NovelToon NovelToon
(Not) Beautiful Marriage

(Not) Beautiful Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Saras Arindu

Nikah muda sesungguhnya tidak begitu masalah buat Arin, tapi kenapa harus mendadak? Tanpa pesta dan terkesan buru-buru. Apalagi calon suaminya yang tidak dikenalnya, ralat, tidak ia ketahui sama sekali, bahkan hanya untuk nama.

Dihari H, ia dikejutkan dengan satu hal bahwa suaminya adalah kakak dari mantan terindahnya. Kenyataan itu membuatnya merasa aneh dan berpikir bahwa ia sedang dipermainkan.

Tapi tanpa Arin sadari seiring berjalannya waktu, tingkahnyalah yang seakan mempermainkan kakak beradik itu.

Penasaran bagaimana kisahnya? Bagaimana Arin mempertahankan pernikahannya dan menyatukan dua bersaudara yang bersitegang karenanya? Jika ingin tahu jawabannya, mari baca dari awal sampai akhir.
***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saras Arindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Ryan terbangun setelah tepukan-tepukan di pundaknya ia rasakan. Karena tertidur dalam posisi duduk laki-laki itu hanya perlu menolehkan kepalanya. Di sebelahnya ada Bi Muna berdiri dan tersenyum canggung, merasa tidak enak karena mengganggu tidur sang majikan.

"Sudah pagi, kalau Mas Ryan masih mengantuk sebaiknya tidur di tempat tidur. Biar Mbak Arin, Bibi yang jaga."

"Ryan tidak apa-apa kok, Bi. Biar Ryan yang urus Arin. Bibi lanjutkan saja kerjaannya,” kata Ryan tersenyum ramah, lalu menoleh menatap Arin yang masih tertidur. "Ah iya Bi, bubur untuk Arin sudah ada? Sebentar lagi mungkin dia bangun."

Bi Muna hanya mengangguk lalu keluar dari kamar. Selang beberapa menit kemudian ia datang lagi dengan nampan berisi semangkuk bubur ayam yang masih panas dan segelas air minum. Ryan menerima dan menaruhnya di atas nakas karena Arin belum bangun.

"Tadi sebelum Mas Ryan bangun, Mbak Arin ngigau lagi, Bibi usap-usap kepalanya."

"Lagi?" Tanya Ryan sedikit terkejut. "Bibi tahu kalau semalam Arin banyak ngigau?"

Bi Muna mengangguk, "Maaf, Mas. Bibi tidak bermaksud menguping apalagi mengintip. Bibi khawatir, karena tidak ingin mengganggu saya langsung masuk. Mas Ryan sudah setengah tidur jadi tidak sadar pas Bibi masuk. Mas Ryan cuma bangun pas dengar suara Mbak Arin terus ngusap kepalanya. Bibi kasian liat Mas Ryan tidurnya nggak tenang. Jadi kalau Mbak Arin ngigau lagi bibi yang ngusap kepalanya. Bibi juga minta maaf sudah naik di atas tempat tidur,” jelasnya panjang lebar.

Ryan tersenyum ramah lagi, "itu bukan masalah, Bi. Terima kasih sudah jaga Arin."

Tepat setelah Ryan mengakhiri ucapannya Arin terbangun. Beberapa kali wanita itu mengerjakan matanya untuk menyesuaikan cahaya. Pandangan matanya sayu dan tidak sepenuhnya terbuka. Arin tidak mengeluarkan

suara selain rintihan sedikit. Mungkin ia merasa lemas dan ada yang terasa sakit di tubuhnya.

"Minum dulu ya? Habis itu baru makan, terus minum obat."

Arin menyungingkan sedikit senyum mendengar ucapan Ryan yang seperti tengah membujuk anak kecil. Lalu ia mengangguk pelan menanggapi ucapan laki-laki itu.

Setelah selesai makan dan minum obat Ryan diminta untuk keluar dulu oleh Bi Muna agar ia bisa membersihkan tubuh Arin dan menggantikan pakaiannya.

Memanfaatkan kesempatan itu, Ryan juga segera membersihkan diri dan juga sarapan. Tak lupa ia mengabari sekertarisnya bahwa ia tidak bisa datang ke kantor.

***

Sudah empat hari Arin terbaring lemah di atas ranjang. Dua puluh jam waktunya setiap hari ia gunakan hanya untuk tidur. Ryan juga hanya membangunkan wanita itu saat waktu makan dan minum obat. Empat hari sudah Arin sakit, empat hari itu juga Ryan kurang tidur bahkan nyaris tak tidur. Laki-laki itu fokus menjaga Arin yang masih mengigau hal yang sama setiap waktu. Ryan tidak tega melihat Arin memimpikan hal buruk, ingin rasanya ia membangunkan kakak iparnya itu tapi setiap kali wanita itu terbangun matanya selalu ingin tertutup. Entah mungkin pengaruh obat atau apa, Ryan tidak tahu.

Ponsel Arin yang baru saja ia aktifkan dan masih berada di tangannya bordering, sempat mengejutkannya sesaat karena sedikit melamun. Nama yang terpampang di layar menciptakan kerut dikeningnya. Trisdafana Dewi, nama itu cukup asing di telinganya. Karena penasaran dan berpikir mungkin itu penting, Ryan memutuskan untuk mengangkatnya meski terbilang tidak sopan.

"Yak," belum Ryan menyapa, sebuah bentakan lebih dulu menyambutnya. "Lo ke mana aja sih? Empat hari ngilang nggak ada kabar."

Ryan pernah dengar suara ini, seperti suara. "Risda?" Tebaknya.

"Eh?" Nada terkejutnya jelas sekali. "Lo siapa? Arin-nya mana?"

Ryan menjauh sebelum menjawab pertanyaan Risda. "Gue Ryan. Arin lagi tidur. Dia sakit, sudah tiga hari."

"Lah, sakit kok nggak bilang-bilang sih? Dirumah lo, kan? Kirimin gue alamatnya, nggak pake lama," kata Risda cepat lalu menutup telponnya tanpa menunggu balasan dari Ryan.

Ryan menggeleng pelan lalu mengirimkan alamat rumahnya pada Risda. Tidak perlu disertai dengan pertanyaan "untuk apa?" bukan? Karena sudah pasti gadis itu akan kerumahnya untuk menjenguk sang sahabat.

***

1
💝🧚SHA_QUANDRA 😇
Kenzi pergi selama itu psti karena merasa sakit hati liat bininya yg msh bermanja2 ke mantan. Lagian si bini jg gk bs menempatkan diri dgn sewajarnya. Gak tahu batasan. Polos sih polos tp ini terkesan bodoh si arin. Mending kenzi cari bini aja lg.
fifid dwi ariani
trus bersyukur
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus berkarya
fifid dwi ariani
trus bahagia
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus sehat
Fitriyani Puji
ini crita nya galih sembuh dan menikah ama risda ato bagemana ini
Fitriyani Puji
kamu ngak tau aja di hamil pertama arin tidak tkut kluar mlm untuk cari makn ,jangn bilang erin di culik galih lagi
Fitriyani Puji
ini ank ngak ada dwasa nya ya ya jelas emosi kalo kerj d gangu mndeng kalo di sayang ini kaya ayam di cabuyi bulu nya kalo aku udah tk tendang
Fitriyani Puji
kenapa ngak lngsong aja ngak usah seassn 2
Fitriyani Puji
jangan lagi ada konflik ya seasen 2 biar kn mereka bahagia jangan ada lagi kemelut
Fitriyani Puji
trnyata kenzi suami pengertian semoga slalu tentram dan bahagia amiin
Fitriyani Puji
hhhhh gokil mereka
Fitriyani Puji
lsnjut thor jangan ada konflik baru lagi
Fitriyani Puji
kenapa mati thor dia belum menyesali perbuatan jahat nya pada ank sendiri hadeeeeh
Fitriyani Puji
bagemana bisa ank kandong berasa ank tiri ternyata kenzi sudah menderita sejk balita semoga kedepanya dia bahagia dengan kluarga kecil nya amiin
Fitriyani Puji
oalah ibu macam apa itu msak ngak merasa dia ank sendiri anh deh
Fitriyani Puji
ah rahasia apa lagi thor kenapa bnyak sekali teka teki nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!