NovelToon NovelToon
Monster Pedang Gerbang Timur

Monster Pedang Gerbang Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Muzu

Lahirnya seorang pangeran yang cerdas dan berbakat seharusnya menjadi keberuntungan suatu kerajaan ataupun kekaisaran, tetapi yang terjadi justru keberadaannya dianggap sebagai ancaman nyata oleh berbagai pihak yang mendambakan kekuasaan semu.

Melalui sebuah konspirasi, sang pangeran harus mengalami musibah. Ia yang sebelumnya dikenal cerdas dan berbakat, berakhir menjadi seorang pangeran yang tidak berguna.

Dengan kondisinya itu, sang pangeran diusir dari istana dan dibuang ke Gerbang Timur, tempat di mana para keluarga istana yang dianggap sampah diasingkan.

Namun, di balik musibah yang terjadi, Gerbang Timur menjadi titik balik kebangkitan sang pangeran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muzu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepakan Sayap

Saat Qin Zhao memasuki alam dimensi, keempat anak monster terlihat saling melemparkan kepala yang langsung ditelan tanpa dikunyah, sementara Goziro sedang sibuk memilah kualitas tubuh dari tumpukkan jenazah prajurit.

“Kau sudah kenyang, Nyonya?” tanya Qin Zhao memperhatikannya.

“Cukup kenyang, Tuan,” jawab Goziro yang seketika menghentikan aktivitasnya. “Apa yang Tuan bawa?”

“Ini logam hitam, Nyonya. Kaubantu aku melelehkannya!”

“Baik, Tuan.”

Goziro langsung memasuki mode bertarung lalu melemparkan lahar api ke permukaan logam. Sementara Qin Zhao masih berdiam mengamati.

“Logam ini sangat kuat,” gumamnya.

Api abadi yang dikerahkan Goziro masih belum mampu melelehkan logam. Qin Zhao segera mengerahkan api abadi miliknya.

Dua energi api abadi yang dikerahkan sedikit mengubah warna logam menjadi hitam kemerahan, tetapi itu masih belum cukup.

“Nyonya, tingkatkan sedikit lagi!” pintanya. Qin Zhao merasa suhu dari api abadi masih belum cukup untuk memuai logam. Ia kemudian mengerahkan energi lain yang bersemayam di tubuhnya.

Kilatan elektromagnetik mulai memancar dari tubuhnya dan dilapisi oleh energi hitam yang suhu panasnya sepuluh kali lipat dari api abadi. Kali ini usahanya mulai membuahkan hasil. Logam hitam berangsur menjadi merah sepenuhnya.

“Sudah waktunya!” desis Qin Zhao lalu membentuk pola rumit di kedua tangannya.

Warna merah pada logam semakin terang dan berangsur memuai. Pada saat itu, Qin Zhao mulai membentuk sebuah zirah yang akan dikenakannya nanti.

Saat zirah yang terbuat dari lelehan logam itu hampir terbentuk sempurna, lempengan kristal yang menopangnya pecah. Sontak saja hal itu membuat Qin Zhao panik. Dan dalam kondisi masih sangat panas, ia menariknya dengan paksa.

Zirah logam itu langsung melapisi tubuhnya dengan ajaib mengikuti setiap lekuk tubuh lalu menghilang dengan sendirinya.

“A … apa yang terjadi?” gumam pikirnya. Qin Zhao tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Bahkan untuk berkedip pun ia tidak bisa.

“Tuan, tubuhmu?” Goziro menatapnya heran. Qin Zhao terlihat menyerupai sebuah batu. Tidak bergerak sedikit pun.

“Hhmm hmm!” Bahkan sekarang Qin Zhao tak dapat menggerakkan bibirnya.

Energi monster dalam tubuhnya kembali ia kerahkan, tetapi sama sekali tak berdampak. Logam hitam yang melapisi tubuhnya seolah mengunci semua energi miliknya.

“Sial, sial, sial!” rutuknya dalam hati.

Goziro sampai menurunkan kepala untuk melihatnya lebih dekat. Satu-satunya yang bergerak di tubuh Qin Zhao hanyalah kedua bola matanya.

“Kau pergilah dan jangan menatapku begitu!” kata Qin Zhao melalui transmisi jiwa.

“Baik, Tuan.” Goziro mengepakkan sayap dan pergi meninggalkan tuannya yang membatu.

Meski tak dapat bergerak, Qin Zhao beruntung dirinya berada di alam dimensi. Ia bisa fokus untuk terus mencoba menggerakkan tubuhnya tanpa khawatir ada yang mengganggunya.

Hingga sampai kepala para prajurit hampir habis dimakan keempat anak monster, Qin Zhao masih belum berhasil menggerakkan tubuhnya. Qinzu yang kasihan melihat tuannya itu mendekat.

Sayangnya Qin Zhao tidak bisa berbicara melalui transmisi suara maupun transmisi jiwa dengan Qinzu. Namun, kehadiran monster awan itu cukup meredakan kebosanan yang melanda.

Dalam kondisi seperti itu, Qin Zhao tidak menyerah. Ia terus berpikir agar bisa memfungsikan kembali tubuhnya.

Lempengan kristal yang pecah sepertinya masih menopang berat logam hitam di tubuhku, tapi bagaimana caraku bisa menggerakkan kembali tubuhku yang terkunci ini? Qin Zhao mulai frustasi memikirkannya.

Hingga pada titik ia merasa buntu, Qin Zhao tidak lagi memikirkannya. Ia memilih untuk mengingat semua yang dialami. Keinginan menjadi kuat sewaktu kecil agar tidak direndahkan siapa pun kini dimilikinya. Namun, setelah berhasil mendapatkannya, ia justru terbebani. Sesuatu yang berlebih memang tidak baik, tetapi lebih baik daripada kekurangan yang hanya dianggap sampah.

Baiklah, yang harus kulakukan adalah menerima atas semua yang terjadi, tekadnya.

Kali ini Qin Zhao memanfaatkan kondisinya dengan menyelami kembali kekuatan yang dimilikinya, terutama energi ras monster yang sampai saat ini hanya bisa dirasakan tanpa dipahami seluk beluknya.

Ternyata tidak hanya inti energi yang aku dapatkan, bahkan ada ribuan kemampuan dari para monster yang tersembunyi di dalamnya.

Qin Zhao mulai memahami sedikit demi sedikit kemampuan para monster dan itu membuat dirinya bisa menggunakan berbagai energi yang selama ini belum digunakan sepenuhnya.

Dari banyaknya kemampuan yang bisa dipelajarinya, Qin Zhao tertarik pada kemampuan terbang ras monster bersayap.

Aku akan mencobanya! Qin Zhao kembali bertekad.

Jiwa serta pikiran Qin Zhao berputar mengamati setiap denyut energi yang bersemayam di dalam tubuhnya. Setiap lapisan energi ia tautkan dan pahami asal muasalnya.

Energi monster yang berbeda mulai bergejolak, menyeruak, dan memberikan tekanan lain hingga membuat fisik tubuhnya bergetar hebat. Logam hitam yang berada di lapisan terluar tubuhnya pun seolah dipaksa untuk mengikuti ritme dari energi monster.

Sejurus kemudian, bagian punggung tubuh Qin Zhao mengalami robekan dan memunculkan sepasang sayap berwarna merah kehitaman yang seketika merentang sempurna.

Kondisi saat munculnya kedua sayap itu membuat Qin Zhao menjerit histeris merasakan sakit yang teramat di punggungnya. Namun, jeritan itu berubah menjadi kekaguman begitu ia merasakan sesuatu yang terbentang di belakang tubuhnya.

“A … aku punya sayap!” Qin Zhao kemudian mencoba untuk mengepakkan keduanya.

Dengan kepakan kedua sayapnya itu tubuhnya terangkat ke udara. “Jadi seperti ini rasanya menjadi burung,” ucapnya bangga.

Meski laju terbangnya lambat, Qin Zhao sangat bahagia.

Dari kejauhan, Goziro bersama keempat anaknya mendekat. Pandangan mereka tampak kagum melihat kedua sayap Qin Zhao yang berbahan logam.

“Tuan, kau memiliki sayap?” tanya Goziro masih heran melihatnya. Setahunya, ras manusia tidak memiliki sayap.

“Iya, tapi sangat berat menggerakkannya,” jawab Qin Zhao masih berusaha untuk menstabilkan laju terbang.

“Apa bagian tubuh lainnya sudah bisa digerakkan?”

Qin Zhao coba menggerakkan lehernya yang masih terasa kaku. Ia lanjutkan dengan menggerakkan tangan dan kedua kaki yang juga terasa kaku. Hanya saja bibir dan kelopak matanya mulai bisa digerakkan dengan cepat.

“Sudah lebih baik dari sebelumnya,” kata Qin Zhao.

“Sepertinya Tuan harus sering melatihnya,” ujar Goziro.

“Terima kasih, Nyonya. Aku akan melatihnya sekarang.”

Goziro beserta anaknya kembali menjauhi, sementara Qin Zhao tidak ingin melewatkan kemampuan barunya itu. Ia terbang ditemani Qinzu yang mengekor di belakangnya. Kesempatan ini pun dimanfaatkannya dengan menggerakkan beberapa bagian tubuh agar bisa secepatnya berfungsi normal.

Setelah merasa kedua tangannya bisa bergerak dengan normal, Qin Zhao melayang turun dan berjalan menghampiri Goziro dengan langkah yang masih tertatih.

“Nyonya, terima kasih atas bantuannya. Aku harus kembali!” kata Qin Zhao lalu menghilang.

***

Qin Zhao yang baru saja menampakkan diri di area Gerbang Timur langsung dihampiri Zhi Ruo yang seketika melesat terbang dari arah paviliun.

“Tuan, gawat!” serunya dengan wajah panik.

“Ada apa?” tanya Qin Zhao heran.

“Kota Feiyun hancur dikuasai prajurit Kekaisaran Dazin,” ungkap Zhi Ruo dengan suara yang bergetar.

“Bukankah di sana ada prajurit kota?”

“Prajurit kota habis dibantai mereka,” Zhi Ruo mengatakannya dengan lirih. “Bahkan, masyarakat kota pun tak luput dari pembantaian.”

Pandangan Qin Zhao tertuju ke selatan. Pupil matanya berubah dan ia melihat kepulan asap hitam membumbung dari dalam kota.

“Mengapa tidak ada bantuan dari kekaisaran?” tanyanya kemudian.

Zhi Ruo hanya bisa menggeleng pelan.

“Sepertinya Kaisar menganggap kita akan menghabisi semua prajurit Dazin sehingga bantuan militer tidak dikirimnya, atau … mungkin saja Kaisar menarik kembali bantuan.” Qin Zhao sudah menduganya.

“Bagaimana dengan Sekte Laut Naga Timur? Sebagai sekte lurus seharusnya mereka melindungi masyarakat kota?” Qin Zhao teringat akan keberadaan sekte besar di wilayah Kota Feiyun.

“Dari kabar yang terdengar, mereka hanya akan turun tangan jika Aula Darah terlibat dalam pembantaian kota.”

Keheningan menyelinap di antara keduanya yang diterpa embusan angin yang membawa aroma darah dari kejauhan.

“Karena kita yang membuat mereka melampiaskan emosi di Kota Feiyun, kita tidak bisa berdiam diri di sini. Ayo kita berangkat!” kata Qin Zhao memutuskan.

1
Didi h Suawa
baik
Didi h Suawa
kacau fiksinya,🤭🤭🤭
〈⎳ 小祖ᴹᵘᶻᵘ🍒⃞⃟🦅: 😄😄😄😄 maafkan 🙏 di sini MC lg masa transisi sebelum dapat kekuatan yang sesungguhnya
total 1 replies
soegiman aja
kok jadi gini?😄😄
〈⎳ 小祖ᴹᵘᶻᵘ🍒⃞⃟🦅: itu bab penggiringan, Ka. Terima kasih sudah berkenan mampir 🙏
total 1 replies
RN
di tunggu fantasi lokal nya bg biar kaga belibet nyebut nn nya🤣
〈⎳ 小祖ᴹᵘᶻᵘ🍒⃞⃟🦅: 😄😄😄 nanti ya
total 1 replies
RH
lanjut thor, udah ngasi gift nih👍
〈⎳ 小祖ᴹᵘᶻᵘ🍒⃞⃟🦅: terima kasih, Ka. Maaf kemarin ga sempat up, agak sibuk di rl 😄
total 1 replies
RH
jdi inget wedang😄
〈⎳ 小祖ᴹᵘᶻᵘ🍒⃞⃟🦅: wedang jahe diminum pas lg ujan, enak tuh 😄
total 1 replies
Quinnela Estesa
kak Muzu😊 sesekali dong buat Fantasi Barat.
〈⎳ 小祖ᴹᵘᶻᵘ🍒⃞⃟🦅: Aku kurang suka sama fantasi barat 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!