"Aku ingin mengakhiri semua nya"
Kalimat itulah yang selalu menempel dalam fikiran Anindita. Sampai saat ini ia belum mengetahui alasan kandas nya hubungan nya dengan Vano.
Hingga disuatu tempat, ia bertemu dengan pengusaha muda tampan bernama Fernan Wiratama,tak lain adalah Kakak dari Vano Wiratama. Dan takdir berkata lain Anindita harus selalu bersama Tuan Muda Fernan. Karena apa? Penasaran? Ikuti kisah nya.
Akankah Anindita bisa melupakan sang mantan kekasih? atau malah terjerat cinta dengan tuan muda tampan?
Up : setiap hari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bercerita Antar Sahabat
Anindita tersenyum melihat Zira dan Zein sudah datang ke Restaurant. Ia menghampiri mereka yang sedang duduk di bangku pengunjung.
"Hai" Ucap Anindita antusias memeluk kedua sahabat nya dari belakang.
"Anindita. " Teriak mereka histeris. Berdiri membalikan badan Membalas pelukan Anindita. Meluapkan rasa rindu mereka yang sudah beberapa hari ini tidak bertemu.
" Bagaimana kabar mu Nona Fernan. " Ucap Zira tertawa menggoda Anindita.
Anindita memukul pelan lengan Zira. Dia merasa malu bercampur risih.
" Aku baik-baik saja. " Jawab nya cepat.
"Ooooww seperti nya menyenangkan ya menikah dengan Tuan Muda Fernan." sahut Zein menggoda Anindita.
"Menyenangkan kata mu? Haha yang ada aku ingin segera keluar dari kandang macan itu."
Zira dan Zein terkekeh.
"Trus terus emmmm apa kau sudah melakukan nya?. " Tanya Zira dengan wajah penasaran.
"Melakukan apa?. " Tanya Anindita bingung.
" Melakukan malam pertama. " sahut Zein pelan mencondongkan tubuh nya ke arah Anindita.
Anindita melebarkan mata nya. Tidak menyangka sahabat nya ini akan menanyakan hal seperti ini.
Anindita menghela nafas ia menjawab dengan menggeleng pelan.
" Kau belum melakukan nya?" Tanya Zira memastikan.
Anindita mengangguk membernarkan.
"Mengapa? " Sahut Zein.
Anindita terdiam berfikir sedikit." Dia tidak meminta nya " Ucap nya santai dan langsung menutup mulut nya.
" Oooooww jadi jika Tuan Fernan meminta nya kau akan memberi nya heeem? " Tanya Zira senyum-senyum menaik turun kan halis nya. Dan Zein hanya tertawa.
" Tidak! Tidak! Bukan begitu. " sangkal Anindita. Membayangkan yang tadi pagi saja membuat ku merinding apalagi jika aku melakukan lebih dengan nya. Pikir Anindita.
" Tuh kan tuh kan melamun kak" Bisik Zein tertawa kecil di telinga Zira.
"Ya, seperti nya dia sedang membayangkan Tuan Muda Fernan. " Ucap Zira dan Zein tertawa geli.
" Hey apa yang kalian tertawakan?" Ucap Anindita kesal setelah sadar dari lamunan nya.
"Kau melamun Nona. Apa yang kau pikirkan? " Ucap Zira mengaduk-ngaduk minuman dengan sedotan.
" Tidak ada. " Jawab Anindita cepat.
Zira dan Zein tertawa. Mereka senang jika menggoda Anindita.
"Apa kau tau?." tanya Anindita dengan wajah serius nya. Meletakan kedua tangan nya di atas meja makan.
"kami manusia bukan tau. " ucap Zira tertawa kecil.
" Itu tahu makanan Fevorit mu. " sahut Zein sedikit kesal. Disaat yang serius malah becanda. Pikir Zein." Ada apa?. " Lanjutnya.
" tadi Mama mertua ku bilang, nanti akan ada perempuan cantik yang akan datang kerumah Utama Tuan Muda Fernan. " Ucap Anindita setengah berbisik pada kedua sahabat nya.
" Siapa? " Sahut Zira dan Zein bersamaan dengan antusias.
Anindita mengangkat kedua bahu nya." Mungkin saja kekasih Tuan Muda Fernan. " jawab nya santai.
" Kau gila! "Zira menggebrak meja dengan keras. Merasa syok apa yang telah di dengar nya. Seketika pengunjung menoleh ke arah mereka.
" Hey kau mengganggu pengunjung. " Ucap Anindita pelan.
" Tau nih ka Zi tenang sedikit kenapa?. "
" Hey bagaimana bisa tenang. Lihatlah Nona Anindita istri dari Tuan Muda Fernan Wiratama yang sangat berpengaruh di negri ini. Begitu santai nya menanggapi hal seperti ini?. " jawab Zira nyerocos dia kesal dengan sahabat nya yang selalu santai menghadapi sesuatu yang penting menurut nya.
" Ya benar. Memang kau tidak kuatir?. " Tanya Zein penasaran. Dianggukan setuju oleh Zira.
" Kuatir apa nya?. " Tanya Anindita dengan polos. Menyandarkan punggung nya di kursi makan.
" Haduuh. " Ucap Zira Frustasi memegang pangkal hidung nya." Kau tidak kuatir suami mu diambil oleh perempuan itu?. " Ucap Zira dengan jelas dan penuh penekanan.
Anindita terdiam." Aku tidak ada hak. "
" Kau istri nya. " sahut Zira dan Zein geram pada Anindita.
" Ya, istri yang tidak dicintai dan tidak mencintai. " Ucap nya santai menyedot minuman milk tea nya.
Zira dan Zein saling lempar pandang membenarkan ucapan Anindita. Ya, mereka tahu pernikahan sahabatnya ini karna perjodohan.
" Tapi kau adalah istri sah nya. Kau berhak melakukan apapun sesuka hatimu pada perempuan itu saat dia mengganggu kalian nanti. " Ucap Zein meyakinkan Anindita agar tidak lemah menghadapi perempuan yang akan menganggu rumah tangga nya nanti.
" Atau jangan-jangan kau masih mencintai Vano?. " Ucap Zira memicingkan mata nya.
Anindita terdiam dia sedang menanyakan pada perasaan nya. Perasaan yang masih ada cinta atau tidak nya pada Vano. Dia semakin mendalami pertanyaan pada perasaan nya. Dirasa sudah ada jawaban. Anindita menghela nafas.
" Sedikit demi sedikit aku sudah melupakan nya. " Ucap nya mantap.
" Ya, kau harus melupakan nya. Kau sudah mempunyai suami. Meskipun kalian tidak saling mencintai tapi pernikahan adalah sesuatu yang sakral tidak boleh dipermainkan. Jalani saja dengan mengalir. Kita tidak akan peenah tau kedepan nya akan sepeti apa bukan? Bisa saja kalian nanti akan sing mencintai. " Ucap Zira bijak. Anindita dan Zein saling melempar pandang tidak menyangka jika zira akan berbicara sebijak itu. Mereka menatap lekat wajah Zira. Zira yang melihat nya hanya tersenyum sombong. Tau yang di pikirkan kedua sahabat nya
" Kenapa? Apa aku sudah bijak mengatakan nya? Apa aku sudah bisa dikatakan seperti Mario teguh? Apa kalian mau memuji ku hemm? " Bertanya dengan percaya diri nya.
Anindita dan Zein mengerutkan kening nya. Baru saja mereka akan memuji. Tapi Zira sudah kembali ke asal nya. Pikir mereka.
" Tidak jadi. Tidak jadi memuji mu kak. Kau sudah kembali ke asalmu. " Sahut Zein kesal dianggukan setuju oleh Anindita.
Zira terkekeh" Hey apa rugi nya kalian memujiku? " tertawa renyah. Berfikkir sejenak seketika raut wajah nya berubah serius" Lagi pula aku serius dengan ucapan ku tadi Anin. Kau tidak boleh lemah dihadapan wanita itu. Secantik dan sehebat apapun dia, kau harus percaya diri. Posisi mu lebih baik dari perempuan itu. Kau istri sah sari Tuan Muda Fernan. " Ucap Zira dengan teratur dan jelas.
Zein yang mendengar nya tersenyum senang pada sang kakak dia mengacungkan jempol.
" Kau hebat kak. " Ucap Zein polos bermaksud memuji sang kakak.
" Dari dulu kakak mu memang hebat. " Ucap Zira tertawa kecil.
" Yeee dasar. " Ucap Zein mengerucutkan bibir nya.
Berbeda dengan Anindita ia terdiam mendengar ucapan Zira." Tapi__. " Ucap nya menunduk.
" Tapi apa? " Sahut Zira dan Zein.
" Apa kalian tahu? Disurat perjanjian nya aku tidak boleh mencampuri urusan wanita nya. "
" Surat Perjanjian? " Tanya Zira dan Zein penasaran.
" Ya, Tuan Muda Fernan membuat surat perjanjian pernikahan isi nya ya, itu aku tidak boleh mencampuri urusan pribadi nya." menghela nafas" tapi itu lebih baik bukan? Aku bisa pergi keluar dari kandang macan ini setelah nanti ada perempuan itu. "
" Gilaaa apa! " Ucap Zira sewot.
" Ya benar gila kan Tuan Fernan, pakai surat perjanjian segala." Ucap Anindita.
"Yang gila itu kamu Anin. " sahut Zira.
" Ya, untuk yang ini aku setuju. Kau gila Anin. " Zein menimpali.
"Hey mengapa kalian mengatakan ku gila?" Ucap Anindita kesal.
"Ya kau gila karna berpikir untuk akan pergi dari Tuan Muda Fernan. " Ucap Zira jelas.
"Memang nya kenapa?" bertanya dengan polos.
"Kau tidak ingat siapa Tuan Fernan? Tidak akan semudah itu kau lari dari nya. " Ucap Zein memperingati Anindita.
" Memang nya hal apa yang membuat dia melarangku pergi dari nya? "
Zira menghela nafas" Kau istri nya. Dan seperti nya Tuan Fernan sangat menghargai pernikahan."
Bersambung................................
*anin berkali berbohong tapi tidak disalahkan
*fernan berbohong langsung disalahkan dan tidak mudah dimaafkan fernan hadir mengemis dulu baru dimaafkan
*anjn tinggal dengan lelaki lain tidak disalahkan
*fernan bawah karina tinggal dirumahnya, (anin juga ada disitu) dianggap kesalahan besar tidak mudah dimaafkan dan harus mengemis maaf dulu
*anin salah paham lihat fernan pelukan dengan karina kesalahan fernan dan harus mengemis maaf dulu baru dimaafkan
*fernan lihat anin pelukan dengan devan bukan kesalahan
kesalahan anin dan fernan banyak yang sama tapi karena pemikiran yang egois dan munafik oleh authornya jadi semua yang dilakukan fernan kesalahan fatal tapi semua yang dilakukan anin bukan kesalahan dan dibenarkan
kalian bangga buat novel yang kelihatan sekali kemunafikannya kayak gini, ini sama saja kalian bangga memamerkan pola pikir dan imajinasi kemunafikan kalian sendiri
* pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja2 bahkan kalian spesial kan bisa berkali kontak fisik dengan istri orang (munafik)
* karina diajak fernan tinggal dirumah kalian laknat tapi anin kabur dari rumah dan tinggal dirumah lelaki lain bahkan anak panggil anin mama mereka tingg kayak sebuah keluarga kalian benarkan (munafik)
* fernan tidak tegas pada karina kalian laknat tapi anin tidak tegas pada devan dan vano kalian benarkan (munafik dan murahan)
* intraksi fernan dengan wanita lain kalian bela tapi intraksi anin dengan pria lain kalian benarkan bahkan pelukan kalian benarkan (munafik)
*anin salah paham fernan pelukan dengan karina kalian buat anin tegas pergi dan fernan harus mengejar dan mengemis maaf tapi saat fernan melihat anin pelukan pada devan kalian buat fernan kayak orang bodoh Terima begitu saja (munafik)
*saat anin tidak percaya fernan, maka fernan salah karena tidak bisa menjaga kepercayaan tapi saat devan tidak percaya anin tetap devan salah karena harus saling percaya (munafik)
*fernan membohongi anin adalah kesalahan fatal, fernan dihukum, dan harus mengemis maaf pada anin tapi anin membohongi fernan dibenarkan
* dan masih banyak lagi kemunafikan dalam novel ini yang dibela oleh author
Thor jadi novelis wanita jangan egois benar semua kesalahan anin dibela dan dibenarkan semuanya, tapi giliran fernan buat salah, dilaknat habis2an, jadi wanita dewasa sedikit jadi bisa buat novel adil