Saquel Dijodohkan istri
Menceritakan tentang kisah saudara kembar yang terpisah selama 17 tahun.
"ALAN SAPUTRA ATMAJAYA"
Seorang laki laki remaja yang tampan, pintar dan kaya raya yang terlahir dari keluarga Atmajaya. Disekolah, Alan menjadi pria idaman setiap wanita. Semua wanita disekolah nya berlomba lomba untuk mendapatkan cinta nya.
"ALANA SAPUTRI ATMAJAYA"
Seorang gadis manis yang hidup serba apa adanya seperti ibu nya. Cantik, pintar dan juga kaya raya namun tidak membuat nya berbesar kepala.
Alan dan Alana adalah sepasang saudara kembar yang akan selalu berselisih paham dalam hal apa pun. Namun tidak memudarkan rasa sayang Alan kepada adik kembaran nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalisa maisara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Halo gaes buat kalian yang selalu kurang dengan up per bab nya. kalian bisa tunggu up nya sampe banyak dulu baru baca 🤗
aku tulis per bab 1k kata loh kalo sampe 2k kata per bab nanti cepet end dong 😂 oke
selamat membaca 🤗 !!!
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Alana terus terisak sambil membelakangi Alan yang terus meminta maaf ke pada nya itu. Gadis itu tengah marah dan merajuk ke pada Alan karena sudah memberi tahu rahasia besar nya kepada Ricko, yang sudah pasti semua orang akan mengetahui termasuk juga mama nya Laras.
"Lana, tolong maaf kan aku."
Sebentar !!
Aku ???
Ya, kini laki-laki itu sudah lebih banyak berubah. Alan sangat terlihat begitu menyayangi Alana sebagai saudara kembar nya. Meski kadang ia suka ber ubah-ubah menjadi menyebal kan, tergantung dengan bagai mana keadaan suasana hati nya.
"Aku melakukan ini, karena aku ingin agar kamu segera di tangani lebih lanjut. Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan mu, aku tidak akan memaaf kan diri ku sendiri jika sampai itu terjadi." ucap Alan yang mencoba menjelaskan kepada Alana.
Alana masih diam tak menjawab sepatah kata pun.
Pandangan nya menatap lurus ke depan jendela kamar nya dengan air mata yang terus mengalir. Alana hanya takut. Setelah mengetahui kondisi nya saat ini, Justru akan menambah kesedihan mama nya itu dan menyusah kan nya.
"Alana aku..."
"Aku tidak mau di kasihani siapa pun Alan !!!" sahut nya yang memotong ucapan Alan. "Aku....."
Belum sampai Alana melanjutkan ucapan nya Tapi tiba-tiba saja
Bruugggg
"Alana !!" teriak Alan yang terkejut dengan Alana yang tiba-tiba terjatuh ke lantai karena pingsan.
"Lana bangun Lana.. Lana..." ujar Alan yang menepuk nepuk pipi Alana dengan pelan.
🌸🌸🌸🌸
"Ada apa sih Rick, kamu ganggu aku mau istirahat aja deh." sungut Laras yang merasa kesal karena waktu istirahat nya terganggu dengan ke hadiran ricko yang tanpa permisi langsung masuk ke dalam kamar nya.
"Mbak, ini penting !!" ujar Ricko.
"Sejak kapan kamu mau ngomong penting sama aku sih !!" sungut nya lagi. Laras merasa kesal. Karena selama hidup bersama dengan adik tiri nya itu, Ricko selalu menjahili nya dan selalu bercanda dalam hal apa pun ke pada Laras bahkan dalam hal pekerjaan yang membuat Laras sebegitu kesal nya kepada Ricko.
"Oke mbak maafin aku. Tapi ini beneran penting dan...."
"Kalo kamu cuma mau ngerjain aku mendingan kamu keluar sekarang karena aku mau istirahat, capek !!" bentak Laras dengan suara yang cukup tinggi sembari membaringkan tubuh nya di atas ranjang dengan kesal.
"Tapi mbak ini tentang Alana !!!" kecam Ricko.
Mendengar nama Alana, yang berhasil membuat Laras membalikkan tubuh nya. "Alana."
"Ya, Alana." jawab Ricko.
Menyibakka selimut yang tadi ia gunakan untuk membungkus tubuh nya karena merasa kesal dengan Ricko, Laras pun akhir nya bangkit dan mendudukkan diri nya. "Kenapa sama Lana ??" tanya nya. Tiba-tiba Laras merasa penasaran dan berniat ingin mendengar pembicaraan Ricko. Siapa tahu Ricko akan mengatakan sesuatu tentang Alana putri nya itu yang memang tengah menjadi kecurigaan Laras bahwa putri nya itu sedang dalam masalah.
Berjalan menuju sofa yang ada di dalam kamar Laras, Ricko mendudukkan diri nya di sana. Yang kemudian di susul oleh Laras yang juga ikut mendudukkan diri nya di sofa yang ada di depan Ricko.
"Kenapa sama Lana ??" ujar nya mengulang pertanyaan nya tadi yang belum mendapat jawaban.
Menarik nafas nya dalam. Ricko menundukkan kepala nya dengan tangan sebagai penyanggah di atas ke dua lutut nya. Ia pejam kan sejenak mata nya. Lalu membuka kembali dan kemudian menegakkan tubuh nya menghadap lurus ke arah Laras yang ada di depan nya.
"Mbak, Lana..., Lana nyembunyiin sesuatu dari kita mbak." ujar Ricko yang membuat Laras semakin penasaran.
"Maksud kamu, nyembunyiin apa ??"
"Kamu inget darah yang tadi ada di tangan aku. Itu, itu darah Alana yang keluar dari hidung nya mbak." tutur Ricko.
Masih tidak mengerti dengan maksud dari perkataan Adik nya itu. "Maksud kamu ??"
"Mbak, Lana mengidap leukemia selama ini dan merahasiakan nya dari kita semua !!" ujar Ricko yang akhir nya mengatakan dengan jelas kepada Laras.
Bagai tersambar petir, Laras seketika terdiam kaku. Tak mampu bergerak sekalipun mengeluarkan suara nya sepatah kata. Mata nya membulat sempurna menatap wajah Ricko yang terlihat masam.
Apa ia tidak salah dengar tadi ?
Atau laki-laki itu yang sedang salah bicara ?
Berusaha untuk mengucap kan kata-kata, Meski dengan terbata-bata ia mengeluarkan nya. "A..apa kata mu, Leukemia ??"
Ricko mengangguk samar membenarkan ucapan kakak nya itu.
Tersenyum getir, Laras sungguh tak mempercayai ucapan Ricko. "Kau, kau sedang bercanda pada ku kan !!" tutur nya.
"Mbak ! Gimana aku bisa bercanda dalam hal yang serius seperti ini sih !!" Kecam nya. "Aku serius dan aku baru saja mengetahui nya dari Alan !!" tambah nya.
"Cih,, aku tau kau seperti apa Rick. Dalam hal pekerjaan yang sangat penting pun kau masih bisa mempermainkan ku." ucap Laras yang masih belum mempercayai ucapan Ricko.
Astaga !!!
Ingin rasa nya Ricko mengumpat kasar saat ini juga di buat kakak nya itu.
Entah harus seperti apa lagi ia mengatakan bahwa yang ia ucapkan ini adalah benar. Ia sedang tidak bercanda atau pun mempermainkan nya dalam hal yang serius seperti ini yang menyangkut nyawa seseorang.
Menjenggut kasar rambut nya sendiri. Sontak Ricko bangkit berdiri.
"Mbak, Aku serius dan aku gak lagi main-main. Ini nyangkut nyawa Alana anak kamu. Dia harus segera di tangani lebih lanjut, atau kalau tidak..!!" Ricko menghentikan ucapan nya. Ia merasa tidak sanggup jika harus melanjutkan kata-katanya yang akan mengatakan apa yang akan terjadi jika terlambat sedikit saja tidak segera ditangani lebih lanjut.
"Kalau kamu masih tidak percaya dengan ucapan ku, silahkan kamu tanya sama Alana sendiri." Ujar Ricko yang yang langsung melangkah kan kaki nya keluar dari kamar Laras.
Menatap lurus dalam kekosongan. Wanita itu terdiam di sana. Hati dan pikirannya saling berperang dalam satu tubuh wanita itu. Apa benar yang Ricko tadi kata kan. Apa benar putri nya itu menderita selama ini dan hanya menghadapi nya sendiri.
Lalu kenapa dia yang menjadi seorang ibu sama sekali tidak mengetahui penderitaan putri nya.
Bulir demi bulir air bening kini terjatuh tanpa permisi dan membasahi ke dua pipi wanita itu. Laras menangis dalam diam. Dia merasa, dia tengah gagal dan tidak bisa menjadi seorang ibu yang mengerti akan ke adaan anak nya, ia merasa jauh dari kata seorang ibu yang baik.
Pantas kah aku di sebut dengan sebutan mama ?? batin nya.
.
.
.
.
.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
huhuhu ku menangisss😭😭😭
Insyaallah nanti malam aku akan up lagi
yang penting selalu tinggalkan jejak kalian yah😂😂😂
Like, komen, vote nya juga dong💃
oke Babay ❤️❤️❤️