NovelToon NovelToon
DI,BELAI SAHABAT SUAMIKU

DI,BELAI SAHABAT SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Pernikahan Sora dan Rian terancam hampa akibat dinginnya sikap sang suami. Di tengah kesepian yang menghimpit, hadir Aris, sahabat masa kecil Rian yang perhatian dan selalu ada. Sentuhan lembut dan kehangatan Aris perlahan mengikis benteng pertahanan Sora. Sebuah kisah tentang godaan terlarang, dilema kesetiaan, dan gairah yang membakar di balik pintu tertutup

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OBSESI

"Jangan mendekat, Aris!"

Suara Sora membelah keheningan ruang kerja yang mencekam. Sora melangkah mundur hingga bagian belakang paha dan pinggulnya menghantam tepi meja kayu tebal. Jemarinya yang dingin meremas kuat lembaran map kulit hitam di balik punggungnya, berusaha mencari celah atau jarak untuk bernapas.

Aris menghentikan langkahnya. Pria itu berdiri hanya dua meter dari tempat Sora terpaku. Senyuman hangat yang biasanya menghiasi wajah tampannya kini benar-benar musnah, berganti dengan kilatan mata cokelat gelap yang memancarkan dominasi pekat dan obsesi yang mengerikan.

"Kenapa kamu harus sepenasaran ini, Sora?" Aris menghela napas pendek, lalu melangkah satu tapak lebih dekat dengan tenang. "Padahal kalau kamu pura-pura tidak tahu... kita bisa hidup bahagia. Aku akan memberimu semua kehangatan dan kemewahan yang tidak pernah diberikan oleh Rian."

"Bahagia?" Sora tertawa tawar, air mata kekecewaan dan ketakutan meluncur makin deras membasahi pipinya. "Kamu hancurkan hidup keluargaku! Kamu bikin perusahaan almarhum ayahku bangkrut, kamu jebak aku sampai aku terpaksa nikah sama pria brengsek kaya Rian... dan kamu sebut ini kebahagiaan?!"

"Aku melakukan semuanya demi kamu, Sora!" potong Aris dengan nada bariton yang meninggi, suaranya menggema tegas di seluruh sudut ruangan.

Aris mengikis sisa jarak di antara mereka dalam sekali langkah. Sebelum Sora sempat menghindar, kedua lengan kokoh Aris mengunci tubuh Sora di antara meja kerja, memenjarakan wanita itu dalam jarak yang sangat rapat.

Hawa panas dari tubuh Aris bercampur aroma kayu cendana yang maskulin memenuhi indra penciuman Sora. Namun kali ini, aroma yang dulu terasa menenangkan itu justru terasa mencekik dan menakutkan bagaikan perangkap racun.

Aris menundukkan kepala, menatap lurus ke dalam manik mata Sora yang gemetar hebat.

"Rian itu pria bodoh yang cuma tahu cara menggunakan uang," bisik Aris dengan nada rendah yang dipenuhi dominasi. "Dulu saat kuliah, aku tahu dia juga menginginkanmu. Tapi dia tidak punya visi. Jadi aku buat kesepakatan... aku yang mendanai kehancuran bisnismu, dan Rian yang bertindak sebagai penyelamat. Aku izinkan dia memilikimu sementara waktu, Sora... hanya sementara, sampai aku menyelesaikan semua ekspansi bisnisku di Singapura dan siap membawamu sepenuhnya."

"Kamu gila, Aris..." cicit Sora dengan napas memburu, berusaha mendorong dada tegap Aris dengan sisa tenaganya. "Kamu monster! Aku bukan barang yang bisa kamu transaksikan!"

"Kamu milikku sejak lima tahun lalu, Sora!" bentak Aris pelan namun menancap tajam.

Tangan tegap Aris merayap naik, jemarinya yang kuat membingkai rahang Sora, menahan wajah wanita itu agar tidak bisa berpaling. Usapan ibu jarinya di pipi Sora terasa membakar kulit, seolah menegaskan bahwa Sora tak akan pernah bisa lepas dari genggamannya.

Sora memejamkan mata rapat-rapt, menahan histeris di dada saat bibir Aris mendaratkan ciuman paksa yang dingin dan sarat kepemilikan di garis lehernya. Setiap sentuhan Aris kini terasa seperti belenggu besi yang mengunci kebebasannya.

"Lepaskan aku, Aris! Tolong..." tangis Sora pecah dalam pasrah yang menyayat hati.

Aris menghentikan ciumannya, menatap wajah Sora yang memerah dan berderai air mata. Ada kilatan penyesalan tipis yang melintas di mata Aris melihat wanita yang dipujanya menangis ketakutan, namun obsesinya jauh lebih besar dari rasa kasihan itu.

"Aku tidak akan pernah melepaskanmu," bisik Aris lembut namun dingin. Ia mengambil map kulit hitam dari tangan Sora yang gemetar, lalu melemparkannya sembarangan ke atas meja.

Aris merangkul tubuh Sora, mengangkatnya secara sepihak walau Sora berusaha memukul dada tegapnya. Aris membawa Sora keluar dari ruang kerja menuju kamar tidur utama, lalu mengunci pintu kamar utama tersebut dari dalam.

Aris merebahkan Sora ke atas ranjang king size. Sebelum Sora sempat beranjak bangun, Aris menindih tubuh wanita itu secara perlahan, menahan kedua pergelangan tangan Sora ke atas kepala dengan satu genggaman tangannya yang kokoh.

Sora terengah-engah, memandang Aris yang kini berada di atasnya dengan tatapan penuh permohonan.

"Jangan lakukan ini, Aris... Aku mohon..." pendar air mata Sora membasahi bantal di bawah kepalanya.

"Aku tidak akan menyakitimu, Sora," bisik Aris intim, bibirnya menyusuri kening dan pelipis Sora dengan usapan yang penuh gairah posesif. "Aku hanya akan menyimpannya di sini... di mana Rian atau siapa pun di luar sana tidak akan pernah bisa menyentuhmu lagi."

Aris melepaskan genggaman tangannya di pergelangan tangan Sora, lalu membelai helai rambut panjang wanita itu dengan sangat hati-hati. Ia lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel pribadinya.

Di hadapan Sora, Aris menekan sebuah nomor dan menyalakan mode speaker.

Hanya dalam dua kali dering, suara Rian yang serak dan dipenuhi amarah terdengar nyaring dari pengeras suara ponsel.

"Aris! Kembalikan istriku, bajingan!" teriak Rian dari ujung telepon.

Aris menyunggingkan senyuman dingin, tangannya yang lain mengusap lembut pinggang Sora di balik gaun tidurnya, membuat Sora menahan napas ketakutan.

"Dengar baik-baik, Rian," ucap Aris dengan suara tenang namun mematikan. "Sora tidak akan pernah kembali padamu. Surat gugatan cerai dan berkas kebangkrutan bisnismu yang baru... sudah dikirim oleh pengacaraku ke kantormu pagi ini."

"Apa maksudmu, Aris?!" suara Rian terdengar panik dan histeris dari balik telepon. "Kamu mau menghancurkan bisnisku?!"

"Aku bukan hanya menghancurkan bisnismu, Rian," balas Aris santai. "Aku mengambil kembali apa yang seharusnya jadi milikku sejak awal. Mulai hari ini, Sora resmi hilang dari hidupmu."

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Aris mematikan sambungan telepon tersebut dan melempar ponselnya ke ujung ranjang.

Sora menatap Aris dengan dada yang bergemuruh hebat. Pria di hadapannya ini telah merencanakan segalanya tanpa cela, mengunci semua pintu pelarian yang ia miliki.

Aris menundukkan kepalanya kembali, mendekatkan wajahnya hingga jarak di antara bibir mereka hanya tersisa sehelai benang. Kehangatan napas Aris berhembus mengenai kulit wajah Sora, menyalurkan gelombang ketegangan yang membuat jantung Sora berdegup tak beraturan.

"Sekarang... hanya ada kita berdua, Sora," bisik Aris dengan suara bariton yang amat sangat dalam.

Jemari Aris merayap perlahan dari pinggang turun membelai paha halus Sora, memberikan sentuhan intim yang membuat bulu kuduk wanita itu merinding hebat di antara rasa benci dan ketidakberdayaan.

Sora memejamkan matanya rapat-rapt, menelan saliva yang terasa pahit di dalam tenggorokan saat ia menyadari bahwa dirinya kini terperangkap dalam sangkar emas milik sahabat suaminya sendiri.

Bip... Bip... Bip...

Tiba-tiba, suara alarm darurat kebakaran di dalam unit penthouse mendadak melengking nyaring, disusul suara dentuman keras yang menghantam pintu depan penthouse di luar kamar!

Aris tersentak mendadak, menghentikan usapan tangannya di tubuh Sora. Matanya membeku menatap ke arah pintu kamar.

Dari balik pintu kamar yang terkunci, suara teriakan dan langkah kaki banyak orang terdengar mendekat dengan cepat, disusul suara hantaman benda berat yang mulai mendobrak pintu kamar utama.

Sora membelalakkan matanya dalam kegelapan ketakutan, menatap wajah Aris yang mendadak berubah pucat pasi.

"Aris! Buka pintunya! Polisi dan tim penyelamat sudah di luar!"

Sora menahan napasnya, jantungnya berdebar kencang saat mendengar suara teriakan asing itu di balik pintu yang mulai retak.

"Jangan harap kamu bisa lolos, Aris... Kami punya rekaman suara asli pengakuanmu lima tahun lalu!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!