Kisah dari imajinasi Author sendiri tidak ada sangkut paut nya dengan kisah hidup author kecuali nama2 pemeran dari tiap individu.
Karya ini asli buatan Ayu Apriyani, dan bukan plagiat atau pun hasil ciplak.
Jika ada kesamaan tempat dan nama murni hanya kebetulan saja.
Jika bersedia baca silahkan
terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYU APRIYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Murid Baru
Saat menjalani hukuman mereka sama sekali tidak merasa lelah karena sibuk bercanda bersama, dan hukuma hormat sejam di bawah tiang bendera pun akhirnya selesai.
"Huft' akhirnya hukuman nya selesai, tangan ku pegal sekali," gumam Ayu.
Ayub tersenyum mendengar nya.
"Mau ku pijat?" tanya Ayub.
Ayu dan Four menatap nya bersamaan.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?" ucap Ayub bingung.
"Aku baru tau ternyata kau juga tukang pijat ya!" sahut Four.
"Hahaha' Aku juga baru tau kalau kau tukang pijat Ayub!" tambah Ayu.
Ayub memutar bola mata nya jangan.
"Aku bukan tukang pijat, aku cuma mau romantis hasil nya malah seperti ini, aku kesal," sahut Ayub.
"Owh jadi kau mau romantis dan aku di jadikan anti nyamuk kalian begitu?" sahut Four.
"Salah kau sendiri, apa yang kau lakukan di sini," balas Ayub.
"Owh jadi sekarang kau mengusir ku!" sahut Four lagi.
"Ya bisa di bilang seperti itu," balas Ayub lagi.
Mereka sibuk berdebat tanpa mereka sadari Ayu sudah pergi ke kantin lebih dulu meninggalkan mereka berdua.
"Aku kelaparan dan mereka sibuk berdebat, terserah lah aku mau makan," gumam Ayu yang kini telah duduk di kantin dan menunggu pesanan nya.
__--- -_"
"Kau ini, coba tanya Ayu apa dia mau aku pergi atau tetap di sini," sahut Four lagi.
"Ok," balas Ayub.
"Mana orang nya?" tanya Four.
"Entah," sahut Ayub.
Mereka pun mencari sekeliling mereka, lalu Ayub melihat sosok yang dia cari sedang asik menyantap semangkok bakso di kantin sekolah.
"Lihat lah dia membuat kita berdebat, dan dia sendiri asik makan, gadis unik," sahut Ayub tersenyum sambil melihat nya.
"Ya dia gadis mu, dan aku korban bullyan nya di rumah, nasib-nasib," sahut Four menambahkan.
"Ya sudah ayo kita juga makan, aku juga sudah lapar," ajak Ayub.
"Ayo," balas Four.
Mereka pergi bersama ke kantin dan melupakan perdebatan mereka sebelum nya.
"Uhuk' Enak nya makan tidak ajak-ajak," sapa Ayub yang kini tiba di kantin.
"Kalian sedang akrab makanya aku tidak ingin mengganggu," jawab Ayu.
"Apa! akrab Aku dan pacar mu ini kau bilang akrab," sahut Four.
"Nah kan mulai lagi," sahut Ayu.
Ayub dan Four saling menatap, Ayub menaikkan kening nya begitupun dengan Four.
"Bibi aku 1 mangkuk bakso Bi," pinta Ayub kepada Bibi kantin.
"Aku juga 1 mangkuk," sahut Four.
"Iya den segara," balas Bibi kantin.
"Aku dengar kita akan kedatangan murid baru lagi," sahut Four.
"Ya kabar nya sih, tapi ini kan akhir semester kenapa masih menerima murid baru," sahut Ayub.
"Maksud nya, apa kau menyinggungku?" tanya Four.
"Ekhem' bisa kah percakapan kalian tidak mengundang perdebatan!" sahut Ayu.
"Ok sayang aku akan tutup mulut," sahut Ayub.
Four berusaha menahan tawa nya, namun tetap saja Ayub melihat nya dan bertambah kesal, justru bertambah lebar senyum Four hingga membuat nya tidak tahan menumpahkan tawa nya.
"Hahahaha' kau takut sama ratu bully ini!" sahut Four.
"Kau juga diam!!" tegur Ayu.
Kali ini giliran Ayub yang berusaha menahan tawa nya, Four hanya melirik nya sebentar.
"Dan untuk masalah murid Baru, seperti nya dia rekomendasi Papa, tapi aku tidak tau siapa dan dari mana? katanya kejuran buat ku," sahut Ayu.
"Uhuk uhuk uhuk ," Ayub dan Four tersedak mendengar nya.
"Ke_kejutan," kata Ayub.
"Kejutan? untuk mu?" tanya Four.
Ayu hanya mengangguk mengiyakan.
"Kejutan seperti apa?" batin Ayub bertanya.
"Apa paman merencanakan sesuatu, kenapa aku baru tau hal ini?" batin Four pun ikut bertanya.
Bersambung...
***Up nya dikit dulu ya readers mau fokus ke Clara dulu jangan lupa mampir ke novel-novel author lain nya ya.
Di tunggu like komentar dan rate bintang 5 nya jika berkenan berikan vote nya hehe***...
Bonus Adegan Kecil...
Ayu; Thor aku bosan sama ceritanya?"😐😐
Author; Emang kamu baca ya novel nya?"🤔🤔
Ayu; Ya baca lah, aku kan pemeran nya dudul,"😑😑
Author; Iya juga ya, lupa aku,"🤭🤭
Ayub; Dah lah aku nyimak aja,"😑😑
Four; Aku ikut,"😐😐
Ayub; Ikut kemana?"🤨🤨
Four; ikut kamu lah Yub,"😐😐
Ayub; Sorry ya Aku normal,"😏😏
Four; Jadi maksud mu aku tidak normal begitu?"😤😤
Author; Tidak perlu berdebat cukup di novel ku aja kalian debat nya,🤦♀ sana kembali ke novel,"
**Ayu; 🙄🙄
Adegan Kecil Tamat**.
Ga kirim surat ijin
salam PPM ☺
jaga kesehatan ya thor
mari saling dukung dari CEO EDAN TAPI TAMPAN☺️
saling dukung y
Oh iya jangan lupa mampir juga dikaryaku yaa, udh up nihh wkwkwk 🤗🌻
Sukses selalu buat thornyaa! Semangat! 💖💖💖
like blk karyaku
cinta rasa covid-19
the Thunder's love