Leann Audina putri, gadis berlesung pipi dengan wajah cantik dan pintar, mendapatkan kesempatan untuk kuliah di jurusan kedokteran di salah satu universitas negri di kota x. Jalan hidupnya akhirnya mempertemukan nya dengan pengusaha sukses yang kaya raya ,ganteng tapi arogan dan berhati dingin.
perbedaan gaya hidup dan pola pikir menjadi polemik dalam hubungan mereka.
bagaimana kisah mereka? akan kah Leann bisa menakluk kan hati sang bule tampan?
cerita ini akan menemanimu dengan tawa dan kadang ada air mata..
semoga suka...terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan dihari Wisuda
Leann bangun dengan rasa enggan. Kepalanya terasa berat sekali. Namun dia tidak punya pilihan, dia harus siap-siap, hari ini dia wisuda.
Pukul Lima pagi, dua orang MUA yang sudah dipesan Daniel jauh sebelumnya datang untuk merias Leann. Pukul delapan pagi acara akan dimulai di Hotel terbesar di kota x.
Baju kebaya yang juga telah dipesan dari perancang busana ternama, juga sudah dipakai Leann.
Pukul tujuh Leann sudah siap. Dia tampil sangat cantik, anggun dan memukau walau di sorot matanya menunjukkan kesedihan yang mendalam. Dia ingin Daniel ada disini, bersamanya, memberinya pelukan agar risau di dalam hatinya lenyap.
Tante Lia menelpon Leann tadi, memberitahu mereka tidak bisa hadir dalam acara wisuda Leann, kakek Daniel harus masuk rumah sakit, karna kesehatannya yang semakin drop. Sedangkan sampai sekarang Daniel belum ada kabarnya. Leann menyampaikan niatnya untuk datang ke rumah sakit, namun tante Lia melarangnya.
"Ini acara yang kau tunggu-tunggu sayang, kamu jangan mengecewakan mereka. Setelah selesai kamu bisa ke mari nak, kakek akan baik-baik saja" tante Lia menenangkan Leann.
Rangkaian acara berlangsung hikmat dan sangat mengharukan saat semua wisudawan calon dokter diambil sumpahnya akan profesi yang kini mereka sandang. Para orang tua menangis bangga pada anak - anak mereka.
Dokter muda masa depan telah lahir untuk mengabdi bagi negri ini.
Tiba saatnya untuk papanya memberi kata sambutan yang mewakili para orang tua bagi mahasiswa yang berprestasi. Leann bangga pada papanya. Dapat berbicara lantang dan tegas di depan banyak orang, yang pangkat dan jabatannya lebih tinggi dari papanya.
Saat Leann memberi pidato sebagai wisudawan yang lulus dengan IP tertinggi, dia sempat menitikkan air mata. Dia teringat Daniel.
"Sayang, andai kamu ada disini, aku akan semakin bahagia hari ini" batinnya.
Acara wisuda sudah berakhir. Semua para wisudawan beserta para tamu undangan keluar dari aula hotel. Leann banyak mendapat ucapan selamat dari teman-teman nya, atau pun dari para adik stambuk nya. Mama papa serta adiknya juga sudah memberi bingkisan bunga yang sangat indah.
"Papa dan mama sangat bangga padamu nak, impian kami sudah kau wujudkan, terimakasih putri kecilku" papa meluknya erat. Tangisan yang sedari tadi di tahan nya pecah dalam pelukan putrinya. Leann balas pelukan itu dengan ikut menangis.
Mama nya berpelukan dengan tante Maya dengan tangisan yang tak kalah nyaring. Banyak orang yang sedang mengambil sesi photo melihat ke arah mereka, lalu tersenyum menyaksikannya.
Hanya Dino dan om Bram yang sanggup menahan diri untuk tidak ikut dalam festival tangis-tangisan itu.
Tangisan mereka terhenti ketika seorang pria menghampiri Leann yang sedang berpelukan dengan papanya.
"Boleh kah aku juga memelukmu?memberimu ucapan selamat, sayang ku?"
Papa melerai pelukannya, melepaskan pelukannya dari Leann sembari melihat ke arah pria itu. Leann yang melihat pria itu, spontan lari kepelukan pria yang merenggangkan tangannya agar dipeluk.
Tangis Leann kembali pecah. Dia tak perduli semua mata menatapnya. Bahkan dia tak malu untuk memeluk pria di depan orang tua nya. Yang hanya dia perduli, Pria yang sangat dicintainya itu ada disini, sedang memeluknya. "Oh Tuhan, terimakasih.." serunya lebih ke diri nya sendiri.
Leann melepas pelukannya. Menatap kembali pria itu, ingin memastikan dia adalah Kekasihnya yang menghilang beberapa hari ini. Daniel tersenyum, menghapus air mata Leann dan menciumi ke dua mata kekasihnya itu.
"Maafkan aku sayang, jangan menangis lagi, aku ada disini untukmu" ucap Daniel membawa gadis itu ke pelukannya serta mengusap lembut punggung Leann, menenangkannya agar Isak tangisnya terhenti.