Aku hanya ingin benihmu, bukan ingin dinikahi olehmu!” Sungguh, walaupun dia mencintai Sammy. Tapi dia tidak ingin dinikahi oleh lelaki itu. Karena Kirea tau, Sammy memiliki kekasih.
Dan karena tau dia tidak bisa memilik Sammy, jadi dia hanya ingin mendapatkan kenang-kenangan dari lelaki itu, yaitu seorang anak, hingga KIrea sengaja menjebak Sammy agar Sammy tidur dengannya.
"Aku seorang tentara, pantang untukku lari dari tanggung jawab, aku akan menikahimu walau tanpa cinta sekalipun, karena aku tidak ingin anakku lahir tapa status."
Pada akhirnya, pernikahan pun terjadi. Namun, pernikahan itu terasa hambar. Sebab Sammy hanya fokus pada pekerjaan, anak mereka dan masa lalu, lelaki itu mengabaikan KIrea yang sangat mencintainya.
Tanpa Sammy tau, Kirea mengidap penyakit yang sangat mematikan. Alih-alih melakukan pengobatan yang panjang, Kirea lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama anaknya.
apakah Sammy akan tau tentang penyakit Kirea? atau semuanya terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertugas
Kirea langsung berjalan ke dapur, kemudian wanita itu langsung mencari-cari kunci mobil. Sedangkan Rega langsung mengambil kotak makan yang tadi dibawa oleh Kirea, lelaki itu membiarkan Kirea sibuk di dapur.
Rega memakan makanan buatan Soraya dengan tenang, lelaki itu menikmati suapan demi suapan dengan riang. Dia bahagia karena Soraya menitipkan makanan ini untuknya, memang ketika di rumah sakit pun terlihat bahwa Soraya mendukung hubungannya dengan Kirea, terlebih lagi memang dia sudah bercerita tentang perasaannya pada Soraya.
“tidak ada kunci mobil di wastafel, jadi Bagaimana dengan kunci mobilku?" Tanya Kirea yang tiba-tiba datang ke hadapan Rega.
Rega yang sedang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya hanya menoleh sekilas..“ Itu berarti kunci mobilmu jatuh ke saluran bawah.”
Mata Kirea membulat ketika mendengar itu, dia menatap Rega dengan tatapan tak percaya. Bisa-bisanya lelaki ini makan dengan tenang setelah menghilangkan kunci mobilnya.
“Bagaimana mungkin kau bisa tenang, sedangkan aku panik setengah mati!” Kirea langsung mengomeli Rega, hingga Rega kembali menoleh. Entah kenapa dia begitu senang ketika melihat Kirea marah seperti ini.
“Ya, aku tidak tahu, itu kan salah mau Kenapa juga kau menyimpan kunci mobilmu di jari." Kirea berdecak kesal ketika mendengar jawaban Rega yang menyebalkan.
Kirea Mengutak-atik ponselnya, kemudian dia berencana untuk menelepon adiknya.
“Kenapa dia tidak mengangkat panggilanku." Kirea bergumam lirih. Tentu saja Rega mendengar gumaman Kirea.
“Memangnya, kau menelpon siapa?" Tanya Rega.
“Aku menelpon Kaifan, aku ingin meminta tolong agar dia menjemput Vania di sekolahnya.” Kirea menjawab sambil fokus menelpon Adiknya.
Rega mengutak-atik ponselnya, kemudian dia langsung menelpon Jasson. Dan dia meminta Jasson untuk menjemput Vania dan dia juga memberikan alamat sekolah Vania karena tentu saja Rega tau Di mana alamat sekolah Vania, karena ketika Kirea masih dalam pengobatan dia kerap mengantar jemput anak dari wanita yang dia cintai sekaligus juga keponakannya.
“Bagaimana mungkin kau menghubungi orang lain untuk menjemput putriku!” Kirea langsung melemparkan protes pada Rega, karena menurutnya Rega begitu lancang.
“Jasson, bukan orang lain. Kau mengenal dia juga bukan. Dia salah satu pasukan terbaik, jadi tidak usah ada yang kau khawatirkan," jawab Rega dengan enteng, dia pun bangkit dari duduknya berniat untuk menyimpan bekas wadah makanan yang barusan dia pakai.
Sedangkan KIrea langsung mengutak-atik ponselnya kemudian dia langsung mencari nomer Sammy, walau bagaimana pun dia tidak mau anaknya di jemput oleh sembarang orang.
"Hallo, Sammy,'' ucap kIrea ketika Sammy mengangkat panggilannya, hingga Rega yang baru saja akan melangkah langsung menghentikan niatnya ketika mendengar nama Sammy. Dengan cepat, Rega berbalik kemudian lelaki itu langsung merebut ponsel kIrea.
"Apa yang kau lakukan Rega!' KIrea berteriak, baru saja Kirea akan merebut ponselnya kembali, Rega langsung melemparkan ponsel Kirea kemudian lelaki itu langsung menarik tengkuk kIrea kemudian dia langsung menciumm dengan ganas bibir wanita yang dia cintai.
Kirea berusaha meronta, dia memukul-mukul dada Rega, berharap Rega melepaskannya. Tapi yang terjadi Rega malah menciumnyaa semakin ganas, lelaki itu seolah melampiaskan rasa rindu dan amarahnya.
Hingga pada akhirnya Kirea lelah meronta, dan tepat ketika Kirea berhenti meronta. Rega juga berhenti menciumm bibir Kirea dengan kasar, lelaki itu melembutkan ciumannyaa. dia menggoda lidah KIrea untuk bergerak. Tapi, Kirea sama sekali tidak tergoda. hingga Rega pun melepaskan tautan bibirnya, kemudian dia menatap Kirea.
plak
Satu tamparan mendarat di pipi Rega, tentu Kirea yang menamparnya karena tingkah Rega barusan sungguh keterlaluan. Sedangkan Rega yang ditampar merasakan egonya terusik.
"Apa kau Tidak kapok kembali pada suamimu?" Tanya Rega yang malah membahas Sammy. Dia bisa melihat nafas kiranya sangat memburu. Tapi dia tidak bisa menahan untuk tidak bertanya tentang Sammy.
"Jaga sikapmu, aku tahu kau membantuku dalam penyembuhanku tapi bukan berarti kau berhak melakukan ini padaku. Dan yang terpenting, Aku sama sekali tidak berniat untuk kembali pada Sammy.'' Setelah mengatakan itu, Kirea mengambil ponselnya, kemudian berbalik dia langsung keluar dari apartemen Rega.
Sedangkan tubuh Rega Masih diam mematung, lelaki itu masih mencerna ucapan Kirea, di mana Kirea mengatakan tidak akan kembali pada Sammy. Dan itu berarti, kekhawatirannya selama seminggu ini sia-sia. Amarahnya selama seminggu ini tidak ada gunanya, karena ternyata Kirea tidak kembali pada adiknya.
Hingga beberapa saat berlalu, Rega pun langsung tersadar. Dan seketika Rega melepaskan gengsinya, pada akhirnya Rega pun berlari keluar dari apartemen untuk mengejar kirea.
Rega berusaha mengatur nafasnya, dia sudah berada di lobby tapi tidak ada Kirea di manapun. Karena mungkin Kirea sudah pergi, dan sekarang dia bingung bagaimana cara menemui Kirea sedangkan barusan Kirea marah padanya.
Dan tak lama ponsel Rega berdering, satu panggilan masuk dari Jason. Hingga Rega langsung mengangkat panggilannya. Dan ternyata, Jasson mengabarkan bahwa Vania sudah dijemput oleh Kelvin, karena barusan Kelvin langsung pergi ke sekolah Vania setelah pulang dari kantor.
***
Sammy menjatuhkan ponselnya ke bawah ketika Kirea berteriak Memanggil nama Rega, sudah dipastikan bahwa Sekarang istrinya sedang berada bersama kakak sepupunya.
”Kirea!" Lirihnya. Dulu, dia sangat malas mendengar atau melihat apapun yang berhubungan dengan kirea, tapi sekarang sungguh berbeda.
Tak lama pintu apartemen Sammy terbuka, karena memang semenjak diskors, dia lebih memilih tinggal di apartemen daripada tinggal di rumah, dan ketika mendengar suara pintu terbuka, Sammy langsung menoleh, dan ternyata yang datang adalah Aluna.
“Sammy, kau akan terus seperti ini." Aluna menggeleng ketika melihat banyak sekali alkoholl dii depan Sammy, bahkan sekarang lelaki itu terlihat hampir tidak sadarkan diri karena mabuk.
“Kirea!” Sami tersenyum ketika melihat aluna, karena dalam bayangan lelaki itu dia sedang melihat kirea.
Tentu saja itu meninggalkan rasa nyeri yang luar biasa di diri Aluna.
Dua Minggu kemudian
Sammy keluar dari apartemen dengan semangat, karena ternyata dia dipanggil untuk kembali berdinas. Untuk seorang tentara seperti Sammy dan Rega, mendapat hukuman skorsing adalah hal yang paling memalukan. Dan Tentu saja ketika mereka kembali dipanggil sebelum hukuman scorsing selesai, mereka Langsung bersemangat.
***
Dan pada akhirnya, Sammy sampai di batalyon. Lelaki itu bergegas turun dari mobil, dan tepat ketika dia turun Rega juga turun dari mobil karena rupanya mereka datang dengan waktu yang sama.
Tatapan keduanya masih sama, kedua kakak dan adik itu sama-sama menatap dengan tatapan penuh amarah. Tapi pada akhirnya keduanya sadar bahwa sekarang mereka sedang berada di batalyon, dan mereka tidak boleh membuat kekacauan lagi.
***
“Capt, jadi maksudmu, kita ditugaskan di daerah di Lebanonn?” tanya Sammy pada atasan mereka. Walaupun mereka pasukan khusus, mereka paling menghindari untuk pergi ke negara tersebut, karena di sana adalah negara konflik dan tentu saja mereka akan menghadapi hal yang berat karena juga mereka menghadapi pemberontak.
“Hmm, akan ada beberapa tentara yang bergabung dari negara lain yang bergabung. Dan kalian ...'' Sang komandan menatap Sammy dan Rega secara bergantian, hingga kedua lelaki itu menoleh secara bersamaan.
"Ingat, jika sedang bertugas kalian adalah tim, dan jangan membuat ulah seperti kemarin.”
"Baik, Capt. aku tidak akan membuat ulah, tapi jika dia yang memulai maka aku akan meladeninya," jawab Rega, membuat mata Sammy membulat.
"Kau ....!''
" kalian ingin diskorsing lagi."
Seketika keduanya terdiam, dan tidak bicara lagi.
****
Sammy turun dari mobil, kemudian lelaki itu berjalan untuk masuk kedalam rumah kedua mertuanya, dia datang kemari untuk pamit pada Vania dan juga pamit pada Kirea.
"Untuk apa kau kemari?" tanya Kelvin ketika membuka pintu.
''Dad, aku ingin bertemu dengan Vania, aku ingin pamit karena besok aku akan berdinas," jawab Sammy, rasanya dia ingin Meminta ijin agar bisa bertemu dengan Kirea. Tapi, dia yakin Kelvin tidak akan mengizinkannya, hingga dia haya berharap Kirea keluar ketika dia berbicara pada Vania.
"Tunggu di sini, tidak usah masuk',' jawab Kelvin. hingga Sammy mengangguk dan setelah itu, Kelvin pun langsung masuk untuk memanggil cucunya.
***
Waktu menunjukkan pukul 11.00 malam, sedari tadi Kirea tidak bisa tertidur karena terus memikirkan Rega. Tadi ketika Sammy datang menemui Vania, Kirea sengaja tidak keluar karena tidak ingin bertemu dengan suaminya. Dan ketika mendengar dari Vania bahwa Sammy akan bertugas, tiba-tiba Dia teringat Rega.
Ini sudah dua minggu berlalu semenjak dia menampar Rega, selama dua minggu ini pula dia tidak pernah lagi berkomunikasi dengan lelaki itu.
Tapi ketika mendengar bahwa Rega akan bertugas, tiba-tiba kirea dilanda kekhawatiran yang luar biasa. Dulu Perasaan ini selalu dia rasakan ketika ketika Sammy akan bertugas, hanya sekarang bedanya dia tidak khawatir lagi pada Sammy melainkan dia khawatir pada Rega.
“haruskah aku menemuinya," Kirea bergumam pelan. Sebenarnya sedari tadi dia ingin datang ke apartemen Rega, Tapi tentu saja dia gengsi apalagi dua minggu lalu dia menampar lelaki itu.
“Ah, persetann dengan gengsi.” Dengan cepat Kirea pun mengambil mantelnya. Lalu, setelah itu keluar dari kamar. Pada akhirnya, Kirea memutuskan untuk meleburkan gengsinya. Dia memutuskan untuk datang, dia ingin menemui Rega sebelum Rega bertugas.
“Kau mau kemana?" Tanya Kaifan ketika melihat sang kakak kan keluar dari rumah. Sedangkan Kirea sama sekali tidak menggubris ucapan adiknya.
Dan ketika Kirea membuka pintu, Kirea langsung menghentikan langkahnya. Tiba-tiba tubuhnya terdiam, ketika di depannya ternyata ada Rega.
Sama seperti kirea, Rega juga merasa gelisah. Dan awalnya Rega tidak ingin datang, karena dia masih merasa malu dengan kelakuannya 2 minggu lalu. Tapi, hatinya terus meronta, pada akhirnya dia memutuskan untuk menemui Kirea dan pamit pada wanita yang dia cintai.
Ternyata ketika dia akan menekan bel, pintu sudah terbuka dan muncul sosok wanita yang dia cintai dan dia rindukan.
“Kau!” Hanya itu yang bisa Kirea katakan ketika melihat Rega di depannya. Dan tanpa menjawab ucapan Kirea, Rega malah maju kemudian tanpa diduga lelaki itu langsung memeluk Kirea.
Sedih banget komen like nya dikit. Besok up 3 bab ya kalau komen banyak sama like kenceng.
Yuk bisa yu, bikin ak jg semangat lagi dengan cara komen yang banyak
sekarang juha umur brp? 🤔
wkwkw mf kepo 🙏🏻🤣
kok masih Kirea Rega sih , Thor ...tak tunggu Samy Aluna nya..
namun ada kelegaan setekah melihat Kirea bahagia dg Rega yg tulus dg cintanya....
inilah hidup....kdg cinta tak seindah bayangan. namun 1 hal yg hrs diingat ..jika sdh memutuskan suatu harus konsisten...agar tdk menyesal stlh bnr² kehilangan dg sesuatu yg telah dia putuskan...
ketika memutuskan utk menikahi Kirea hrsya Samy konsekuen dg keputusannya krn ada anak yg hrs dijaga ...akhiry menyesal to ..setelah kehilangan Kirea ..?????