NovelToon NovelToon
CEO Manis Vs CEO Tampan

CEO Manis Vs CEO Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:293.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fera Aisha Syaidina

Update 2 hari sekali 🍒

Kisah ini menceritakan 2 saudara yang saling memperebutkan semuanya, prinsip mereka adalah jika dia punya aku juga harus punya, jika hanya ada 1 di dunia maka itu adalah milikku.

"Selagi janur kuning belum melengkung, masih berlaku hukum tikung tikung, wlee" kata Andika sambil mengejek.

Awalnya mereka memperebutkan satu wanita yang sama tapi setelah salah satu dari mereka dijodohkan akhirnya wanita tersebut jadi benci dengannya karena perempuan yang ingin dojodohkan dengannya malah mencelakainya...

Siapakah yang akan dipilih wanita tersebut?
Apakah perjodohan akan berlanjut?

"Bapak tidak usah ganggu mereka ya pak, saya akan gagalin semua rencana bapak, ingat itu" kata sesosok wanita tiba tiba datang

Siapakah wanita tersebut?
Akankah mereka berempat berakhir bahagia?
Nantikan kisahnya ya teman teman 🤗
Jangan lupa tap tombol like, karena apa? karena like itu gratis 😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fera Aisha Syaidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngidam

Hai para pembaca setia mulai hari ini novel ini akan mengacu kepada aktivitas sehari hari Andika dan Nana mungkin besok besok akan kubuatkan novel yang mengacu pada Bintang dan Sasa dikarenakan author bingung kalau harus menulis 4 pemeran utama sekaligus, Author mohon maaf jika mengganggu kenyamanan kalian dalam membaca sekali lagi author minta maaf 🙏

Lanjut ke cerita utama...

Setelah acara sudah selesai mereka pun pulang, karena Sasa ke sini dengan naik taksi maka Bintang mengantar Sasa pulang ke rumah, Dita pulang bersama Faya, Didi pulang bersama Bisma, sedangkan Nana pulang bersama Andika.

Saat di dalam mobil...

Kringg ponsel Nana berdering, ternyata Lastri yang menelfon Nana...

📞: Assalamualaikum Na

📞: Waalaikumsalam ma ada apa?

📞: Nanti kalau kamu pulang tolong beliin sate ayam ya

📞: Ohh... Oke ma

📞: Yaudah, ehh beliin juga susu ibu hamil

📞: Oke ma, ada lagi?

📞: Emm... Nggak ada yaudah kamu cepat beli dan pulang, mama tunggu, Assalamu’alaikum

📞: Wa’alaikumsalam

Lastri pun menutup telfonnya, Nana dan Andika bergegas pergi ke Supermarket terdekat, di sana dia membeli 2 kotak susu ibu hamil, dia juga memberi beberapa camilan kesukaannya sesampainya di kasir Nana langsung menyerahkan barang belanjaan ke petugas kasir, petugas kasirnya perempuan, petugas itu melihat lihat barang belanjaan Nana dan cukup lama mengamati susu ibu hamil yang dibeli Nana, dia pun melihat ke arah Nana, mengamati dari bawah sampai atas dan akhirnya menyadari keberadaan Andika...

“Kenapa mbak? Ada yang aneh dengan penampilan saya?” tanya Nana bingung

“Bukan kok mbak, selamat atas kehamilan mbak, pasti ini hamil anak pertama kan mbak? Kalian rajin ya usahanya? Saya aja udah nikah 1 tahun belum punya” kata kasir dengan panjang lebar, Nana dan Andika hanya saling berpandangan satu sama lain

“Ehh... saya nggak hamil mbak, ini cuma...emmphh” Nana belum selesai bicara tiba tiba Andika membungkan mulutnya

“Iya mbak makasih, istri saya suka malu malu kalau ditanya begitu, oh iya mbak berapa totalnya biar saya bayar pakai ini” Andika mengeluarkan kartu kredit miliknya dan memberikannya pada kasir, dia masih membungkam mulut Nana

“Emmpphh...emmpphh” Nana meronta ronta karena Andika bilang kalau dia istrinya tapi Andika tetap saja tidak melepaskan tangannya

Andika segera merangkul Nana keluar dari Supermarket dan masuk ke mobil...

“Kamu ngapain nutup mulut aku tadi aku kan jujur” kata Nana dengan nada kesal

“Katanya dulu malu kalau udah besar masih punya adik ini malah mau disebarin ke mbak mbak kasir” jawa Andika

“Iya juga ya, pinter kamu Ndik makasih” kata Nana tersenyum sambil menepuk nepuk punggung Andika

“Kebiasaan, sakit tau” kata Andika

Nana segera menarik tangannya dan Andika segera melanjutkan misi untuk mencari sate ayam, saat sampai di dekat perempatan dia melihat tukang sate keliling sedang mendorong gerobaknya di pinggir jalan, Andika pun segera meminggirkan mobilnya, Nana dan Andika turun menghampiri si tukang sate...

“Pak pesan satu porsi sate nggak pedes ya pak” kata Andika

“2 pak 2 yang satu pedes bungkus semua” timpal Nana

“Baik, saya siapkan dulu” kata si tukang sate

“Lah kok 2? Yang satu buat siapa?” tanya Andika

“Ya buat aku lah masa buat kamu, kan nggak mungkin” kata Nana

“Dasar tukang makan” kata Andika

Mereka pun menunggu sate disiapkan dan duduk menggunakan kursi milik si tukang sate, tercium bau sate ayam yang sedang dibakar hmm enak sekali baunya khas sate madura, memang tulisannya sate Cak Din Madura, kenapa ya kalau author lagi beli sate liat tulisannya pasti tukang satenya namanya Cak Din? Menurut kalian kenapa?

Setelah sate siap mereka segera membayar dan masuk ke dalam mobil lagi, sesampainya di rumah Nana Lastri ternyata sudah menunggu di teras sambil duduk duduk santai...

“Assalamualaikum ma” kata Nana

“Waalaikumsalam Na, mana pesenan mama? Satenya aja nanti susunya kamu taruh di dapur” kata Lastri semangat

“Tante ngidam ya?” tanya Andika

“Mungkin nak Andika, tante saat ini sedang ingin sekali makan sate” kata Lastri

“Memangnya usia kandungan tante berapa bulan?” tanya Andika

“2 bulan lebih mungkin hampir 3 bulan” kata Lastri

“Pantesan, tante memang sedang ngidam” kata Andika

Mereka bertiga pun segera masuk dan menuju meja makan, Lastri segera membuka satenya dan memakannya sebelum itu dia mengambil sendok terlebih dahulu, Nana menaruh susu di dapur dan segera kembali ke ruang tamu dia juga membuka bungkus sate dan memakannya...

“Minta? Sini barengan saja” kata Nana sedikit simpati kepada Andika karena Andika hanya melihat saja

“Benarkah, oke makasih” kata Andika, dia segera mendekat kepada Nana dan mengambil beberapa tusuk sate

Mereka berdua memakan dengan kecepatan normal tapi ketika mereka melihat tinggal satu tusuk sate mereka mempercepat laju makan, Andika segera mengambil tapi Nana lebih cepat sehingga tangan mereka saat ini bertumpuan, mereka berpandangan selama 10 detik dan segera melihat ke arah sate...

“Ndik ini punyaku” kata Nana

“Oh tidak bisa kan kamu makan paling banyak” kata Andika

“Kalau begitu setengah setengah” kata Nana, Andika melepasnya dan membiarkan Nana makan setengah tusuk, kini giliran Andika untuk memakan sisa sate.

Setelah selesai makan mereka berdua pergi ke dapur untuk mengambil minum karena gelas tinggal 2, yang satu untuk Lastri dam yang satu untuk Nana, Nana mengisakan sedikit air putih dan kemudian diminum oleh Andika...

“Kenapa kau meminum sisa air putihku?” kata Nana kaget

“Karena hanya ada satu gelas disini, satu gelas lainnya untuk ibumu masa aku harus minum pakai gelas ibumu?” tanya Andika

Nana tidak berfikir sampai di situ dia hanya berfikir kalau tindakan Andika yang meminum sisa air putihnya itu berarti ciuman tidak langsung, Nanal pun segera berlari kep arah meja makan dan segera duduk...

“Tante saya pamit, sudah sore soalnya nanti takutnya dicariin” kata Andika

“Oke Ndik makasih udah nganterin Nana, makasih juga udah mampir” kata Lastri

“Iya sama sama tante, Andika pamit Tan, Na Assalamu’alaikum” kata Andika sambil melangkah pergi ke arah pintu

Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 17.30 hari sudah semakin sore saat dia mengendarai mobil keluar dari rumah Nana dia berpapasan dengan mobil Ardi dia pun mengklakson tanda menyapa menggunakan mobil setelah itu dia melaju ke rumah dengan kecepatan penuh...

Sesampainya di rumah...

“Assalamualaikum, Andika pulang” kata Andika sambil membuka pintu

“Waalalikumsalam” kata Hendri dan Neli

“Bintang mana Ndik? Kok kamu pulang sendiri?” tanya Hendri

“Lho kak Bintang bukannya udah pulang dari tadi?” Andika malaha bertanya balik

Terdengar suara mobil dari luar, mobil itu adalah mobil Bintang dia pun masuk sambil mengucapkan salam mereka ber 3 pun menjawab salam...

“Dari mana kamu?” tanya Hendri

“Dari rumah pacarnya aku dong pa, tadi nganterin pulang dulu” kata Bintang dengan santai

“Kamu nggak macam macam di sana kan?” tanya Hendri waspada

“Nggak pah aku Cuma nemenin dia doang kok” kata Bintang

“Oh yasudah kalau begitu” kata Hendri

Mereka berdua pun kembali ke kamar dan berjalan bersamaan ke arah tangga, mereka berdua pun segera mandi dan pergi tidur...

.

.

.

.

.

Terima kasih sudah membaca

Jangan lupa like komen dan vote 🐾

Jika berkenan folow author juga

Semoga hari kalian menyenangkan

Sampai jumpa di episode berikutnya 👋

1
Dewi Dina
berakhir bahagia
Dewi Dina
Bu Lastri akan melahirkan
Dewi Dina
sekarang Evan sudah pulang Bisma bisa fokus bekerja
Dewi Dina
akhirnya baikan
Dewi Dina
kalau soal makanan ,Nana cepat
Dewi Dina
semoga Nana dan Andika cepat menyusul ya
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike ❤️
Elisabeth Ratna Susanti
like fav ❤️
Entin Fatkurina
terima kasih atas karyanya author, semoga sukses selalu, semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Riu
semangat
Seseorang: Makasih kak
total 1 replies
Entin Fatkurina
lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut
Entin Fatkurina
next next next next next next next next next
Entin Fatkurina
lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut author
Al
Lanjut dong thor
Al
Lanjut
Zhu Wuxin
Ini ngga ada terusannya lagi kah thor?
Dewi Dina
foto pemandangan nya bagus banget
Dewi Dina
liburan bersama sama
Dewi Dina
suasana di tempat kerja sangat nyaman dan punya teman yg baik
Dewi Dina
persaingan di mulai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!