NovelToon NovelToon
Replacement Lover

Replacement Lover

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 4.9
Nama Author: mrs caffeine

Setelah didepak sang Ayah dari silsilah keluarga, KEIRA mendapatkan kembali kasih sayang tulus dan cinta dari orang lain lewat Argha---kekasihnya.

Namun sebuah tragedi terjadi, dan semesta justru menakdirkan Keira dihamili Tyo yang tidak lain adalah kakak kandung Argha.

Keira yang tidak siap menerima kenyataan memilih melarikan diri, lalu menghilang bersama calon bayi yang dikandungnya.

Akankah Tyo dapat menemukan Keira dan mempertanggung jawabkan perbuatannya???

Intip dulu PROLOGnya kalo suka lgsg pencet tanda ❤️ yaa biar dapet notifikasi updatenya😉

Baca juga tulisanku yang lain dengan judul SEJUTA CINTA, berisi kumpulan CERITA PENDEK dengan genre seputar roman, drama, dan komedi. Cocok bangeeettt buat selingan kalo lagi bosen baca serial yang panjang 😁✌️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mrs caffeine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERJEBAK

***

Di dalam kamar hotel yang telah dipesan Rizzi sebelumnya, Tyo yang kesal, setengah melempar tubuh Keira ke tempat tidur. Dengan berkacak pinggang diamatinya ekspresi Keira yang mabuk sambil bergumam tak jelas itu.

Masih berdiri di tepi ranjang, Tyo memijat-mijat keningnya sendiri sambil mendengus kesal. Bisa-bisanya, pikir Tyo tak percaya. Bisa-bisanya Keira menempatkan dirinya di situasi seperti tadi.

Setelah Tyo pikir-pikir lagi, Keira bukan gadis yang terlalu naif untuk bisa salah memilih apa yang harus dan tidak harus dilakukan sekalipun itu atas nama tugas kuliah. Harusnya gadis itu lebih berani menolak ajakan pria-pria asing tadi ketika mereka memaksanya untuk ikut minum-minum.

Apa yang ada dipikiran Keira hingga gadis itu berani bertindak sedemikian bodohnya? Tyo mengomel dalam hati.

Sayangnya Tyo tidak tahu bahwa pemikiran Keira sesaat sebelum menerima ajakan tamu-tamunya tadi memang benar-benar naif. Apalagi ketika menyangkut alkohol. Gadis itu sungguh-sungguh tidak tahu apa yang sedang dihadapinya.

Bagaimana jika Rizzi tidak memergokinya? Tyo membatin lagi sambil menatap tajam pada wajah mabuk Keira. Bagaimana jika tidak ada yang menyelamatkan gadis itu dari sana? dari pria-pria tak dikenal itu. Rahang Tyo mengeras karena kesal.

Entah nasib buruk apa yang mungkin terjadi pada Keira? Tyo geleng-geleng sendiri memikirkan kemungkinan terburuk yang mungkin Keira alami tanpa kehadirannya dan kehadiran Rizzi disana.

Dan kali ini pun Tyo tidak sadar bahwa Rizzi telah berulah dengan memutar balikkan fakta tentang kejadian di bar tadi demi memuluskan rencananya untuk mempertemukan Tyo dan Keira kembali. Untuk memberikan kesempatan kepada mereka berdua agar saling terbuka satu sama lain.

"Hmmpphh...." Keira yang berbaring menyamping mendadak menutup mulutnya dengan kedua tangan. Gadis itu merasa sangat mual sehingga mengeluarkan suara aneh ketika menahan gejolaknya untuk muntah.

Tyo yang menyadari apa yang baru saja dirasakan gadis itu buru-buru membantu Keira duduk.

"Mau muntah?" tanya Tyo. Suaranya kembali lembut kala dilihatnya gadis itu benar-benar nampak tersiksa.

Keira hanya mengangguk perlahan untuk menjawab pertanyaan Tyo.

Tyo langsung melepas jaket kulit miliknya dari tubuh gadis itu lalu melemparnya asal-asalan. Selanjutnya Tyo menarik tas selempang Keira melewati leher dan rambutnya yang basah setelah tersiram minuman kemudian melempar tas itu juga begitu saja.

Lagi-lagi digendongnya tubuh Keira dengan sangat perlahan menuju kamar mandi, tapi kali ini dengan sikap yang lebih lembut seolah gadis itu terbuat dari keramik porselen yang mudah sekali pecah.

Emosi Tyo telah mereda, berganti rasa khawatir yang kembali muncul terhadap Keira. Tyo membantu Keira duduk di depan closet agar gadis itu bisa bebas memuntahkan segala ketidak nyamanan yang dirasakannya.

Pria itu juga berlutut pada satu kaki dibelakang Keira sambil mengusap-usap punggung Keira lembut dan sesekali ditepuknya punggung gadis itu agar Keira merasa lebih baik.

Setelah Keira puas memuntahkan seluruh isi perutnya, Tyo hendak membantu membersihkan tubuh gadis itu. Tapi gerakannya terhenti ketika matanya melihat ke arah baju Keira yang basah dan transparan yang menampakkan pakaian dalam Keira.

Tyo baru tersadar bahwa Keira butuh orang lain yang memiliki gender yang sama seperti gadis itu. Bukan laki-laki dewasa seperti dirinya untuk membantu Keira berganti baju. Gawat, pekik Tyo dalam hati.

Tyo mendadak panik ketika otaknya baru menyadari bahwa dia hanya berdua saja dengan Keira di kamar hotel itu.

Arrgghh, kenapa tadi dia tidak langsung meminta Rizzi memanggil Beth sekalian. Jadi Beth bisa membantu Keira berganti baju, pikir Tyo gusar sambil menarik rambutnya kebelakang dengan sebelah tangan.

Tyo celingukan, tapi tak ada yang bisa dilakukannya selain meminta Rizzi untuk memanggil Beth ke hotel itu, demi Keira, pikirnya.

Dengan satu tangan memegangi tubuh Keira, Tyo merogoh ponsel dari dalam saku celananya dengan tangannya yang satu lagi lalu menekan tombol speed dial untuk cepat-cepat menelpon Rizzi.

Terdengar nada sambung satu kali, belum ada jawaban dari Rizzi.

Nada sambung kedua pun berdering, namun Rizzi masih belum menjawab telponnya.

Karena tidak sabaran, Tyo akhirnya mengetik cepat sebuah pesan ke dalam roomchat Rizzi masih dengan sebelah tangan.

📮TYO PRATAMA

Woi, Bro. Tolong panggilin Beth kesini. Gue gak mungkin buka baju Keira sendirian.

Di seberang sana, Rizzi tertawa cekikikan sampai menutup mulut kala membaca pesan dari Tyo. Diputarnya bola mata menatap langit-langit sambil berpikir. Ahaa, sebersit ide jahil kembali muncul di otak Rizzi. Dengan menggigit bibir bawahnya menahan gemas, Rizzi pun membalas pesan Tyo.

📩RIZZI RIYANT

Beth lagi mudik katax. Sory gue ada urusan mendadak. Urgent. Ga bisa balik kesono

Balas Rizzi, tentu saja semua itu hanya kebohongan belaka sebab pria berkacamata itu memang ingin Tyo mengurus Keira dengan kedua tangannya sendiri. Itung-itung balas budi Tyo ke Keira waktu gadis itu merawat Tyo yang sakit, pikir Rizzi.

Whaattt??? Seriuuss??? Tyo tak percaya saat membaca pesan Rizzi.

📩RIZZI RIYANT

Oia, Baju ganti Keira dah gue gantungin di gagang pintu luar kamar hotel lo tadi. Buruan ambil, keburu ilang. Jangan sampe Keira telanjang.

TELANJANG??!! Sontak saja kata terakhir dari pesan Rizzi tadi bergema di kepala Tyo. Otak encernya lalu bekerja dan seketika Tyo menyadari bahwa Rizzi telah menjebaknya bersama Keira di kamar hotel ini.

Berkat ulah Rizzi, Tyo jadi membayangkan apa yang tidak seharus ia bayangkan dan merasakan apa yang seharusnya tidak ia rasakan. Dasar kampreett tuh bocah, Tyo memaki Rizzi dalam hati.

Tapi Tyo tak bisa sepenuhnya menyalahkan Rizzi atas situasi serba salah ini. Tyo menyadari bahwa dirinya tadi juga terlalu gegabah dalam bersikap.

Tyo sadar dirinya marah karena terbakar rasa cemburu. Tyo tidak terima bahwa gadis yang dicintainya minum-minum dengan pria lain bahkan sampai disentuh oleh pria lain.

Meski begitu, harusnya dia tidak sok pahlawan dan tidak terbawa emosi semata hingga tak mampu berpikir jernih. Tyo amat malu pada dirinya sendiri akan sikapnya tadi. Sebagai seorang pria dewasa, Tyo seharusnya mampu bersikap layaknya pria dewasa.

"Kei. Keira." Tyo menepuk-nepuk pipi Keira dengan perlahan.

Ketika gadis itu tidak memberikan respon apa-apa. Tyo berpikir bahwa gadis itu telah tertidur. Dengan hati-hati Tyo menggendong tubuh Keira kembali ke kamar. Direbahkannya gadis itu pelan-pelan di atas ranjang lalu ditutupinya tubuh Keira dengan selimut hingga sebatas leher.

Lalu Tyo bergegas menuju pintu untuk mengambil baju ganti Keira yang diletakkan Rizzi disana. Ketika membuka pintu, sebuah goodie bag dengan logo salah satu merk baju yang populer dikalangan wanita nampak baru saja terjatuh dari gagang pintu.

Tyo lalu mengambil goodie bag itu dengan rasa kesal karena kembali mengingat kata-kata 'keramat' yang dituliskan Rizzi tadi. Tanpa Tyo sadari, wajah tampannya bersemu merah kala mengingat hal itu.

Saat pandangan Tyo kembali ke dalam kamar, sekilas dilihatnya tas selempang Keira yang tergeletak di lantai dekat dengan kaki ranjang. Pikirannya langsung tertuju pada ponsel Keira yang mungkin ada di dalam sana. Benar saja, dia bisa menghubungi Beth menggunakan ponsel Keira.

Tyo pun melangkahkan kakinya lurus ke arah tas itu. Diambilnya tas Keira cepat lalu dibukanya. Tanpa susah payah mencari, Tyo langsung menemukan ponsel Keira di dalamnya. Namun harapannya kembali sirna kala dilihatnya ponsel Keira mati karena kehabisan daya.

"Sial." Tyo frustasi. Diputarnya otak sekali lagi untuk mencari solusi. Tyo lalu berpikiran untuk meminta bantuan staff wanita di hotel itu untuk membantu Keira tapi buru-buru ditepisnya lagi ide barusan.

Tyo tidak mau ada orang lain yang mengetahui keadaan Keira yang seperti ini selain orang yang benar-benar mengenal Keira. Biar bagaimana pun, situasi ini adalah aib bagi gadis itu. Tyo tidak ingin Keira jadi bahan gunjingan orang-orang.

Tyo mengamati wajah Keira dari dekat dan lekat. Dinikmatinya wajah Keira yang meski mabuk tapi masih terlihat sangat cantik dimatanya.

Tatapan mata Tyo berhenti di bibir Keira yang pink alami. Tak bisa ia pungkiri ingin sekali rasanya Tyo mencium bibir itu. Melumatnya dalam-dalam untuk melepaskan dahaganya akan bibir itu.

Susah payah Tyo mencoba meredam hasratnya, namun perasaan itu justru semakin dalam dan semakin besar tumbuh di hatinya.

Pelan-pelan Tyo membungkukkan tubuhnya. Mencondongkan wajahnya sendiri ke wajah Keira. Perlahan namun pasti mendekatkan bibirnya ke satu sisi telinga gadis itu.

"Keira." Kali ini Tyo memberanikan diri berbisik di telinga Keira. Memanggil namanya lembut dan dalam.

Keira bergeming. Tak menunjukkan respon yang berarti. Hanya keningnya yang sedikit berkerut kala Tyo menyerukan namanya. Setelahnya, gadis itu kembali terlelap.

Tyo berdiri di samping ranjang dengan gelisah. Ragu-ragu Tyo memasukkan kedua tangannya ke dalam selimut yang menutupi tubuh Keira untuk membuka kancing baju gadis itu satu persatu.

Jantungnya berdegup kencang ketika jari-jarinya tanpa sengaja menyentuh dada Keira. Tangan Tyo gemetar. Ya Tuhaannn, pekik Tyo dalam hatinya. Tyo menggigit bibirnya. Wajahnya merah padam.

Meski sudah sedewasa ini, tapi ini pengalaman pertama baginya begitu dekat dengan lawan jenis. Apalagi sampai meraba-raba tubuh seorang gadis.

Tidak-tidak, Tyo menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ungkapan meraba-raba agaknya kurang pantas digunakan mengingat apa yang Tyo lakukan saat itu bukan untuk melecehkan gadis itu melainkan menolongnya agar Keira tidak masuk angin karena harus memakai baju yang basah sepanjang malam.

Tyo baru tahu jika urusan melepas kancing saja bisa begitu melelahkan begini. Bagaimana tidak, jika kancing yang dilepasnya adalah kancing baju dari gadis yang dicintainya.

Hanya berdua dengan seorang gadis di sebuah kamar hotel sungguh memancing naluri binatang buas dalam diri Tyo. Hal itu membuat getaran pada kedua tangannya semakin kuat. Buru-buru Tyo mengeluarkan tangannya dari balik selimut Keira.

Tyo memejamkan matanya. Menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan. Tyo melakukan ritual itu berulang-ulang hingga kedua tangannya tak lagi bergetar terlalu kuat.

Setelah getarannya mereda, Tyo kembali melanjutkan tugasnya yang tertunda. Kali ini Tyo mencoba melepas baju Keira dengan mengeluarkan kedua lengan gadis itu terlebih dulu dari lubang lengan baju satu-persatu lalu menarik bajunya ke belakang. Dan sukses.

Tyo meletakkan baju yang basah itu ke lantai. Diambilnya baju ganti untuk Keira dari dalam goodie bag dan seketika matanya terbelalak ketika melihat gaun terusan cantik yang dipegangnya.

Dasar Rizzi SIALAN, umpat Tyo. Ini sih bukan baju ganti yang tepat untuk kondisi Keira saat ini. Keira tidak mungkin bisa tidur dengan gaun pesta seperti ini.

Rizzi memang sengaja mengirim baju itu agar Keira tidak dapat memakainya malam ini. Berharap Keira tidak memakai apapun saat tidur di kamar itu dengan Tyo di dalam sana. Berdua saja.

Tyo menepuk keningnya sendiri. Tubuhnya yang mendadak lemas pun melorot di samping ranjang. Disandarkannya punggungnya yang kaku sedari tadi menahan ketegangan pada tepian tempat tidur itu.

Dimasukkannya kembali gaun pesta yang dikirim Rizzi tadi kedalam tempatnya semula. Tyo menghela nafas berat dan dalam. Sepertinya Tyo terpaksa harus membiarkan Keira tidur dengan kondisi setengah telanjang begitu mengingat tidak ada baju ganti yang cocok Keira kenakan untuk tidur.

Tyo merapatkan selimut yang menutupi tubuh Keira. Diaturnya suhu AC dalam kamar agar tidak terlalu dingin untuk gadis itu. Tiba-tiba saja Tyo merasakan lelah yang teramat sangat. Dibukanya lemari es mini yang ada di dalam kamar itu. Tyo meraih sekaleng bir dari dalamnya.

Pria itu benar-benar butuh sekaleng bir itu untuk melegakan tenggorokannya yang kering sedari tadi. Tyo berbaring di sofa tunggal yang ada di kamar itu. Dia akan tidur disana untuk menemani Keira malam ini. Menjaga gadis itu dari dekat.

Baru kali ini Tyo merasakan betapa sulitnya mempertahankan akal sehat ketika naluri dan logikanya saling bertentangan. Naluri lelaki Tyo berusaha menjebol pertahanannya sementara Tyo tetap berusaha mati-matian mempertahankan logikanya.

Dalam hati Tyo memohon ampun atas apa yang kini tengah dilakukannya. Maafin gue, Tuhan. Maafin gue, Argha. Maafin aku, Kei. Gumam Tyo dalam hatinya.

Ngurusin cewe mabuk begini amat ya rasanya. Apalagi kalo kita terlanjur cinta sama cewe mabuk itu, pikir Tyo.

To Be Continue...

.

.

.

.

1
Lina An
aku hampir gila nyari novel ini karena hpku koid dan baru ganti hp ternyata setelah q msuk ke apk noveltoon gong syekali semua sudah terhapus yg AQ download dan aku menemukan nya di akun Ig noveltoon di penandaan 💪
MARWAH HASAN
kau tau?aku kangen ini novel tapi lupa judul sama author nya.untunglah ada jejak coment.
Faeyza
🥰🥰🥰😘😘😘😍😍😍😍
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
masuk list favorit ... awal cerita yg menarik, aku suka 😊
rindu rindu
wah othor keren ya pengetahuan umumnya, setiap bab ada penjelasan secara detail di tiap kata asing yg disampaikan jd nambah ilmu jg. makasih thor
rindu rindu
kreatif si othor, setiap bab ada penjelasan nya.. tq
rindu rindu
semangat thor.. /CoolGuy/
rindu rindu
faham bgt ya thor tentang minuman beralkohol, pernah nyobain jg g thor.. hehehe.. jd nanya/Facepalm/
mrs caffeine: cuman incip² dikit jaman kuliah karna ada di sks
total 1 replies
rindu rindu
baru mulai menyimak kuselipkan sekuntum mawar merah dan subscribe, semoga ceritanya berkesan dihatiku
mrs caffeine: terima kasiiihhhh
total 1 replies
Dee_ aja
menarik
Jang Ija
sedih bgt Thor 😭😭😭
Jang Ija
Thor kau buat aku menangis Thor😭😭🥰🥰🥰🥰
Jang Ija
ada gak ya laki kayak tyo😔😔😔😔
Yati Rosmiyati
takdir dan mungkin juga jodoh
Grecilia
akhirnya ketemu juga... asyik
Rita Herlina
terima ksh untuk ceritanya.aku sangat2 sk cerita ini💖
Rita Herlina
cerita ini bener2 menyentuh hati siapa yg membacanya.dr cerita ini kita ambil positifnya aja.bg para org tua jgn memikirkan ke egoisnya sj.dan jgn memikirkan tahtah dan kedudukan semata ingatlah semua itu cm titipkan semata dari tuhan.dan jgn bedakan anak laki2 maupun perempuan pd keyataaya laki2 dan wanita jerazat dan kedudukan ya sm di mata tuhan.aku anggap cerita ini buat belajar untuk clo org tua
Rosdiana Niken
Said 🤣🤣🤣 nesep nasep,apes amat😂😂
Rosdiana Niken
nyimak dulu
Indri Ratnasari
🤣🤣🤣br tahu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!