NovelToon NovelToon
One Night Tragedy

One Night Tragedy

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Dipusingkan oleh pekerjaan, membuat Dakota Cynthia Higgins melampiaskan rasa lelah dengan bersenang-senang di club malam bersama teman. Dia yang sedang mabuk pun ditantang untuk menggoda seorang pria yang tak lain adalah Brennus Finlay Dominique.

Dalam kondisi terpengaruh alkohol, mabuk berat hingga kehilangan akal sehat, Dakota sungguh merayu Brennus hingga terjadi satu malam penuh tragedi. Padahal sebelumnya tak pernah melakukan hal segila itu dengan pria manapun.

Ketika sadar, Dakota benar-benar menyesal. Bukan akibat kehilangan mahkota yang selama ini dijaga, tapi karena pria itu adalah Brennus, salah satu keturunan Dominique. Di matanya, keluarga itu memiliki sifat menyebalkan.

Brennus berusaha untuk menerima segala konsekuensi atas apa yang terjadi malam itu, tapi ternyata Dakota tidak menginginkan hal serupa. Wanita itu sudah anti dengan keluarga Dominique.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

“Tidak punya, lagi pula untuk apa juga aku memiliki testpack,” jawab Lindsay.

“Siapa tahu kau hamil lagi, kan,” ucap Brennus.

“Memangnya butuh untuk apa?” tanya Aloysius. Mengajak kembarannya agar duduk di sofa dan mereka tidak mengobrol sambil berdiri.

“Cek Dakota. Firasatku mengatakan kalau dia sedang hamil.” Ia hempaskan tubuh di sofa.

Wajah Aloysius seketika terkejut, tak berkedip, hingga lupa napas sesaat. “Kau?”

“Iya ... aku sudah pernah melakukan dengan sekretarismu.”

“Pantas saja minta diberikan posisi di perusahaanku. Ternyata mau pendekatan.”

“Begitulah.” Brennus kembali mengisi indra penglihatan dengan sang ipar. “Apotik di sini jauh?”

Mengangguk. “Lumayan.”

“Kalau begitu, aku titip Dakota sebentar.” Begitu semangatnya, Brennus sudah berdiri.

“Mau ke mana?” Aloysius mencegah kembarannya pergi.

“Beli testpack, aku harus menuntaskan rasa penasaran ini.”

“Tidak perlu, titip saja pada Andrew. Dia sedang di kota,” cetus Lindsay memberikan ide. Menunjuk ponsel suaminya menggunakan dagu. “Tolong hubungi Andrew,” pintanya kemudian.

Brennus urung pergi. Kembali duduk dan mendengarkan kembarannya meminta pertolongan pada seseorang. Aloysius lalu kembali lagi berada di sebelahnya.

“Sudah, tunggu saja orangnya pulang,” beri tahu Aloysius. Sedikit memiringkan duduk. “Sekarang ku tanya. Kenapa kalian ke sini? Mau pendekatan menggunakan sapi juga?”

“Tidak, aku hanya mengantar Dakota yang keras kepala menginginkan bertemu denganmu.”

Alis Aloysius terangkat sebelah. Ini bukan hari biasanya sang sekretaris datang. “Untuk?”

“Dia mau mengundurkan diri.”

“What?” pekik Aloysius. Jelas sekali rasa tidak terima. “Meski aku selalu mengancamnya agar mengajukan surat pengunduran diri kalau melawan perintah, tapi tak ku sangka akan dilakukan juga.” Ada kepala menggeleng tidak percaya. “Ini pasti ada sangkut pautnya denganmu, ya? Kau melakukan apa pada sekretarisku?” tuduhnya dengan telunjuk terarah ke wajah Brennus.

“Santai, aku hanya terus menggodanya setiap hari, sabtu minggu ku suruh masuk agar bisa menatap wajahnya. Lembur sampai malam. Ya ... layaknya bos menindas bawahan.” Begitu bangganya pria itu menjelaskan tanpa merasa bersalah.

Sementara Aloysius sudah melepas sandal, lalu ia timpukkan ke kepala kembaran. “Pantas saja.”

“Namanya juga usaha. Salah dia sendiri mengabaikan aku terus.”

“Tapi kau menyusahkan aku. Dakota itu sekretaris yang rajin, pekerjaan selalu selesai tepat waktu dan semua pasti beres. Kalau dia resign, bisa runyam semua urusannya,” gerutu Aloysius. Ia hembuskan napas dan menyandarkan punggung. “Kau itu bilang mau membantu kerjaan di kantorku, ternyata hanya merusuh saja. Kacau ... kacau.”

“Kau cukup tolak saja jika dia mengajukan surat resign. Gampang, kan?”

Kini kepalan tangan Aloysius mendarat di kening Brennus. “Bisa-bisa aku dilaporkan ke lembaga berwenang. Menghalangi warga negara yang ingin hidup lebih bahagia. Lagi pula salahmu juga. Kau harus tanggung jawab dengan mengurus penuh perusahaan.”

Brennus tak jadi menimpali karena pintu kamar di mana Dakota tidur pun terbuka. Wanita yang baru saja dibicarakan telah melangkah keluar dari sana.

“Bos,” panggil Dakota. “Aku ma—”

“Iya, aku sudah tahu. Kalau kau mau resign, silahkan. Asal carikan lagi yang baru dan kau ajari sampai dia bisa.” Belum juga Dakota menyelesaikan satu kalimat, Aloysius sudah memotong.

Jika Brennus melotot tidak terima, kesempatan berduaan dengan Dakota jadi tak ada. Berbeda dengan si wanita yang tersenyum puas.

“Tenang, aku sudah ada kandidat. Dia temanku, mantan sekretaris juga. Jadi—” Lagi-lagi dipotong.

“Atur saja atur.” Aloysius tersenyum miring pada Brennus yang kini berwajah kecut.

“Kenapa kau justru memberikan izin?” protes Brennus.

“Suka-suka aku, karyawanku.” Aloysius bergerak menuju dapur. “Ayo sini, makan dulu,” ajaknya kemudian.

Obrolan berhenti di sana. Terjeda oleh makan malam.

Mereka pun berhenti mengunyah secara bersamaan karena ada pintu terketuk.

“Mungkin Andrew,” ucap Lindsay.

“Aku saja yang bukakan.” Brennus lekas menuju pintu. Tidak sabar mau mengambil titipannya.

“Ini, testpack sepuluh.” Andrew menyerahkan kantung plastik.

Brennus menerima dan membayar dengan uang lebih. Ia kembali ke meja makan, meletakkan benda-benda itu ke hadapan Dakota. “Setelah ini kau cek, apakah benar hamil atau tidak.”

Dakota mengerutkan kening. “Kalau tidak mau?”

“Ya ... ku paksa.” Brennus menggendong wanita itu. Tidak peduli sudah selesai makan atau belum.

Membawa Dakota ke dalam kamar mandi. Lalu tak lupa mengunci bersama dirinya. “Sekarang, kau harus mengikuti perintahku. Jika tidak, maka kita akan berada di dalam sini terus, berdua.” Ada seringai di wajahnya. Mendekatkan kepala tepat di telinga sang wanita, tak lupa tangan merengkuh pinggul, sedikit menghimpitkan tubuh agar tak berjarak. “Dan ... entah apa yang akan ku lakukan selanjutnya.”

1
mamaqe
asik
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah udah tamat aja thor...🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya sah juga, babby nya sudah ngerjain ortunya tuh pengen tau kali masih lanjut apa batal nikahnya kalau dia tes.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wooyy halalin dulu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wkwkwkk baru sebentar di cuekin saja sudah hampir nyerah apa kabar dengan Brennus yg lebih lama berjuang buat kamu Dakota
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sekarang berbalik arah jadi kamu yg harus ngebujuk Brennis, Dakota jadi tau kan rasanya di cuekin dan ngebujuk itu kayak gimana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah terbukti kan kalau Brennus prioritain kamu jadi nunggu apa lagi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
oowhh punya trauma dari keluarganya toh makanya susah percaya pada orang lain trs gimana tuh ortuny Dakota apa ga nyoba cari anaknya ya, kenapa sih mesti ada perbedaan gender hanya untuk mendapatkan kasih sayang dari ortu sendiri padahal yg melahirkan sosok laki² juga kan seorang perempuan kenapa mesti pilih² anak perempuan di abaikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kegedean gengsi kamu Dakota tar giliran Brennusnya ngilang kamu yg nyesel juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm Brunnes ga bisa tegas sama Laura jadinya nambah masalah lg
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
coba tuh cara om mu Brennus siapa tau manjur.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hebat perjuangan Brennus pantang menyerah, kayaknya babby'nya ga mau jauh tuh dari daddy nya makanya muntah² trs kalau berjauhan dan giliran nempel sama daddy nya nyaman kan makanya jangan ngeyelan Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bener kan hamil, udahlah Dakota terima takdirmu harus masuk ke keluarga Dominiqeu lagian ngatain mereka keluarga pongah tapi kamu sendiri sama lebih pongahnya berasa serba bisa sendiri padahal hidup itu juga butuh orang lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
manut bae lah Dakota ga usah banyak nolak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Dakota keras kepala ga mau denger omongan orang lain berasa paling bener sendiri saja...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudahlah Dakota nurut saja sama Brennus ke rs buat diperiksa biar tau kondisimu benar ga nya hamil baru putusin lagi gimnanya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmmm tanda² Brennus junior hadir nih jadi kesempatan Brennus menikahi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuhhh jadi curiga apa Dakota hamil ya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
gkgkgkk moduuss kamu Brennus, pangku² jadi berakhir lebih dari sekedar duduk doang.🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
siap² gumoh kamu di ganggu sama Brennus Dakota.🤣🤣
gass lah Brennus maju yrs jangan mundur takut nabrak.🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!