⚠TAHAP REVISI
DIVANO ALKA FERANGGA. Atau kerap di sapa Vano, adalah badboy sekaligus most wanted boy.
Vano itu tengil dan humoris. Ketampanan dan kekayaan Vano membuat hampir semua siswi-siswi di SMA Trisakti menyukainya, bahkan ada yang terang terangan bilang cinta kepada Vano. Tapi semua itu Vano hiraukan.
Hanya satu yang selalu cuek dan nampak tidak peduli oleh semua yang berkaitan dengan Divano. Dia adalah...
KAYLA ALESYA RATU.
Tolong bantu like, vote, komen, rate, dan follow....😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Sabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 30
Kayla tersenyum sambil menatap Vano. "Gue... Minta waktu."
"Oke, gue kasih waktu tiga hari. Lo harus udah ada jawabannya." Jawab Vano sambil tersenyum ke arah Kayla.
'Semoga aja jawabannya iya.'
"Em oh iya, ada PR nggak?" Tanya Vano berusaha agar suasana tidak berubah menjadi canggung.
"Ada, matematika. Banyak loh soalnya sekitar 20 soal. Tapi dikumpulinnya minggu depan kok." Jawab Kayla.
"Ooh. Menurut lo soalnya gampang apa susah?"
"Di awal-awal sih gampang. Tapi setelah nomer 6 jadi susah."
"Nanti gue ajarin." Perkataan Vano barusan membuat rahang Kayla jatuh. Kayla melongo dibuatnya.
"Kenapa? Kok ekspresi lo gitu? Nggak mau ya?" Kayla mengatupkankan mulutnya. Lalu menggeleng.
"Eng - enggak kok. Gue percaya, hehe." Kayla nyengir.
'Gue tau lo pasti nggak percaya. Dan gue bakal buat lo cengo lagi kayak tadi. Tunggu aja,'
Tiba-tiba bibi datang dan langsung masuk ke dalam kamar Vano. Karena memang pintu kamar Vano sudah terbuka sedari Kayla masuk.
"Silahkan di nikmati." Kata bibi sambil menaruh cemilan dan minuman di atas meja.
Kayla tersenyum. "Iya bi, makasih."
"Sama-sama." Balas bibi. Kemudian Bibi pun keluar dari kamar Vano.
"Ke balkon aja yuk." Ajak Vano yang diangguki Kayla.
Vano berjalan lebih dulu menuju balkon kamarnya. Di ikuti oleh Kayla di belakangnya yang membawa cemilan dan minuman yang tadi Bibi bawa.
Kayla duduk di samping Vano. Ia mengambil orange jus dan meminumnya.
"Tentang tadi... lo jangan canggung sama gue ya." Kata Vano.
"Tentang tadi yang mana?" Tanya Kayla bingung.
"Yang gue nembak lo tadi. Gue mohon, kalo lo nolak jangan jadi canggung sama gue, jangan menghindar dari gue juga. Intinya apapun jawaban lo gue siap terima." Jawab Vano.
'Duh, kenapa jadi ngomongin ini lagi sih.'
"Iya." Balas Kayla.
Mereka diam selama satu menit.
"Lo kapan berangkat?" Tanya Kayla.
"Pengennya sih besok berangkat. Tapi nggak tau di bolehin apa enggak. Gue sedih kalo berangkat."
'Dan sedih ngeliat lo bareng sama Kenan mulu.' Lanjut Vano dalam hati.
"Kok sedih?"
"Iya sedih, kan nanti gue berangkat nggak naik motor."
Kayla tersenyum. "Dasar, udah tau kakinya lagi sakit, kok malah mikirin motor."
"Hehehe."
***
Malam ini Kayla susah tidur. Pikirannya terus saja teringat tentang Vano yang mengutarakan perasaannya sore tadi.
"Gue terima, apa gue tolak ya? Jadi bingung"
"Tapi gue juga suka sama Vano. Terus kalo gue sama Vano, nanti Vano sama Kenan berantem. Kenan kan selalu deketin gue terus."
"Tapi gue pengennya sama Vano. Dia sesuai keriteria cowok yang gue suka. Ah nggak tau lah." Kayla langsung menutup semua badannya dengan selimut.
Sedangkan di lain tempat...
Vano, Naqa, Alvan, dan Rafa tengah berkumpul di dalam kamar Vano.
"Naq, gue mau ngobrol sama lo. Tapi di balkon aja yuk. Entar si Alvan sama Rafa heboh." Ajak Vano.
Naqa mengangguk. Kemudian mereka berdua berjalan menuju balkon kamar Vano.
"Lo mau ngobrol apa?" Tanya Naqa to the poin. Matanya menatap lurus ke depan.
"Tadi sore gue udah nembak Kayla." Kata Vano yang membuat Naqa terkejut.
"Apa?! Serius?" Tanya Naqa memastikan.
"Iya lah serius." Jawab Vano.
"Terus jawabannya Kayla apa? Pasti di tolak?"
'Dasar sahabat gaada akhlak, malah bilang pasti di tolak.'
"Iya gue di tolak. Puas lo?"
"Udah gue duga."
"Eh, nggak gue boog. Kok lo percaya. Dia minta waktu buat jawab. Gue kasih waktu tiga hari."
"Oh gitu. Itu doang?"
"Iya."
"Yaudah gue mau ngegame. bye." Naqa beranjak berdiri dan langsung berjalan masuk ke dalam kamar Vano, meninggalkan Vano sendirian.
"Yiidih giwi miwi ngigim. Biy." Kata Vano kesal mengikuti perkataan Naqa dan mengubah a menjadi i.
Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Follow...
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🔥🔥🔥
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos 🌸🌸🌸
tinggalkan like and comment ya 🙏🙏