NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Tap tap tap.

Langkah kaki Yang Zhen dan Su Lin terdengar berirama menaiki tangga batu yang panjang dari ruang bawah tanah.

Hawa dingin malam perlahan mulai menggantikan udara pengap dan panas dari kedalaman segel iblis.

Di telapak tangan kanan Yang Zhen, melayang sebuah bola gravitasi transparan yang berisi cahaya putih berkedip-kedip.

"Lepaskan aku dari bola sempit ini, Tuan Yang Zhen," keluh Leluhur Ye dari dalam kurungan gravitasi tersebut.

"Aku merasa seperti seekor kunang-kunang yang ditangkap oleh anak nakal untuk dijadikan mainan."

Su Lin mendengus geli mendengar perumpamaan yang sangat tepat sasaran itu.

"Setidaknya kunang-kunang memiliki sayap yang indah, Leluhur Ye," sindir Su Lin tanpa menoleh.

"Sedangkan kau hanyalah gumpalan asap tua yang akan lenyap jika tertiup angin malam."

Leluhur Ye hanya bisa menggerutu pelan meratapi nasibnya yang sangat menyedihkan.

Mereka berdua akhirnya tiba di pelataran belakang istana yang cukup luas dan sepi.

Di tengah pelataran tersebut, Tungku Pelebur Kosong milik Yang Zhen telah berdiri kokoh.

Benda itu sengaja dipindahkan oleh Wang Hao dan Mulan ke istana ini beberapa jam yang lalu sesuai instruksi sebelumnya.

"Kalian sudah kembali, Bos!" sapa Wang Hao berlari menghampiri mereka dari arah aula utama.

Pemuda botak itu membelalakkan matanya melihat bola cahaya di tangan gurunya.

"Apakah bos membawa camilan malam dari bawah tanah sana?" tanya Wang Hao dengan wajah penasaran.

Mulan yang berjalan menyusul di belakang langsung menjitak kepala botak rekannya tersebut.

Tuk.

"Gunakan otakmu sedikit, Hao," tegur Mulan melipat tangannya di dada.

"Mana ada camilan yang bisa memancarkan aura spiritual tingkat tinggi seperti itu?"

Yang Zhen tertawa pelan dan mengangkat bola gravitasi itu ke depan wajah murid-muridnya.

Hahaha.

"Perkenalkan, ini adalah Ye Chen, pendiri Kota Awan Merah yang agung," ucap Yang Zhen dengan nada merendahkan.

"Mulai malam ini, dia adalah pelayan baru kita yang akan mengurus kebersihan dan keamanan istana."

Wang Hao dan Mulan langsung menjatuhkan rahang mereka secara bersamaan.

"P-pendiri kota?! Hantu kakek tua itu adalah pendiri kota ini?!" seru Wang Hao menunjuk bola cahaya itu dengan jari gemetar.

Leluhur Ye merasa harga dirinya kembali diinjak-injak oleh murid-murid yang tidak tahu sopan santun.

"Aku bukan hantu, Bocah Botak! Aku adalah sisa jiwa suci!" raung Leluhur Ye dari dalam bola.

"Dan jaga jarimu itu jika kau tidak ingin kutebas!"

Wang Hao justru tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman kosong tersebut.

"Hantu yang marah-marah ini sangat lucu, Bos," komentar Wang Hao berkacak pinggang.

Yang Zhen mengabaikan perdebatan tidak penting itu dan berjalan mendekati Tungku Pelebur Kosong.

Tap tap tap.

"Hao, bawa semua sisa baja spiritual dan logam rongsokan dari rumah lelang kemarin ke mari," perintah Yang Zhen dengan suara serius.

Wang Hao segera menghentikan tawanya dan berlari ke sudut pelataran.

Pemuda itu menyeret sebuah peti kayu besar yang berisi penuh batangan logam dan senjata usang.

Brak.

Peti itu diletakkan tepat di samping kuali batu hitam raksasa tersebut.

"Apa yang akan kau lakukan dengan logam-logam itu, Tuan?" tanya Leluhur Ye mulai memiliki firasat buruk.

"Membuatkan rumah baru untukmu, Pelayan Tua," jawab Yang Zhen mengambil beberapa bongkah baja spiritual.

Klotang.

Yang Zhen melemparkan logam-logam itu ke dalam mulut Tungku Pelebur Kosong.

Pemuda itu kemudian meletakkan kedua telapak tangannya di sisi luar kuali batu tersebut.

Syuut.

Elemen angin dan tanah langsung dialirkan ke dalam pori-pori batu meteorit itu secara bersamaan.

Proses penciptaan ruang hampa absolut kembali dimulai dengan suara dengungan yang memekakkan telinga.

Ngiing.

"Kali ini aku tidak akan memampatkan logam ini menjadi satu titik inti seperti saat mengevolusi kalian," jelas Yang Zhen kepada murid-muridnya.

"Aku akan mencetak baja ini menjadi struktur kerangka humanoid dengan sendi-sendi yang presisi."

Baja spiritual di dalam kuali itu mulai meleleh dan kehilangan wujud padatnya akibat tekanan yang menghancurkan struktur molekulnya.

Namun, alih-alih hancur, Yang Zhen menggunakan elemen tanahnya untuk mencetak lelehan baja itu dari luar.

Krak krak krak.

Suara logam yang ditarik dan dibengkokkan terdengar sangat mengerikan dari dalam tungku.

"Kendalimu atas elemen tanah benar-benar setara dengan dewa pencipta, Yang Zhen," puji Su Lin menatap kekasihnya dengan kagum.

Mulan menganggukkan kepalanya setuju tanpa mengalihkan pandangannya dari tungku.

"Guru bahkan memisahkan setiap sendi agar patung logam itu bisa bergerak layaknya manusia sungguhan," gumam Mulan mencatat setiap prosesnya di dalam kepalanya.

Lima belas menit kemudian, getaran di Tungku Pelebur Kosong perlahan berhenti.

Wush.

Yang Zhen membalikkan tangannya, membuka paksa tutup energi tak kasat mata dari kuali tersebut.

Sebuah tubuh logam berwarna perak kehitaman melayang perlahan keluar dari dalam tungku.

Tubuh itu memiliki ukuran setinggi pria dewasa normal, lengkap dengan tangan, kaki, dan dada yang dipenuhi ukiran formasi energi.

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!