NovelToon NovelToon
CINTA NARA

CINTA NARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aisha Bella

Musim 1 (1-103) Musim 2 (104-226) Musim 3 (227-310)

Kisah cinta yang telah terjalin sekian lama, tiba-tiba harus kandas di tengah jalan, setelah seorang lelaki lain merenggut kehormatan sang kekasih dan membuatnya mengandung benih dari lelaki tersebut.

Rencana pernikahan mereka terpaksa pupus begitu saja karena sang kekasih mau tidak mau harus dinikahi dan menjadi istri dari lelaki yang telah menodainya, demi masa depan anak dalam kandungannya.

Bagaimanakah akhir kisah mereka? Akankah takdir berpihak pada cinta keduanya ataukah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisha Bella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30 PERASAAN LAMA

Setelah cukup lama melakukannya, Yoga melepaskan ciumannya. Lelaki itu menarik bibirnya dari kening Nara yang masih memejamkan mata. Dipandanginya wajah yang masih tegang dan memerah itu, hingga akhirnya Nara mulai membuka matamya perlahan.

Ada kelegaan di hatinya saat menyadari bahwa Yoga hanya mencium keningnya dan tidak mencuri kesempatan yang sebenarnya sangat bisa diambilnya untuk mencium bibir Nara. Meskipun seandainya tadi terjadi pun, Nara sudah pasrah dan mengikhlaskannya.

Yoga menurunkan tangan Nara yang masih digenggamnya di atas dada, lalu menatap sepasang mata bening yang sudah terbuka dan menatapnya dengan sayu. Ada rasa bersalah pada Nara karena telah melewati batasannya tanpa memikirkan perasaan wanita yang dicintainya.

Semua terjadi begitu saja. Kedekatan mereka, keintiman mereka, hasrat yang muncul di antara mereka. Tak ada yang menolak, tak ada yang menghindari, tak ada yang melawan situasi yang tercipta di antara mereka.

Mereka berdua larut dalam perasaan masing-masing. Hanyut terbawa arus gairah yang menyeruak menguasai diri mereka. Tidak berusaha untuk menghentikannya, justru semakin menikmati hasrat yang membuai mereka untuk melakukan lebih dari sebelumnya.

"Maafkan aku, Ra..."

Yoga menarik tubuh Nara dan memeluknya dengan erat. Hatinya terus bergetar dan berdebar tak menentu. Bayangan kedekatan wajah mereka semula, masih membayanginya dan membuat jantungnya berdetak keras dan terpacu dengan cepat.

Sama halnya dengan Nara, wanita itu masih mematung dan memikirkan hal yang sama dengan Yoga. Tatapan mata yang serasa menghujam jantungnya, hembusan nafas hangat yang menerpa wajahnya, serta ciuman lembut yang berlabuh di keningnya, semuanya terasa sangat indah dan menyentuh hatinya.

(Apa yang aku pikirkan ini? Mengapa aku merasa sangat bahagia dengan semua perlakuannya padaku? Mengapa aku tak kuasa menolaknya? Mengapa aku justru menikmati setiap sentuhannya yang kurasakan penuh cinta itu? Ada apa dengan hatiku?)

Tanpa sadar, Nara mulai membalas pelukan Yoga. Kedua tangannya melingkar di pinggang lelaki itu dengan kepala yang telah rebah bersandar di bahu Yoga. Ada ketenangan luar biasa yang dirasakannya saat tubuh mereka menyatu dalam kehangatan seperti ini.

Namun tiba-tiba terlintas bayangan wajah Alan yang dilihatnya di kafe beberapa waktu yang lalu, memecah perasaannya yang baru saja membuncah bahagia.

Seketika rasa sakit mendera hatinya mengingat keberadaan seorang wanita bersama lelaki itu, dengan sikap dan kedekatan yang tampak jelas dan begitu nyata.

Tak bisa dipungkiri, hatinya sakit dan terluka karenanya. Lelaki yang masih dicintainya dan masih sering hadir dalam mimpinya tesebut terlihat bermesraan dengan wanita lain di hadapan matanya.

Yoga terkejut ketika mendadak Nara terisak dalam pelukannya.

"Ra...?"

Yoga hendak melepaskan pelukannya tetapi Nara malah menahannya untuk tetap pada posisinya.

"Biarkan tetap seperti ini...." Ucap Nara di tengah isakannya yang membuat hati Yoga melemah.

Nara mempererat pelukannya hingga Yoga kembali memeluk istrinya dan mengusap lembut punggung Nara serta membelai kepala wanita itu dengan penuh kasih.

"Sudah kukatakan tadi, jangan membiarkan dirimu larut dalam kesedihan, Ra. Pikirkan kondisimu dan kandunganmu."

Yoga menghela nafas panjang, menahan sesak di dalam dadanya. Dia bisa merasakan air mata Nara yang mulai luruh membasahi bahunya.

(Ada ada denganmu, Lan? Dulu kau yang meminta padaku untuk membahagiakan Nara, tapi sekarang kamu sendiri justru membuatnya bersedih dan menangis seperti ini....)

Yoga tak sabar lagi ingin segera mengetahui informasi tentang Alan, namun Beno belum juga kembali dan memberinya laporan.

"Sebaiknya kamu tidur dulu, Ra. Tenangkan hatimu dan jangan memikirkan hal-hal yang bisa membuatmu bersedih lagi."

Setelah beberapa saat berpelukan, Yoga melepaskan Nara dan membaringkannya dengan pelan dan hati-hati. Nara hanya menurut dan menghapus air mata yang membasahi wajahnya.

Lelaki itu menyelimuti tubuh Nara dan mengatur suhu ruangan, agar Nara merasa nyaman selama beristirahat di sana. Kemudian dia berdiri dan hendak kembali ke meja kerjanya.

"Ga..." Nara menahannya dengan memegang pergelangan tangannya.

"Temani aku di sini, ya...." Pintanya lirih bercampur ragu.

Yoga tak mungkin menolaknya. Dengan senang hati dia mengabulkan permintaan istrinya.

"Sebentar, aku akan mengambil laptop dan ponselku dulu."

Dia bergegas keluar dan segera mengambil dua barang yang dia butuhkan. Tepat pada saat dirinya akan kembali ke dalam ruangan pribadinya, Beno mengetuk pintu dan masuk setelah diijinkan oleh Yoga.

"Maaf, Pak. Laporan yang Bapak perintahkan tadi sudah saya kirimkan melalui email. Bapak bisa memeriksanya sekarang."

Yoga hanya mengangguk karena tidak ingin membuat Nara menunggunya terlalu lama.

"Aku akan membukanya di dalam. Kalau ada yang perlu kamu laporkan lagi, hubungi aku dulu!" Yoga menunjukkan ponsel di tangannya pada Beno.

Beno mengangguk patuh dan pamit keluar, sementara Yoga langsung berjalan cepat menuju ruangan pribadinya.

Setelah menutup pintu, dilihatnya Nara masih berbaring menunggunya. Dia melangkah ke tempat tidur dan duduk tepat di samping Nara.

"Sekarang tidurlah. Aku akan menemanimu di sini."

Yoga membelai ujung kepala Nara lalu mencium keningnya. Dia mulai terbiasa melakukannya karena Nara pun tidak lagi menunjukkan penolakannya.

Nara mulai memejamkan mata setelah Yoga merapikan kembali selimutnya. Dengan perasaan yang lebih tenang, dia berusaha untuk menepis bayang-bayang Alan yang masih saja hadir dalam pikirannya.

(Aku sudah meninggalkannya dan menjalani hidupku bersama Yoga. Bila sekarang ada wanita lain yang hadir dan menggantikan tempatku di sisinya, harusnya aku tidak boleh egois dengan tidak merelakannya bahagia bersama seseorang tersebut. Tapi mengapa rasanya tetap sesakit ini saat melihatnya bersama yang lain...?)

Yoga meletakkan ponselnya di atas meja lalu memangku laptopnya dan mulai melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

Sebelumnya, dia lebih dulu membuka email yang dikirimkan oleh Beno. Dengan cermat dia membaca seluruh laporan sang asisten berikut beberapa foto yang disertakannya.

(Ternyata mereka berdua sudah saling mengenal sebelumnya....)

Dalam laporannya, Beno menuliskan dengan runtut awal mula pertemuan kembali Alan dan Sasha setelah mereka berpisah sepuluh tahun lamanya.

Tentang perasaan lama mereka, tentang pekerjaan yang mempertemukan mereka dan tentang pendekatan yang dilakukan Sasha untuk mendapatkan kembali hati Alan, semua tertulis lengkap dalam email yang dibaca Yoga.

Bahkan dalam waktu yang singkat, Beno bersama timnya bisa memperoleh beberapa foto yang menunjukkan kebersamaan Alan dan Sasha selama beberapa bulan terakhir ini, termasuk kebersamaan mereka yang terlihat oleh Yoga dan Nara siang tadi.

Karena laporan inilah, akhirnya Yoga mengetahui usaha yang dirintis Alan setelah keluar dari pekerjaannya di perusahaan milik Yoga.

Kecerdasan dan ketekunan lelaki itu telah berhasil menjadikannya sebagai salah satu pengusaha sukses yang memiliki dan mengelola puluhan tempat penginapan di sejumlah tempat wisata ternama di wilayah kota dan sekitarnya.

Dalam hati Yoga memuji keberhasilan sahabatnya dan merasa bangga pada lelaki rival cintanya tersebut. Meskipun di sisi lain, dia tetap merasa cemburu dan khawatir akan perasaan lama yang pernah terjalin sedemikian indahnya antara Alan dan Nara.

(Aku akan melepaskan Nara kembali pada Alan, di saat waktuku telah tiba nantinya. Tapi bagaimana jika pada saat itu datang, Alan telah berpaling dari Nara..??)

.

.

.

Jangan lupa untuk selalu menyemangati kami  dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit.

Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.

Salam cinta dari kami.

💜Author💜

.

1
Bun cie
cerita yg bagus keren mengahu biru👍😍 ..kisah kasih yg disampaikan dengan indah penuh dengan berbagai rasa.. cinta benci suka duka pengorbanan kesetiaan keikhlasan ... yg membawa pembacanya terhanyut masuk dalam ceritanya menembus relung hati❤ terimaksih kak author u ceritanya🙏💐😍
Citraleka Dhami
Hay kak aku mampir nih
Devi Amelia
kenapa cerita ini sangat menyentuh hatiku ? mengapa ?
Ai Hodijah
sekarang tarik napas dulu huh
nyeseknya gak kuat
Ai Hodijah
betul ra,apapun yang terjadi kita harus bisa melanjutkan hidup dan berbahagia
Ai Hodijah
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
sampai bab ini aku bacanya nangis terus,cinta segitiga yang menyayat hati
Ai Hodijah
seorang wanita pendiam,lemah lembut kalau harga dirinya terusik pasti marah juga
Ai Hodijah
sebenarnya jodoh itu gak ada yang tau,tapi kalau caranya seperti itu ya salah juga,semoga nantinya mereka ada cinta meskipun di awalnya salah
Ardhiya Adhia
kisahnya merasuk di jiwa ... merasa ikut sakit bacanya ... ad rasa yg gk rela ...yoga smoga gak di bkin meninggal sma kk otornya ...
Iva Mama'e Shakila
tp knp aq lbh sng alan sama nara yaa....soal nya gk sreg aja awal nya yoga sama nara kek gitu ..
Fachry Virendra
karya yg bagus
Nyoman Kusumayani
semangat
Herlina Sukawati
siapa perempuan yg dipukul sm mantan suamix
Herlina Sukawati
ceritakan pada Alan apa sebenarx yg disembunyikan yoga
Mutiara
bagus sekali
Ida Jubaida
😭😭😭
Kasmaran Nasma
sedih banget ceritanya 😭
Novi Handayani
bwt saya saja mas Rendy ,,Saya janda loh
Ida Jubaida
antara nyaman dan cinta..
Lusi Oktaria
gak sanguppp thorr nyesekkk 😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!