NovelToon NovelToon
Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Mahardika yang harus menanggung penyakit kusta selama 3 tahun, setelah berobat di berbagai macam caranya, dari obat alternatif, hingga rumah sakit besar, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, uang tabungan habis untuk berobat dan hanya tinggal sebidang tanah dan sebuah rumah yang tersisa. Dan itu tidak mungkin ia jual karena hanya itu satu-satunya peninggalan untuk anak dan istrinya.

Hingga akhirnya ia bermimpi ada seorang kakek datang dan memintanya untuk datang ke gunung Merapi jika ia mau sembuh.

Mahardika pun meminta izin dengan istrinya, dan berharap bisa sembuh jika ia berobat dengan kakek tersebut.

Hari berganti bulan, hingga akhirnya dia tahun berlalu. Kini Mahardika sudah sembuh total dan sehat kembali dan mendapatkan wasiat menjadi tabib.

Tapi saat ia pulang, alangkah terkejutnya dia. Karena rumah dan tanah itu sudah terjual, dan lebih sakitnya, anaknya ternyata di titipkan ke panti, sementara istrinya sudah menikah lagi.

Akhirnya ia membangun keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Mendengar kata "dimusnahkan", wajah Amel langsung berubah panik. Ia memeluk erat paha ayahnya. "Jangan! Jangan dirusak bunga Amel! Bunga itu buat sembuhkan orang!"

Mahardika mengusap lembut tangan Amel, lalu ia menatap Inspektur Hery dengan tatapan tajam.

"Dokter Broto mengirim kalian ke sini hanya karena rasa iri dan takut persaingan, bukan? Tanaman ini tumbuh di atas tanah pribadi saya. Saya tidak menjual obat secara komersial, dan saya menolong orang atas dasar kemanusiaan. Atas dasar hukum apa kalian ingin memusnahkan tanaman di pekarangan pribadi?" kata Mahardika penuh penekanan.

"Hukumnya adalah KAMI!" bentak anak buah Hery sambil membentangkan pita segel kuning bertuliskan DILARANG MENDEKAT - DALAM PENGAWASAN DINAS KESEHATAN.

"Cepat pasang segelnya! Ratakan tanaman-tanaman tak jelas ini!" titah Hery kepada anak buahnya.

"Coba saja kalau berani menyentuh selembar daun pun dari tanaman ini," ancam Mahardika dengan suara tinggi.

para bawahan Hery mendekat ke arah Mahardika.

Tapi Aura murni yang sangat kuat tak kasat mata memancar dari tubuh Mahardika, membuat keenam petugas itu mendadak sesak napas dan kaku di tempat.

Langkah kaki mereka terhenti seketika.

"K-kamu mau melawan petugas resmi, Hah?!" teriak Hery gagap, mencoba menutupi rasa takutnya.

Ckiiiiiith!

Tiba-tiba saja sebuah mobil sedan Rolls-Royce hitam berhenti di belakang mobil dinas kesehatan.

Seorang pria bersetelan jas mahal dengan tas dokumen kulit melangkah turun dengan tergesa-gesa, diikuti oleh dua orang pengawal bertubuh tinggi besar.

Pria bersetelan jas itu adalah Pengacara Setyo, kepala tim hukum tertinggi dari Perkasa Group milik Tuan Baskoro.

"Tahan tangan kotor kalian!" teriak Pengacara Setyo.

Inspektur Hery menoleh dengan raut wajah kesal. "Siapa lagi ini?! Jangan menghalangi tugas dinas..."

Suara Hery terhenti seketika saat Pengacara Setyo melemparkan sebuah map dokumen tebal tepat ke dada Hery.

"Buka mata picikmu baik-baik! Saya Setyo, Kepala Tim Hukum Perkasa Group, bertindak atas nama Tuan Baskoro Utama dan Tabib Mahardika!" tegas Pengacara Setyo berdiri di samping Mahardika sambil membungkuk hormat pada Mahardika.

Hery gemetar membuka dokumen tersebut.

"P-Perkasa Group...?!" gumam Hery kaget setengah mati.

Matanya melotot lebar membaca lembar demi lembar surat kepemilikan dan perlindungan hukum di tangannya.

"Tanah ini secara sah terdaftar sebagai kawasan cagar budaya dan riset herbal pribadi atas nama Dik Amel, putri Tabib Mahardika! Seluruh tanaman di sini dilindungi oleh undang-undang riset swasta di bawah naungan Perkasa Group! Jika kalian berani menyegel atau merusak selembar daun saja di sini, detik ini juga saya akan menggugat kalian dan Dokter Broto atas tuduhan penyalahgunaan wewenang, perusakan properti pribadi, dan pemerasan!" jelas Pengacara Setyo tajam.

"M-menggugat Dokter Broto...?" cicit anak buah Hery ketakutan.

Pengacara Setyo maju satu langkah. "Kamu pikir Asosiasi Kedokteran Modern bisa berdiri di atas hukum negara? Tuan Baskoro sudah menyampaikan pesan khusus untuk Dokter Broto: 'Jika Asosiasi Kedokteran berani menyentuh Tabib Mahardika, Perkasa Group akan mencabut seluruh donasi dan fasilitas medis bernilai ratusan miliar untuk asosiasi kalian!'" kata Pengacara setyo menatap Hery dengan pandangan merendahkan.

Deg!

Inspektur Hery terdiam.

"Ra-ratusan miliar...?" ulang Hery memucat .

Ancaman pencabutan donasi ratusan miliar itu sama saja dengan menghancurkan Asosiasi Kedokteran Modern.

Jika Dokter Broto tahu hal ini terjadi karena ulahnya, Broto sendiri yang akan menguliti Hery hidup-hidup!

"Kembalilah dan sampaikan pada Dokter Broto. Pintu pengobatan saya selalu terbuka untuk siapa saja yang membutuhkan. Tapi jika dia terus menggunakan trik-trik kotor seperti ini untuk mengganggu saya dan putri saya... saya tidak akan segan-segan meruntuhkan seluruh kekuasaannya di kota ini," kata Mahardika dingin.

"B-baik! Kami mengerti! Maafkan kami!" jerit Hery ketakutan setengah mati.

Tanpa membuang waktu lagi, Inspektur Hery dan anak buahnya berlari terbirit-birit masuk ke dalam mobil dinas mereka.

Mobil-mobil itu langsung tancap gas meninggalkan desa dengan kecepatan tinggi.

"Horeee! Orang jahatnya kabur! Bunga Amel selamat!" teriak Amel bertepuk tangan gembira.

Pengacara Setyo tersenyum hangat, lalu membungkuk hormat kepada Mahardika.

"Dokter Mahardika, Tuan Baskoro memohon maaf karena tidak bisa datang langsung. Beliau sudah menyiapkan tim pengawal khusus untuk menjaga pekarangan ini dua puluh empat jam jika Dokter berkenan," kata Pengacara Satyo tulus.

"Sampaikan terima kasih saya pada Pak Baskoro. Tapi sampaikan juga padanya, untuk orang-orang seperti Dokter Broto... dia tidak akan berhenti sampai di sini," jawab Mahardika tenang.

"Baik Tabib Mahardika!"

1
Wega Luna
kok bisa kecolongan sih ,
Wega Luna
malu GK tuh malu dong🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
yang bener namanya Lena,Rina atau Ningsih Thor?
less22: Ningsih🤣🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ga pp miskin penyakit yg penting kan sehat masih hidup 🤪🤪
less22: kwkwk betul tuh🤣
total 1 replies
Wega Luna
bales gini dik"setidaknya tidak seperti mantan istriku yg rela membuang darah dagingnya sendiri demi menjadi simpanan pria pebinor seperti mu",,bales ka bales jgn lupa sindir tentang tanah ,atau perlu sindir"jangan jangan penyakit ku ini ulahmu yh Ningsih"
less22: nah iya🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
tak sabar nunggu dika tlp baakoro
less22: kwkwkw iya tuh🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ayo semangat Thor lagi seru ini 👍
less22: hahah, besok lagi🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bagus thorr rupa x baskoro orang baik berati ada yg jahat pake nama x untung curang jg ttg tanah panti t4 amel dulu
Wega Luna
Baskoro itu suami kedua nya si Ningsih?
less22: bukan, tapi pemilik perusahaan besar. tapi Siska bekerja sama dengan baskoro, Ningsih dan suami barunya
total 1 replies
Wega Luna
jangan jangan yg membuat dia sakit dan meracuni panti yh Siska dan Ningsih serta keluarga barunya
less22: aamiin, ada buku baru lagi nih, mampir ya kak🥰
total 9 replies
Sarah
makin seru ceritanya
less22: wah Terima kasih, 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 love you sekenlbon karet e orang
total 3 replies
Icha Arlita
ayo Mahardika di tolong biar tetangga kmu pada tau gimana hebat ny kamu sekarang👍
less22: asekkkk
total 1 replies
less22
okehh
Icha Arlita
ayo lanjut Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
TUAN AMIR
sambung lagi thor
Icha Arlita
seru pokok nya
less22: wahhh Terima kasih
total 1 replies
Icha Arlita
ayo sat set 🤭
Icha Arlita
lagi Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
Icha Arlita
zahen vino letisya itu sapa Thor kok jadi bingung sih 🤦
less22: aduuu, salah pula tadi🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
awal cerita yg bagus 👍👍 rajin2 up ya thorr 💪💪
less22: hahah siappp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!