Lanjutan My Bodyguard is My Boyfriend, The Bianchis, Kings and Queens. Mafia and Yakuza Brothers dan The Cowboy Who Loves Me
Novel ini akan ada tiga cerita dari Dubai dan Turin.
Dubai - Galena Schumacher, salah satu princess dari keluarga Emir Al Jordan bertemu dengan superintendent Scotland Yard Alex Darling di London. Alex jatuh cinta dengan gadis yang memiliki selisih usia delapan tahun darinya. Bagaimana polisi yang juga sahabat kakak Galena itu bisa meyakinkan gadis bar-bar itu?
Turin - Raul Accardi jatuh cinta dengan iparnya, Lenna Rossi, seorang cowgirl yang juga pemilik peternakan Rossi. Namun salah satu pegawai peternakan itu Buzz, diam-diam mencintai Lenna. Bagaimana kah kisah mereka?
Turin - Alano Bianchi bertemu dengan Aaliyah Saab di sebuah rumah sakit di Glasgow Skotlandia saat dirinya kecelakaan bermain ski. Tanpa Alano tahu, Aaliyah bukanlah orang asing di keluarganya. Bagaimana usaha Mafioso Turin meyakinkan gadis dingin yang irit bicara itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mereka Memang Durjana
Ranch Rossi Dallas Texas
Lennah hanya bisa menatap Hercule yang digendong Dokter Gemintang Lexington Rao itu dengan tatapan masygul karena merasa bersalah tidak melakukan kunci ganda di kandang bebek julid yang sudah diincar buat rica-rica.
"Len, alamat deh..." goda Kaivan ke gadis itu. "Jadi dirica tuh Hercule."
Lennah menatap judes ke pria tampan khas keluarga Reeves itu. "Kaivan jahat !" bentaknya hampir menangis.
"Jangan digodain dong, Kai. Bisa kacau kalau Lennah dan Dendeng nangis berjamaah..." sahut Alsaki.
Sontak para pria dan wanita generasi ketujuh tertawa terbahak-bahak membayangkan kekacauan yang akan terjadi.
"Mana Dendeng kalau nangis dramatis" timpal Raihanun, kakak Raiden.
Lennah tampak sudah memerah hidungnya menahan tangis karena bagaimana pun, Hercule adalah bebek kesayangannya. Lennah memang ingin punya saudara banyak tapi kalau durjana semua seperti ini, bisa makan hati ditambah rempelo pakai empedu.
"Yuk, Len... Jalan-jalan..." ajak Raul yang tahu Lennah hendak menangis dan agak sensitif dengan joke sadis saudara - saudaranya. Pria berdarah Italia Inggris itu mengulurkan tangannya ke gadis itu dan disambut Lennah. "Guys, jangan gitulah.. Kasihan Lennah ..." Raul memandang semua saudaranya. "Bagaimana pun Hercule kan peliharaannya."
Raul lalu mengajak Lennah pergi menjauh dari para durjana yang hanya menggoda pria itu berlagak sok gentleman namun putra Alexis Accardi itu hanya mengacuhkan suitan mereka.
"Raul suka Lennah?" tanya Arsyanendra ke adik-adiknya.
"Kayaknya."
***
Raul dan Lennah berjalan menuju arena kuda - kuda milik Leonardo yang belum dijinakkan, dan tempat itu agak jauh dari tempat pesta. Raul melihat gadis berambut pirang itu tampak menahan tangis dari tadi dan dengan lembut pria berambut hitam itu mengelus kepala Lennah.
"Kalau mau nangis, nangis saja nggak papa Len..." ucap Raul.
"Aku tahu Raiden nggak salah, tapi tetap saja .." Lennah mulai terisak.
"Maafkan semua saudara - saudaraku ya Len. Mereka itu memang hobinya membuat joke garing..." senyum Raul.
Air mata Lennah pun bercucuran memikirkan Hercule. "Aku nggak mau Hercule mati, Raul..." raungnya. Raul segera memeluk Lennah.
"Aku rasa Hercule juga belum mau mati... Dia belum nyosor Raiden ..." kekeh Raul membuat Lennah semakin keras tangisnya di dada pria itu.
"Dengar Len, terkadang cara kita menghibur seseorang itu antik dan bagi orang yang tidak terbiasa akan terdengar menyakitkan tapi padahal tidak ada maksud jahat..." ucap Raul lagi.
"Aku ingin punya kakak ipar baik... Alhamdulillah dapat kak Bia... Ingin saudara banyak yang baik, tapi kok durjana semua..." ucapnya sambil sesenggukan membuat Raul terbahak.
"Ya maaf kalau kami durjana ... Kamu kira kakakmu dan Bang Chris apa nggak senewen saat bersama keluarga kami? Mengingat mereka mengejar kedua kakakku dari jaman masih sekolah dan kuliah. Senewen lho. Apa kamu tahu, kalau bang Leo saat datang ke Oom Pedro untuk meminta ijin pacaran dengan mbak Bia, mendapatkan todongan Glock?"
Lennah mendongak dan menatap wajah tampan Raul. "Kak Leo tidak pernah cerita ..." Tangis Lennah menguap entah kemana mendengar perjuangan kakaknya mendapatkan Biana.
"Parah kan Lennah. Kami itu durjana iya tapi kami saling menyayangi dan hanya orang yang tabah dan tahan banting bisa bersama kita. Kami julid tapi dengan keluarga sendiri dan itu pun bukan julid soal harta atau perusahaan tapi menjurus kelakuan random kami..." Raul mengelus rambut panjang Lennah yang sudah digerai karena tadi dia sanggul Perancis.
"Keluarga mu memang kacau, Raul."
"Itu tidak bisa aku bantah..."
"Menurutmu Hercule akan selamat?" tanya Lennah kembali mengingat bebeknya.
"Dia di tangan yang tepat. Tante Mintang adalah dokter hewan terbaik. Yuk, kita kembali ke tempat pesta." Raul mengusap pipi Lennah yang basah dengan jempolnya.
***
"Ini pesta pernikahan yang paling kacau yang pernah aku datangi Galena..." kekeh Alex Darling sambil menikmati daging kalkun.
"Kalau pesta pernikahan keluarga aku nggak kacau, wajib dipertanyakan" balas Galena sambil menatap wajah Alex Darling. "Kamu mau menikah model apa?"
UHUK !
Alex Darling tersedak dengan pertanyaan tiba-tiba Galena. "Kamu ... Minta dilamar sekarang?" tanya polisi itu sedikit tercekik.
"Lha kamu serius nggak sama aku?" Mata biru Galena menatap serius ke Alex Darling.
"Serius lah Lena ..." jawab Alex.
"Jadi tunggu apa lagi?"
"Lena sayang, kamu itu baru 20 tahun. Aku mau melamar kamu, di usia kamu yang ke 21. Bagaimana?" senyum Alex.
"Kenapa harus menunggu setahun?" tanya Galena bingung.
"Karena Lena sayang, aku harus menabung untuk membeli rumah dan cincin yang layak untukmu... Aku tidak mau datang melamarmu tanpa modal..." jawab Alex bersungguh sungguh.
Galena terpesona mendengar jawaban kekasihnya dan langsung mencium bibir Alex Darling. "Aku tidak salah memilih calon imam."
"Lena, aku tahu kamu kaya raya tapi itu uangmu. Aku tidak mau dicap benalu di keluarga kamu. Bagaimana pun, aku hendak meminta kamu dari keluargamu dan aku harus mampu menunjukkan bahwa aku bisa bertanggung jawab padamu. Mungkin aku tidak bisa membelikan Pagani Zonda atau selusin jam tangan Audemars Piguet atau lima jam tangan Franck Muller seperti yang dipakai Arsyanendra.. Tapi aku pastikan kamu tidak akan kekurangan..." ucap Alex.
"Alex Darling ! Aku hanya ingin kamu mencintaiku, menjadi imam yang baik, jangan pernah mengkhianati aku dan akan menjadi ayah yang hebat di mata anak-anak kita nanti karena mendidik mereka dengan tegas..." balas Galena. "Aku sudah terbiasa dengan kekayaan jadi bukan hal yang penting. Justru hal yang paling basic dan sederhana yang aku inginkan dari calon imam aku..."
Alex Darling tersenyum mesra ke Galena. "Meskipun kamu bar-bar dan seenaknya sendiri, ternyata kamu adalah wanita yang super simpel.."
"Absolutely..." Galena mencium bibir Alex Darling lagi.
"Sosor terus macam soang !" ejek Alano.
"Kamu bakalan tahu bagaimana enak rasanya sosor menyosor Al kalau sudah jatuh cinta... " cengir Galena.
"Masih lama. Fokus kuliah dan bisnis keluarga dulu" cebik Alano.
***
Hercule akhirnya dibawa ke dokter hewan langganan Leonardo dengan didampingi Gemintang bersama suaminya, Raj Rao, Benoit - putra keduanya - dan Buzz Cartwright, pegawai Leonardo.
Raul tersenyum saat melihat wajah lega Lennah saat tahu bebeknya hanya memar tapi memang perlu diinkubator agar tidak semakin stress.
"Lennah, kalau mau sholat, dimana?" tanya Raul.
"Oh disini, di rumah induk. Ada tempat sholat kok" ajak Lennah. Keduanya pun masuk ke dalam rumah induk tanpa mengetahui kalau sikap keduanya diawasi oleh Chris Armstrong.
Raul dan Lennah?
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️