Bagaimana perasaanmu saat pulang dari perantauan karena dikabari kalau Papa meninggal, dan saat sampai mendapati kalau Sang Papa memiliki istri muda tanpa sepengetahuanmu?
Yang lebih mencengangkan, Si Istri Muda, adalah wanita dari masa lalumu. Saat itu, di sebuah club, dalam keadaan frustasi, dan dalam kondisi 'panas'.
Apakah kondisi keluarga seperti ini sehat? Saat akan tinggal serumah dengan si Ibu Tiri yang usianya 5 tahun lebih muda, seksi, dan dirimu tahu bagaimana wujudnya di balik pakaiannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan
Pak Jamal, si pengacara, menatap kedua pasangan didepannya dengan tegang.
Randy dan Ruby, keduanya memicingkan mata mengintimidasi Pak Jamal.
Di belakang mereka ada David Yudha dan Susan Tanudisastro, pasangan suami-istri yang kekuasaannya sudah tidak diragukan lagi, bisa mengancam kelangsungan usaha Pak Jamal.
Mereka semua meminta keterangan mengenai kematian Richard Gaspar dan kakak Randy, Rosa Gaspar.
"Anda tahu sesuatu, tidak usah berkelit lagi," kata Randy
"Saya menjaga kerahasiaan klien, anda pasti sudah tahu teknisnya,"
"Berapa yang anda minta agar semua keterangan keluar?"
"Tidak ada, karena Pak Raymond sudah almarhum, jadi perjanjian kami berlangsung seumur hidup," kata Pak Jamal berusaha tenang, "Tolong mengertilah, anda semua salah orang kalau berusaha mencari tahu, tapi…"
"Tapi apa?"
"Tapi saya bisa bantu untuk nomor kontak saksinya, asal jangan mengganggu hidupnya setelah ini," kata Pak Jamal.
"Nah, begitu dooong,"
"Lalu… Apa kalian berdua sudah jatuh cinta?" tanya Pak Jamal sambil menatap Randy dan Ruby.
Semua diam.
"Darimana Pak Jamal tahu? Seperti sudah memperkirakan yang akan terjadi," tanya Randy.
Pak Jamal mengangguk.
"Ada hal yang boleh saya ceritakan ke kalian, tapi ada juga yang tidak boleh. Saya akan memberitahukan porsi saya, Sisanya mohon jangan ganggu saya lagi. Terus terang saja perjanjian dengan Pak Raymond sangat menyebalkan bagi saya. Karena berat rasanya. Mohon kalian bisa memaklumi kode etik dari profesi saya," Kata Pak Jamal sambil memegangi dahinya yang langsung pusing 100 keliling.
"Ceritakan saja yang bisa disampaikan," kata David Yudha sambil menatap ke arah jam tangan mahalnya. "Anda tahu kami semua tidak punya banyak waktu. Kami akan melakukan likuidasi atas C-Corp, dan apabila terbukti orang yang kami curigai terlibat dalam pembunuhan, itu berarti Victoria tidak diperkenankan memiliki saham Leticia, kepemilikannya gugur dan dia harus mengembalikan semua pendapatan yang diterima dari hasil pengelolaan saham itu,"
Pak Jamal menghela napas tegang, "Iya, saya tahu kemana arahnya, dan tahu orang yang kalian maksud. Yang jelas saya tidak bisa sebut namanya di sini,"
"Tolong ceritakan," kata Randy. "Apa yang terjadi sebenarnya,"
"Papa anda menyayangi kalian berdua," kalimat pembuka dari Pak Jamal. Sangat sayang, bahkan. Dan dia menyesali semua yang terjadi,"
"Dia juga tahu kalian berdua bertemu di Belanda. Karena itu Raymond berusaha mencari tahu mengenai Ruby. Kemunculannya di LBH waktu itu dan bersikap baik padamu bukan tanpa alasan. Ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Randy. Ia juga menyesal telah menjodohkan Randy dan Victoria. Raymond pikir, ada sesuatu yang istimewa terjadi di club saat kalian di Amsterdam. Dan tampaknya Raymond sudah tahu kalau usianya tidak lama lagi. Ia hanya ingin kalian bertemu kembali,"
"Yang saya tahu, perseteruan dua kakak beradik ini sudah lama terjadi. Mereka mencintai satu orang wanita, bernama Leticia,"
"Leticia lebih akrab ke sang adik, Raymond. Mereka sahabat sejak kecil. Sedangkan sang kakak, Richard, masa kecil sampai dewasanya ia habiskan di luar negeri untuk menuntut ilmu dan bekerja, karena memang ia tulang punggung keluarga,"
"Saat Richard pulang ke negara ini untuk mendirikan bisnis karena adanya peluang menguntungkan, ia melihat Leticia dan jatuh cinta. Saat itu Raymond baru saja mengutarakan perasaannya ke Leticia dan ditolak, karena Leticia hanya menganggap Raymond sebagai teman,"
"Bu Leticia menceritakan ke saya, bahwa sebagai teman sejak kecil, ia tahu sifat Raymond yang labil dan kasar. Raymond senang berfoya-foya, memiliki teman-teman yang berbahaya dan licik, suka mengkonsumsi obat-obatan terlarang, dan bahkan tindakan kriminal seperti vandalisme dan kerusuhan. Intinya, walau pun akrab, tapi untuk dijadikan suami, Raymond adalah pilihan terakhir,"
"Dan posisi saya waktu Leticia menceritakan hal itu, adalah teman kuliah di Fakultas Hukum,"
"Dari Leticia juga saya terpaksa mengambil kasus kecil untuk mengeluarkan Raymond dari jeratan hukum saat dia berbuat kriminal. Yang daftarnya kalian bisa cari sendiri di kepolisian, saya malas menceritakannya saking banyaknya,"
"Mulai dari sini bisa dibayangkan ya? Leticia juga jatuh cinta pada Richard, mereka menikah, dan Leticia pun hamil. Kakak Randy yang dinamai Rosa. Raymond saat itu sedang di Lembaga Permasyarakatan karena menjadi pengedar nark0ba,"
"Lumayan sulit mengusahakan agar hukuman Raymond dipersingkat. Ia terancam hukuman mati, saya bisa mengusahakannya supaya menjadi 10 tahun saja, itu pun saya masih diprotes tidak becus menangani,"
Saat Rosa Sepuluh tahun, lahirlah Randy. Dan Raymond baru saja keluar dari penjara. Bayangkan berangnya dia. Semua teror dia lakukan, sampai…" Pak Jamal menghela napas, "Saya hanya bisa bercerita sampai di sini, sisanya silahkan tanyakan ke kontak yang saya bagikan.
Dan Pak Jamal meminum air di gelas di atas mejanya lalu melanjutkan ceritanya, "Raymond dan Leticia menikah, sepeninggal Richard dan Rosa. Usia Randy masih 1 tahun. Mungkin karena terbiasa melihat Randy dari kecil, kalian bisa bonding sebagai Papa dan anak. Juga mungkin karena rasa bersalah Raymond. Dan setahu saya… saat di dalam penjara, Raymond memiliki teman satu sel yang keluar setahun lebih cepat bernama…"
**
Joseph Kamala menatap putrinya yang terkapar di lantai dalam keadaan babak belur.
Ia menjatuhkan dirinya di sofa dan meletakkan cambuknya di nakas di sampingnya.
"Aku membesarkan seorang p3lacu12," gumamnya pelan. "Kau menggagalkan semua rencanaku, selamat! Padahal kita bisa kaya raya setelah ini, semua sirna,"
"A-ampun Papa…"
"Jangan panggil aku Papa, kau sudah bukan anakku. Sebentar lagi silahkan bergabung di dalam tanah bersama mama-mu. Kau sudah tidak ada gunanya lagi hidup lama,"
"Papa…?" sambil merangkak Victoria mencium kaki Papanya memohon ampun.
Joseph menendangnya keras sekali sampai tubuh kurus dan letihnya terpelanting membentur dinding.
"Aku menamaimu Victoria agar kita selalu menang. Tapi yang kudapat hanya nasib sial. Sampai saham itu mereka ambil alih, aku akan membunuhmu," kata Joseph sambil keluar dari kamar Victoria.
Pintu itu terbanting keras dan ada suara dikunci.
Victoria terisak tanpa air mata.
Sambil meringkuk menahan sakit akibat luka yang memenuhi punggungnya, Ia pun menggumamkan nama kekasihnya.
Yang Alan tahu, Victoria menganiayanya sedemikian rupa memang untuk melampiaskan rasa amarahnya terhadap Pak Joseph.
Karena itu Alan tidak pernah membalas perlakuan Victoria padanya.
Di lain tempat…
Alan berdiri dan berpakaian.
Ia keluar dari rumah sakit diam-diam, tanpa memberi tahu siapa pun.
Yang ia tahu, ia sangat bodoh.
Seharusnya posisinya sudah aman dari berbagai ancaman. Tapi dia menerjunkan kembali dirinya ke dalam lautan.
Ia mengetikkan alamat rumah Victoria ke aplikasi taksi onlinenya.
Lalu sambil menunggu datangnya mobil yang dipesannya, ia mengelus lengannya yang ada bekas cakaran Victoria.
6 tahun bukanlah waktu sebentar untuk suatu hubungan percintaan. Victoria wanita pertamanya, juga satu-satunya sampai ia mencium Ruby.
Jelas hubungan mereka tidak sedangkal itu. Walau pun ia sudah lama tidak mencintai Victoria lagi, tapi ia ingin semuanya berakhir secara baik-baik.
Berakhir baik, semanis awal perjumpaan mereka.
**
"Kami akan mempercepat semua prosesnya," desis David Yudha saat mereka keluar dari kantor Pak Jamal. "Saya akan menugaskan pengawal untuk menjaga kantor dan rumah Pak Jamal. Saya takut terjadi sesuatu pada beliau,"
"Ya Pak, terima kasih atas bantuannya," Randy menjabat tangan Pak David dan Bu Susan.
Tapi perpisahan mereka harus terjeda karena telepon masuk.
Dari Romeo.
"Kenapa Meo?" tanya Randy.
"Om, ada dua hal buruk yang mau aku informasikan, coba tarik nafas dulu," kata Romeo.
"Iya, kenapa?" Randy sudah malas mendengar kata-kata pembukanya.
"Yang pertama, aku di kantor polisi sejak pagi,"
"Astaga!! Kamu kenapa di kantor polisi??" seru Randy kaget.
Semua mengernyit menatap Randy, terutama Ruby yang langsung ternganga dan mendekat ke speaker ponsel
"Romeo kenapa?!" serunya panik. Randy me-loudspeaker ponselnya agar semua bisa mendengar suara Romeo.
"Aku dibelai-belai Tante Amora," bisik Romeo.
"Tante Amora? Amora itu bukannya mamanya Annisa?!" kernyit Ruby.
"Dibelai gimana maksudnya?!" tanya Randy. "Jangan ngadi-ngadi kamu! Itu tuduhan serius loh!"
"Dih! Nggak percaya... ini ada kamera dashboard iniii,"
"Kamu di kantor polisi sejak pagi kenapa tidak memberitahu kami?! Ini sudah jam 10 Romeo!"
"Aku mau ngasih tau tapi kan kalian sedang ada meeting penting dengan Pak Jamal. Lagian aku nggak bisa pulang soalnya ada hal buruk kedua yang terjadi,"
"Apa lagi??"
"Kata Pak Heru, rumah kita kebakaran,"
"Hah?!"
ckckck emang berat godaan ikan peda bermerk Romeo