Seorang penulis novel bernama Bagas sedang bertemu dengan titik jenuh nya. Kehidupan nyata terasa sangat membosankan bagi nya, sehingga hanya dunia imajinasi lah yang bisa membuat nya bahagia. Hingga suatu ketika, ia mendapatkan sebuah masalah yang membuat nya sulit untuk kembali ke dunia imajinasi. Novel pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Hingga pada suatu hari, sebelum tidur ia berdoa pada tuhan.
"Semoga mimpi malam ini, lebih indah dari kehidupan nyata" kata Bagas.
Semenjak saat itu, ia masuk kesebuah dunia yang asing bagi nya. Setiap ia tertidur di dunia nyata, ia terbangun di dunia tersebut, begitu juga sebaliknya. Hingga semua itu menjadi mimpi yang nyata bagi nya.
Apakah yang ia temukan di dunia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Banda Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemanah
Di balik pepohonan muncul pasukan berjubah bersenjatakan panah. Bagas dan kawan-kawan melingkar melindungi Ki Sanjaya yang terluka.
"Selamat siang, kalian dapat salam dari raja," kata pemimpin pasukan panah.
Mereka memegang pusaka nya masing-masing. Pasukan pemanah bersiap memanah mereka.
"Gawat, mereka terlalu banyak," kata Bagas mulai cemas.
***
"Adilaga ...," sapa Raja.
"Ada apa?" balas Adilaga Masih dengan posisi bertapa.
"Kurasa hari ini mereka akan tertangkap,"
"Percaya diri itu boleh, tapi lebih baik jangan bicara sebelum ada bukti nya," kata Adilaga masih dengan mata tertutup.
"Kau meragukan ku? Aku sudah kirim pasukan pemanah terbaik. Ksatria pemula itu pasti akan kewalahan," kata Raja optimis.
"Sudah? tidak ada yang ingin kau katakan lagi?" tanya Adilaga.
Raja hanya diam dengan raut wajah kesal. Kemudian ia pun meninggalkan ruangan itu. Raja bertemu dengan Mahapatih Kala.
"Aku ingin dia mati malam ini," titah Raja padanya.
"Mohon maaf Baginda, menurut saya terlalu cepat jika kita bunuh dia sekarang. Seperti nya kerajaan masih membutuhkan kekuatan dan kekuasaan nya,"
"Apa?! kita tidak butuh orang seperti dia. Kerajaan ini bisa berdiri tanpa nya. Kalau pun benar dia yang membangun kerajaan ini, kemudian memberikan kepada keluarga Jantaka. Berarti tugas nya sudah selesai, karena kerajaan aku yang memimpin."
"Sekali lagi mohon maaf Baginda, kita harus mempertimbangkan pasukan roh yang ia pimpin," kata Mahapatih.
"Jika kau masih mau hidup, turuti saja apa kemauanku. Lagipula dia cuma penyihir gila," kata Raja.
"Kau tau, selama ini kita di peralat oleh orang bodoh itu. Menyebarkan isu jika ia akan melepaskan roh jahat dari penjara roh. Saya yakin dia tidak sekuat itu."
"Jadi selama ini, isu itu hanya isapan jempol belaka," sahut Mahapatih.
"Tentu saja ... semakin tersebar luas isu tentang nya, semakin kuat ia di mata orang-orang," jelas Raja.
"Kita buktikan saja jika dia tidak sekuat itu ... Aku perintah untuk membunuh nya hari ini juga. Apapun cara nya, apapun risiko nya," perintah Raja.
"Siap Baginda."
***
Pasukan pemanah melepaskan anak panah nya. Anak panah melesat dengan cepat, mereka mencoba menangkis semua anak panah tersebut.
Mereka pun kewalahan, bahkan Brata terkena anak panah tersebut. Bagas dan kawan-kawan kehabisan energi karena penyerangan kemarin. Tubuh Dharma pun masih belum pulih seutuhnya. Di saat yang terdesak, tiba-tiba panah melesat ke arah Anna.
Ting! Ting! Ting!
Seorang bertopeng dengan cepat menangkis nya, kemudian ia bertanya.
"Kau tidak apa-apa?"
"Iya, tidak apa-apa," jawab Anna.
Orang bertopeng itu melempar bom asap, di saat para pemanah tidak bisa melihat mereka. Bagas dan kawan-kawan membunuh mereka satu persatu.
Secepatnya mereka meninggalkan tempat tersebut. Orang bertopeng itu membuka topeng nya.
"Reza? Dari mana aja lo?" tanya Alvin.
"Sorry gue telat, tadi gue keluar lewat portal di goa," jelas Reza.
"Goa? Bawa kami kesana, Ki Sanjaya harus secepatnya di obati," kata Bagas.
Mereka bersembunyi di sebuah goa, Ki Sanjaya di obati oleh ramuan herbal yang di bawa nya untuk Dharma. Dharma kelihatan pucat.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Alvin pada Dharma.
"Aman, tenang saja," jawab Dharma.
"Tiara, tolong ambilkan ramuan untuk Dharma," pinta Alvin.
"Iya Vin," jawab Tiara.
"Kau istirahat saja," lanjut Alvin kemudian ia menghampiri Bagas dan yang lainnya.
Mereka berdiskusi tentang rencana selanjutnya, sedangkan Tiara dan Anna merawat Ki Sanjaya dan Dharma.
"Untung saja kau datang," kata Alvin pada Reza.
"Maaf ya, saya terlambat tadi," jawab Reza.
"Kau siapa?" tanya Brata.
"Oh iya. perkenalkan aku Reza. Keturunan Ksatria Janggala." Reza memperkenalkan dirinya.
Mereka terkejut mendengarnya, begitu juga dengan Alvin. Satu persatu mereka berjabat tangan dengan Reza.
"Berarti ... sekarang sudah lengkap," kata Bagas.
"Iya, lalu apa rencana selanjutnya?" tanya Alvin.
Semua melihat ke arah Bagas. Ia kebingungan, langkah apa yang harus ia lakukan setelah ini.
"Bagas," panggil Jaka.
"Oh iya. Eeee ... Saya belum tau harus bagaimana," jawab Bagas.
"Ya sudah, lebih baik kita istirahat dulu saja," kata Jaka.
Bagas duduk sendiri di bibir goa, Alvin menghampiri nya.
"Woi," kejut Alvin.
"Ngagetin aja lo,"
"Kenapa lo ngelamun?"
"Gue kecewa sama diri gue sendiri, karena gue gak tau harus ngapain setelah ini," kata Bagas.
"Hmmm ... gapapa kali gas, mereka juga pasti paham lah. Lagian kita semua kan masih ksatria pemula,"
"Kalo kita semua ksatria, kenapa cuma gue yang di juluki sang penyelamat. Gue merasa gak pantes dapat julukan itu."
"Karena lo pemimpin nya gas, kita semua tau lah ksatria Bagaskara adalah ksatria paling kuat. Pemimpin Ksatria Wirabadra," jelas Alvin.
"Itu ksatria Bagaskara Vin. Gue bukan dia," jawab Bagas putus asa.
Alvin menghela nafas, kemudian berkata.
"Kita kan masih sama-sama belajar, jangan pesimis lah Gas, pasti bisa."
"Jadi pemimpin itu harus optimis, terus harus berpikir jernih. Kayak gue dong, optimis terus." Alvin diam sejenak, "Maka nya jangan mikirin cewek mulu," canda Alvin
"Kenapa bukan lo aja yang mimpin!" jawab Bagas ketus, kemudian meninggalkan Alvin.
"Gas, gas. Gue cuma be ...," panggil Alvin, kemudian menghela nafas.
***
Adilaga masih bersemedi di ruangan nya. Datang seorang pelayan wanita membawakan minuman yang sudah di beri racun.
"Permisi tuan, saya membawa minuman herbal untuk tuan."
"Terimakasih." Saat pelayan hendak keluar ruangan, Adilaga memanggil nya, "Pelayan."
"Iya tuan."
"Tiba-tiba aku tidak ingin minum herbal. Bawakan aku teh hijau. Dua gelas teh hijau," perintah Adilaga.
"Baik tuan." Pelayan itu mengambil ramuan herbal tersebut. Kemudian kembali kedapur untuk membuatkan teh hijau.
"Bagaimana? Sudah kau lakukan tugas mu?" tanya Mahapatih Kala.
"Sudah tuan. Tapi, dia minta minuman nya di ganti dengan teh hijau."
"Jangan lupa, berikan racun pada minuman nya."
"Baik tuan." Pelayan itu memberikan racun pada kedua gelas teh hijau tersebut.
Pelayan itu kembali ke ruangan Adilaga, membawakan dua gelas teh hijau.
"Ini tuan, teh hijau. Sesuai keinginan tuan."
Adilaga membuka mata nya, kemudian berkata.
"Hari ini aku sedang ingin di temani, bawakan satu gelas untuk ku. Dan satu nya lagi untuk mu."
Pelayan sangat ketakutan. karena jika ia meminum racun itu, ia bisa mati.
"Ayolah ... Kemari, jangan malu-malu," ajak Adilaga.
"Cepat kemari!!" Bentak Adilaga, "Jika kau masih mau melihat matahari terbit."
Akhirnya pelayan itu pun menuruti keinginan Adilaga. Mereka bersulang. Kemudian meminumnya.
Ternyata Adilaga tidak meminum nya, wanita itupun kejang-kejang, kemudian sekarat.
"Prajurit!!!" panggil Adilaga, "Ada yang keracunan," lanjut nya.
Prajurit membawa nya keluar, Mahapatih Kala pun terkejut melihat nya. Adilaga pun menghampiri nya.
"Jika kau belum pernah merasakan hidup selama berabad-abad, jangan pernah mencoba untuk membunuhku. Karena aku bisa saja membuat hidupmu menjadi singkat," kata Adilaga sambil tersenyum.
Mahapatih Kala menelan ludah nya, ia ketakutan.
"Silahkan cari pendekar terbaik untuk membunuhku,"
"Bawakan aku bayi-bayi yang baru lahir," perintah Adilaga, " Aku akan mengadakan ritual keabadian."
Mahapatih pun menjawab.
"Baik tuan."
***
jangan lupa mampir.../Coffee//Coffee/
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih
Agak bingung ngembacanya karena terlalu rapat.
...dan next up date 👍👍👍
btw, Ki Candra kok bingung 😅 sebelumnya tanya dulu Ki.. di pimpin siapa ✌️
ayam bakarnya satu ya Thor 😂😂✌️✌️
Bara! kenapa kamu jadi anak durhaka 😳 gara-gara pusaka sampe nusuk jantung Ki Candra😳
astaghfirullah 😥 cerita si Alvin ternyata 😭
next like mantap👍🏻 sambungan jejak Penduduk bunian..
saling mendukung thor
Mampir dicerita ku kak "Bunga Magnolia"
Semangat 💪💪up lagi thor
Aku mendukungmu 👍👍
Lagi seru"nya.
Tapi asli Thor, kata"nya keren habis....
terus ikuti karya aku ya thor
makasih😊