JANGAN COBA COBA PLAGIAT
KALAU TIDAK MAU KENA PELANGGARAN HAK CIPTA... 😡
Gimana jadinya seorang pria yang menyandang status ceo, di perusahaan terbesar di asia, yang tegas,cuek ,galak jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang gadis cantik yang magang di perusahaan milik keluarganya,...
akankah pria itu bisa memiliki hati gadis tersebut ?
Gadis cantik berambut panjang idaman para laki laki, yang kini sedang mengurus surat magang di perusahan sanjaya company, di perusahaan itu dia mendapatkan boss yang sombong dan galak, dan juga aneh, yg selalu bikin dirinya kewalahan dengan sifat dan sikap bossnya itu, padahal dia bisa saja magang di perushaan kakanya tapi dengan pendiriannya yang kuat, bahwa dia tidak ingin mendapatkan perlakuan istimewa jika magang di tempat sang kaka, karna itu dia memilih magang di perusahaan sanjaya company.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 30
kinar menangis di dalam mobilnya, dadanya begitu sesak karna kebohongan vano.
"apa sesusah itu menjelaskan sama aku van" ucap kinar.
"kamu udah bikin aku kecewa untuk ke 2 kalinya van"
kinar menyetir mobilnya sampai ke sebuah pantai. mamandangi laut yang begitu biru dan angin yang kencang.
"aargghhhhhhhhh" teriak kinar hingga terduduk di pasir.
"gue benci lo gue benci" teriak kinar mendongakan kepalanya.
dengan berteriak dipantai semua rasa sesak di dadanya mulai sedikit hilang.
"kinar lo kenapa?" tanya seseorang yang mendekati kinar.
"damar" lirih kinar
"lo kenapa nangis, siapa yang bikin lo nangis kaya gini nar" tanya damar memeluk kinar.
"hikzzz...hikzzz gue gak apa apa dam" bohong kinar masih meneteskan air matanya.
"gue bukan orang bodoh yang percaya lo gak apa apa, liat lo nangis kaya gini masih bilang gak ada apa apa" damar menghapus air mata kinar.
"gue......gue lagi ada masalah dam tapi gue gak bisa cerita sama lo"
"ya udah gue ngerti kok, mending sekarang lo tenangin diri lo dulu" ucap damar.
flashback
damar sedang ada meeting di cafe deket pantai, selesi dengan pekerjaannya damar memilih untuk berjalan jalan sebentar di tepi pantai ,namun matanya seolah melihat seseorang yang tak asing sedang menangis.
bukannya itu kinar, ngapain dia disini menangis (batin damar)
damar memberanikan diri untuk mendekati kinar.
flasbacoff
seolah lupa waktu kinar dan damar asik mengobrol sambil berjalan di tepi pantai.
"makasih ya dam ,lo udah mau temenin gue" ucap kinar.
"santai aja kali nar, kita itu temen udah sewajarnya gue nyemangati lo yang lagi sedih" kata damar.
"udah sore nih ,gue pulang dulu ya soalnya temen gue mau dateng ke rumah" seru kinar.
"ohh oke ,gue juga harus balik ke kantor lagi" sahut damar.
"ya udah gue duluan ya dam..... byee" kinar berlalu meninggalkan damar.
#kalang kabut
vino terus menghubungi kinar namun no nya tidak aktif ,rasa hawatir terus menghantui vano.
"kamu kemana sih yangg... kenapa gak aktif aktif juga no nya" ucap vano mondar mandir di ruangannya.
tok...tok...tok
"masuk" kata vano datar.
"lo kenapa sih van, kaya setrikaan mondar mandir" tanya doni.
"gue lagi ada masalah sama kinar don" menarik rambutnya frustasi.
doni hanya menggelengkan kepala, hanya kinar yang bisa buat vano jadi setres begini.
"emang lo buat salah apa lagi sih" tanya doni heran. baru juga baikan udah masalah lagi.
"ini semua gara gara jesika sialan itu" ucap vano.
"jesika siapa" sahut doni penasaran.
"jesika yang pernah jadi klien kita don" ucap vano.
"whatttttt.... jangan bilang lo kepergok kinar selingkuh dengan dia lagi" seru doni mendapatkan lemparan pulpen oleh vano.
"gue gak pernah selingkuh bangke... dia salah paham" kata vano frustasi
"cerita lo gitu mulu dah, salah paham...salah paham.. males gue denger"
"lo pikir gue mau kaya gini hah.... kinar gak mau dengerin penjelasan gue don.. mesti gimana sekarang" vano mulai putus asa.
"ini karma buat lo kali" ucap doni enteng.
"lo kalau kesini mau bikin gue emosi mending pergi deh" sinis vano.
"yeeeeee gitu aja marah... gue kesini mau minta tanda tangan lo keles"sahut doni memberikan berkas untuk di tanda tangani vano.
vano langsung menanda tangani berkas tersebut dan mengusir doni keluar.
"udah sana lo keluar" usir vano.
"sombong amat" gerutu doni pergi.
vano dibuat kalang kabut oleh kinar, haru sudah mulai gelap namun ponsel kinar masih tidak aktif.
*salah orang
ting..nong..ting...nong
sisil menekan bel rumah kinar.
kenan yang sedang duduk di ruang tamu mendengar suara bel rumahnya berbunyi langsung membukanya.
"udah malam ngapain sih lo kesini" ucap kenan tiba tiba.
"maaf...gue ganggu" ucap sisil menunduk malu.
"ehhh lo sahabatnya kinar kan.... maaf gue kira vano yang dateng" kata kenan merasa malu salah orang.
"iya gak apa apa kok, btw kinarnya mana?" tanya sisil melihat kihat kedalam rumah.
"kinar ada kok didalam" ucap kenan tanpa memberi masuk sisil ke dalam.
"gue gak dikasih masuk ya?" tanya sisil dengan polosnya.
"astaga... maaf maaf gue lupa.. ayo masuk sil ,kinar ada di kamarnya langsung aja naik keatas" kenan merasa malu dengan tingkahnya sendiri.
"oke, gue keatas dulu" ucap sisil melangkah menaiki tangga.
kenan menatap sisil hingga hilang dari pandangannya.
"kenapa gue jadi bodoh gini sih depan dia" batin kenan.
HAY GUYS 🙋♀️🙋♀️🙋♀️🙋♀️
MAAF BILA MASIH ADA TYPO BERTEBARAN YA 🙏🙏🙏
JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE DAN LIKE JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITAKU 😁
JANGAN LUPA JUGA BACA NOVEL AKU YANG JUDULNYA :
WANITA PEMIKAT HATI
KINAN DAN VANDO
THANK YOU 🙏🙏🙏❤️❤
Jesika berulah lg