Naresh mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia mengalami gangguan pada pendengarannya. Kecelakaan itu diduga konspirasi seseorang yang ingin melenyapkan dirinya.
Malaika adalah sekretaris Naresh. Dia harus menanggung hutang peninggalan ayahnya yang sudah lama meninggal. Untuk menebus kembali rumah peninggalan kakeknya yang sangat berarti bagi sang nenek, gadis itu memerlukan uang yang sangat banyak.
Siapakah dalang dibalik kecelakaan Naresh?
Apakah Malaika berhasil mendapatkan rumah itu kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. Laporan Pandu
Teman-teman jangan lupa kasih like, bunga, vote, iklan, dan 🌟🌟🌟🌟🌟.
***
Bab 30.
Malaika menghubungi Pandu dan Guntur untuk menanyakan perkembangan hasil penyelidikan mereka. Beberapa hari yang lalu, dia mendapatkan salinan laporan dari mereka yang di dapat dari Naresh. Gadis itu tidak mau gegabah dalam keadaan genting seperti saat ini. Maka, dia juga melibatkan Kakek Kamandaka.
"Jadi, ada perkembangan apa yang sudah kalian dapatkan?" tanya Malaika kepada dua orang yang duduk di depannya.
Mereka melakukan pertemuan itu di tempat biasa Naresh dan keduanya bertemu, yaitu salah satu apartemen mewah yang ada di pusat kota. Tempat ini menurut laki-laki itu sangat aman dan tidak sembarangan orang bisa memasuki kawasan itu. Hanya orang-orang tertentu saja dan punya akses ke sana selain para penghuninya.
"Ya, laki-laki di kamera itu adalah Bima. Seorang teman lama Naresh yang pernah punya masa lalu agak suram," jawab Pandu.
"Bima?" kata Malaika mengulang.
"Ya. Kami berhasil menangkap dia dan menginterogasi laki-laki itu sampai sejelas-jelasnya. Kenapa dia melakukan hal itu? Alasan apa yang membuatnya melakukan itu?" ujar Pandu.
"Lalu, apa yang dia katakan itu? Apakah kamu yakin kalau dia itu jujur dengan ucapannya?" tanya Malaika dengan gaya serius seperti sedang menjawab semua pertanyaan para pemegang saham ketika meminta menjelaskan perkembangan perusahaan.
"Iya. Dulu dia pernah mengalami perkelahian dengan sekelompok preman demi melindungi adik perempuan satu-satunya. Mungkin lebih tepat dia balas dendam kepada para preman yang sudah memperkosa adiknya, yaitu Ambar. Saat terjadi perkelahian itu di antara mereka ada yang menyebut nama Naresh. Dalam perkelahian itu ada dua orang yang meninggal karena ulah temannya sendiri. Akibat kejadian itu Bima di DO oleh pihak kampus. Ambar meninggal karena bunuh diri, sehari sebelum kematiannya, perempuan itu menggumamkan nama Naresh terus. Sehingga Bima berpikir kalau Naresh adalah orang yang harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi kepada Ambar," jelas Pandu.
Alis Malaika mengkerut, karena Naresh itu kuliah di luar negeri dan tentunya kecil kemungkinan berinteraksi dengan teman atau orang-orang yang berada di Indonesia. Gadis itu juga hanya lewat email atau telepon saat menjalin komunikasi. Apalagi Naresh itu sibuk bekerja dan kuliah di waktu yang bersamaan. Tidak ada waktu baginya untuk bersantai-santai.
"Apa Bima tidak mengada-ada tentang kasus kematian adiknya disangkut pautkan dengan Naresh? Waktu kejadian Ambar diperkosa, perkelahian Bima dengan para preman, dan Ambar bunuh diri itu adalah ketika Naresh sedang berada di London. Kakek Kamandaka sendiri tahu 'kan, saat itu dia sedang sibuk-sibuknya bekerja dan belajar berbisnis. Tidak ada waktu untuk memikirkan hal-hal yang tidak menunjang karir di masa depannya," ujar Malaika seakan menolak hasil laporan Pandu.
Kakek Kamandaka pun mengangguk, jadwal kegiatan Naresh saat itu memang sangat padat. Cucunya itu beberapa kali merengek ingin pulang liburan ke Indonesia untuk menemui Malaika. Namun, dia memintanya untuk fokus pada kuliah dan kerja di sana, karena saat pulang nanti ke Indonesia ada jabatan di perusahaan yang akan di pegang dan boleh menjadikan Malaika sebagai sekretaris yang akan mendampingi dirinya.
"Lalu, Guntur. Apa yang kamu dapatkan dari hasil penyelidikan kamu atas kecelakaan yang menimpa Naresh?" tanya Malaika sambil menatap tajam ke arah laki-laki berjaket kulit warna hitam.
***
Benarkah ada kejadian seperti itu di masa lalu? Laporan apa yang akan diberikan oleh Guntur? Tunggu kelanjutannya, ya!
selama itu budegnya ga sembuh
malah bisa paten permanen
/Joyful//Joyful//Joyful/
uda cukup tuk meringkus Shaka
cuman telinganya error
/Joyful//Joyful//Joyful/
jadi mirip bolot pelawak
/Joyful//Joyful//Joyful/
yg mencelakai Naresh
bikin ngakak acara lamarannya
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
kalo beda gender lagi berduaan
yg ketiganya adalah setan
berarti setannya nenek romlah dong
/Grin//Grin//Grin/
Malaika hanya modus bukan ikhlas
isi otaknya ga beda dg juwanto
/Frown//Frown//Frown/