohon belas kasih dengan tubuh penuh luka.

" maafkan aku tuan. maaf " ucap pria itu dengan mengatupkan kedua tangannya.

badannya menggigil akan rasa takut yang menderanya. air matanya mengalir membasahi pipinya.

tapi pria yang dipuja itu malah tertawa kencang memenuhi isi ruangan itu.

" kau fikir apa peduliku ? " ucapnya dengan nada penuh memburu.

pria berdarah dingin itu menarik rambut pria itu membuat pria itu meringis merasakan sakit. " hadiah apa yang pantas untukmu ? " ucap Priaia itu sambil berpura pura berfikir tapi sanggup membuat lawannya makin terpelosok ketakutan.

" Hans, kuliti dia ! " sontak membuat pria malang itu makin gemetar.

" ampun tuan ampun. maafkan saya " ucapnya dengan menggosokkan kedua tangannya meminta permohonan.

Pria itu mengingat kejadian pada waktu itu. kalau bukan karena gadis yang ia temui itu, mungkin nyawanya hanya tinggal nama saja. dewa keberuntungan selalu ada padanya. karena setiap lawannya ingin menjatuhkannya akan selalu ada bala bantuan datang menolongnya.

mengingat gadis itu Pria itu tersenyum. pikirnya gadis itu adalah Dewi Fortuna untuknya. selain cantik, gadis itu sungguh pemberani.

" Hans. apa kau menemukan nya ? " tanya sang tuan.

" maafkan aku tuan. aku belum menemukannya " jawab Hans dengan menunduk merasa bersalah.

hah, pria itu mendesah kasar serta berjalan meninggalkan ruangan itu.

" kau sulit aku gapai. "

*******

Diordan sudah mengantarkan Berlian tepat dipintu apartemen Berlian. akan tetapi Diordan masih enggan untuk pergi menjauh dari Berlian. beberapa kali Berlian mencoba menyuruhnya lekas pergi tapi ada saja tingkah Diordan.

dipeluknya Berlian beberapa kali membuat Berlian sedikit kesal. Diordan mengacak rambut Berlian dan mencubit gemas pipinya.

" pergilah. " ucap Berlian lembut.

" baiklah. kau istirahat ya " ucap Diordan dengan mengelus pipi kanan Berlian.

" hati hati. "

cup, Diordan mengecup bibir madu Berlian sebelum pergi meninggalkan dirinya.

Berlian tersenyum melihat tingkah calon suaminya itu. belum lama Berlian menutup pintu apartemennya bell pun kembali berbunyi.

ting

tong

Berlian yang tadinya akan beranjak ke dalam dapur berbalik untuk membuka pintu depan.

" seperti anak kecil " Berlian berfikir Diordan kembali lagi.

tapi alangkah terkejutnya dia saat mengetahui bahwa yang datang bukan Diordan tapi Rean.

Berlian ingin menutup pintu masuk apartemennya, tapi langkahnya kalah cepat dengan Rean yang sudah masuk ke dalam apartemen Berlian.

" apa mau mu ? " tanya Berlian dengan nada meninggi.

Rean menatap Berlian menusuk. raut wajahnya penuh dengan amarah.

di raihnya Berlian, Rean memeluk dan ******* bibir madunya. sontak membuat Berlian terkejut memberontak.

rindu, cemburu dan amarah sudah menjadi api dalam diri Rean. seperti lupa daratan, Rean terus ******* bibir madu Berlian dengan rakus. bahkan Berlian yang terus memberontak tidak membuat Rean berhenti.

pukulan dan tendangan Berlian tidak membuat Rean menghentikan kegiatannya. Rean mengangkat tubuh Berlian dan membawanya ke dalam kamar Berlian.

di lemparnya Berlian di ranjang besar miliknya. Rean menggelap di penuhi api cemburu. ditindihnya tubuh Berlian dan Rean masih mencium bibir madu Berlian.

Berlian terisak menangis melihat perilaku Rean. Berlian masih tetap memukul dada bidang Rean.

Rean berpindah mencium telinga dan leher jenjang Berlian. rasa itu sungguh membuat Berlian makin bergetar ketakutan.

merasakan Berlian yang ketakutan, Rean menghentikan aksinya. ditatapnya Berlian dengan meyatukan kedua kepala mereka.

" aku mencintaimu bee. sangat mencintaimu "

1
Terlalu naif.
ஐ⚜︎ 𝐚𝐝𝐫𝐢𝐚𝐧 ⚜︎ஐ 𝟓
vote buat kak rie dedek sun 🤣🏃🏃🏃
Kᵝ⃟ᴸᏒᎥҽ_ϒαη.POTEK.ѕͣυͣηͪηͪ💋💋: sarangheo di 💋💋
🤓🤓
total 1 replies
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
aku mampir ya kk
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
f
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
w
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
spam
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
apa
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
disini
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
lagi
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
mampir
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
m
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
l
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
k
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
j
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
i
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
h
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
g
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
f
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
d
ANAK EMAKNYA APA BAPAKNYA
c
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!