Tak menyangka, setelah sampai di kota dan belum lagi bekerja . Tini malah salah masuk kamar ,dia tidak tau kalau ternyata kamar yang dia masuki adalah kamar milik tuan muda disana .
"Kau cari mati ya ? "
"Mau menjebak ku ?"
"Siapa yang menyuruh mu?"
Tini jelas ketakutan, pria tinggi besar didepan nya ini begitu menakutkan. Walaupun wajah nya tampan ,tapi hanya dengan satu tangan saja dia bisa mencengkeram leher tini dengan kuat membuat tini sulit bernafas . Apalagi kini wajah mereka sudah cukup dekat ,tanpa memberi kesempatan tini untuk menjelaskan nya. Pria yang memiliki tubuh kekar dan besar itu pun langsung meraup bibir tini ,mencium nya dengan kasar membuat tini kewalahan dan hampir mati karena tak bisa bernafas .
Bagaimana kisah selanjut nya? yuk langsung mampir 💁♀️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SK(Rencana nyonya besar cendana)
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
"Mina .....kamu jangan ikut ikutan "
Suara Gara menggelegar di ruang tamu itu, membuat mina dan Nyonya besar menahan tawa nya. Nyonya besar cendana tau kalau mina sengaja mengatakan hal itu, dia tau kalau mina sudah mengetahui apa yang dia rencana kan .
"Mama ngak mau tau ,besok mama carikan pelayan lain untuk kamu disini " ucap bukan besar cendana sambil berdiri dan berbalik, berjalan menuju pintu keluar dengan senyuman yang lebar di bibir nya .
"Ma....mama.....ini ngak adil ,lagian Surtini ngak mau di tempat kan di sana " teriak Gara membuat Surtini mengalihkan tatapan nya ke arah gara .
"Saya bersedia di tempatkan di mana saja tuan muda ,saya hanya pelayan dan akan menjalankan sesuai perintah nyonya besar " ucap Surtini membuat Gara merasa kesal ,dia pun berdiri dan mengangkat tubuh Surtini seperti karung beras kemudian membawa nya ke kamar nya.
"Tuan muda ....tuan muda.....turunkan Saya, jangan seperti ini " teriak Surtini sambil memukul punggung Gara ,dia takut jika Gara melakukan hal yang kelewat batas.
"Mina ....tolong Aku " teriak Surtini sambil melihat ke arah mina yang malah tersenyum lebar ,kemudian berbalik meninggalkan nya membuat nya melotot dan tak percaya .
Plaaak
"Diam " bentak Gara sambil memukul pan tat Surtini dengan keras membuat Surtini terkejut dan terdiam, dia benar benar ketakutan.
Ceklek....
Braaak
Pintu di tutup dengan kasar oleh Gara, kemudian dia mencampakan tubuh Surtini ke atas tempat tidur nya . Dengan wajah yang kesal dan marah, dia berencana memberikan pelajaran pada Surtini.
"Aaakhhh....." teriak Surtini dengan cukup keras ,kaki nya kembali berdarah karena gesekan tempat tidur .
Seketika Surtini menangis ,membuat Gara langsung tersadar . Dia menarik kaki Surtini dengan pelan, kemudian menghembus nya . Bersalah karena sudah seenak nya membuat Surtini terluka lagi,baru dia sadari kalau Surtini memang akan mengikuti apa yang di inginkan oleh mama nya karena Surtini hanya bekerja dengan mereka .
"Maafkan aku ,harus nya kamu menolak permintaan mama yang ingin menempatkan mu di apartemen " ucap Gara yang langsung mengambil tissu basah di atas meja nya, dia memang menyiapkan tisu basah di kamar nya karena memang dia sering memimpikan Surtini beberapa malam ini dan sering ngen+ces pucuk batangan milik nya tanpa dia sadari .
"Hiks....hiks....saya hanya mengikuti apa perintah nyonya besar tuan muda ,saya hanya ingin bekerja dengan baik" jawab Surtini yang kini menangis, dia menghapus sudut mata nya yang sudah berair.
"Beneran kamu cuma mengikuti perintah mama buat kerja disana saja ? bukan untuk mencari jodoh kan?" tanya Gara yang merasa tak terima jika Surtini berada disana dan dekat dengan pria lain
"Saya ngak ada niat seperti itu tuan muda ,lagian saya masih ingin bekerja dengan baik dan membiayai adik juga nenek saya yang sakit. Belum tentu pria yang akan menikahi saya mau membantu mereka ,saya juga ngak mungkin minta bantuan dia " jelas Surtini membuat Gara tersenyum, ada rasa lega di hati nya mendengar ucapan dari Surtini.
Cup
Tubuh gara sudah berada di atas tubuh Surtini karena posisi tubuh Surtini yang berbaring, dia baru saja ingin bangkit tapi Gara malah mendorong nya hingga kini gara dengan santai mengecup kening Surtini membuat kedua mata Surtini terpejam .
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘