NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Pelakor / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rini Jayanti

Merasa menjadi tumbal kehidupan yang keras membuat Alina menjadi pekerja malam yang dikorbankan oleh tantenya sendiri.

Akankah hidup Alina berubah setelah bertemu dengan Tuan Muda bernama Leon Hansen Wijaya?

Kepoin kisahnya di novel ini yah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Jayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29# Masa Lalu

Ada yang coba nurunin rate ku rupanya, siapakah gerangan? Hayook ngaku.. Tolong ya buat teman-teman naikin rateku lagi.. Mohon di bantu ya...🙏

***

Setelah kenyang menyantap mie ayam pesanannya. Alina dan Leon memilih balkon kamar di atas untuk bercakap-cakap sekedar bersantai di waktu sore. Kebetulan langit masih cerah mendukung suasana untuk mereka berdua.

Ditemani teh hangat dan juga cemilan di atas meja, Alina dan Leon sesekali tertawa bersama.

"Jangan panggil aku Tuan, Alina! Panggil aku Leon, cukup Leon!" perintahnya pada Alina.

"Tapi Tuan saya canggung kalau harus memanggil Anda dengan sebutan nama saja,"

"Masa nanti kalau kita sudah menikah kamu akan memanggilku dengan panggilan Tuan,"

"Menikah Tuan?" Alina sedikit terkejut mendengar pernyataan Leon.

"Kamu ini pelupa atau pura-pura lupa. Bukankah malam itu aku sudah memintanya di atas kapal pesiar, aku ingin menikahimu, Alina.:

Pipi Alina bersemu merah. Ia bukan lupa, ia ingat betul setip kata yang keluar dari pemilik pria berbibir manis itu, Alina hanya segan dan akan terkesan murahan kalau ia terlihat senang mendengarnya.

"Aku tahu Alina apa yang ada dipikiranmu, bersabarlah sebentar,"

Bersabarlah untukku! Aku akan berpisah secepatnya dengan Bella.

"Bersabar untuk apa Tuan, mm maksud saya Leon," Leon tersenyum tipis, panggilan Alina cukup menggelitik.

"Bersabar untuk sesuatu, aku tidak mau memberikanmu harapan palsu Alina. Beesabarlah nanti kalau sudah waktunya aku akan memberikanmu status yang jelas, sebagai Nyonya Leon Hansen Wijaya,"

Aku menggombal lagi,, Tidak ini nyata.

"Leon, saya tidak memaksa untuk dijadikan Nyonya di rumah ini. Saya sadar diri saya siapa, saya hanya seorang wanita simpanan dan saya juga sudah menjual diri saya hanya demi uang. Saya begitu malu, banyak orang cacat bisa bekerja mencari uang halal tapi saya, saya masih sehat, badan tubuh saya normal tidak kekurangan satu apapun tapi saya melakukan pekerjaan ini." Semilir angin sore ini mampu membuat air mata Alina kembali ke tempatnya, hampir menetes sedikit lagi.

"Tidak Alina, jangan merendahkan dirimu seperti itu!"

"Hubunganku dengan Bella tidak seperti yang kamu bayangkan. Aku tidak pernah mencintainya sedikitpun kalau saja dulu dia tidak menolongku saat kejadian itu." Leon menatap lurus ke depan. Ia seperti sedang mengingat kejadian beberapa silam.

"Kejadian apa?" Alina cukup penasaran dengan cerita masa lalu Leon.

"Dulu, beberapa tahun kebelakang sebelum aku menikahinya. Aku sedang dalam perjalanan ke suatu tempat untuk menemui seseorang, jalanan yang harus dilewati lumayan cukup curam dengan tebing tinggi. Aku berniat menemui Garneta yang juga sedang menungguku. Tapi nahas mobil yang sedang aku kendarai terkena hantaman mobil lain, sebuah truk besar menghantamku dari arah berlawanan. Di duga truk itu mengalami ban bocor dan sedang dalam kecepatan tinggi, alhasil terjadi tabrakan beruntun." Leon menyalakan rokoknya dan kembali menyesapnya.

Garneta?

"Yang aku ingat, hanya ada seorang perempuan menolongku dan ketika aku sadar sudah berada di Rumah Sakit, Bella dan Ayahku sedang berada di sampingku saat itu,"

"Ayah bilang kalau Bella lah yang menyelamatkanku, kebetulan mobilnya sedang berhenti di bahu jalan, Bella melihat jelas kejadian di depannya saat itu,"

"Aku menikahinya karena ingin berterimakasih, karena dia juga aku masih bisa bersamamu sekarang ini. Ya walau hidup hanya Tuhan yang menentukan tapi setidaknya melalui pertolongan Bella aku bisa selamat,"

"Tapi hati tidak bisa dibohongi, hatiku masih hampa sebelum aku bertemu denganmu, Alina,"

Alina tersenyum tipis, apakah ia harus senang atau bahkan merasa bersalah mendengar cerita tentang rumah tangga pria itu. Alina hanya tidak mau dirinya menjadi orang ke tiga. Ia tidak mau merampas kebahagiaan orang lain.

"Apa kamu senang Alina? Aku tidak mencintai Bella, aku hanya mencintaimu," Bisik Leon di telinga Alina. Leon megecup lembut bibir Alina, ciuman itu berubah menjadi panas. Merasa terpancing nafsunya, Leon menggendong Alina masuk ke kamar, membaringkannya di atas tempat tidur dan Leon melancarkan aksinya menyalurkan hasratnya pada wanita cantik yang sedang terbaring tanpa sehelai kain apapun.

***

Malam ini Bella tampak emosi, beberapa barang dan juga pecahan beling berserakan di mana-mana. Ia marah pada semua orang terutama Leon yang sudah membuat karirnya berantakan. Satu persatu kontraknya dibatalkan dan ia dilarang untuk tampil di beberapa stasiun televisi. Ia begitu shock, Leon bisa dengan mudah mengubah hidupnya menjadi terbalik.

"Tenang sayang, Wijaya tidak akan membiarkan kamu seperti ini. Leon akan menyesali perbuatannya." Hilda menangkan putrinya, mengusap lembut punggung Bella pelan-pelan. Hilda juga tidak rela karir Bella hancur seperti ini dan suaminya sekarang sedang mengalami kesulitan terkendala keuangan dan pencalonan dirinya.

"Aku bingung Bu, apa aku bunuh saja wanita jalang itu!" Bella tambah histeris mengingat nama Alina ada di tengah-tengah hubungannya.

"Jangan gegabah Bella! Ibu tidak mau kamu mendekam di penjara, Ibu sudah pikirkan kita akan mendatangi ayah mertuamu setelah dia kembali dari luar negeri,"

"Tapi Bu, aku tidak tahan dengan wanita menjijikan itu. Apa yang sudah dia berikan pada Leon. Sampai Leon bisa bertekuk lutut padanya." Bella semakin terisak.

Bella sadar, Leon bukan orang yang gampang dihancurkan atau diusik sedikit saja. Leon bukan saingannya apalagi Jericho, bagi Leon Jericho tidak ada apa-apanya bahkan seujung kukupun.

"Seandainya kamu tidak berhubungan dengan pria itu pasti rumah tanggamu akan baik-baik saja Bella,"

Bella mengakui seandainya ia memang tidak mencari masalah dengan Jericho, pasti Leon akan memperlakukannya bak putri raja. Bahkan Leon tidak akan mencari kesenangan di luar sana.

"Bella menyesal Bu, apa yang harus aku katakan pada ayah mertuaku tentang video itu,"

"Ibu juga sedang berpikir ke arah sana. Ayah mertuamu juga akan membuatmu bersalah hanya dengan video itu. Bella kamu melakukan kesalahan fatal,"

Hilda mondar-mandir mencari sebuah jawaban tepat untuk besannya itu. Wijaya juga bukan orang bodoh bisa mempercayainya begitu saja, apalagi Tori sebagai assistennya pasti sudah mengantongi bukti-bukti tentang perselingkuhan menantunya itu.

Tok.. Tok.. Tok..

Seorang assisten rumah tangga mengetuk kamar Bella, memberitahukannya bahwa Roger sedang menunggunya di bawah.

"Roger, Bu?" Bella sudah menyangka kalau kedatangan Roger pasti ada kaitannya dengan statementnya tentang Alina.

Bella segera merapikan dirinya, membetulkan riasannya dan turun ke lantai bawah menemui Roger.

"Hallo Bell," sapa Roger basa-basi.

"Ada apa datang kemari?" tanya Bella ketus.

Bella melirik ada 3 orang assisten Roger sedang menunggu di luar lengkap dengan peralatan rekorder dan lainnya.

"Oke, aku gak akan basa-basi ya. Kalo bukan karena suami kamu datang tadi siang ke kantor. Aku gak akan sampai berani nyuruh kamu klarifikasi pernyataan kamu tempo hari,"

Bella tersenyum ketus, Leon juga sudah bertindak sampai seperti ini.

"Maksudnya apa ya?" tanya Hilda penasaran.

"Begini Tante, Bella harus melakukan klarifikasi secara live dan menarik lagi statementnya waktu itu tentang Alina, saya tidak mau perusahaan saya juga kena imbasnya. Jadi saya mohon pada Bella untuk kerjasamanya," jelas Roger.

"Bella, lakukan seperti keinginan suamimu. Demi kebaikanmu saat ini. Setelah ini kita pikirkan rencana selanjutnya," bisik Hilda disetujui Bella pada akhirnya.

Dengan menghela nafas berat, Bella melakukan klarifikasi tentang statementnya waktu itu dan juga meminta maaf pada Alina karena telah menyebarkan gosip tidak benar.

***

Tbc...

1
Healer
jodoh ak kali c adel
Healer
syarat enak2 kali..
Healer
good job Alina ❤️💜
Healer
Leon ngidam......👍👍💜❤️
Healer
Aaron Kwok n Leon my fav actor from HK
Jannatun
Kecewa
Imas Hidayat
tasyaaaaa
Arnis Taliya
Hai itu nama ibu ,woy
Vignillia Makalunsenge
seru
Meili Mekel
semiga saja renata tdk gegabah
Meili Mekel
jgn smpe renata jatuh cinta sama alex
Meili Mekel
seandaix dokter ada di indonesia seperti kai enak banget
Meili Mekel
zia belum hamil
Meili Mekel
semiga saja anakx alina kembar
Meili Mekel
lanjut
Meili Mekel
ada yg cemburu
Meili Mekel
🤭🤭🤭🤭🤭
Meili Mekel
akhirx ada kesepakatan
Meili Mekel
kai bingunh
Meili Mekel
rita sdh mendapatkan ganjaranx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!