Jadwal Update : Sesuka hati🤣
Kenyamanan bekerja di sebuah perusahaan yg kita dambakan merupakan sebuah anugrah yg tidak dimiliki oleh semua orang. Namun, bagaimana jadinya saat kita sedang nyaman bekerja diusik oleh seseorang di masa lalu yg datang secara tiba-tiba dan mengacaukan kenyamanan kita dalam bekerja?
Syabila Aishah seorang Karyawati di sebuah perusahaan ternama bertempat di bagian devisi pemasaran. Dia baru saja bergabung dengan perusahaan selama enam bulan. Namun, kenyamanan bekerja sudah ia rasakan sejak awal bergabung dengan perusahaan. Sampai suatu hari, terjadi pergantian CEO Perusahaan oleh anak tunggal pemilik Perusahaan bernama Jovan Mahendra yg ternyata mantan kekasih Syabila sewaktu ia duduk di bangku SMA. Kebencian yg masih dalam diantara keduanya menyebabkan, hari-hari bekerja Syabila terusik oleh ulah Jovan yg dengan sengaja ingin membalaskan dendam terhadap kejadian di masa lalu.
Lantas hal apakah yg akan dilakukan Syabila untuk mengantisipasi ulah Jovan kedepannya?
Jangan lupa Like, Vote, dan Good commant nya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri febri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngambek?
Hai Kakak-Kakak semua jangan lupa yah buat like dan vote serta tinggalin jejak good commentnya! Biar aku selalu semangat update nya.
Happy reading guys.
Disisi lain Jordi tengah bersiap untuk menengok Bila sudah bersiap di parkiran mobil dengan
buah-buahan yg sudah dia beli sesaat sesudah Bila mengabarinya.
Sampai di rumah Syabila, Jordi langsung mengetuk pintu rumah nya dan betapa dia terkejut saat seorang pria yg membukakan pintu padahal dia tau Syabila tidak memiliki saudara kandung seorang pria.
"Maaf Mas, siapa yah kok Saya baru melihat?" tanya Jordi to the point.
"Kenal kan, Saya Rizan sepupu Bila," jawabnya Sembari Menyodorkan tangan.
"Oh sepupu Jor sepupu bukan siapa-siapanya." Batin Jordi.
"Oh Saya Jordi Mas atasannya Bila tadi dia mengirimkan Saya pesan kalau dia sakit jadi, Saya berinisiatif untuk menjenguknya," ungkap nya Sembari membalas jabat tangan Rizan.
"Silah kan, masuk Pak," ajak Rizan.
*****
"Bil ... Kamu gapapa?" tanya Jordi.
"Iya Pak Saya gak papa kok, cuma meriang doang tadi juga udah minum obat," ujar Syabila.
"Ke Dokter saja Bil, biar Saya antar mau yah," bujuk Jordi.
"Gak Pak, Saya cuman kecapean saja mangkanya meriang besok kalo udah mendingan Saya juga masuk kantor kok," jawab Bila tenang.
"Diminum dulu Pak, maaf seadanya," ucap Rizan yg tiba-tiba muncul.
"Iya makasih Mas."
Setelah agak lama berbincang Jordi pun memustuskan untuk kembali ke kantor banyaknya pekerjaan yg menunggunya terlebih Bella yg sudah menghubungi sedari tadi membuatnya harus cepat kembali kekantor.
"Cielah banyak yg naksir ni'eh" sambar Rizan setelah mengantar Jordi kedepan.
"Apasih Zan!" sentaknya.
"Udah sana keluar, Aku capek pengen istirahat."
"Iya iya, bawel," ucap Rizan kemudian keluar dari kamar Syabila.
Sesaat Bila mengecek handpone nya iya ingin memastikan ada atau tidak notif pesan atau panggilan dari Jovan. Walau pun hatinya masih kesal dengan perbuatan Jovan semalam namun, tidak dengan hati kecil nya yg ingin mengetahui apakah Jovan mengkhawatirkan nya atau tidak.
"Hah banyak banget nih panggilan si kutusapi," ucap Bila terkejut.
"Telpon balik engga yah tp masih kesel," gerutunya.
"Kirim pesan saja deh biar gak penasaran," gumam nya kembali.
~Maaf Pak, Saya gak kasih tau lebih awal kalo Saya izin gak masuk karna sakit~ send.
Tingggg
~Udah biasa kan, bang Jordi yg selalu number one~ pak Jovan.
"Ih ni anak ya ampun gak peka banget sih Gue lagi kesel gara-gara semalam juga nanggepinya lain," gerutunya.
~Bukan seperti itu Pak~ send.
~Ah gak Papah gak Kamu selalu bang Jordi diutamain udah lah~ pak Jovan.
"Makin ngaco deh ni orang mana curhat lagi," gerutu Bila.
Jawaban aneh yg dikirim Jovan membuat Syabila malas untuk melanjutkannya kembali. Padahal niat awalnya dia ingin meminta maaf namun, Jovan yg membalasnya dengan ketus membuat Syabila jadi enggan melanjutkannya kembali.
"Bukannya minta maaf atau apa gitu malah diread aja ni pesan," gerutu Jovan sambil menatap layar handpone.
**************
Keesokan harinya Syabila yg sudah mendingan memutuskan untuk pergi bekerja padahal IBu dan Rizan sudah bersikeras melarangnya pergi namun, Bila yg kekeh tak menghiraukan perkataan Ibu dan Rizan.
"Hati-hati, kalo tiba-tiba pusing atau apa langsung telpon," ungkap Rizan.
"Iya bawel!"
Syabila langsung memasuki kantor dengan membawa makanan yg dia sudah janjikan waktu itu pada Karyawan devisi pemasaran.
"Assalamu'alaikum," ucap Syabila.
"Wah, wah liat siapa yg mampir nih Ibu Sekertaris kita," goda Farid.
"Ah apa'an sih Mas biasa aja kali."
"Eum, Bu Sekertaris lupa yah kan, seharusnya kemarin nih bawa makanan," ujarnya kembali.
"Hus Kamu tuh dia habis sakit malah ditagih makanan terus," Sambar Jordi yg baru saja keluar dari ruangannya.
"Eh maaf Pak Saya gak tau ... maaf yah Bu Sekertaris Saya gak tau ampuni lah Saya Bu," jawab Farid sambil tersenyum tipis.
"Hahaha ... iya nih Pak marahin aja mas Faridnya orang kemarin Aku sakit juga malah dibilang gak nepatin janji," jawab Bila seraya terkekeh.
"Ampunilah Bu, apalah Saya hanya karyawan biasa yg gak pernah tau kabar tentangmu. Dan Saya bukan dukun atau peramal yg bisa nerawang masalah orang," jawab Farid bak drama telenovela.
"Hahaha ... becanda Aku juga Mas ayo dimakan- dimakan," balas Bila.
Mereka pun melahap makanan Bila dengan sangat lahap. Bila yg sudah memisahkan makanan lain untuk Jovan langsung bergegas menemuinya karna dia tahu Jovan pasti enggan bila harus makan bersama mereka.
Tokkkk Tokkkk Tokkkk
"Masuk."
"Pak ini Saya bawain makanan," ucap Bila yg berdiri tepat didepan meja kebesaran Jovan.
"Kamu mau sogok Saya biar gak marah!" ketus Jovan.
.
.
Tbc.
.
Biar gak ketinggalan setiap update nya jadiin novel ini sebagai novel favorit kalian yah.
Salam Author Bye🙂
INI MLH DIBANTU RIZAN, JTUH TU HARGA DIRI JOVAN..