Kejadian yang dialami seila saat ini sangat berbeda dengan apa yang dialami dengan orang lain pada umunya, akan tetapi sejak munculnya hantu aneh di kampus bahkan bukan cuma seila saja yang melihatnya akan tetapi dani juga bisa melihatnya
Dani dan para mahasiswa lainnya bahkan jadi incaran hantu itu. Mereka bukan hanya di teror sampai di situ saja bahkan ada yang lebih para.
Saat itu mereka rencana akan pergi liburan ke desa, di sana mereka berbuat sesuatu yang tidak seharusnya dia lakukan, hantu lastri akhirnya marah dan meneror seila dan temannya.
Ikuti kisah selanjutnya hanya di lastri kembang desa.
aku tunggu like dan komen kalian 😉👌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NurhamidahAshar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Desa asri permai
Deretan mobil itu masuk ke dalam desa yang terlihat begitu asri tapi menyimpan banyak sejara kelam di dalam nya. Terlihat dari kejauhan gunung-gunung menjulang tinggi, di tambah pohon-pohon besar dan rimbun yang berada di jalan.
Dari jauh juga terlihat ada air terjun yang mengali deras, suara kicauan burung di mana-mana di tambah suara bisingan pohon yang saling bersahutan, tidak kebayang kalau jalan sendirian di malam hari bakalan terasa menegangkan.
Bayangin nya saja sudah membuat bulu kuduk pada berdiri, rasanya begitu ngeri. Mereka terpukau dengan pemandangan di depan nya benar-benar terasa asri.
"Wish keren bro, tempat kayak gini nih yang bikin gue demen." teriak Rio di dalam mobil.
"Aku tuh tidak nyangka si seila punya kampung sekeren ini sih mantap." Mata mereka tidak lepas dari pemandangan indah apalagi ada air terjun nya. Di sela-sela mereka memuji desa itu mulai terlihat banyak warga yang berjalan menyusuri jalan setapak itu.
Dari kejauhan ada seorang nenek-nenek yang berjalan dan berpapasan dengan mereka, terlihat di wajahnya perasaan tidak suka namun di abaikan oleh zaka.
"Nenek itu kenapa bro kok natapnya kayak gitu bro." Tanya Daniel penasaran.
"Tau ah aku juga binggung." zaka menggaruk-garuk kepalanya.
Nenek itu lalu menghampiri mobil yang di tumpangi Daniel, zaka lalu menghentikan mobil itu.
"Mohon maaf sebelum nya Ada apa nek? aku perhatikan nenek terus menatap mobil kami." tanya zaka padanya.
"Kamu harus hati-hati jika sudah memasuki kampung ini, di luar terlihat indah kalau sudah masuk jangan macam-macam." nasehat nenek itu lalu pergi meninggalkan mereka, beribu pertanyaan tersimpan di Benak mereka.
"Maksud nenek itu tadi apa bro, kok jadi serem yah denger nya." panik Rio.
"Nggak tau juga mungkin kita di suruh hati-hati jangan nakal di kampung orang, lebih jelas nya kita tanya seila aja deh entar." Ucap Daniel
"Tumben otak lu encer," ledek zaka lalu kembali melanjutkan perjalanan nya terlihat mobil seila udah menjauh dari mobil mereka.
"Asem, kita di tinggal bro." ujar zaka.
Tania mulai kesal, dari tadi dia bunyiin klakson malah tidak di ladenin sama mereka, dia jadi ikutan kepo dengan apa yang nenek itu sampaikan kepada mereka.
"Eh kamu liat nggak nenek tadi singgah di mobil Zaka?" Tanya Renata.
"Liat makanya aku udah tidak sabaran mau sampai ini, jadi kepo aku nenek itu ngomong apa ke mereka."
"Iya nih aku juga penasaran loh
" Yah mungkin aja dia heran aja kali banyak mobil yang lewat." Timpa si lani
"Owh lu udah bangun." ujar Tania.
"Iya nih udah, kepalaku jadi sakit tau tidurnya miring gitu." sambil memegang kening nya.
"Yaelah salah sendiri juga," ledek Tania.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terlihat mobil di depan berbelok ke salah satu rumah yang terlihat begitu besar namun terbuat dari kayu, rumah di desa itu rata-rata masih terbuat dari kayu jati. Mereka memarkir mobil nya di depan rumah sebagian di bawah kolom rumah.
"Rumah panggung yah?" Tanya Denise.
"Iya, emang lu sebelum nya nggak pernah liat rumah kayak gini." tanya Rio
"Pernah kok aku seila dan Dani sering jalan-jalan ke kampung orang." Denis membela diri.
"kirain bule nggak pernah pulang kampung." ledek Rio.
"Yah mulai lagi ledeknya."
Mereka naik ke atas rumah yang masih terlihat Koko dan kuat pondasinya, sesampainya di atas rumah mereka langsung duduk di teras. Terlihat di teras luar ada kursi tamu dan beberapa kue dan minum yang sudah di siapkan oleh pemilik rumah.
"Seila ini rumah siapa?" bisik Moli padanya.
"Rumah nenek ku mol,"
"Owhhh bagus yah kayunya kuat dan nggak cepat patah."
"Iya, padahal ini udah hampir 50 tahun loh kayu nya masih kuat, aku masih kecil aja nih rumah masih terlihat baru sih."
"Aku suka loh kalau pulang kampung kayak gini rumahnya juga kalau malam adem, ayem gitu.
"Ayo di minum semua teh nya, wah kalian banyak orang nih pasti seru." ucap nenek Seila.
"Iya nek, makasih." ujarnya.
"Owhh iya di sini itu ada Enam kamar cowoknya nanti dua kamar ceweknya dua kamar, biar kalian yang saling ngatur."
"Owhh iya nek makasih yah, maaf udah repotin." ucap Dani kepada nenek itu.
"Ahh tidak masalah, tapi nanti kalian tidak boleh macam-macam di sini. namanya juga kampung orang kalau ada masalah bilang, di sini juga kalau udah tengah malam tidak boleh jalan sendirian. apalagi kan kalian pendatang baru nenek khawatir kalian kenapa-kenapa.
"Iya nek kami pasti akan jaga diri baik-baik." Seila menimpali perkataan neneknya lalu mengusap-usap pundak nenek.
"Kalau begitu nenek tinggal dulu yah kalian habis ini kalau mau Istirahat silahkan, kalau mau jalan-jalan juga tidak masalah." nenek itu lalu masuk ke dalam rumah meninggalkan mereka.
"Kalau di rumah nenek kamar mandi ada tiga dua di atas satu di bawah, tuh di depan." tunjuk seila pas di depan mereka.
"Eh kok tumben yah aku baru kali ini pulang kampung, kamar mandinya ada tiga, biasanya kan cuma satu." Ujar Rio kepada teman-temannya.
Saat mereka asik berbincang Tania ingat sesuatu lalu dia langsung ingin menanyakan langsung ke zaka kejadian yang tadi siang itu.
"Eh say tadi kok mobil kamu singgah sih?" kata-kata Tania barusan membuat zaka sontak kaget.
"loh kok kamu tau si say?" Tanya nya.
"Ihh orang dari tadi di klakson juga, tapi gak dengar loh." kesel tania
"Ihh maaf syang, cuma di kasih peringatan aja kok."
"Dia ngomong apa say?" Tania mulai kepo. Baru saja mau ngejelasin nya ke Tania tiba-tiba dia di panggil sama Denise.
"Ihh kalian malah asik pacaran, ayo masuk dulu entar aja pacaran nya." ledek Daniel.
"Iih dasar si kuda lagi bahas yang nenek di jalan tadi." kesel zaka.
"Ya elah entar aja bro bahas nya tuh cuman tinggal kita bertiga nih kayak cinta segitiga aja." Belum sempat Moli mencubitnya Daniel udah lari duluan.
"Nggak usah di tanggapin Loh, ngawur dia." zaka merangkul Moli masuk ke rumah itu.
"Awas aja kalau ku dapat ku cubit lagi pinggang nya biar tau rasa." gerutu Moli masih kesal.
"Ihh gemesin deh kalau kamu marah-marah gitu." zaka mencubit hidung mancung itu.
Moli lalu masuk ke dalam kamar cewek terlihat lani, Renata, seila, Dinda udah ada di dalam.
Dinda sendiri pacar Rio dia memang tidak begitu banyak bicara, di antara mereka Dinda lah yang paling cuek tapi cuek-cuek begitu dia termaksud cewek yang gaul, modis, dan bar-bar.
Selamat Tahun Baru..🥳
Semoga tahun ini dipenuhi sukacita, keberkahan, kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan serta terwujudnya mimpi2 & doa2 terbaik kita semua..🥰
Semangat ⭐❤️⭐❤️⭐❤️⭐❤️⭐
bacanya kadang jd g ngerti kadang namanya seila,cindi,tania,bnyk banget ya ganti perannya,tolong teliti lg ya sayang dlm penulisannya😊🙏🙏