Gadis bernama Fania yang rela menikah dengan sahabat kakaknya,tapi sayangnya hanya pernikahan settingan karna kesepakatan antara ricko dan reza yang sama sama menguntungkan bagi keduanya
Ricko dan reza adalah sahabat baik dari kecil,n mereka berhasil menjadi pengusaha sukses, dan suatu hari ricko mengalami masalah di perusahaannya dan butuh suntikan dana yang cukup besar.
Dan di sisi lain masalah juga menerpa Reza ibunya masuk rumah sakit dan koma,penyakitnya kambuh yang ternyata selalu memikirkan Reza yang tidak kunjung menikah ,karna hanya sibuk dengan pekerjaannya.
lalu bagaimana kisah selanjutnya..
yuks simak..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wawaarda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 30. milikku.
Tok.. Tok.. Tok..
Pagi sekali Reza mendengar ketukan pintu, yang mengetuk kamarnya.
Pria itu membuka matanya, seulas senyum terlihat di bibirnya saat mendapati Fania tidur di lengan tangannya, dengan saat hati-hati pria itu melepas tangannya dari kepala istri dan memindahkannya ke bantal.
"Selamat pagi Tuan, maaf mengganggu ", Ucap seorang pelayan Villa yang di tempatinya.
"Kenapa bik".
"Di depan ada Tuan Andre sedangenunggu Tuan", ucapnya sambil menundukkan kepala.
Mau apa dia sepagi ini kemari ?~
Sekilas Reza menoleh ke arah Istrinya yang masih tertidur.
"Baiklah bik, sebentar lagi akan saya temui".
Kemudian pria itu menutup pintu kamarnya saat pelayan tadi sudah berlalu pergi lalu ia menuju kamar mandi.
"AAaaaaaa...." Teriak gadis itu sambil menutup wajahnya saat mendapati Reza keluar dari kamar mandi hanya melilitkan handuk dipinggangnya.
"Biasa ajalah,, jangan lebay gitu", Dengan santainya pria itu berucap sambil berjalan ke arah lemari.
Dasar gak punya malu,, gak tau apa mataku masih terlalu polos 😒. ~Fania.
Fania turun dari tempat tidur sambil menutupi wajahnya sedikit berlari menuju kamar mandi.
...----------------...
Kini Reza dan Andre berada di ruang tamu membicarakan masalah bisnin.
"Sepertinya kau datang ke jakarta dre,,kita bicarakan du sana, karna aku ke sini untuk bulan madu bukan untuk pekerjaan bisnis? ". Reza sambil menatap lekat adik sepupunya itu.
Mendengar pernyataan Reza, hati Andre serasa ngilu bukan masalah bisnisnya tapi karna kalimat bulan madu yang Reza katakan.
"Baiklah mas kalau begitu". pria itu berusaha mentralkan suasana hatinya.
"O ya,, mas,, aku belum memberikan selamat padamu, karena sudah menikahi Fania. Selamat atas pernikahan kalian..!!, tolong sayangi dan cintai dia sepenuh hati, jika mas tidak sanggup,aku akan mengambilnya kembali darimu", Ucap Andre tanpa menyembunyukan perasaannya yang ia pendam.
Perkataan Andre seolah menantang,membuat darah Teza mendidih, tanpa sadar ia sudah mengepalkan tangannya sambil mengetatkan rahang kokohnya,saat akan menjawab perkataan Andre tiba-tiba seseorang datang hingga ia mengurungkan niatnya.
"Andre", suara lembut yang berasal dari gadis cantik tak lain adalah Fania.
kedua orang tersebut menoleh ke arahnya,Reza beranjak berdiri dan menghampiri istrinya,satu ciuman ia daratkan di kening gadis itu,membuat jantung Fania tiba-tiba berhenti sesaat.
Dia sedang berakting apa gimana..?
",Kak", suara gadis itu hampir tidak terdengar tapi Reza menyadarinya Ia tersenyum.
"Apa,,,,,", jawabnya lembut, Reza menyentuh dagu Fania menatap Wajah gadis itu.
Ya Tuhan,, tampan sekali ciptaanmu. ~Fania.
Cantik ~Reza
Untuk sejenak mereka berdua saking pandang dan memuji di dalam hatinya masing masing,Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang tengah melihat kemesraan mereka berdua.
Hati Andre terasa sakit melihat ke dua orang yang ada di depannya.
Bahkan saat pacaran dulu, ia belum pernah mencium Fania, pria itu hanya sebatas menggenggam tangan gadis itu selama pacaran 2 tahun. Karna Fania Fania tidak pernah mau di cium saat Andre menginginkannya.
"Eheemz", Andre sudah tidak tahan melihat apa yang ada di depannya.
Seketika Fania dan Reza menoleh,ia baru sadar kalau ada orang di depannya,gadis tertunduk malu dan Reza tersenyum miring.
"Sorry dre,,aku lupa kalau ada kamu" Reza kembali duduk di sofa,tangan pria itu mengiring Fania agar duduk di sebelahnya.
"sampai aku di kacangin di sini",Ucap pria itu sambil melihat ke arah Fania,ia berusaha melucu yang sama sekali tidak membuat Fania tertawan.
"mangkanya cepet nikah Dre", Reza berujar dengan ketus.
.
.
Sudah 5 hari mereka menikmati momen bulan madu yang mereka anggap sebagai liburan,, semua pariwisata mereka kunjungi.
Dan kini Fania sedang merapikan bajunya dan baju suaminya ke koper, karna besok pagi-pagi sekali mereka akan bertolak ke jakarta.
Setelah selesai membereskan pakaiannya Kini gadis itu berdiri di pagar balkon,menikmati silir malam hari yang kala itu sedang hujan membuat suasana lumayan dingin
"Lagi mikirin apa? ", Reza tiba-tiba berdiri di sampingnya.
"Eehh,,, kak Reza,gak mikirin apa-apa kak,", gadis itu tersenyum ke arahnya.
"Kak,,", panggil Fania dan Reza menoleh.
"Sampai kapan kita harus berpura-pura gini kak? ", Kini Fania dengan beraninya menanyakan nasib pernikahan settingannya."Aku kasian sama mama kak,aku gak tega jika mengetahui yang sebenarnya", ucapnya lirih.
Tangan Reza menangkup wajah gadis itu, dan menatapnya lekat.
"Fan,, bisakah kamu tidak usah membahas tentang perjanjian pernikahan kita,kita jalani saja pernikahan", ucap Pria itu begitu serius.
Apa maksudnya??,kenapa dia berkata seperti itu
Fania masih belum bisa mengatikan perkataan Suaminya, ia masih menatap mata pria itu yang menatapnya dalam.
"Apa kamu bahagia, menikah denganku? ",
",Heu,", Fania gelagapan, gadis itu hanya bisa mengerjapkan matanya dengan bibir sedikit terbuka, dan tubuh membatu.
Sejak kapan pria itu peduli dengan Perasaannya Fania,bahkan dengan pernikah settingan sudah membuat dunia Fania terbalik dan terombang ambing,dan sekarang Reza menyakan tentang kebahagiannya.
"Aku akan membahagiakan mu", ucap pria itu lagi karna Fania hanya terdiam tak kunjung menjawabnya.
Bentar-bentar maksudnya apa sih?,,ayo donk otakku berpikirlah,,, aku gak faham dengan arti kata-katanya.
Mata Fania membulat sempurna karna kini Reza mencium bibir gadis itu.
"Bernafas sayang", Suara Pria itu mengagetkannya, jari tangannya mengusap bibir gadis itu yang selesai ia cium tadi.
Haah,, dia memanggilku sayang,ini bukan mimpi kan atau ada orang di sini mangkanya dia berakting lagi
Kenapa Fania menoleh kemana mana siapa tau ada seseorang di sana,karna menurutnya suaminya sedang berakting.
"Kenapa,, kamu liat apa?, ", tanya Reza sambil melilhat ke arah sekitar.
"Eng..enggak,", siapa tau ada orang.
Reza terkekeh,, ",Cuma kita berdua Fan",
Ooh,,, mungkin tadi dia sedang khilaf,, buktinya kembali memanggilku dengan sebutana nama lagi.
Lagi-Lagi Reza mendekatkan wajahnya, bosa Fania rasakan harum nafas beraroma mint menerpa wajahnya,dan ntah kenapa Fania ingin memejamkan mata.
Melihat sang istri memejamkan mata yang di artikannya sebagai kode kalau wanita yang kini di depannya bisa ia cium, Reza tidak membuang kesempatan itu dan langsung menyambar bibir candu milik Fania.
Fania kembali merasakan sesuatu yang lembut dan hangat menyentuh bibirnya, mengulum lembuy bibir bawahnya dan menyecap manis setiap jengkal bibirnya.
Fania tidak bisa membalas ciuman itu karna ini baru pertama kalinya ia menerima ciuman suaminya, gadis itu membiarkan Reza menyecap bibirnya dan memasukkan lidahnya hingga Fania terbuai.
Kini bibir Reza turun ke leher Fania,meninggalkan tanda kepemilikan di sana.
Reza merebahkan tubuh Fania ke ranjang, Menahan bobotnya dengan kedua tangan,Reza kembali mencium bibir ranum itu lalu menuju leher gadis itu.
"Kaaak",tidak sadar Fania mendesah menggigit bibir bawahnya.
Mendengar desahan sang istri membuat Reza ingin melakukan lebih.
Satu tangan Reza mulai bergerak membelai pipi lembut Fania, lalu ibu jarinya mengusap bibir bawah Fania hingga gadis itu melepas gigitan bibirnya.
Nafas keduanya memburu dengan jantung yang berdetak kencang di dalam sana.
Saat Reza menundukkan kepala hendak menciumnya kembali, telapak tangan Fania menahan dada bidang pria itu.
Dengan wajah memelas Fania menggelengkan kepala,berharap Reza menyudahi perbuatannya, karna gadis itu masih belum siap untuk menyerahkan tubuhnya, terlebih lagi Reza belum mengutarakan perasaannya secara jelas.
Kini tiba-tiba butiran bening jatuh dari mata cantik Fania.
Ekpresi wajahnya tiba-tiba berubah, pria itu benar benar menyesal, ia tidak boleh egois karna nafsunya, ia ingin melakukannya atas dasar suka sama suka
"Maaf", Jari Reza mengusap pipi Fania karna air mata gadis itu sedang mengalir.
"Aku tidak akan melakukannya kalau kamu belum siap", ucap pria itu lembut sembari mencium kening gadis itu.
up...
up....
panjang kan???🤣🤣🤣🤣