NovelToon NovelToon
Cassandra

Cassandra

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Kehidupan di Sekolah/Kampus / CEO / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 5
Nama Author: NadiraBee

Follow Instagram Author @tulisan_bee 😘

Session 1 - Xavier - Cassandra [Tamat]
Session 2 - Roman - Alesha [Tamat]

Session 3 - Ongoing

Tiga tahun menjalani pernikahan akhirnya membawa Alesha pada keputusan penting, yaitu meminta perceraian dari sang suami, Roman Alvero.

Apakah keretakan rumah tangga itu akan berakhir di persidangan? Atau mampukah Roman, mempertahankan Alesha sekali lagi?

~Selamat membaca terima kasih sudah mampir~ ♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Kue Bolu

"Salah satu tanda kau tertarik pada wanita adalah tanpa sadar kau mulai mengkhawatirkannya." ~Xavier Forzano.

.

.

.

Xavier terus memencet tombol panggil pada ponselnya. Dia telah berulang kali mengirimi gadis itu pesan, namun belum ada jawaban. Bahkan Cassandra tidak membaca pesan-pesan beruntun yang dia kirimkan.

Menahan rasa kesal bercampur khawatir yang mulai merayap masuk, Xavier mengacak rambutnya. Arjuna melirik sekilas, menerka-nerka apa yang mungkin jadi penyebab kesalnya sahabatnya malam ini. Mengambil sekaleng bir, Arjuna menyodorkan kaleng itu pada Xavier yang langsung disambut Xavier dengan sekali raih.

"Lo kenapa terlihat kesal begitu?" Kali ini Arjuna mengambil sekaleng bir untuk dirinya sendiri, menenggaknya cepat.

"Cassandra nggak angkat telepon gue. Dia sedang bersama Kaisar sekarang." Tersirat nada khawatir pada suara Xavier yang dapat jelas ditangkap oleh Arjuna.

Arjuna membelalakkan mata.

"Bro!" panggilnya. Dia mencondongkan badan, mendekat.

"Kalian udah kayak pasangan beneran aja, hahaha." Arjuna tidak bisa menahan tawanya. Dia terkekeh melihat Xavier yang terlihat frustasi hanya karena kekasihnya tidak membalas pesannya.

Xavier menatap Arjuna sinis. "Gak seperti yang lo fikirin!" katanya mengelak.

"Gue berusaha cari celah Kaisar, tapi semakin lama dia memang kayaknya tertarik sama Cassandra," ujar Xavier pelan.

Arjuna melengos.

"Please lah. Gue kan udah bilang masalah Gracia udah selesai. Lagipula Kaisar bukan orang yang terlibat sama Gracia dulu."

Mata Xavier membulat.

"Tetep aja mereka adalah The Reds!" geram Xavier tak tertahan.

Arjuna menghela napas. Dia ingin sahabatnya melupakan kisah lama. Sudah saatnya Xavier bangkit, mempersiapkan diri untuk membuka lembaran baru. Arjuna sungguh ingin Xavier bahagia, tidak lagi terbayang-bayang akan sosok yang membuat luka menganga di hati sahabatnya itu.

Xavier berdecak.

"Gimana pun gue akan ungkap apa yang terjadi sama Gracia!" seru Xavier penuh kebencian.

Arjuna sadar sahabatnya masih dirundung duka. Ini bukan saat yang tepat untuk beradu argumen dengannya.

Arjuna bangkit, mengambil sekaleng lagi bir dari atas meja, memegangnya di tangan kanannya.

"Gue pergi," katanya pelan.

Xavier mengangguk.

"Yang penting lo harus inget. Jangan sakiti Cassandra, dia enggak salah apapun," katanya lagi.

Kali ini membuat Xavier mengangkat kepalanya, menatap lurus pada mata elang Arjuna. Arjuna berbalik badan, melangkah pergi menjauh dari lelaki itu, yang masih terdiam di tempat duduknya.

***

Cassandra turun dari bus yang membawanya hingga ke halte depan simpang rumah. Kaisar ikut turun, membuat gadis itu bertanya-tanya.

"Kau turun juga?" tanyanya menatap pada Kaisar, penasaran.

"Aku mau mengantarmu. Ini hampir menjelang malam," kilah Kaisar.

Cassandra tersenyum kecil, melirik arloji yang terpasang di pergelangan tangan kirinya.

"Ini masih jam delapan, Kai." Cassandra tertawa.

Kaisar ketahuan. Dia mengangkat bahu.

"Aku cuma mau mengantarmu aja, boleh kan?" Kaisar membujuk pelan.

"Baiklah. Ayo. Kau akan tahu perumahanku nanti."

Cassandra melangkah pelan meninggalkan halte bus itu, melangkah menuju jalan setapak yang mengarah pada perumahannya.

"Di sini kau tinggal, Cassandra?" Kaisar mengamati perumahan sederhana itu, yang cenderung sempit. Dia baru pertama kali datang ke sini.

Ini bukan tempat tinggal Cassandra dulu.

"Kalian sudah lama menetap di sini?" tanya Kaisar penasaran.

"Belum lama, mungkin sekitar lima tahun lalu," jawab Cassandra pelan.

Benar. Karena ini bukan rumah Cassandra dulu.

"Oh, begitu ... bagaimana kabar Ibumu?"

Cassandra memelankan langkahnya.

"Dia baik," jawabnya singkat.

Kaisar mensejajarkan langkahnya dengan gadis itu.

"Syukurlah kalau dia baik-baik saja. Apa bolu buatannya masih enak?" tanya Kaisar dengan senyuman tipis di bibirnya, tidak sadar dengan pertanyaan yang telah dia lontarkan.

Cassandra menghentikan langkahnya tiba-tiba. Dia menatap penuh tanya pada Kaisar yang terlihat bingung.

"Dari mana kau tahu Ibuku pandai membuat bolu?" tanya Cassandra penasaran.

Kaisar menyadari sesuatu. Dia telah terlalu jauh larut dalam kenangannya bersama gadis itu. Seharusnya dia tahu batasannya, dia tidak boleh membuat Cassandra curiga sedikit pun.

"Eh, aku ... maksudku semua ibu pasti pintar membuat kue kan?" Kaisar berusaha berdalih, menjelaskan setenang mungkin.

Cassandra masih memicingkan mata.

"Jadi kurasa ibumu juga pasti mahir membuat kue," katanya melanjutkan, berharap Cassandra tidak mencurigainya sama sekali.

Cassandra masih menatapnya lekat. Dia mulai bertanya-tanya, namun lebih memilih untuk tidak memperpanjang fikirannya. Lagipula apa yang dikatakan Kaisar memang benar.

"Kau benar. Rata-rata Ibu dapat membuat kue. Ibuku juga begitu," katanya kemudian seraya menyambung langkahnya pelan.

Kaisar tidak bersuara lagi. Dia memilih untuk diam, berharap bahasan tentang kue itu akan segera menguap.

Mereka telah melewati gang berlampu kelap-kelip itu, kini sampai pada taman yang telah tampak indah setelah dipugar.

"Di sana rumahku, Kai. Kau bisa pulang sekarang," kata Cassandra berbalik.

Kaisar mengangguk setuju. Dia tidak akan meminta lebih banyak kali ini. Cukup berjalan dengan Cassandra saja sudah membuatnya luar biasa senang.

"Baiklah. Aku pergi, Cass." Kaisar pamit, diikuti dengan anggukan Cassandra kali ini, lelaki itu mulai menuju arah berlawanan.

Cassandra masih berdiri di tempatnya, memperhatikan dengan seksama punggung Kaisar yang berjalan menjauh. Dia memikirkan sesuatu, namun cepat-cepat ditepisnya. Tidak mungkin, dia membatin.

Kai, apa aku pernah mengenalmu sebelumnya?

***

Kaisar melangkah menjauh dari halte, menangkap sosok Roman yang telah menunggunya di ujung jalan dengan mobil sport-nya yang berwarna merah terang. Roman sedang berdiri di luar mobil, menghisap rokoknya dan menghembuskan asap ke udara. Mata mereka bertemu. Kaisar mempercepat langkahnya, menuju pada mobilnya yang terparkir di sana.

Dia meraih gagang pintu penumpang, memberi perintah pada Roman untuk segera masuk ke dalam mobil. Roman membuang puntung rokoknya sembarangan.

"Astaga, Kai. Aku tidak percaya kau naik bus!" Roman berseru setelah dia menutup pintu mobil.

Kaisar menghembuskan napas.

"Itu seru, kau tahu?" balas Kaisar cuek.

Roman terkekeh.

"Ayolah, kau tinggal bilang identitasmu dan aku yakin dia akan memohon padamu, Kai," kata Roman lagi, kini telah menginjak gas dan mulai membawa mobil bergerak dari sana.

Kaisar mendesah. Dia melirik Roman sekilas.

"Dia bukan gadis seperti itu, Bro. Dia tidak silau akan hartaku yang berlimpah," kata Kaisar yakin. Dia telah mengenal Cassandra bahkan sebelum gadis itu mengenalnya.

Roman bergidik ngeri. Bosnya itu sungguh jatuh cinta kali ini.

"Kau sudah letakkan gitar biru itu di kamarku?" Kaisar melirik Roman sekilas.

"Tentu. Karyawanmu bilang itu adalah gitar yang dipilih gadis itu. Kau akan menciuminya sepanjang malam, hah?!" Roman berkata dengan nada mengejek, mengolok-olok Kaisar.

Kaisar mendengus kesal.

"Tidak untuk saat ini. Memandanginya saja sudah lebih dari cukup."

.

.

.

🌾Bersambung🌾

~Makasih untuk semua like, vote dan komennya ya kak.. semoga suka dan selamat membaca 🙏

1
KimYoona
baiklah.. tp awas kalau kamu menyakitiku😄
KimYoona
dikira penjahat ternyata malah calon mertua🤣🤣
KimYoona
awas kalau sampai Xavier nyakitin anak gadis orang
KimYoona
so sweeettt😍😍
KimYoona
terima saja Cass , manfaatkan dia dgn baik.. toh dia juga bukan pria baik2 dia punya niat terselubung deketin kamu
KimYoona
tak kutuk kamu bertekuk tulut sama sama Casandra ya Xavier
KimYoona
bisa2nya mau nikung teman🤣🤣 dibilang sinting gk terima
KimYoona
sinting emang🤣🤣 gk jelas banget🤣🤣
KimYoona
berarti gk usah dicari.. sudah saatnya move on
KimYoona
aku lupa pernah baca apa gk novel yg ini, kalau yg my fake bridal sih udah. walaupun skg udah agak lupa critanya
kalau novel ini kayaknya seru jadi mau lanjut baca dulu
Erna Wati
ini kok.lama ya kelanjutannya
Erna Wati
pernah baca ini...bagus cerita nya walau nguras emosi
Erna Wati
kaisar nya kpn ini sudah 2026
Erna Wati
nangisss aku tor..kasihan kaisarrr
Erna Wati
pernah baca tpi lupa
reader's cute
baca kesekian kalinya,,ttp aja baperrrrr
Khusnul Khotimah
/Facepalm//Facepalm/
Aprillia Lestari
bagus bgt jalan ceritanya
Frida Niah
cukup menarik
Siti Julaeha Julai
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!