NovelToon NovelToon
THE EAGLES OF DEATH

THE EAGLES OF DEATH

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:448k
Nilai: 4.9
Nama Author: lisaautmptri

SEASON 1
"DIAM MENAKUTKAN, BERGERAK MEMATIKAN." Semboyan dari sebuah gank remaja SMA Taruma Bangsa.
Orang bilang, masa SMA adalah awal dari sebuah perjuangan. Putih Abu menjadi saksi, pahit manis kehidupan tanah suci pendidikan.

SEASON 2

Bagi Nabila, Zein adalah segala nya. Zein adalah hidup nya.

Bagi Zein, cinta dan ungkapan perasaan itu dua hal yang berbeda. Dia bukan orang yang pandai mengungkapkan perasaan melalui ucapan atau perbuatan.

Bagi inti 'The Eagles' persahabatan adalah segala nya, susah senang kehidupan akan mereka jalani bersama. Menjalani kehidupan dengan tujuan masing-masing? Boleh saja, namun 'The Eagles' tetap menjadi prioritas.

Siap mengikuti kisah percintaan dan persahabatan mereka? Jangan lupa klik favorite untuk mendapat notifikasi saat update.

Akun ig @_lisaautmpri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THE EAGLES OF DEATH 30

Sumpah tadi Nabila berniat ingin kabur setelah sampai di parkiran motor, biar saja kalau Zein marah dan mengamuki nya nanti saat dirumah. Yang penting dia kabur dulu dan tidak ikut dengan pemuda itu, tapi nyata nya sekarang dia ada di atas sini. Di jok motor pemuda itu, dan lebih parah nya lagi Nabila hampir terjungkal ke belakang kalau tidak kuat-kuat berpegangan pada belakang jok.

Zein mengendarai motor nya seperti orang kesetanan, salip sana salip sini lagak nya sudah seperti pembalap handal. Tidak memikir kan Nabila di belakang yang hampir kena serangan jantung saking takut nya.

Nabila baru bisa bernafas dengan lega saat pemuda itu menghentikan motor nya disebuah gedung mewah. Entah dimana ini, Nabila belum pernah ke daerah sini. Gadis itu celingukan melihat sekeliling nya.

" Kita di tempat siapa?" tanya nya pada Zein yang baru melepas helm full face nya.

" Apartment gue," jawab pemuda itu singkat lalu masuk kedalam gedung. Lebih tepatnya apartment milik orangtua nya. Sudah lama tidak di tempati, namun masih terawat dengan baik. Tak jarang Zein menginap disitu jika orangtua nya sedang tidak dirumah seperti saat ini. Lagi-lagi Nabila malah mengekor patuh, bukan nya memanfaatkan kesempatan untuk kabur.

Zein menghempaskan tubuhnya ke sofa empuk, menaikkan kaki nya ke meja lalu menutup mata rapat. Nabila celingukan mengamati tempat ini, cukup luas dan mewah. Beberapa foto juga terpajang rapi di dinding, mengundang rasa penasaran gadis itu.

Tapi tunggu, kenapa aku dibawa kesini? Aku kan harus kerja, besok kan gajian. Nabila menghampiri Zein, memukul kaki pemuda itu dengan tas nya.

Astaga, Nabila kaget sendiri dengan apa yang dilakukan nya barusan. Tapi Zein tidak bereaksi apa-apa. Apa dia sudah tidur ya? Terus aku bagaimana dong?

" Heh, heh, bangun!" panggil Nabila pelan, lebih seperti berbisik ketimbang memanggil apalagi membangunkan orang tidur.

Tidak ada respon dari Zein, sepertinya pemuda itu memang sudah terhanyut ke alam mimpi nya. Nabila membungkuk untuk melihat lebih dekat wajah Zein yang masih di penuhi memar kemerahan itu.

Nabila menjulurkan lidah nya mengejek Zein, hahaha kapan lagi coba bisa menistakan manusia ganteng tapi menyebalkan ini selain saat dia tidur.

" Kamu tu jangan selalu buat ulah, kasian mama kamu kena darah tinggi nanti." tanpa sadar Nabila menusuk-nusuk pipi Zein dengan jari telunjuk nya.

Gadis itu tersenyum gemas, ingin sekali rasa nya mencubit keras pipi Zein untuk membalaskan kekesalan yang dia pendam selama ini.

Zein tiba-tiba membuka mata nya, Nabila hampir terjungkal ke belakang saking terkejut nya. " Apa yang lo lakuin? " kata Zein lemah, namun sorot mata nya tajam nya itu seperti mau memotong Nabila jadi beberapa bagian.

" Aaa. Maaf, maaf aku gak sengaja," Nabila terkejut sendiri,cepat menarik tangan nya dari wajah Zein sebelum pemuda itu benar-benar memotongnya.

Huhuu bodoh nya aku, kenapa aku gak sadar nyubit dia. Ini nama nya melempar diri sendiri ke lubang harimau, bukan harimau biasa. Tapi harimau gila.

" Sejak kapan harimau didalam lubang?" tanya Nabila pada diri sendiri, bodoh sekali.

Nabila berdiri, sudah bersiap untuk lari. Tapi Zein lebih dulu menangkap tangannya.

" Maaf, kan aku udah minta maaf. Lepasin," Nabila menarik tangannya agar terlepas dari Zein, tapi pemuda itu justru menariknya membuat Nabila terjerambah ke samping Zein.

Gadis itu membeku, bingung apa yang harus dia lakukan. Nabila melirik Zein di samping nya, lalu menatap pergelangan tangannya yang masih di pegang erat oleh Zein. " Bisa gak sekali ini lo diam aja, jangan ngebantah terus?" suara Zein kali ini entah kenapa terdengar lembut, tatapan mata nya pun teduh tidak seperti biasa nya.

Nabila terdiam, lagi-lagi menuruti perkataan Zein.

Nabila menoleh saat mendengar hembusan nafas panjang dari Zein yang sudah kembali memejamkan mata di sebelah nya.

Tadi kan dia langsung lari keluar setelah lihat video itu, apa dia cari Putri ya? Dia pasti khawatir, apa dia suka banget sama Putri? Ya Putri memang cantik sih.

Gumam Nabila tanpa sadar menyentuh rambut panjang nya yang terurai, Nabila merasa malu sendiri. Penampilan nya ini biasa sekali, tidak ada yang menarik. Rambut nya yang hitam tidak pernah di catok atau di warnai, sepatu putih yang dia kena kan juga sudah nampak lusuh. Benar-benar tidak ada yang menarik dari penampilan nya.

Bila dibanding kan dengan Zein, Nabila menoleh. Memperhatikan Zein dari ujung rambut sampai ujung kaki. Meskipun pakaian nya terkesan berantakan nyaris tidak pernah rapi, tapi semua yang melekat di tubuhnya adalah barang bermerk. Mulai dari gelang, jam tangan, tas hingga sepatu semua nya nampak mahal.

" Gue juga bisa malu kalau lo lihatin terus," ujar Zein tanpa membuka mata, Nabila berdehem gugup lalu memalingkan wajah. Malu sekali kan ketahuan mencuri pandang begitu.

" Biasanya kamu malu-maluin,"

" Kamu suka Putri?" entah punya keberanian dari mana Nabila bertanya begitu, Nabila memukul mulut nya sendiri. Zein menoleh membuat Nabila makin menyesali pertanyaan nya.

Entah lah, Zein sendiri bingung dengan perasaan nya. Pemuda itu kembali memejamkan mata. Bertanya pada pada dirinya sendiri, masih adakah perasaan untuk Putri.

" Enggak," jawab Zein kemudian.

" Tapi kamu khawatir? Kamu marah kan?"

" Kenapa? Lo cemburu"

Mata Nabila membola saat mendengar ucapan Zein, wah wah dapat ide dari mana dia. Bisa-bisa nya berpikiran seperti itu.

" Enggak! Kenapa juga aku cemburu," Nabila sudah berdiri, tapi tangan nya di tarik lagi. Gadis itu kikuk sendiri, tidak berani menoleh pada Zein.

" Lepasin," kata Nabila tanpa berani menoleh. "Aku mau kerja, bukan mau nungguin kamu tidur. Kenapa juga perlu bawa aku kesini?"

" Buatin gue jus pare,"

" Tapi aku mau kerja," masih kekeuh ingin pergi.

" Baru jam sembilan pagi, lo kerja biasanya siang. Nanti gue anter, sana buatin jus." sifat menyebalkan Zein sudah muncul, harus nya tadi Nabila diam saja tidak usah mengganggu tidurnya. Kalau begini kan dia jadi susah sendiri.

Malas untuk berdebat lagi, Nabila pergi ke dapur memeriksa kulkas. Ternyata isi nya penuh, ada sayuran, buah-buahan dan beberapa cemilan. Nabila kembali ke ruang tamu dengan nampan besar berisi segelas jus pare dan jus mangga untuk dirinya sendiri. Beberapa cemilan juga untuk mengganjal perut lapar nya.

Zein sudah kembali tidur, kaki nya bertumpu lurus pada meja. Kemeja putih nya sudah tidak terkancing, menyisakan kaus hitam sebagai dalaman.

Nabila menaruh nampan nya di meja, memilih tidak membangunkan Zein daripada jadi korban suruhan nya lagi. Untuk mengusir bosan Nabila menghidupkan TV, lumayan lah daripada seperti orang kurang kerjaan menunggui Zein yang tertidur pulas.

Nabila berdecak kesal, melirik jam dinding yang terus berdetak di sudut ruangan. Sudah hampir satu jam, tapi Zein masih belum bangun juga. Jus dan cemilan yang tadi di bawa Nabila sudah habis tanpa sisa, sekarang hampir jam sebelas siang. Jika tidak pergi sekarang Nabila pasti akan terlambat sampai café nanti.

"Zein, bangun." menggoyang kaki Zein, tapi masih tidak bergerak sedikitpun.

" Zein, banguuuun." panggilan kedua dengan lebih keras mengguncang kaki nya.

" Lima menit lagi ma," racau pemuda itu lalu melanjutkan tidur. Nabila berdiri, sudah ingin menarik tangan nya agar bangun. Tapi gadis itu mengurungkan niat saat melihat Zein tidur dengan mulut mengaga seperti itu.

Hahaha ya ampun, orang ganteng mau tidur nya gimana juga tetep aja ganteng. *Tunggu, in*gat Nabila, bangunin dia bukan lihatin muka ganteng nya! Nabila menepuk pipi nya sendiri untuk mengembalikan kesadaran diri.

" Pacar .., bangun," bisik Nabila di telinga Zein, pemuda itu menggeliat. Merentangkan tangan lalu menguap lebar.

Zein menoleh, memasang wajah bingung dengan mata yang masih kemerahan. " Ngapain lo deket-deket? Mau nyium gue?" tanya nya curiga.

Nabila mendengus, memangnya dia sudah hilang akal apa. " Hahaha!" ketus nya lalu pergi ke dapur membawa gelas jus yang sudah kosong dengan sampah cemilan tadi.

Zein menyusul ke dapur membawa gelas jus nya yang sudah tandas setengah, mengambil air putih di kulkas lalu pergi ke kamar mandi.

Nabila mengambil kesempatan itu untuk kabur, Nabila kembali ke sofa untuk mengambil tas nya lalu berlari keluar. Tepat setelah pintu tertutup, Zein keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah segar setelah cuci muka.

" Ayo gue antar ke café lo," ucap nya sembari menyisir rambut dengan jari. Tidak ada jawaban, Zein pergi ke dapur memeriksa apa yang sedang dilakukan gadis itu.

Mengernyit saat tak ada orang di dapur, Zein kembali ke ruang tamu, tapi tidak juga menemukan Nabila.

" Malah kabur, dia pikir dari sini ke cafe nya dekat apa," kesal Zein menyambar tas nya lalu berlari keluar. Gadis itu pasti masih di bawah atau minimal masih di dekat sini.

Zein keluar dari gedung tepat saat Nabila sedang menghentikan angkot yang masih di ujung jalan. Zein berlari menghampiri gadis itu, menarik tangan nya membuat si empu menjerit kaget.

" Mau kabur kemana?" tanya Zein kesal, terlihat jelas dari raut wajah nya.

" Aku mau kerja, kalau kamu masih mau di sini sendiri aja jangan ajak aku,"

" Ayo gue anter," Zein menarik tangan Nabila lagi, berjalan cepat ke parkiran.

🌸

🌸

🌸

1
Rizka Ajah
yaiyalah harus berakhir,, cantik tp gatau diri
Naylatul Maufiroh
mantap ceritanya bagus
Naylatul Maufiroh
😂😂seru seru
gah ara
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
gah ara
😂😂😂
gah ara
,kagak ada ponsel kasihan
gah ara
😂😂😂😂
gah ara
🤭🤭🤭🤭😂😂
yuhuuuu
keren karya² mu Thor...
Yanti
aku udah baca dua kali 🥰
mau tanya Thor , novel kisahnya anaknya si Zein ada gak ☺️
Grizelle
Om somplak ye😂🤣🤣
Grizelle
🤣😂😂😂 si Kevin emang bikin mood naik sih, nggak pernah gagal bikin ngakak
Grizelle
🤣😂😂😂😂 asli ni temen pada somplak, tapi bener juga sih kurang umur dekat dengan kematian
Grizelle
Masya Allah, jazakillah khairan katsiira untuk authornya
Apalagi ada cerita tentang nabi
Grizelle
Padahal yg nyari kesempatan malah dia sendiri 😂🤣 dasar Kevin
Grizelle
Makanya jangan terlalu percaya diri dan punya ekspektasi tinggi. Kalo kenyataan nggak sesuai harapan kan yg sakit juga diri sendiri, akhirnya kecewa
Grizelle
🤣😂😂
Grizelle
Udah omes ya
Grizelle
Emang curhat sama temen somplak mah gitu ye
Grizelle
Bisa-bisanya ya nanya gitu🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!