Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.
Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.
Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 Amanda dan Egar
Setelah makan malam bersama. Amanda dan Egar ternyata tidak pulang, Mereka tampak berjalan-jalan santai.
"Cuaca di Jepang benar-benar sangat dingin. Terkadang aku berpikir bagaimana mungkin mereka bisa tahan tinggal di tempat ini," ucap Amanda membuka obrolan yang membuat Egar menoleh ke sebelahnya.
Egar tidak berkomentar apapun yang membuat Amanda menoleh ke arah Egar.
"Memang kamu seperti ini. Ya?" tanya Amanda membuat Egar menghentikan langkahnya.
"Seperti ini apa maksud kamu?" tanya Amanda.
"Ya seperti ini? tidak bisa menghargai seseorang yang sedang berbicara dengan kamu. Aku baru saja mencoba untuk membangun komunikasi diantara kita agar tidak terlalu canggung, aku sudah membuang egoku dan melupakan permasalahan yang terjadi di antara kita saat pertama kali bertemu, kita bukan musuh dan tidak seharusnya saling tidak peduli seperti ini," ucap Amanda.
"Jujur Amanda, saya tidak mengerti apa yang kamu maksud?" sahut Egar.
"Apa salahnya tuan Egar. Anda menanggapi saya berbicara. Apa salahnya merespon saya berbicara dan agar saya tidak seperti orang sendirian," sahut Amanda lama-lama kesal dengan Egar.
"Hmmmm apa yang harus saya tanggapi dengan kamu? saya bukanlah ahli cuaca dan menurut saya tidak ada yang penting dari apa yang kamu katakan," sahut Egar dengan santai.
Amanda menghela nafas, benar-benar harus bersabar.
"Dari pada mengoceh terus seperti ini, ayo lanjut jalan!" ajak Egar yang berjalan terlebih dahulu membuat Amanda mengha nafas.
Tetap saja Egar yang paling benar, apa yang harus di lakukan Amanda jika sudah seperti itu.
Egar dan Amanda melanjutkan perjalanan mereka dan bahkan mereka memasuki salah satu tokoh barang-barang unik, kalau tidak ada pembicaraan diantara mereka tetapi keduanya tampak serius memilih-milih barang-barang yang ingin mereka beli.
Mungkin Emir juga memiliki hobi mengoleksi barang-barang unik sama seperti Amanda, secara tidak langsung keduanya memiliki kesamaan.
Keduanya sepertinya juga sudah mulai dekat, meski saat ini Amanda berusaha untuk lebih banyak berbicara dari Egar yang memang memiliki sifat dingin.
*******
Setelah percintaan panas itu. Gina dan Amanda sama-sama berada di atas ranjang dengan keduanya tanpa busana yang tertutup oleh selimut putih dengan pakaian mereka berantakan di atas lantai.
Reno bersandar di kepala ranjang dan sementara Gina saat ini berada di pelukannya dengan posisi kepalanya di dada Reno, yang memeluknya dan mengusap-usap bahunya.
"Kamu masih sering jajan?" tanya Gina dengan jarinya berputar-putar di dada bidang Reno.
"Jika diam, maka aku akan menganggapnya ia," ucap Gina.
"Aku frustasi, terkadang pelampiasanku harus melakukan hal itu," jawab Reno.
"Kamu terserah ingin melakukannya dengan sebanyak apapun wanita di luar yang sana, tetapi jangan lupa untuk hati-hati dan bagaimana jika kamu terus gonta-ganti wanita dan mendengarkan penyakit kepadaku?" tanya Gina mengangkat kepalanya membuat Reno menatapnya.
"Tidak sayang, jika untuk wanita lain, aku selalu memakai pengaman, aku tidak mungkin ingin menularkan penyakit berbahaya kepada kamu dan sementara berhubungan dengan istriku, sudah tidak pernah," ucap Reno selalu jujur apapun kepada Gina.
"Kenapa? Bu Sisil akan curiga jika kamu memiliki wanita lain di luar sana?" tanya Gina.
"Aku benar-benar muak dan jenuh, kami hanya terus bertengkar setiap hari dan bahkan rumah tangga kami harus dicampuri banyak orang, semua ini terjadi semenjak aku sudah tidak menjabat di perusahaan lagi, dianggap tidak berguna dan hanya menyusahkan, mereka selalu melakukan semua dengan kemauan mereka tanpa memikirkan perasaanku," ucap Reno menceritakan semua beban pikiran yang dirasakan.
"Aku bertahan dalam pernikahan toxic itu, hanya karena Zena, bagaimanapun aku tidak ingin menyakitinya, tapi justru hal itu menjadi kelemahanku yang dimanfaatkan oleh Sisil. Aku ingin meninggalkan semuanya dan biarkan saja menjadi gembel seperti yang mereka katakan asalkan tidak terjerat dalam pernikahan yang sudah tidak sehat lagi," ucap Reno.
"Jika kamu berpisah dengan istri kamu, maka kasihan Zena, kamu tidak boleh egois yang hanya memikirkan diri sendiri," ucap Gina.
"Kamu masih saja memikirkan bagaimana aku, lalu bagaimana dengan kamu? Apa kamu tidak menuntut hubungan yang jelas di antara kita?" tanya Reno.
Gina menggelengkan kepala dengan tersenyum kepada kekasihnya
"Aku tahu diri, aku tidak perlu menuntut hal seperti apapun kepada kamu dan apalagi harus menghancurkan rumah tangga kamu, aku tidak masalah menganggap diriku sebagai tempat persinggahan, mungkin sudah seperti ini," ucap Gina.
"Sayang jangan pernah mengatakan hal seperti itu? Aku tidak pernah sekalipun menganggap kamu sebagai tempat persinggahan. Bagiku kamu adalah wanita yang mampu memberi kebahagiaan kepadaku," ucap Reno.
"Kamu jangan berlebihan dan bisa saja kalau kamu bosan kepadaku dan akan mencari pengganti," ucap Amanda.
"Tidak akan sayang," sahut Reno dengan menggelengkan kepala..
"Aku akan terus berusaha untuk kamu dan tidak akan menyakiti kamu," ucap Reno.
"Iya-iya," sahut Gina.
"Oh iya sayang, memang benar kamu merekrut Amanda menjadi model untuk produk baru perusahaan?" tanya Reno.
"Kamu mengenal Amanda?" tanya Gina tampak mengerutkan dahi.
"Hmmmm, namanya belakangan ini sering dibicarakan dan aku baru mengetahui ternyata Amanda yang mereka maksud Amanda model lama yang saat ini yang berada di Jepang membintangi iklan dari perusahaan," jawab Reno tanpa ingin memberitahu kebenaran yang sesungguhnya.
"Ya, aku memang mengertinya dan dia cocok dengan produk ini," jawab Gina tampak begitu santai.
Reno tampak berpikir-pikir.
"Kenapa sayang? Kamu kenapa tiba-tiba menanyakan tentang dia? Memang ada masalah jika dia bekerja sama dengan perusahaan?" tanya Gina.
"Tidak sayang, hal itu jelas bukan menjadi urusanku, kamu tahu sendiri aku tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan dan aku tidak tahu kapan aku bisa kembali untuk menduduki posisiku yang telah direbut," ucap Reno.
"Kamu menganggap posisi kamu telah direbut?" tanya Gina memastikan.
"Lalu apa namanya sayang? Mereka dengan mudah mengambil posisiku, Egar duduk santai di bangku yang seharusnya aku mendudukinya," ucap Reno.
"Hmmmm...... sayang meski kita berdoa memiliki hubungan yang dekat dan belum lagi aku juga adalah sekretaris dari pak Egar. Jujur aku tidak ingin berkaitan dengan masalah yang terjadi di antara kamu dan pak Egar, aku sebagai sekretaris profesional dalam bekerja dan tidak ingin mencampuri apapun," ucap Gina.
"Iya-iya aku tahu itu, tetapi kamu selalu mendukung bukan apapun yang aku lakukan?" tanya Reno.
"Jika masih dalam tahap hal positif dan baik, mengapa tidak untuk mendukung," jawab Gina yang benar-benar netral.
"Kamu benar sayang, lebih baik mendukungku jika hal itu adalah hal yang positif," sahut Reno membuat Gina menganggukkan kepala dengan tersenyum.
Bersambung.....