Seorang Gadis yang harus melewati Rintangan Pada saat Malam hari Dengan Rumah Yang tak tau arti Kedamaian di dalamnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fio Ananta Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sosok Ayah Yang Hilang Dari Hidup nya
"ayah?" ucap Gadis itu dengan mematikan teleponnya
Saat Gadis Itu Mengucapkan Kata "Ayah" Dalam Hidupnya Elora Pun Terbangun Dari tidur nya
"hey? Ada apa?" ucap Elora dengan Mengucek kedua matanya
"Ayah ku kecelakaan El...." ucap Alletha
Mendengar Perkataan Itu Gadis Itu tersentak Kaget dan Sangat Tidak Percaya Dengan Apa Yang Gadis itu Katakan Kepadanya
"Kamu bohong kan?" ucap Elora
"Engga, ini beneran ayah ku kecelakaan" ucap Alletha
Elora mencoba Untuk Mencubit Kedua Tangan nya karena ia mengira jika Itu Hanyalah sebuah Mimpi Buruk
"El.. Bisa nganterin Aku Ke rumah sakit ga? Aku mau Lihat Ayah ku untuk terakhir kalinya disana..." ucap Alletha
"Boleh, aku bangunin kakak ku dulu buat nganterin kamu" ucap Elora
"makasih El" ucap Alletha
"kamu Cepat berkemas ganti baju dan Bawa beberapa Barang buat kamu bawa disana" ucap Elora
"iya aku ganti baju dulu" ucap Alletha
Saat Gadis itu Pergi Untuk Menganti pakaian, Elora Segera membangunkan kedua kakaknya Elora Segera menuju kamar kakaknya dan mengetuk pintu
"kak! Buka dulu kak" ucap Elora dengan terus mengetuk Pintu Kamar
pintu itu terbuka Dan Arshaka segera bertanya Mengapa Elora Mengetuk pintu kamar
"ada apa?" ucap Arshaka
"kak, bisa anterin Alletha Ke rumah sakit? Ayah dia kecelakaan..." ucap Elora
"apa?! Kecelakaan? Oke aku Anter bentar aku Beres beres barang dulu" ucap Arshaka
Elora pun segera memasuki Kamar, Dan membangun Kan Alvino yang masih tertidur nyenyak dikamar
"Bangun!" ucap Elora
"aduh, apa?" ucap Alvino
"Anter Alletha, Ayah dia kecelakaan" ucap Elora
"apa?!" ucap Alvino
"Bentar aku Beres beres dulu bentar " ucap Alvino
Beberapa Saat Kemudian
"ayok, segera?!" ucap Arshaka
mereka Semua Pun segera Pergi menuju Rumah sakit, Saat di perjalanan gadis itu melewati jalan bekas Kecelakaan Ayah nya dan melihat betapa Tragisnya Bekas jalan itu
"ayah?" ucap Alletha
"tha? jangan dilihat okey?" ucap Elora
Sesampainya di rumah sakit
"mba, mau nanya pasien yang baru saja kecelakaan ruang berapa ya?" ucap Elora
"Unit 02, di Lantai 9 mba, Kakaknya anak dari korban kecelakaan itu ya? Kalau anda ingin melihat nya ini kunci nya" ucap Mba yang berjaga
"baik mba terimakasih" ucap Alletha Dengan mengambil Kunci yang Mba penjaga itu kasih kepadanya
Mereka pun segera Menaiki Lift Dan langsung menuju Lantai Yang Ingin mereka Naiki, Sesampainya di lantai itu Alletha segera Berlari Mencari Ruangan dan dia menemukan kamar unit 02 ada Di Pojok ruangan
Mereka pun segera memasuki Ruangan, saat berada di dalam ruangan Alletha Melihat Tubuh Sang ayah yang terbaring Lemah dan tidak bergerak Di Ranjang rumah sakit
"ayah?" ucap Alletha
Alletha segera Menghampiri Tubuh ayahnya dan berkata lirih di telinga nya
"ayah..Anak Gadis Ayah merindukan Mu, Anak Mu sudah besar Yah, Pasti ayah senang bisa bertemu mama di surga...Jaga aku dari atas Ya, Aku akan selalu merindukan mu..." ucap Alletha Dengan lirih berbisik di telinga milik ayah nya
Mata Elora pun berkaca kaca melihat Gadis Itu Telah Kehilangan Satu satunya penopang hidup nya dan kehilangan Kedua Sayap Kehidupan Yang Akan selalu Gadis itu rindukan setiap Saat
Gadis itu pun segera memeluk Tubuh Ayah nya yang sudah terasa sangat dingin untuk terakhir kalinya
Saat Elora Sedang Melihat ke sekitar ia melihat ada secarik kertas Yang berada di Meja Tak jauh dari Ranjang, gadis itu menghampiri Nya Dan mengambil Kertas itu dan membaca Isi dalam surat tersebut bertuliskan
"Anak Gadis Ayah sudah Besar Kamu sangat Cantik Mirip dengan Almarhum Ibunda mu Nak, Maafkan ayah jika ayah Harus Pergi terlebih dulu Dari mu, ayah Tidak akan bisa Menjaga mu dan ayah ingin Kamu dijaga Oleh Elora Sahabat terbaik mu nak, Jika Nak Elora membaca surat dari saya Tolong jaga anak saya ya nak, Jika Kamu Membaca Surat Ini Berarti Ayah sudah pergi Jangan terlalu Sedih okey? Anak gadis ayah kan Kuat! Kamu Harus bisa Mengejar Mimpi Mu yang dulu sering kamu ceritakan kepada ayah, Mama dan ayah akan bahagia Melihat mu tumbuh menjadi gadis yang begitu kuat dan hebat dalam melawan Keras nya dunia, Semangat Putri Kecilnya Papa..." Isi Surat Yang Ada di secarik Kertas Itu Membuat Elora Meneteskan air matanya hingga Berkali kali
Dan gadis Itu Berkata lirih "Saya akan Selalu menjaga Putri Kecil mu, Semoga Bapak Tenang disana Saya akan selalu membahagiakan kan Nya Dan Menjaga nya" Ucap Elora Dengan lirih dalam hatinya
Pada Pukul 05.00 Jenazah Almarhum Segera dikebumikan Di TPU yang sama seperti tempat Makam Kedua sahabat nya
"Ayah, pasti ayah senang kan? Bisa Abadi dengan bunda? Aku sudah menepati janji ku untuk menguburkan mu di samping jenazah bunda" ucap Alletha
"Yah, Aku menyesal Telah menyia nyiakan waktu ku bersama mu, Jika waktu bisa diulang Aku akan selalu Menghabiskan waktu bersama mu" ucap Alletha
Saat ia Melihat ke arah makam ibundanya Ia melihat Elora Sedang menaburkan Bunga ke Makam ibunya
"El?" ucap Alletha
"ibu mu akan selalu bangga memiliki Gadis yang sangat cantik seperti mu" ucap Elora dengan Terus menaburkan bunga
"Ayo kita ke Rumah Baru Azella sama Ella" ucap Elora
"dek?" ucap Arshaka
"iya kenapa?" ucap Elora
"semangat adik kecil ku!" ucap Arshaka
"semangat Gadis kecil ku!" ucap Alvino
"Ayah, Ibu Gadis mu ini pergi ya! Maaf belum bisa Menemani Kalian Begitu lama, sebenarnya Aku ingin menemaninya kalian Dengan lama tapi aku tidak ingin terlalu larut dalam kesedihan" ucap Alletha
Elora segera merangkul Gadis itu Dan berkata "Aku akan selalu Membuat Mu bahagia" ucap Elora
mereka pun segera Pergi menuju ke makam Kedua sahabat mereka yaitu Azella dan Ella
"hallo, hallo aku kembali sahabat ku!" ucap Elora
"Kalian gimana kabar nya disana? Pasti senang banget ya? Ga ngerasa Sakit lagi ya?" ucap Alletha
"Maaf ya kita jarang kesini! Pasti kalian menunggu kita kan?" ucap Elora dengan menaburkan Bunga ke kedua makam kedua gadis itu
"Dek? Are you okey?" ucap Arshaka dengan Terus melihat ke arah mata gadis itu yang tampak begitu terlihat sangat berkaca kaca
"nangis aja, ga ada yang ngelarang" ucap Alletha
"Gapapa kok, Semua manusia pasti akan ditinggalkan Oleh Semua Orang Yang sangat Ia sayang" ucap Elora
"Aku sangat merindukan ayah ku" ucap Alletha
"eh, aku pergi dulu ya nanti aku kembali" ucap Elora dengan berjalan pergi
"eh? Mau kemana?" ucap Arshaka dengan Mencegah Gadis itu untuk pergi
"Aku ada urusan jadi aku pergi sebentar" ucap Elora dengan melepaskan genggaman tangan Arshaka dari tangan nya
Gadis itu Terus melangkah hingga Ia tidak lagi terlihat oleh Mereka dan Ternyata gadis itu menghampiri satu makam yang berada agak jauh dari tempat makam kedua sahabatnya
Ia pun segera menunduk dan mengambil sesuatu dari tas nya ia mengambil sebuket bunga dan meletakkan diatas makam itu dan berkata "mah? Mamah apa Kabar disana?" ucap Gadis itu