"Kalian tidak membiarkanku mati tapi juga tidak memberikanku ruang untuk hidup. Maka dari itu aku akan menunjukan kepada kalian apa artinya menjadi sombong _!" Li Xuan menarik pedang dari sarungnya dan membuat langit berubah warna bak lautan darah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyembelih Babi
Hari-hari berlalu dengan cepat. tanpa disadari, pelatihan kejam yang dijalani Li Xuan hanya tersisa satu minggu lagi sebelum waktu untuk menjelajahi reruntuhan di mulai
Selama beberapa hari terakhir, kemajuan Li Xuan bisa dikatakan tidak berkurang, bahkan semakin cepat dari minggu sebelumnya
Hal itu di akui langsung oleh Zhou Yu dengan kekaguman yang tidak di samarkan
Tidak hanya persepsi bahaya Li Xuan yang semakin meningkat tajam, namun reaksi tubuhnya juga menjadi sangat luar biasa
Pada hari terakhir tepatnya kemarin, Li Xuan bahkan berhasil menahan serangan Zhou Yu dan tetap berdiri tegak
Meskipun pada serangan kedua, pemuda tersebut gagal bertahan dan harus kembali tersungkur ke tanah
Namun serangan tersebut juga berhasil di baca oleh Li Xuan yang menunjukkan seberapa pesat kemajuan pemuda tersebut
Hal itu membuat Li Xuan sangat bersemangat dan meminta Zhou Yu untuk terus melanjutkan latihan sehingga membuat waktu pelatihan menjadi lebih panjang dari biasanya
Untungnya meskipun setiap hari Aula Obat Yu ramai di datangi orang
Aula Obat Yu memiliki cukup banyak tabib hebat selain Zhou Yu sehingga membuat pria bertopeng tersebut cukup santai pada hari biasa dan bisa memenuhi keinginan Li Xuan
***
"Apa yang akan kita lakukan hari ini Tuan Zhou ?"
Li Xuan bertanya dengan hormat ke arah pria bertopeng di depannya
Setelah melalui periode bersama, terlepas dari niat pria bertopeng tersebut yang tidak dapat dijelaskan dan membuatnya waspada
Li Xuan sangat berterima kasih atas bantuan pria bertopeng tersebut baik untuk tindakan pria bertopeng itu mengobati ibunya yang tanpa pamrih ataupun melatih dirinya
Hal itu membuat Li Xuan tidak bisa tidak menghormati pria bertopeng tersebut
Menghadapi perubahan sikap halus Li Xuan, Zhou Yu tidak banyak berkomentar
Alasannya karena bahkan jika ia meminta supaya Li Xuan kembali bersikap biasa seperti sebelumnya pun, pemuda tersebut pasti tidak akan mengubahnya
Karena itu, alih-alih meminta pemuda tersebut berubah yang hampir tidak mungkin
Zhou Yu memilih untuk membiasakan diri dengan sikap pemuda tersebut
Zhou Yu tidak segera menjawab tetapi melirik postur pemuda di depannya
Meskipun berdiri tegak dan terlihat santai
Namun Zhou Yu bisa merasakan bahwa Li Xuan sangat amat waspada, bahkan posturnya bisa dikatakan hampir tanpa celah
Dengan postur tersebut, kecuali kekuatan lawan jauh melampaui Li Xuan, pemuda tersebut hampir tidak mungkin untuk di serang
Hal itu membuat Zhou Yu mengangguk diam-diam
Zhou Yu kemudian mengangkat kepalanya dan berkata
"Hari ini kita akan bertukar posisi"
"Bertukar posisi ?" Li Xuan menaikkan alisnya
Disisi lain, Zhou Yu mengangguk dan menjawab "Benar, bukankah menyakitkan dipukuli selama beberapa minggu terakhir ?"
Sebelum Li Xuan sempat membalas, pria bertopeng tersebut kemudian melanjutkan kalimatnya
"Aku akan memberimu kesempatan untuk membalas pemukulan beberapa minggu terakhir, bagaimana apa kau tertarik? "
"Hhmm..."
Li Xuan tertegun mendengar ucapan pria bertopeng tersebut dan kesulitan bereaksi untuk sementara waktu
Sementara itu, Zhou Yu mengangkat pedang dan mengarahkannya kepada Li Xuan
"Tidak perlu banyak berpikir, jika kau mempunyai kemampuan, serang lah aku dengan semua kekuatanmu"
Li Xuan terdiam sejenak setelah mendengar pernyataan tersebut
Ia kemudian menarik nafas dan mengangguk tegas
Terlepas dari keraguan di awal, namun setelah mendengar perintah pria bertopeng di depannya
Li Xuan tidak menunda dan segera berlari sambil mengayunkan pedangnya tanpa ragu-ragu
Serangan Li Xuan sangat cepat dan juga ganas, pedang kayunya melesat ke arah Zhou Yu dengan momentum yang luar biasa
Namun menghadapi serangan ganas tersebut, Zhou Yu tetap terlihat santai, bahkan terkesan acuh tak acuh
Sebelum serangan pemuda tersebut jatuh kepadanya
Zhou Yu berhasil menghindarinya dengan tenang dan membuat serangan Li Xuan hanya mengenai udara
Tidak berhenti di sana, Zhou Yu juga masih sempat berkomentar atas serangan tersebut dengan nada penuh ejekan
"Seranganmu terlalu mewah dan tidak praktis, apakah membunuh babi harus terlihat begitu mengesankan ?"
Mendengar hal itu, Li Xuan tidak menjawab dengan kata-kata tetapi menggunakan serangan lanjutan sebagai balasan
Serangan pemuda tersebut masih sangat ganas, namun seperti sebelumnya, serangan tersebut gagal menyentuh tubuh Zhou Yu apalagi membuatnya terluka
"Tidak hanya kurang praktis, seranganmu juga sangat lambat, apakah membunuh babi harus begitu dihayati ?"
Zhou Yu kembali berkomentar setelah menghindari serangan Li Xuan
Li Xuan mendengus dan kembali menyerang
Untuk beberapa alasan, keduanya seperti tengah bermain kucing-kucingan
Li Xuan yang dengan penuh kekerasan mengayunkan pedangnya dengan ganas
Sementara Zhou Yu dengan tenang menghindari serangan-serangan tersebut seolah sedang bermain-main
Dalam situasi tersebut, Zhou Yu juga tidak berhenti berkomentar dengan kalimat penuh ejekan atas serangan-serangan yang di lancarkan oleh Li Xuan
Namun menghadapi komentar penuh ejekan itu, Li Xuan tidak marah dan justru bersemangat
Bukan tanpa alasan, pemuda tersebut menemukan bahwa komentar-komentar ejekan yang dilontarkan pria bertopeng itu tepat sasaran mengenai titik lemah serangannya
Dengan mendengarkan komentar-komentar tersebut justru membuat kemajuan ilmu pedangnya meningkatkan dengan kecepatan yang terlihat oleh mata telanjang
Li Xuan tidak hanya berhasil mengurangi pemborosan tenaga saat melakukan serangan, tapi serangannya juga menjadi lebih cepat dan juga ganas setelah mendengar komentar-komentar tersebut
Meskipun serangan-serangan tersebut masih gagal mengenai Zhou Yu yang bergerak sangat cepat
Namun peningkatan yang signifikan tersebut membuat Li Xuan kecanduan untuk terus mengayunkan pedangnya
Li Xuan tenggelam dalam peningkatan ilmu pedang yang sangat cepat
Untuk beberapa alasan, pemuda tersebut tiba-tiba memasuki keadaan aneh yang membuat dirinya melupakan segalanya kecuali pedang dan suara yang masuk ke telinganya
Menyadari hal tersebut, Zhou Yu menaikkan alisnya dengan tatapan heran tapi tidak berhenti
Ia bahkan beralih dari komentar yang mengejek menjadi masukan yang tepat dan mudah di pahami
Hal itu membuat peningkatan ilmu pedang Li Xuan menjadi semakin cepat, bahkan sampai membuat Zhou Yu merasa kagum
Namun tepat ketika pria bertopeng tersebut terkagum-kagum
Tubuh Li Xuan tiba-tiba menjadi kaku setelah kembali gagal melancarkan serangan dan terjatuh ke tanah
Zhou Yu menaikkan alisnya melihat pemandangan tersebut sebelum kemudian tersenyum sambil berkomentar
"Manusia itu ada batasnya, apakah kau punya perseteruan darah dengan keluarga babi atau memang daging babi sangat laris hari ini sehingga kau harus menyembelih tanpa memperdulikan kondisi tubuhmu ?"
***