Naomi Allura Karina seorang mahasiswi jurusan manajemen yang sering disapa Karina itu meninggal karena ingin menyelamatkan anak kecil yang akan tertabrak mobil.
Bukannya pergi tenang ke surga tapi Karina justru masuk ke dunia novel dan terbangun sebagai Aurora Evangeline Elowen nona keluarga Duke Elowen.
Sialnya lagi dia terkenal sebagai nona yang sangat menggilai putra mahkota yang merupakan calon tunangannya. Dimana dia nanti akan mati ditangan tunangannya sendiri karena dituduh meracuni adiknya.
Karina bertekad untuk menjauhkan diri dari sang malaikat mautnya bagaimanapun caranya dan mendapatkan kebahagiaan yang diinginkannya.
Adelardo Aldric Luca Griffin sang putra mahkota yang berhati dingin dan kejam itu sangat tidak menyukai Aurora karena sikapnya yang selalu menjadi benalu baginya, tetapi suatu hari sang calon tunangannya itu tiba-tiba berubah menjadi membencinya.
Apakah Aurora yang merupakan Karina berhasil menjalankan rencananya dan mendapatkan kebahagiaan???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardatus Sholeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masalah wilayah timur
Di Siang hari yang cerah ini, akan Aurora mulai dengan kegiatan melukis, tiba-tiba tadi dia ingin sekali untuk melukis seperti dulu, sekarang dia sibuk menyiapkan peralatan melukisnya. "Lily bantu aku untuk siapkan peralatan melukis"
"Baik Nona" Lily membungkuk dan mengambil peralatan lukis majikan nya itu.
"Sudah siap, Ayo bawa semua alat melukis ini ke taman mansion"
Aurora dan Lily pun pergi ke taman tentunya diikuti oleh pengawal yang disuruh Ayahnya untuk menjaganya. Aurora berencana melukis ditaman tampat yang sangat cocok untuk mencari inspirasi dan memulai melukis.
"Lily kau temani aku disini ya" Aurora berbalik melihat Lily
"Baik Nona"
Aurora sangat larut dalam kegiatan melukisannya, hingga tidak tersadar sudah dua jam lamanya ia melukis di taman. Lukisannya juga sudah separuh jadi.
"Wah nona warnanya sangat cantik sekali"
"Iya Lily, ini namanya gradasi warna, aku menggunakan gradasi warna agar lebih cantik dan aesthetic juga " Aurora menjawab sambil membenarkan rambutnya yang jatuh ke depan wajahnya, hingga cat yang ada di tangan Aurora mengenai wajahnya
" Nona jangan menggunakan jari anda, lihatlah sekarang wajah anda terkena cat " Ujar lily sambil membantu merapikan rambut Aurora
"Sungguh wajahku terkena?, Kalau begitu tolong ambilkan ikat rambut ku di kamar Lily aku akan mengikatnya saja "
"Baik Nona, apa Nona ingin minum sesuatu " tawar Lily
" Emm, aku ingin minum teh dingin dengan beberapa es, dan mungkin juga buah potong segar dan kukis terdengar enak Lily tolong bawakan juga ya " Aurora mengatakan kegiatannya pada Lily
"Tentu Nona saya akan mengambilkan nya, Mohon tunggu sebentar nona " Lily segera pergi mengambilkan permintaan Aurora
......................
Sementara itu di aula rapat istana dipenuhi oleh para menteri dan penasihat kerajaan. Raja Alberto memerintahkan untuk mengadakan rapat. Kali ini mereka membahas masalah lain yang juga penting selain masalah internal.
"Apakah kalian sudah menemukan solusi untuk masalah wilayah Timur?"
Hening tidak ada yang menjawab ketika Raja Alberto bertanya.
"Sudah hampir 5 tahun kita tidak bisa menemukan solusi untuk masalah banjir ini. Jika dibiarkan tidak baik bagi kestabilan ekonomi kekaisaran. Pangeran Mahkota, Aku sudah memberikan tanggung jawab ini kepada mu, apakah sudah mendapatkan solusi untuk mengatasinya?" ucap Raja Alberto menatap Adelardo
"Yang Mulia masalah banjir ini masih kami selidiki dan telah menemukan beberapa penyebabnya" ungkap Adelardo
"Baiklah, Aku percaya padamu. Tolong cari solusi untuk mencegah terjadinya banjir diwilayah Timur sesegera mungkin" titah Raja Alberto
"Baik Yang Mulia"
Hingga Rapat selesai, Adelardo langsung menuju ruang kerjanya diikuti oleh William dan Xander. Yaa William dan Alves memang diandalkan membantu tugas di istana diluar hal yang terjadi dengan mereka.
Namun Alves tidak ikut kali ini karena dia memiliki tugas yang harus diselesaikan dari Duke Aaron, sehingga hanya William saja yang ke istana.
"Apakah penyelidikannya sudah selesai?" tanya Adelardo
"Yang Mulia menurut penyelidikan hal ini terjadi karena air sungai yang meluap ketika curah hujan tinggi sehingga menyebabkan banjir besar" jawab William datar sambil membaca laporan penyelidikan
Adelardo mengangguk paham. "Jika dilihat dari laporan dan data-data selama beberapa tahun ini, diperkirakan wilayah Timur akan terjadi curah hujan tinggi dalam waktu tiga bulan lagi. Jadi kita harus sesegera mungkin untuk bisa mengatasi banjir ini, Kalau begitu kita dan tim penyelidik akan pergi ke wilayah Timur kembali" putus Adelardo
"Baik Yang Mulia" jawab William dan Xander
William setelah selesai urusan diruang kerja Adelardo langsung saja pulang ke mansion. Dia dan Ayahnya berencana untuk berdiskusi terkait masalah banjir ini.
William dan Duke Aaron sekarang sedang berada di ruangan kerja. Setelah makan malam tadi mereka langsung saja melanjutkan diskusinya lagi. Terdapat banyak sekali laporan di atas meja yang berserakan.
Tok Tok
Terdengar suara orang mengetok pintu, merekapun berhenti berbicara dan menoleh ke arah pintu.
"Ayah bolehkan aku masuk?"
"Masuklah Rora"
Aurora yang mendapat jawaban pun langsung masuk sambil membawa Teh madu hangat dan pie susu.
"Apa aku menganggu waktu Ayah dan Kakak?" ucap Aurora dia jadi tidak enak melihat raut wajah kusut Ayah dan Kakaknya, terlebih banyak kertas yang berserakan di atas meja.
"Tidak Aurora, Ada apa kau kemari?" Tanya Duke Aaron
"Sedari tadi aku tidak melihat Ayah dan Kakak keluar dari ruang kerja, jadi aku berinisiatif membawakan teh madu dan pie susu ini" Aurora meletakkan teh dan pienya di meja
"Terima kasih Rora" ucap Duke Aaron tersenyum pada putrinya
Aurora menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Duke Aaron dan William segera meminum teh madu yang Aurora buat sangat membantu membuat pikiran mereka rileks.
Aurora menyusun beberapa laporan yang berserakan sambil membacanya, rupanya Kakaknya dan Ayahnya sedang menyelidiki masalah banjir di wilayah Timur Kerajaan.
"Apakah kalian sudah menemukan solusinya?" tanya Aurora sambil melirik ke Ayahnya dan William
William yang tau jika Adiknya menanyakan perihal banjir pun menjawab. "Belum" jawab William sambil menghela nafasnya.
"Jika dilihat dari laporan ini banjir di akibatkan oleh air sungai yang meluap karena curah hujan yang tinggi ya" ucap Aurora sambil membaca laporannya
"Apakah sekarang musim hujan sudah melanda wilayah Timur?" "Belum, Ada waktu sekitar kurang lebih tiga bulan sebelum wilayah Timur masuk musim hujan. Jadi masih ada waktu untuk mengatasi banjir agar tidak terjadi tahun ini" jawab William menjelaskan
"Banjir di wilayah Timur bisa terjadi sampai 3 minggu bahkan lebih untuk benar-benar surut. banjir ini sangat berdampak buruk bagi penduduk karena kerusakan rumah dan tempat dagangan mereka terlebih bagi para petani yang terancam gagal panen. Selama banjir terjadi maka Kerajaan akan memberikan bahan pangan dan berbagai bantuan lainnya untuk korban banjir, ini bisa membuat keuangan Kerajaan tidak stabil. Semantara itu masih banyak kebutuhan dalam Kerajaan yang harus dipenuhi dan begitu juga untuk kebutuhan di beberapa wilayah Kerajaan lainnya. Oleh karena itu Raja Alberto dan Putra Mahkota ingin sesegera mungkin mendapatkan solusi agar banjir tidak terjadi lagi" ucap Duke Aaron menjelaskan pada Aurora
Benar yang dikatakan Ayahnya, banjir ini sangat berdampak buruk bagi kestabilan keuangan Kerajaan terutama bagi para penduduk diwilayah Timur.
"Sepertinya kita bisa mengatasi banjir dengan membuat waduk"
"Waduk?" tanya Duke Aaron heran
"Waduk itu semacam danau buatan atau perairan yang dibuat dengan cara membendung sungai. Ini berguna untuk menyimpan air pada waktu air mencapai volume tinggi" jawab Aurora
"Tapi apakah ini benar bisa mengatasi banjir?" tanya william
"Kakak kita bisa mencobanya terlebih dahulu, jika tidak berfungsi kita akan mencari solusi lainnya" terang Aurora
"Sepertinya tidak masalah jika kita mencobanya. Karena sudah beberapa tahun ini kita tidak menemukan solusinya, mungkin ini bisa sangat berfungsi untuk mengatasi banjir. William beri tahukan solusi pembuatan waduk ini kepada Pangeran Mahkota. Aku harap dia menyetujuinya" ucap Duke Aaron
"Baik Ayah" jawab William
"Tapi Rora, bagaimana kau bisa terpikirkan untuk membuat waduk?" tanya william heran
"Benar, bagaimana juga kau bisa mengetahuinya?" tanya duke yang juga heran
Aurora jadi membeku di tempatnya, Mampus bagaimana Aurora menjelaskannya. Tidak mungkin dia mengatakan bahwa dirinya mengetahui tentang mengatasi banjir waktu di dunia modern. "I-itu A-aku membaca buku diperpustakaan dan kebetulan menemukan masalah tentang banjir dan cara mengatasinya" Aurora berdoa semoga saja Ayah dan Kakaknya tidak curiga mengenai hal ini.
"Ayah baru tau ada buku itu di perpustakaan kita"
"Di-di perpustakaan banyak buku. Mungkin Ayah tidak bisa melihatnya karena tertumpuk "
"Hmm..kau benar"
William pagi ini sudah berada di ruangan kerja Adelardo. Dia akan memberi tau bagaimana mengatasi banjir seperti yang tadi malam Aurora jelaskan.
"Yang Mulia sebenarnya Saya sudah mendapatkan solusi untuk mengatasi banjir di wilayah Timur"
"Katakan apa solusinya" ujar Adelardo
"Yang Mulia kita bisa membuat sebuah waduk" William menjawab
Adelardo yang mendengarnya pun mengernyitkan dahinya. William yang mengetahui itu menjelaskannya sesuai seperti yang Aurora jelaskan Masih ada gurat keraguan di raut wajah Adelardo.
William yang melihatnya pun mencoba menyakinkannya.
"Yang Mulia, saya yakin pembuatan waduk ini sangat berfungsi untuk mengatasi banjir. Lagi pula sudah beberapa tahun ini kita tidak menemukan solusinya, jadi menurut saya tidak apa jika kita mencobanya" saran William
Adelardo pun mulai berpikir dan mempertimbangkan solusi yang William berikan."William kau pergi temui para arsitek, jelaskan kepada mereka mengenai waduk dan sekaligus buat rancangannya" perintah Adelardo
"Baik Yang Mulia"
"Setelah rancangan waduk selesai kita akan mengadakan rapat. Aku akan menemui Raja terlebih dahulu"
"Baik Yang Mulia" William langsung saja melaksanakan perintah Adelardo.
Sekarang aula rapat istana sedang dipenuhi dengan anggota rapat.
"Yang Mulia, saya sudah mendapatkan solusi untuk mencegah banjir diwilayah Timur" ucap Adelardo
"Bagus, kalau begitu solusi apa yang Putra Mahkota dapatkan?" Tanya Raja Alberto
"Solusinya adalah dengan membuat waduk" jawab Adelardo
Setelah Adelardo mengucapkan itu, orang yang hadir di rapat pun bertanya-tanya tentang apa waduk itu,
mereka baru pertama kali mendengarnya Setelah mengatakan itu Adelardo pun menjelaskan tentang waduk kepada orang-orang yang hadir dirapat.
"Tapi Putra Mahkota, waduk ini baru pertama kali kita mendengarnya. Saya takut waduk tidak berfungsi sama sekali untuk mengatasi banjir. Terlebih pembangunan waduk memakan biaya yang banyak." ucap salah satu penasihat kerajaan.
"Pertamanya saya juga berpikir seperti itu, tetapi untuk memastikannya saya menyuruh arsitek istana untuk merancang bentuk waduk. Sir Marcus silahkan anda jelaskan fungsi waduk seperti anda menjelaskan kepada saya tadi" perintah Adelardo
Sir Marcus orang yang Adelardo suruh tadi pun berdiri "Terimakasih sudah mengizinkan saya untuk menjelaskannya Yang Mulia" ucap Sir Marcus sambil membungkuk
Setelah itu Sir Marcus mengeluarkan rancangan waduk yang sudah dibuatnya dan memperlihatkan kepada semua anggota rapat. "Sesuai dari rancangan ini, dapat kita lihat bahwa waduk sangat berfungsi untuk menyimpan air pada waktu air mencapai volume berlebihan. Terlebih lagi waduk ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat budidaya ikan"
Setelah mendengar penjelasan dari Sir Marcus, para anggota rapat yang tadi tidak setuju pun mulai menyetujui pembuatan waduk tadi.
"Setelah mendengar penjelasan dari Sir Marcus, pembangunan waduk ini sangat berfungsi untuk mengatasi banjir diwilayah Timur. Oleh sebab itu Proses pembuatan waduk akan kita mulai besok" ucap Raja Alberto
injak tuh kaki pangeran sombong