🖐❤JANGAN LUPA UBAH KE FAVORITE KALIAN YA, biar ngga ketinggalan update setiap harinya.
like dan vote biar authorr nya semangat nulis🔥🔥
...
Menceritakan kisah Raya. Gadis flat dengan persahabatannya bersama Alula gadis polos.
Entah apa yang membuat Raya selalu dihantui kisah persahabatannya yang kian mirip dengan cerita Debu dan Bintang. persahabatnnya mulai merenggang, namun Alula tetap lah bintang yang bersinar berbeda dengan Raya yang hanya menetap dalam zonanya.
Semakin dalam, sosok misterius membuka awal kisah romantis remaja SMA.
“Motor sialan !!! apes banget sih. Gerutu Raya dalam hati. Gara-gara motor sport merah yang barusan lewat headsetnya menjadi korban tabrak lari.
Bagaimana persahabatan mereka akan di uji dari sini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deputi g rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Kedatangan Angkasa..
...hay... ketemu lagi, hehe semoga selalu terhibur di cerita ini❤❤...
...jangan lupa tinggalkan jejak ya..😁...
.
.
________________
Entah sudah berapa kali ia menghembuskan napas bosan pagi ini. Raya sama sekali tidak mempunyai rencana di hari libur seperti ini. Ingin pergi tapi tidak ada yang mengajakknya, kan ngenes ya..,
Raya keluar dari kamarnya menuju kulkas untuk mengambil sedikit cemilan dan pergi duduk di depan Tv.
“Oke-oke nanti gue kesana.”
Samar-samar suara Genta yang sedang bertelepon terdengar oleh Raya. Ayah mau kemana ya?
“Ray- Eh anak ayah udah turun, ya udah yuk kakak ikut ayah, ” Ajak Genta tiba-tiba.
“Emang mau kemana Yah?”
“Ke rumah Alula, tadi om Bima ngajak ayah buat main ke sana,Yuk!”
Sejenak Raya berpikir, Bisa gawat kalau Raya menolak ajakan Genta saat ini, karena kalau ia menolak Genta akan tahu ada masalah antara dirinya dan Lula. Alhasil ia menerima ajakan sang ayah.
Mereka berdua pergi menggunakan mobil Genta, melaju dengan kecepatan sedang. Sesampainya mereka disana, Raya sempat bingung akan bagaimana nantinya ia dan Lula di hadapan orang tua mereka.
“Wah.. Raya anak mami udah dateng ya.”
Luna menghampiri Raya dan memeluknya seperti biasa saat mereka bertemu. Acara pelukannya dengan Luna akhirnya berhenti, dilanjutkan dengan Raya menyalimi Bima. Disaat yang bersamaan Lula turun dari lantai dua. Lula seperti sudah mengatur ekpresinya saat melihat keberadaan Raya.
“Ya udah sekarang kamu main dulu ya sama Lula. Mami, Om dan Ayah kamu mau ngerumpi manis dulu ya... hehehe.”
Raya hanya tersenyum menanggapinya. Jika mau tahu kebenarannya, sebenarnya orang tua masing-masing gadis itu tahu betul jika anak-anak mereka ada masalah. Tapi mereka sepakat untuk tidak ikut campur. Biar menjadi pengalaman buat mereka saja.
Sebelum benar-benar meninggalkan Raya dan Lula, Luna mengajak mereka ke arah dapur dan memberikan amanat untuk bekerjasama membuat sebuah cake untuk cemilan nantinya.
Setelahnya Raya segerah menyiapkan beberapa bahan yang ia hafal. Ia sama sekali tidak memperdulikan Lula yang masih diam memperhatikan, karena ia tahu Lula sangat jarang berada di area dapur.
Beberapa menit sudah berlalu, Raya bisa sedikit santai. Cake nya pun tinggal menunggu matang di dalam oven. Tapi sayangnya santai yang di inginkan oleh Raya berubah canggung karena sekarang ia terjebak dalam keheningan bersama Lula.
TING!!
Bunyi oven mengagetkan kedua gadis itu, “Biar gue aja.”
Lula mengambil alih pekerjaan, walau hanya mengangkat cake yang telah matang . alih-alih membukan dan mengambil cake dari dalam oven, tangan Lula malah terkena besi panas.
“AW..”
Raya spontan menarik tangan Lula dan menggiring gadis itu untuk segerah menetralisir rasa panasnya di keran air yang mengalir. Lula sempat kaget dan hanya menatap Raya yang begitu sigap menolongnya. Ada rasa rindu dan bersalah dalam hati Lula kepada sahabatnya itu, “kenapa kita harus jadi kayak gini ya Ray, ” bisik Lula dalam hati.
“ Lula, ada Angkasa ni—Loh anak mami kenapa?”
Suara Luna bertanya dari arah belakang. Saat mereka berdua berbalik, kedua nya terkejut, ternyata Luna tidak sendiri melainkan bersama... Angkasa?
“Oh ngga apa-apa kok mi.”
Lula menarik tangannya kembali. “Eh kak Angkasa udah datang ya,” lanjutnya.
Raya sama sekali tidak menyangka akan kedatangan Angkasa yang begitu tiba-tiba. Namun lain halnya dengan Lula, ia sama sekali tidak terkejut karena memang Lula lah yang mengajak Angkasa untuk datang. Tanpa pamit lagi, Lula langsung mengajak Angkasa untuk menjauh dari tempat itu.
.
.
***
Siangnya mereka semua bersantai dan masih ada Angkasa di rumah Lula. Genta bersama Bima terlihat asik saja bermain catur. Luna dan Raya hanya duduk santai sambil menonton sinetron di Tv. Sedangkang Lula.. tentu saja bersama Angkasa, mereka berdua asik di taman belakang di pinggir kolam ikan.
Jarak ruangan dimana Raya berada dengan taman belakang lumayan dekat dan ada sela pintu yang menghadap langsung ke arah Raya duduk. Hal itu juga yang membuat Raya bisa terlihat jelas oleh Angkasa.
Yang Raya tahu Angkasa datang ternyata hanya untuk mengambil jaketnya yang pernah Lula pinjam, begitu isi pesannya kepada Raya. Beberapa menit setelah kedatangannya, Raya mendapat pesan dari Angkasa. Padahal ia sama sekali tidak bertanya mengenai alasan kedatangannya.
Dan acara saling mengirim pesan berlanjut sampai saat ini.
^^^Angkasa^^^
^^^BTW Yang narik tangan lo kemarin itu siapa?^^^
Raya mencoba mencerna isi pesan Angkasa, Kemarin?,, oh itu kan kak Lucas kenapa dia malah nanya-nanya sih?
Raya
Bukan-Urusan-Lo
^^^Angkasa^^^
^^^Itu akan jadi urusan gue.., apa susahnya sih jujur^^^
Read
^^^Angkasa^^^
^^^Astaga Cuma di read^^^
Read
^^^Angkasa^^^
^^^Edah.. Jubaedah, apa susahnya jawab aja, dia pacar Lo?^^^
Melihat nama “Jubaedah” Raya sedikit kesal, anak itu masih saja memanggil dengan sebutan jubaedah kepadanya
Raya
Apaan sih
^^^Angkasa^^^
^^^Dia pacar lo?^^^
Raya
Bukan..
^^^Angkasa^^^
^^^Tunangan Lo^^^
Raya
Bukan..
^^^Angkasa^^^
^^^Suami lo?^^^
Raya melotot membaca pesannya.
Raya
Gila ya lo, gue masih umur berapa udah punya suami!!!
Diujung sana Angkasa tersenyum geli menatap Hpnya. Tanpa ia sadari hal itu tertangkap jelas di mata Lula, ada raut iri dan merasa terabaikan olehnya. Namun Lula masih tidak tahu jika yang menarik perhatian Angkasa adalah Raya.
Raya terdiam menatap percakapan mereka. Terbesit dalam benatnya, apakah dirinya jahat diposisi seperti ini? Dirinya tahu jika Lula suka dengan Angkasa tapi ia malah mulai akrab dengan cowok itu.
.
.
***
Di sebuh rumah yang cukup megah..
Angkasa berjalan memasuki rumah itu dengan sambil menenteng jaket kulitnya setelah acaranya telah usai di rumah Lula.
“Wah anak ganteng bunda udah pulang, ya udah mending sekarang kamu bersih-bersih terus makan bareng ya.”
Angkasa tersenyum disambut dengan Alenia, bundanya yang begitu ceria. Baru ingin mengangguk mengikuti apa yang tadi dikatakan bundanya, suara pintu utama berbunyi, pertanda ada seseorang yang baru saja datang.
“ Eh mas udah pulang,”
Alenia bergerak mengabil tas kantor Aksa, ayah Angkasa dengan sigap. Angkasa memutar bola matanya tanpa sadar.
“Bun, Asa ke atas dulu, tadi asa juga udah makan kok.”
Lalu pergi begitu saja. Jelas sebenarnya itu hanya alasan. Ia hanya tidak ingin terjerat dalam satu situasi dengan ayahnya.
“Kapan Asa akan berubah seperti dulu lagi?”
“Kita doakan saja mas, semoga Asa bisa berubah,” ucap Alenia mengelus lengan suaminya itu.
Angkasa menghempaskan badannya begitu saja di atas kasur, pikirannya selalu kacau ketika ia bertemu ayahnya. Bayangan kejadian dirinya di titipkan di rumah kakeknya sendirian selalu terbayang. Saat itu ia masih berumur 10 tahun dan keputusan ayahnya membuatnya sampai saat ini masih memendam kekesalan.
“Lo masih ngga mau makan bareng gitu,” seseorang muncul tiba-tiba tanpa mengetuk pintu kamar Angkasa.
“bisa ngga sih lo ketuk pintu dulu Tam..”
.
.
.
.
.
😱😱😱😱😱😱😱 gimana gimana??
😁like
coment
vote
jika ingin ya, ngga maksa kok tapi ya hmmm 😂😂😂
Mampir ya ke Novelku, WITHOUT YOU dan MENGENANG JEJAK MASA LALU
*hujan dibalik punggung
*suamiku cek ganas
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
tinggalin jejak jg di Novel ku ya ASIYAH AKHIR ZAMAN