NovelToon NovelToon
Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author:

Punya ijazah S1 Akuntansi dengan predikat Cum Laude ternyata tidak berguna di hadapan tagihan rumah sakit yang mencapai ratusan juta. Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Arini terpaksa membuang gengsinya dalam-dalam dan melamar menjadi kepala pelayan di penthouse mewah milik Adrian—seorang CEO muda kaya raya yang terkenal sedingin es kutub utara.Kerja keras Arini yang super rapi dan cerdas perlahan menarik perhatian sang Kakek pemilik takhta konglomerasi. Salah paham pun terjadi. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal, Adrian terpaksa berbohong dan mengenalkan pelayannya itu sebagai calon istri.Sebuah kontrak pernikahan satu tahun akhirnya disodorkan di atas meja marmer.Gaji ratusan juta, seluruh utang lunas, dengan satu syarat mutlak: Dilarang saling jatuh cinta.Mampukah Arini bertahan menghadapi sikap dingin sang konglomerat di bawah satu atap yang sama? Ataukah pernikahan pura-pura ini justru akan mencairkan hati sang es kutub utara yang selama ini membeku?

Bab 30 (Vonis Akhir dan Kedamaian yang Mutlak)

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah dinding kaca penthouse Sudirman, memantulkan cahaya keemasan di atas meja marmer ruang makan. Suasana pagi itu terasa jauh lebih tenang dari biasanya. Arsenio sedang tertidur lelap di kamar bayi setelah disusui oleh Arini, sementara Adrian seperti biasa sudah rapi dengan kemeja putihnya yang digulung, duduk mendampingi istrinya menikmati sarapan.

Pintu lift pribadi berdenting.

Yudha melangkah masuk dengan langkah yang tegas namun santai. Wajah sekretaris pribadi sekaligus tangan kanan kepercayaan Adrian itu tidak lagi menunjukkan guratan tegang seperti bulan-bulan lalu. Ia membawa sebuah map dokumen tipis berlapis kulit hitam di dekapannya.

"Selamat pagi, Pak Adrian, Nona Arini," sapa Yudha sembari membungkuk hormat dengan senyuman lebar yang tulus.

"Selamat pagi, Yudha. Duduklah, ikut sarapan bersama kami," tawar Arini ramah, selalu menunjukkan kehangatannya yang membuat Yudha merasa dihargai.

"Terima kasih, Nona Arini. Tapi saya harus menyampaikan kabar penting ini terlebih dahulu kepada Anda dan Pak Adrian," ucap Yudha profesional sebelum membuka map hitamnya di atas meja. "Subuh tadi, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah membacakan vonis akhir untuk kasus sabotase dan percobaan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Baskoro dan Natasha."

Adrian meletakkan cangkir kopi hitamnya dengan ketukan pelan yang tegas. Mata elangnya menatap Yudha dengan intensitas dingin yang tajam. "Bagaimana hasilnya, Yudha?"

"Hakim menjatuhkan vonis hukuman penjara selama lima belas tahun tanpa remisi untuk Baskoro atas tindakan sabotase mekanis berencana," lapor Yudha cekatan. "Sementara Natasha divonis tujuh tahun penjara karena terbukti ikut serta mendanai peretasan data medis rumah sakit dan penyewaan detektif ilegal. Seluruh hak waris atau klaim aset Wijaya Group atas nama Baskoro juga telah resmi dicabut secara hukum negara oleh Kakek Wijaya."

Mendengar penuturan Yudha, seulas senyuman lega akhirnya terukir di bibir manis Arini. Rasa cemas dan trauma dari insiden kecelakaan di jalan tol beberapa bulan lalu seketika menguap sepenuhnya dari benaknya. Keadilan telah ditegakkan, dan musuh yang selama ini mengintai kebahagiaan mereka kini telah tumbang untuk selamanya.

"Kerja yang sangat bagus, Yudha. Terima kasih atas pengawalan kasus ini sampai tuntas," ucap Adrian rendah, suaranya terdengar sangat puas.

"Sudah menjadi tugas saya, Pak. Dengan selesainya sidang ini, seluruh ancaman dari masa lalu Anda telah bersih total secara mutlak," jawab Yudha sembari merapikan kembali dokumennya sebelum berpamitan mundur untuk kembali ke kantor pusat.

Setelah kepergiaan Yudha, keheningan yang sarat akan kehangatan emosional kembali menguasai ruang makan. Adrian tidak langsung kembali mencermati tablet kerjanya. Pria itu menggeser kursinya mendekat, lalu menggenggam erat tangan kanan Arini dengan sangat posesif, membiarkan gelang berlian di tangan istrinya bergesekan lembut dengan kulitnya.

"Semuanya sudah selesai, Sayang," bisik Adrian rendah, suaranya terdengar begitu serak dan seksi di dekat wajah Arini. "Tidak ada lagi Baskoro, tidak ada lagi kontrak, dan tidak ada lagi bahaya yang bisa mengintai kehidupan kita."

Arini menoleh, menatap dalam ke manik mata elang suaminya yang kini memancarkan rasa sayang yang teramat mendalam. "Iya, Mas. Kita benar-benar sudah menang."

Adrian menundukkan kepalanya, mengikis jarak di antara mereka hingga Arini bisa merasakan embusan napas hangat suaminya yang memburu. Tanpa memedulikan sisa sarapan di atas meja, Adrian menarik tengkuk leher Arini dengan kelembutan yang posesif, menyatukan bibir mereka dalam sebuah lumatan dalam yang intens, hangat, dan penuh rasa syukur atas kedamaian sejati yang kini telah mengunci takdir cinta mereka seutuhnya.

1
sakura
baguss banget goks abizzzz
sakura
Hallow guys xixi mimin minta maaf karna seminggu ga update tapi tenang aja udah sekarang updatenya doble”. jangan lupa like,komen, dan share yaa cinta-cintaku🫶🏻
sakura
jangan lupa kasih like nya ya manteman,biar authornya ini jadi semangat buat nulisnya xixi😗🫶🏻🙆🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!