NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mark Wijya

"Ingin mengalahkan ku? Kalian pasti bercanda!
Seisi dunia bersatu juga takkan bisa!"

Seorang Raja Daratan terkuat—Luo Xiao telah bereinkarnasi setelah dikhianati oleh teman terdekatnya. Dunia bela diri kini berada dalam kegelapan!

Pendekar dari Ras Manusia Murni telah tergantikan oleh Ras Manusia Naga. Pergantian tersebut membuat para pendekar semakin lemah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mark Wijya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Gapura Ketiga, gapura di mana dewi keberuntungan menyertai Zhang. Di sini mungkin Zhang akan merebut posisi Yue Jian yang sedari tadi terus mengambil posisi pertama dengan sangat mulus.

“Hahahaha!” Zhang tertawa lepas kala melihat sebuah lonceng raksasa berlapiskan emas dan baja, melayang di hadapannya. “Kali ini aku dapat pastikan aku pasti lolos pertama kali!”

“Baiklah, di Gapura Ketiga ini kau akan dianggap lolos bila dapat membunyikanku dengan cara memukul. Tapi kau dilarang menggunakan jurus apa pun, harus menggunakan kekuatan fisik yang murni!”

“Aku sangat kasihan padamu Yue Jian, karena kau akan gagal di Gapura Ketiga ini!” kata Zhang, sangat percaya diri bahwa dia akan dapat lolos dengan mudah di sini.

“Kau hanya memiliki tiga kali kesempatan untuk memukul,” lanjut lonceng raksasa.

“Itu lebih dari cukup!” Zhang segera meluncurkan satu pukulan keras pada lonceng raksasa. Lalu, hanya dengan satu kali pukulan saja, lonceng tersebut langsung berbunyi. Zhang berhasil lolos dari Gapura Ketiga hanya dengan satu percobaan saja.

“Selamat kau berhasil!”

“Ini sangat mudah bagiku!”

Zhang pun segera berjalan keluar melalui lonceng raksasa yang kini berubah menjadi pintu keluar. Kali ini, orang yang pertama kali keluar dari gapura adalah Zhang, bukan lagi Yue Jian. Tentu saja itu terjadi, karena di gapura ini Zhang tidak perlu berpikir dan hanya perlu memukul dengan sekuat tenaga agar bisa lolos.

***

“Haah … haah … haah ….” Tarikan napas Yue Jian tidak beraturan. Pemuda ini sudah menggunakan dua kali jatah pukulannya untuk membunyikan lonceng raksasa di depannya. Namun, hasilnya nihil. Dia masih belum juga dapat membunyikan lonceng tersebut.

“Apakah kau mau menyerah?” tanya lonceng raksasa.

“Tidak akan!” jawab Yue Jian, tegas. “Jika ini Zhang, dia pasti akan dengan mudah lolos dari tes ini! Tapi aku tidak akan kalah darinya!” Pemuda ini masih belum kehilangan semangatnya agar bisa lolos dari Gapura Ketiga.

“Baiklah. Segera gunakan pukulan terakhirmu, anak muda.”

Yue Jian berhasil mengatur tarikan napasnya. Dia menjernihkan pikiran, mengumpulkan kekuatan fisiknya yang masih tersisa. “Ini bukan tes yang menguji kemampuan berpikir. Aku harus tenang, mengosongkan pikiran, lalu keluarkan seluruh kekuatan yang ada!”

Pemuda itu tidak terburu-buru. Dia masih dapat tenang kendati menghadapi tes yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Dia meyakinkan dirinya bahwa dia sanggup menghadapi tes ini dan lolos!

“Aku siap!” ucap Yue Jian, kencang.

“Silakan,” jawab lonceng raksasa.

“Ha!!!” Yue Jian membentuk kuda-kuda kokoh, meluncurkan satu pukulan dengan tangan kanannya. Pukulan ini adalah pukulan terkuat yang dia bisa lakukan dengan fisiknya saat ini.

*Tong*!

Satu suara itu langsung membuat Yue Jian tersenyum lebar. Dia akhirnya dengan susah payah dapat lolos dari tes dalam Gapura Ketiga. Hal ini sungguh membuatnya lega.

“Dewi keberuntungan masih menyertaiku!” ucap Yue Jian sembari melangkah keluar dari gapura.

Kali ini, Yue Jian tidak menjadi peserta yang keluar pertama kali, tetapi dia juga tidak menjadi yang terakhir. Dan berbeda dari sebelumnya, Yue Jian memutuskan untuk beristirahat sejenak di anak tangga ke tiga puluh satu. Dia bermaksud untuk memulihkan tenaga, sebelum akhirnya kembali mendaki.

Berdiri di anak tangga ke tiga puluh tiga, Yue Jian melihat bahwa para pendekar lain sangat kesusahan dalam mendaki satu per satu anak tangga. Kemampuan para pendekar itu memang tidak setara dengan Yue Jian, jadi Yue Jian mewajarkan hal tersebut dan hanya diam mengamati.

“Sekali-kali beristirahat di tempat yang telah disediakan, aku rasa bukan hal buruk,” gumam Yue Jian.

***

Sebagai seorang guru yang baik dan sangat bijaksana, aku mengamati dari dekat bagaimana para muridku menyelesaikan tes yang ada di depan mata mereka. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Bocah ingusan adalah orang yang pertama kali keluar dari gapura. Wajar saja, karena Gapura Ketiga tidak membuat para peserta di sini berpikir panjang untuk dapat menyelesaikannya.

Itu tadi adalah gapura paling cocok yang didapatkan oleh Bocah ingusan. Namun, sangat disayangkan bahwa tes tersebut sangat-sangat tidak cocok bagi Yue Jian yang cerdas, dapat menguasai banyak jurus, tetapi tidak memiliki kekuatan fisik yang sekuat Bocah ingusan. Ya, semua orang memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kemudian, setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya aku melihat Yue Jian keluar dari Gapura. Dia tampak berbeda dari sebelumnya. Kali ini dia tidak langsung bergegas mendaki tangga untuk mengapai gapura selanjutnya, melainkan beristirahat sejenak.

“Itu adalah keputusan yang bagus, Yue Jian,” gumamku, memuji muridku yang cerdas itu. “Kau tidak perlu terburu-buru untuk menyelesaikan semua ini. Semua ada waktunya tersendiri.”

Selang beberapa saat, Yue Jian tampak mengembuskan napas panjang, bersiap untuk melanjutkan seleksi ini. Dia kemudian berjalan menaiki setiap anak tangga dengan tenang, lalu berhasil menggapai Gapura Keempat lebih cepat dari beberapa pendekar yang terlebih dulu mendaki anak tangga ini.

“Saatnya aku masuk,” kataku sembari mendaki hingga memasukki Gapura Keempat. “Empat kali memasukki gapura, aku tidak lagi terkesan dengan banyaknya dimensi yang dimiliki dalam setiap gapura.”

“Selamat datang di Gapura Keempat.”

Kali ini, siapa yang berbicara? Tidak mungkin papan hitam atau lonceng raksasa lagi, kan, yang akan menguji di Gapura Keempat ini? Sudahlah, mari kita lihat.

Ya … bagaimana aku mengatakan ini. Sekarang yang melayang dan berbicara padaku adalah sebuah gulungan. Tanda apa ini? Apakah ujian kali ini untuk menghancurkan sebuah gulungan?

“Di Gapura Keempat ini, kau hanya akan melakukan hal sederhana, jadi tidak usah panik atau pun takut.”

“Aku ingin tahu sesederhana apa hal itu.”

Gulungan yang tidak terlalu besar itu pun terbuka. Dia menunjukkan padaku tulisan yang tercantum dalam gulungan tersebut. Entah mengapa aku langsung mengerti inti dari tes ini.

“Di sini kau hanya perlu menguasai jurus yang ada dalam gulungan!” kata si gulungan. “Kau akan diberikan waktu paling lama hanya setengah jam, dimulai dari sekarang!”

“Setengah jam?” kataku, mengulangi. “Itu terlalu lama!” Kali ini aku dapat yakin bahwa Yue Jian maupun Bocah ingusan pasti dapat melalui tes ini dengan sangat mudah. “Ini hanya lelucon!”

Seperti yang aku harapkan, setelah aku keluar dari Gapura Keempat usai menguasai jurus anak kecil dalam gulungan tadi, aku dapat melihat Yue Jian dan Bocah ingusan sedang mengobrol santai di anak tangga ke empat puluh satu. Kali ini aku tidak tahu siapa dari mereka yang keluar pertama.

“Perhatian!” Mendadak Yi Xian datang, lalu berseru. “Sebelum mendaki sampai ke Gapura Kelima, kalian diperkenankan untuk beristirahat di anak tangga ke empat puluh satu, karena aku akan menyampaikan sesuatu setelah semuanya datang.”

Menyampaikan sesuatu? Mungkin itu hal yang penting. Lebih baik ditunggu saja.

1
Raysonic Lans™
gak ada tingkatan kultivasi nya...
Arise: apalah yg kamu harapkan dari novel yg dibuat untuk satire
total 1 replies
Jade Meamoure
ini si Luo kan kembali jadi anak kecil walaupun kesadaran dia orang yg udah bangkotan koq cepet ngaku seorang reinkarnator bingung aq
Arise: biasanya orang tua bangkotan sifatnya balik kek bocil kematian 🗿🗿
total 1 replies
Jade Meamoure
koq menggunakan kata bocah ingusan sih Thor gak enak banget d baca
Iyah
eakk
Dr. Rin
Sedikit Reviewku untuk Novelnya soalnya udh baca tamat.

MCnya untuk awal2 cerita bagus, karakterisasinya juga bagus cuman aku agak kurang menikmati MCnya setelah dia kalah dari mantan muridnya itu yg pacarnya mati dibunuh sama Tian Wang.

Untuk Novel Xianxia, mnurutku Power Scaling nya kurang luas, mungkin bisa lebih dikembangkan di Novel lanjutannya klw ada.

Menurutku yg paling bagus ada di Arc turnamen atau seleksi perguruan tanah Merah. Di situ dikenalkan karakter baru serta kekuatan mereka.

Yang paling the best sih tentu dari segi penulisannya yg rapi juga konsisten 👍

Semoga ada kelanjutannya yak 😁
Arise: arigatou atas review nya.

emang ada perubahan dari MC setelah kalah sih sehingga untuk karakterisasi aku sendiri rada kurang untuk pengembangannya. sedangkan untuk power scaling emang gak pengen luas, karena emang belum aku riset semua(jujur xd).

novel selanjutnya udah ada (untuk konsep), tapi emang pembawaannya akan beda. dan gak tau kapan bakal mulai nulis. xd
total 1 replies
Dr. Rin
Aku melihat Death flag muehehehe
Dr. Rin
Menjadi butiran debu, tekniknya Mas Ay 🤣
Arise: balik kanan menuju pojokan xd
total 1 replies
Dr. Rin
Tiba2 jdi MC wanna be 😅
Arise: MC yang sesungguhnya
total 1 replies
Dr. Rin
Look So Cool Mas Kei
Arise: ling tian adalah MC yang sesungguhnya 🗿
total 1 replies
Audya
hum... penasaran sama lanjutannya...
Dr. Rin
PoV ini biar menutup sebuah Plot hole yak
Arise: tambal menambal
total 1 replies
Dr. Rin
Sp*rm
Arise: nyampe ke sana dongg
total 1 replies
Dr. Rin
aku juga baru tahu 😅
Not good
asem
Dr. Rin
Good quote pak guru
Dr. Rin
MC my bro... MC
Dr. Rin
Ganggu ae
Dr. Rin
besok2 pincang gk bisa jalan bru nyesel bilang gtu
Arise: MC shounen bilek
total 1 replies
Dr. Rin
Hey, Panggil guru la, mau ilmunya ndak berkah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!