Danu merasa hidupnya benar-benar di kutuk oleh Lila gadis kecil yang dulu dia rawat, empat kali sudah dia gagal memiliki pasangan hidup hingga dia di juluki Perjaka Tua di kampus di mana dia mengajar.
"Siang Pak Dosen" Suara itu benar-benar Danu hafal, siapa lagi kalau bukan Lila si Pengutuk kecil.
"Ada apa?"
"Pak saya ada masalah, mohon bantuan"
"Bantuan apa? apa ada materi yang sulit di fahami?" Danu mencoba bersikap professional.
"Ada pak"
"Materi apa?"
"Materi tentang bagaimana cara menjadi istri Pak Danu Pramana"
'Uhuk uhuk'
Danu sampai tersedak mendengar Lila kembali berulah.
"Lila ....."
Lila langsung berlari keluar setelah menaruh buku tugasnya di meja kerja Danu.
Akankah Lila berhasil mendapatkan cinta sang Dosen? yuk kepoin cerita serunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Danu penasaran apa sebetulnya yang di bicarakan ibunya dengan Lila, mereka terlihat serius.
Lila mengagguk sambil memijat pundak ibunya, sumpah Danu kepo sekali, dia ingin tahu apa yang mereka bahas.
"Gue tebak mereka pasti sedang membahas malam pertama kalian"
Gumam Yuda nimbrung di belakang Danu.
"Sok tahu lu"
"Berani taruhan?"
"Ogah! Kita kan dosen"
"CK, kita sudah di rumah, hidup itu jangan lurus-lurus terus, harus ada beloknya juga"
"Itu namanya ajaran sesat"
"Dih sok alim"
"Emang..."
"Prettt alim tapi suka nyosor anak gadis orang"
"Itu khilaf"
"Khilaf kog teros"
"Lu mau ngajak ribut?" Kesal Danu. Dia langsung masuk ke kamar dan menutup pintunya. Lama-lama Yuda seperti emak-emak yang suka belanja di depan rumah, kalau ngomong suka nggak ada remnya.
Begitu Lila pulang, Ibu nya masuk ke kamar, Danu ingin pindah ke kamar yang di tempati Yuda. karena semenjak ibunya ke sini, dia memang tidur di sana.
"Kata Lila besok kalian mau honeymoon ya?"
'Uhuk uhuk'
Aku langsung tersedak saliva ku sendiri, bagaimana bisa Lila mengatasi ini pada ibu? Dia bahkan yang merengek dan memaksa ingin cek in ke hotel, kenapa sekarang jadi dirinya yang mengajak Lila honeymoon? memang ada Honeymoon cuma satu hari?
"Cuma ngedate Bu, Mas Angga bisa marah kalau kamu sampai honeymoon"
"Oooo jadi begitu, kalau begitu Ibu bawakan bekal besok"
"Tidak perlu Bu, kamu bisa beli di jalan, Ibu kan sedang sakit, jadi istirahat saja"
"Tidak bisa, ibu mau ngasih perhatian lebih ke mantu Ibu, jadi kalian harus makan bekal dari Ibu"
"Terserah ibu kalau begitu, Danu ke kamar dulu, Ibu kalau ada apa-apa ketuk aja pintu kamar nya, atau bisa telfon Danu"
"Ibu sudah sehat, ibu mau tidur semalaman biar besok bisa bangun lagi"
"Iya sudah"
Danu ke luar dari kamar itu dengan rasa penasaran. Bagaimana bisa Ibunya sembuh begitu saja setelah bicara dengan Lila? Aneh sekali bukan? Apa sebenarnya yang mereka bicarakan hingga ibunya bisa langsung sehat.
"Wanita memang aneh"
*****
Keesokan harinya, Bu Marni bangun begitu pagi, dia membuat ramuan jamu khusus untuk putranya dan juga Lila. Bu Marni begitu bersemangat saat membuatnya, semoga saja Danu menghabiskan jamu ini, jadi dia akan cepat mendapatkan cucu.
Kekeh Bu Marni.
Ya semalam dia mengatakan keluh kesahnya pada Lila, bahkan Bu Marni meminta Lila putus hubungan dengan Danu saja. Karena Bu Marni tidak ingin putranya jadi perjaka lapuk. Dia sudah hampir expired, kalau masih di suruh menunggu Lila, putranya bisa benar-benar expired. Jadi Bu Marni meminta agar pernikahan mereka di batalkan saja.
Tapi jawaban Lila benar-benar membuatnya senang bukan kepalang, Lila bilang besok mereka akan honeymoon. Lila bahkan mengatakan kalau Danu sudah memesan hotel romantis untuk keduanya. Jadi Bu Marni tidak perlu hawatir kalau Danu tidak punya keturunan.
Bu Marni jadi begitu bersemangat, jadi dia rela bangun sangat pagi untuk membuatkan Danu dan Lila jamu kuat. Di jamin cos pleng karena ini resep turun menurun yang dulu di berikan ibu mertuanya.
Begitu jamu selesai, Bu Marni segera memasak untuk Danu dan Lila, Bu Marni tidak ingin Danu curiga jadi dia benar-benar membuatkan bekal.
Bu Marni bahkan menaruh jamu itu di tempat minum minuman yang biasa di minum Danu. Bu Marni membuang isi minuman segar itu dan mengganti nya dengan jamu buatannya.
"Jadi nggak sabar mau punya cucu" Kekeh Bu Marni.
"Ibu bicara sama siapa?" Mendadak Danu nongol di dapur, membuat Bu Marni buru-buru menyembunyikan jamu buatannya.
"Enggak, Ibu cuma nyanyi tadi"
"Oooo"
Danu kembali pergi, Bu Marni menengok ke mana putranya melangkah, dia nampak berjalan ke kamar mandi.
"Syukurlah tidak ketahuan" Gumam Bu Marni merasa begitu lega.