NovelToon NovelToon
TANPA RESTU

TANPA RESTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat
Popularitas:49.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Aku memang perempuan bodoh soal cinta, pacaran 5 tahun tapi menikah hanya 8 bulan. Tak pernah mendengar nasehat dari orang tua dan sahabatku, perkara pacarku itu. Aku nekad saja menikah dengannya. dalihku karena sudah lama kenal dengannya aku yakin dia akan berubah saat menikah nanti.


Ternyata aku salah, aku serasa teman tidur saja, bahkan aku tak diberi nafkah lahir, ditinggal dikontrakan sendiri, keluarganya tidak pernah baik padaku, tapi aku masih bodoh menerima dan sabar menghadapi tingkahnya. Bahkan cicilan dan biaya rumah sakit aku yang meng-cover. Gila gak? bodoh banget otakku, hingga aku di KDRT, dan itulah titik balikku berpisah dengannya, hingga menemukan kebahagiaan bersama seseorang yang sama sekali tak kukenal, tapi bisa mewujudkan impian pernimahan yang aku inginkan, hanya karena apa? restu orang tua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KARMA

Aku dan Fabian keluar kamar sekitar pukul 8 pagi, menuju resto hotel untuk sarapan. Dia dengan kaos dan celana pendeknya, aku dengan piyama dan jilbab instan saja. Aku menawari dia menu sarapan apa, tapi ternyata Fabian mau mengambil sendiri. Sampai detik ini ia tak pernah memintaku melayani urusan rumah tangga selain di ranjang, padahal aku tak masalah juga kalau menyiapkan makan dan pakaian dia.

"Kak, kamu pernah ke kota ini?" tanyaku sembari menikmati menu sarapan, aku tuh orang Indonesia banget, harus nasi. Sehingga aku mengambil menu nasi pecel, berbeda dengan Fabian yang hanya mengambil kopi dan roti bakar saja. Duh sayang banget bukan, sarapan gratis cuma ambil kopi sama roti.

"Pernah, dulu teman KKN rumahnya di sini. Kita ke sini saat melayat dia." Aku langsung tersedak. Ya aku pikir ke kota ini untuk healing, tapi ternyata tidak.

"Sakit?" Fabian mengangguk.

"Maag!"

"Stress tuh." Kembali Fabian mengangguk. Namanya Dendy. Dia anak pertama, memiliki lima adik, sedangkan sang ayah hanya ikut kajian begitu saja, tanpa mau bekerja. Sehingga dia dan ibunya berjuang keras untuk menjadi tulang punggung keluarga. Selama kuliah, dia jualan pulsa, jualan jilbab, ojek, dan apapun panggilan pekerjaan akan dia terima. Bahkan Dendy pernah menjadi marbot masjid, agar gak kos dan gratis makan. Aku mendengarnya dengan terharu, karena posisinya kita sedang makan. Aku sering sekali pilih-pilih makanan dan tak menghabiskan nasi, kalau sedang waras ya aku ingat bahwa sesuap nasi tuh sangat berarti untuk orang lain. Tapi kalau lagi badmood makan, ya nasi gak kuhabiskan.

"Jadi dia sering menahan lapar, dan tekanan pikiran, alhasil asam lambungnya sering naik, dan berakhir meninggal itu," lanjut Fabian menceritakan soal Dendy.

"Benar kan apa kataku. Uang tuh bagi sebagian orang segalanya, setidaknya kalau ada masalah, uang bisa menghibur dan mengalihkan kesehatan kita." Fabian tertawa, mengangguk saja menyetujui prinsipku.

Ketenangan kita terganggu karena kedatangan Jovan dan Aruni. Tentu saja kita saling tatap, Fabian langsung memutus tatapan, dan tak lama aku pun mengikutinya. Cuma Aruni tak tahu hubungan Jovan dan Fabian, dia tiba-tiba duduk di depanku saja.

"Kamu mantan istrinya Akbar kan?" tanya Aruni memastikan, dan aku mengangguk sembari tersenyum. Untung saja menu sarapanku sudah habis, jadi kalau mau membahas Akbar nafsu makanku tak terganggu.

"Kalian pacaran?" Fabian berdecak sebal, menggelengkan kepala kepadaku seolah memberi isyarat tak perlu menjelaskan pada Aruni, toh mereka tak mengurusi Aruni dan Jovan. "Kalau malu-malu gini jangan bilang kalian pasangan selingkuh ya. Wah, gak nyangka aja sih, padahal Akbar bilang kamu tipe perempuan setia banget, sampai dia gak bisa move on dari kamu. Bahkan aku saja ditolak."

"Laki-laki tahu lah, mana perempuan baik mana perempuan murah," sahut Fabian menimpali ejekan Aruni padaku sembari menuang kopi di alas cangkir, santai sekali, padahal ucapannya bisa memancing perkara, terlebih wajah Jovan sedari tadi tak enak dilihat.

"Maksudnya? Pacar kamu nyindir aku?" Aruni tak terima, namun ditahan oleh Jovan. Ia bersikeras ingin mengomeli Fabian ternyata.

"Diam napa, Mas. Harusnya kamu bela aku, dia bilang aku murah loh!" sewotnya menatap Jovan lalu menatap tajam Fabian.

"Maaf, ya Mbak. Anda tadi duduk di kursi ini juga gak permisi sama saya atau suami saya. Lagian, tadi suami saya tidak menyebut Anda, dia hanya bilang perempuan yang itu bermakna umum sekali. Kalau Anda merasa tersendir, ya mungkin memang Mbak merasa saja." Fabian tersenyum mendengar penuturanku, mana dia langsung menarik tanganku lalu menciumnya. Seolah menunjukkan bahwa apa yang aku katakan benar.

"Sudahlah, Sayang. Kita ke meja lain," ajak Jovan.

"Ingat ya. Urusan kita belum selesai," lanjutnya tak suka pada Fabian. Namun, Fabian cuek sekali. Tak peduli dengan tingkah Aruni.

"Kamu kenal dia?" tanyaku setelah mereka pindah ke meja lain. Fabian menggeleng. Hanya sebatas tahu, apalagi mereka punya rekan yang sama. Keduanya pernah bertemu di acara nikahan teman Fabian. Kita pun santai saja meneruskan sarapan, apalagi aku mau mengambil buah, ya kita gak peduli meski aku sadar Aruni masih menatap ke arah meja kita.

Sedang menikmati buah, Fabian juga ikut makan buah. Sebuah chat masuk dari Jovan. Fabian menunjukkan room chat sang kakak padaku.

Jangan pergi dulu, aku mau bicara. Akhirnya kita menunggu sajalah, toh kita gak ada agenda yang mendesak untuk keluar hotel. Area wisata juga bisa ditempuh agak siang.

"Kamu berniat bilang ke Maya?" tanya Jovan dengan wajah angkuhnya. Aku tak ada kapasitas untuk menjawab pertanyaan ini, aku hanya duduk manis mendengarkan saja. Aruni malah ke kamar duluan.

"Menurut kamu?" Fabian balik tanya.

"Lapor saja. Aku tak takut, aku tidak akan menceraikan Maya. Aku lebih suka melihat dia menderita, karena dengan begitu kamu pun ikut menderita, melihat wanita kecintaan kamu tersiksa dalam genggamanku."

Aku terdiam. Aku ingin melihat respon Fabian pada orang lain mengenai Maya, apakah responnya sama ketika memberi penjelasan padaku. "Aku dan Maya sudah tidak punya hubungan apa-apa. Aku sudah punya kehidupan sendiri, dulu saja saat aku belum menikah mana pernah aku mengganggu hidup kalian. Apalagi sekarang aku sudah punya Namira. Ngapain mengais urusan yang sudah usang. Toh, dia sudah berkhianat."

"Gak usah munafik, DNA perebut pasangan orang seperti ibumu tentu saja melekat dalam dirimu," aku kaget sumpah kaget. Jovan menyerang Fabian dengan urusan orang tua. Rahang Fabian langsung mengeras, aku menyentuh tangannya.

"DNA pengkhianat tidak mengalir dalam tubuhku, karena mama adalah perempuan baik yang dibohongi papa. Punya kaca kan? Sekarang yang berkhianat dalam pernikahan siapa." Giliran Jovan yang mengepalkan tangan, kesal karena blundernya mengarah ke dirinya sendiri. Sukurin, orang kaya tapi tak punya kaca buat meraba kesalahannya. Aku ingin memberi tepuk tangan pada Fabian sekeras mungkin, kalau perlu ciuman mesra juga tak apa deh. Toh aku juga suka, ngarep!

Jovan pergi begitu saja, membawa hati dongkol setengah mati. "Biasanya firasat seorang istri akan berjalan kok, suaminya setia atau tidak!" ucapku sembari melihat kepergian Jovan.

"Iya kah? Coba aku pengen tahu firasat kamu tentang aku apa?" aku menoleh dan menatap wajah Fabian, kemudian kucondongkan wajahku seraya berkata.

"Mesyum!" ujarku sok serius, dia tertawa ngakak, dan langsung menarik tanganku.

"Yuk, gas lah. Mumpung masih di hotel," ucapnya santai. Dia merangkulku sepanjang jalan kita menuju kamar.

"Kira-kira apa penyebab Jovan berkhianat pada Maya?" tanyaku sembari menatap wajah Fabian.

"Karma."

"Menakutkan."

"Makanya jangan menyakiti orang lain dengan cara apapun. Meski kita dulu pacaran, tapi setidaknya kalau mau udahan tinggal bilang, tak perlu berkhianat, ya mungkin sekarang Maya sedang berada di posisiku saat itu."

1
yhochi
mampus enak kn kena timah betisnya🤭
yhochi: 🤭🤭biar aja😉 gak mempan sma dia itu mah...
total 2 replies
Yuliana Tunru
msh z nekat akbar panjang jg umurmu jg otak mu.sempat kabur knp cm betis dada x z sekalian biat mati ndk nyusahi orang
Lel: gak seru langsung mati🤣🤣
total 1 replies
Septyana Kartika
Bar....Akbar kamu jadi ikut ayahmu kan....ki aku ws sedia jajan pasar buat tahlilan mu
Lel: 🤣🤣🤣 gak mau dia
total 1 replies
Hendri Yani
Luar biasa
Ica Rissaharyono
koid ya c akbar 🤭
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
segera binasa aja deh akbar kemudian menyusul ibunya...ayem kl sdh bgini
tp nnti selesai dong y🤭
Lel: 🤣🤣🤣🤣 benar banget
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lah org jahat ky akbat pula ada kuasa hukum nya? mmng sp yg bayar y
Lel: dari pihak pengadilan biasanya memberikan tawaran kak
total 1 replies
Yuliana Tunru
bisa2 sdh almaŕhum tuh akbar gmn ibu x ya
Lel: belum ada kabar
total 1 replies
Septyana Kartika
Sik Sik...
mau gelar tikar buat tahlilan
Lel: sudah siap???🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
betul tuh..mndg memulai khdpj baru udh tinggalkan saja akbar dan ibu kalian yg sama2 g waras...biarkan saja smpai ajal menjemput
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: boleh banget..krn buang2 waktu percuma dan bkl syok kl ttp stay d dkt mereka..mkn ksni yg ada mkn dendam sama mira..aneh kan yg hrse dendam y org yg d jahati ya mira dendam k akbar..kok mlh dendam sm org tnpa alasan..konslet mmng
lbh baik bapak nya akbar meninggal drpd menderita mnghdpi istri n anak yg agak lain..2 yg waras mndg mnjauh krn kl ttp drmh lama bkl g nyaman sm tetangga
total 2 replies
Yuliana Tunru
benar2 hati busuk akbar dan.ibu x kecuali kematian yg bisa buat semua berakhir
Lel: pastinya
total 1 replies
yhochi
udah di penjara dan trsiksa kyak gtu msh ngeyel utk mendapatkan Namira Oalah parah nich org🤦‍♀️
yhochi: Oalah....🤭🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
total 4 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
polisi nganggu aja🤭
Lel: ngakak 🤣🤣🤣 jadi patung polisinya
total 1 replies
Sri Wahyuni Abuzar
subhanallah...semiga namira dan kelyarga besar nya baik² saja...
Lel: aamiin ..doa banyak2
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lanjut..makin mer3sahkan tu mnsia tnpa iman
Lel: menakutkan ya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sekali up bkn gregetan...mau nambah lagi thor bab nya🤭
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ini ya yg nmne NPD / narsistik...bisa nge lag otak nya🤣 masih cinta sm laki2 mokondo yg sdh byk mrugikan...cm wnta sprti ibu mu bar yg layak mendampingi org sakit sprti kamu cocok
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
oh kurus tho kirain keren badane atletis🤭 apa dl ganteng stlh patah hati jd kurus krg keronta
Yuliana Tunru
kegilaan akbar sama dhn.ibu x tau x nyalahkan namira lupa gmn jahat x dia dan akbar dulu ..ayo febian bawa istri dan ankmu.pergi sampe tahunan agar mrk.lupa dan hidup kakian baik2 lagi
Lel: beres
total 1 replies
Sri Wahyuni Abuzar
weeew sekali akbar dan ibu nya ini...menunjukan manusia yg g punya iman
Lel: sudah terlalu benci
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!