NovelToon NovelToon
THE ELITE OF UNDERGROUND SOCIETY

THE ELITE OF UNDERGROUND SOCIETY

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:581
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

Dendam masa lalu menuntut balas. Seorang musuh besar mengincar putri tunggal sepasang pembunuh bayaran legendaris gadis yang telah dilatih menjadi "Ratu Kematian". Namun, rencana itu membentur dinding tebal. Peladen data sekolah elite SMA Garuda Bangsa dilindungi enkripsi militer ketat, menyembunyikan identitas sang target di balik kabut digital.

sementara target baru memulai tahun ajaran baru, sistem mendeteksi enam siswi baru di kelas X-A yang datanya terkunci total. Demi memastikan dendamnya terbalas, sang musuh nekat menculik keenam gadis itu.

Disekap di dalam palka kapal kargo yang gulita, enam gadis asing berbalut almamater merah marun ini terpaksa menekan ego mereka. Insting predator mereka menyatu, mengubah tempat penyekapan menjadi ladang pembantaian demi merebut kembali kebebasan. Malam itu, adalah awal mula The Elite akan terbentuk.

apakah Mereka mampu mempertahankan the elite karna status mereka yang cukup tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu di Lajur Depan

Suara derit berat dari langkah sepatu laras panjang yang kaku mendadak terdengar bergema di sepanjang koridor lantai dua yang ber-AC dingin, tepat di depan pintu masuk utama kelas X-A. Jam istirahat kedua baru saja dimulai beberapa menit yang lalu, namun atmosfer di dalam ruangan kelas yang tadinya dipenuhi oleh riuh rendah obrolan pelan anak-anak borjuis dunia atas seketika berubah menjadi senyap dan kaku. Sosok Gava Ernando melangkah masuk menembus pintu kayu depan dengan gaya berjalan yang santai, acuh tak acuh, namun memancarkan aura intimidasi berandalan yang sangat kuat.

Kemeja putih seragam sekolahnya hari ini sengaja dibiarkan tidak dikancingkan pada tiga bagian teratas, menampilkan untaian kalung perak bermotif tengkorak kaku yang berkilat samar diterpa cahaya lampu ruang kelas. Gava berjalan lurus menembus celah lajur meja, pandangan matanya sama sekali tidak melirik ke arah belasan murid kelas satu yang langsung menundukkan kepala mereka karena ketakutan melihat kedatangan ketua geng motor terbesar di jalanan tersebut. Langkah kakinya baru berhenti tepat di depan barisan meja paling depan.

"Hai, Gava. Tumben banget kamu mau main ke blok kelas kami siang-siang begini," sapa Nadine dengan nada suaranya yang sengaja dibuat manja dan renyah. Jemari siswi borjuis itu bergerak cepat membetulkan letak jepitan rambut bertatahkan berlian buatan miliknya, mencoba menarik perhatian dari kakak kelas dua yang terkenal sebagai anak donatur utama sekolah tersebut. "Ada perlu apa atau ada berkas OSIS yang tertinggal?"

Gava Ernando bahkan tidak menolehkan kepalanya sedikit pun ke arah Nadine. Sepasang mata elangnya yang tajam sejak awal telah mengunci fokusnya sepenuhnya pada sosok Azrint Breynerlanz yang sedang duduk dengan tenang di kursinya. Gadis dengan kulit seputih peri itu tampak acuh tak acuh, jemari lentiknya yang dipulas warna merah marun pekat bergerak perlahan membalik halaman sebuah majalah mode internasional, seolah olah kehadiran Gava di samping mejanya tak lebih dari sekadar hembusan angin kosong.

Gava mengulas sebuah seringai liar di sudut bibirnya yang kaku. Tanpa meminta izin, pria itu menarik sebuah kursi kayu kosong yang berada di depan meja Azrint, membalikkan sandarannya ke depan, lalu duduk dengan posisi kedua lengan tegapnya bertumpu kuat di atas sandaran kayu tersebut. Dia memajukan tubuhnya, menatap lekat-lekat ke arah wajah cantik Azrint dari jarak yang sangat dekat, membiarkan aroma maskulin berbau kayu cendana dari tubuh berandalannya mengusik indra penciuman gadis di depannya.

Azrint menurunkan majalah modenya dengan sebuah gerakan yang sangat lambat, konstan, dan memancarkan keanggunan seorang putri mafia tingkat tinggi. Dia menegakkan punggung rampingnya yang setinggi seratus tujuh puluh dua sentimeter, lalu menatap Gava dengan pandangan sepasang mata sewarna karamel tua yang sangat dingin, tajam, dan penuh dengan jarak proteksi yang kaku.

"Mau apa lagi lo datang ke kelas gue, Gava? Kejadian di pagar pembatas belakang kemarin siang belum cukup buat bikin lo paham arti kata jangan mengusik?" tanya Azrint dengan nada suara manjanya yang terdengar sangat tajam, barisan giginya yang rapi berkilat samar di balik bibirnya yang penuh.

"Gue cuma mau memastikan dengan mata kepala gue sendiri kalau peri kecil gue gak hilang atau pusing di tengah kerumunan anak-anak manja yang membosankan ini, Azrint," sahut Gava dengan suara baritonnya yang serak merendah, sama sekali tidak menyembunyikan kilatan ketertarikan yang sangat pekat dari matanya saat menyapu ekspresi wajah dingin gadis di depannya.

"Gue bukan peri kecil lo, Gava. Dan saran gue yang paling baik untuk saat ini, mending lo angkat kaki dan balik ke sarang anak motor lo di luar sebelum gue memanggil komite guru pamong untuk menyeret lo keluar dari blok kelas ini," balas Azrint blak-blakan, nadanya kian dingin tanpa ada rasa gentar sedikit pun terhadap reputasi jalanan yang membungkus tubuh Gava.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!