NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Resmi Jadi Murid

Kabar tentang Zhao Yu menjadi Murid Tabib Rong langsung tersebar saat itu juga. Apalagi, mereka melihat Nan Wei dan yang lainnya menuju rumah Tabib Rong untuk mengadakan Upacara penerima Murid.

Tabib Rong yang baru saja ingin sarapan tentu dikagetkan dengan kedatangan Nan Wei dan beberapa orang warga yang ikut ingin melihat acara tersebut.

"Ternyata kamu sudah tau! Kenapa harus repot-repot seperti ini?" tanya Tabib Rong sambil melihat 7 macam makanan dan beberapa makanan penutup lainnya.

"Ya. Kami baru tau beberapa hari yang lalu. Dan aku sangat mendukung Zhao Yu untuk belajar pengobatan. Jadi, kami datang untuk menamani Zhao Yu untuk menuangkan teh!"

"Hmm, baiklah baiklah.. Mari kita mulai saja!" pintanya.

Zhao Yu segera maju dan berdiri di depan Tabib Rong. Lalu bersujud sebanyak 3 kali, kemudian beranjak dan menuangkan teh yang sudah disiapkan Neneknya dalam teko kecil, agar dia bisa menuangnya dengan baik.

"Guru silahkan minum teh ini, aku bersumpah untuk mematuhi dan menghormati Guru selamanya, serta belajar dengan sepenuh hati."

Kalimat itu diajarkan oleh Nan Wei, dan Zhao Yu hanya perlu meminta untuk mengulang sekali saja, dan dia sudah bisa mengingatnya dengan jelas.

Tabib Rong menerima teh dan langsung meminumnya, yang menandakan Zhao Yu sudah resmi jadi Muridnya.

"Waah selamat, selamat."

"Keluarga Xia sangat beruntung!"

"Ya. Ibu Xia selamat, cucumu pasti jadi Tabib terkenal.

Ibu Nan Wei tersenyum sambil mengangguk sebagai ucapan terima kasih karena sudah mendoakan mereka.

"Guru!"

"Ya. Panggil mereka semua masuk untuk makan bersama! Semua keberkahan darimu harus dibagi!"

"Baik Guru!"

Zhao Yu segera memanggil mereka untuk masuk dan duduk untuk makan bersama. Nan Wei mengambil untuk Tabib Rong terlebih dahulu.

Niatnya mau sarapan roti berubah jadi sarapan mewah. Bahkan 7 macam makanan ini kalah jauh yang ada di kota.

Tabib Rong makan dengan lahap begitupun dengan yang lainnya. Setelah makan mereka lanjut mencicipi berbagai macam kue manis.

"Enak sekali.."

"Ya. Katanya yang masak kedua ipar Nan Wei!"

"Oh pantas saja. Kedua menantu keluarga Xia memang terkenal pandai memasak!"

"Benar. Tadi aku seperti melihat ada kerang batu, dan rasanya sangat enak!"

"Hmm aku juga memakannya, nanti kita tanyakan saja!" ucap Bibi Song. Dia ada diantara mereka.

Bisik-bisik dari beberapa orang yang sangat puas dengan makanan yang disajikan keluarga Xia.

Tabib Rong juga mengucapkan terima kasih, dia merasa sangat dihargai. Padahal mereka hanya tinggal di Desa, cukup tuang teh sebenarnya sudah cukup.

Tapi Nan Wei dan keluarganya benar-benar membuktikan, jika mereka mendukung Zhao Yu untuk belajar pengobatan.

Setelah semuanya beres, Nan Wei meminta Tabib Rong membuatkan jadwal belajar. Dia hanya ingin 5 kali pertemuan dalam seminggu.

Zhao Yu masih kecil, Nan Wei tidak ingin masa kecil Zhao Yu terlewatkan. Dan saat besar nanti malah dia yang disalahkan, karena membiarkan Zhao Yu belajar di usia dini.

"Cukup 4 jam dalam sehari!" kata Tabib Rong.

"Baik. Zhao Yu akan datang pagi dan sore untuk belajar selama 2 jam!" sahut Nan Wei. "Bagaimana dengan biayanya?"

"Tidak perlu, aku yang memintanya untuk menjadi muridku. Bukan kamu yang memaksa atau mendaftarkannya!" bala Tabib Rong.

"Terima kasih!" mana mungkin Nan Wei setuju. Jika Tabib Rong menolak uangnya, masih ada cara lain.

Setelah mengobrol sejenak, mereka semua berpamitan, dan Zhao Yu akan mulai belajar esok hari secara resmi dan terbuka.

***

Tiba di rumah, masih banyak yang antri untuk menjual kentang. Mereka juga langsung mengucapkan selamat kepada keluarga Xia.

Dan orang Restoran juga sudah datang mengambil pesanan mereka. Kedatangan kereta kuda tentu membuat heboh, mereka sangat terkejut saat mengetahui keluarga Xia bekerja sama dengan dua Restoran.

"Bibi, ini uang sisa bayarannya!" kata Xia Lingzi sambil menyodorkan kantong uang.

Nan Wei menerima tanpa membukanya. "Berapa kereta yang datang?"

"Ada dua!"

"Hmm. Padahal mereka bisa saling bantu. Tapi yasudahlah!" sahut Nan Wei dengan acuh. "Di mana Ibumu?"

"Ada di dapur, sedang menggoreng!"

Nan Wei mengangguk lalu pergi ke dapur, dia menanyakan bumbu yang sudah habis agar dia membelinya di kota.

"Adik! Semuanya tinggal sedikit!"

"Baik. Kalau begitu, aku pergi dulu!"

Nan Wei segera berpamitan, dia mencari Zhao Yu yang katanya ingin ikut ke kota sebelum dia mulai belajar pengobatan.

Tapi dia melihat Zhao Yu sedang bermain dengan Limei, dan jika Zhao Yu pergi, Limei akan bermain sendiri, karena Neneknya sedang mengupas kentang.

Nenek Limei sangat bahagia saat Ibi Nan Wei memintanya datang mengupas kentang. Karena selama ini, dia menghasilkan uang dari menjual kayu bakar, atau membantu panen di sawah orang lain.

Sawah atau ladang milik keluarganya sudah habis terjual untuk pengobatan orang tua Limei, tapi pada akhirnya mereka tidak bisa disembuhkan.

Dan Nenek Limei hanya mengandalkan halaman kecil di belakang rumahnya. Makanya dia sangat bersyukur, saat menerima upah dari Ibu Xia.

"Yuyu apa kamu jadi ikut?" Nan Wei memilih untuk bertanya daripada harus pergi diam-diam yang akan membuat gadis kecil itu kecewa.

"Ibu.. Aku, aku ingin ikut. Tapi Limei tidak ada teman bermain!" ucapnya dengan gelisah karena dia tidak tahu haru apa.

Dia sangat ingin ke kota, karena dia sudah lupa bagaimana ramainya kota. Tapi dia juga tidak tega untuk meninggalkan Limei sendiri.

"Zhao Yu! Jangan hiraukan aku, kamu pergi lah! Aku bisa cari yang lainnya untuk bermain bersama!" sela Limei.

"Tapi, aku sudah janji mau bermain bersama!" kata Zhao Yu dengan wajah sedih.

Nan Wei tersenyum melihat raut wajah Zhao Yu yang kebingungan. Hati gadis kecil itu sangat baik, dan jika sekarang masih tetap mengalami penyiksaan, dia akan berubah jadi gadis yang sangat berbahaya.

Dan Nan Wei sangat penasaran, dengan siapa Zhao Yu belajar tentang racun? Apakah Tabib Rong?

"Jangan bersedih.. Ibu akan mengajak kalian berdua ke kota!" Nan Wei tidak tega melihat wajahnya yang ingin menangis.

"Benarkah?"

"Tentu. Limei, apa kamu mau ikut?"

"Bibi.. emm itu,, aku, aku tidak ikut!" balasnya dengan ragu.

"Limei kenapa kamu tidak mau ikut? Kita bisa jalan-jalan di kota!" sahut Zhao Yu dengan samangat.

Limei terdiam, lalu menatap halaman samping di mana Neneknya berada. Siapa yang tidak senang jika diajak ke kota?

Nan Wei yang mengerti keresahan hatinya segera ke halaman samping untuk menemui Nenek Limei untuk berpamitan.

"Apa kamu tidak kerepotan?" tanya Nenek Limei. Dia sebenarnya sangat senang, tapi dia juga sedikit khawatir, takut Limei membuat kesalahan.

"Tidak repot..!"

"Em baiklah, kalian hati-hati!" ucap Nenek Limei sambil merogoh kantong uangnya "Ini, beli kue atau permen, kamu jangan nakal, dengarkan apa yang Bibi Nan Wei katakan!"

"Aku mengerti! Nenek terima kasih." balasnya dengan semangat.

Akhirnya mereka bertiga berangkat ke kota menggunakan gerobak sapi Paman Tao yang sudah menunggu mereka.

"Waahh kalian mau jalan-jalan ke kota ya?"

"Ya Kakek Tao!" seru keduanya dengan kompak.

.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
Chen Nadari
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!